Pantai Siung, Si Taring Kera Raksasa
Siapa yang tak kenal daerah Gunung Kidul Yogyakarta? Daerah yang dahulu terkenal tandus, dengan permukaan tanah dan perbukitan yang berbatu-batu, kini makin menunjukkan innerbeauty-nya. Gunung Kidul memang memiliki keindahan alam yang memukau. Dibalik bukit-bukit berbatu dan medan yang sulit dijangkau, terdapat pesona alam yang keeksotisannya membuat penasaran. Inilah yang membuat para traveler memburunya. Dan sampai kini semakin banyak yang berkunjung kesana. Bisa dibilang, Gunung Kidul kini sedang menjadi primadona di antara tempat-tempat wisata lainnya di Yogyakarta.
Aku, tak beda dengan para traveler lainnya. Sejak kunjunganku ke Pantai Ngrenehan, Nguyahan dan Ngobaran, yang ada di Gunung Kidul beberapa waktu lalu, aku makin penasaran untuk mengeksplore pantai-pantai gunung kidul lainnya. Masih banyak pantai-pantai indah yang belum aku singgahi, salah satunya pantai Siung ini. Bersama suami, anak-anak, adik ipar, dan para sepupu, dimulailah petualangan kami.
Menurut informasi yang kami dapat dari mbah gugel, Pantai Siung ini terdapat di kabupaten Gunung Kidul, tepatnya di kecamatan Tepus, dengan jarak tempuh sekitar 70 km dari pusat kota Yogyakarta. Jadi kalau dari kampung kami, Magelang, memakan waktu sekitar 3 jam perjalanan. Untuk menghindari kena macet di kota yogyakarta dan resiko kesiangan, maka kami berangkat pagi-pagi sekali. Berbekal pengalaman waktu ke pantai ngrenehan, kami tahu betul bagaimana kondisi jalanan di daerah gunung kidul. Daerah perbukitan yang berbatu-batu, dengan jalur yang berkelok-kelok, harus kami hadapi. Tanjakan, turunan, dan tikungan tajam, menuntut performa kendaraan, dan pengendara yang benar-benar berpengalaman.
Namun medan yang menantang, tak membuat kami merasa bosan. Karena pemandangan yang disuguhkan di sepanjang perjalanan sangat mengasikkan. Bukan hanya pemandangan alam, tapi pemandangan kulinernya juga membuat penasaran. Yaitu belalang goreng! Di pinggir-pinggir jalan para penjaja belalang goreng, memamerkan dagangannya. Ada yang dikemas dalam bungkus plastik dan toples, ada pula yang ditata rentengan. Hmm, aku masih saja penasaran seperti apa rasanya, tapi tetap saja tak punya nyali untuk mencoba. Teman-teman ada yang pernah mencoba? Enak nggak ya?
Setelah melewati beberapa bukit berbatu, sampailah kami di kawasan Pantai Siung. Dengan membayar tiket seharga Rp 5.000/orang kami bebas menikmati pantai ini sepuasnya. Pantai berpasir putih, langit dan laut yang biru cerah, deburan ombak, tebing dan karang yang tampak garang, menyambut kedatangan kami. Perpaduan berbagai unsur alam yang mempesona. Kusapukan pandanganku kearah lautan, mencari-cari batu karang yang konon mirip dengan siung wanara, atau gigi taring kera. Katanya, karena batu karang yang mirip siung kera itu, maka pantai ini disebut Pantai Siung. Namun aku kurang berhasil mengidentifikasi yang mana batu karang yang dimaksud, karena siang itu permukaan laut cukup tinggi, sehingga menutupi sebagian tebing dan batu karang.
Aku, tak beda dengan para traveler lainnya. Sejak kunjunganku ke Pantai Ngrenehan, Nguyahan dan Ngobaran, yang ada di Gunung Kidul beberapa waktu lalu, aku makin penasaran untuk mengeksplore pantai-pantai gunung kidul lainnya. Masih banyak pantai-pantai indah yang belum aku singgahi, salah satunya pantai Siung ini. Bersama suami, anak-anak, adik ipar, dan para sepupu, dimulailah petualangan kami.
Menurut informasi yang kami dapat dari mbah gugel, Pantai Siung ini terdapat di kabupaten Gunung Kidul, tepatnya di kecamatan Tepus, dengan jarak tempuh sekitar 70 km dari pusat kota Yogyakarta. Jadi kalau dari kampung kami, Magelang, memakan waktu sekitar 3 jam perjalanan. Untuk menghindari kena macet di kota yogyakarta dan resiko kesiangan, maka kami berangkat pagi-pagi sekali. Berbekal pengalaman waktu ke pantai ngrenehan, kami tahu betul bagaimana kondisi jalanan di daerah gunung kidul. Daerah perbukitan yang berbatu-batu, dengan jalur yang berkelok-kelok, harus kami hadapi. Tanjakan, turunan, dan tikungan tajam, menuntut performa kendaraan, dan pengendara yang benar-benar berpengalaman.
Namun medan yang menantang, tak membuat kami merasa bosan. Karena pemandangan yang disuguhkan di sepanjang perjalanan sangat mengasikkan. Bukan hanya pemandangan alam, tapi pemandangan kulinernya juga membuat penasaran. Yaitu belalang goreng! Di pinggir-pinggir jalan para penjaja belalang goreng, memamerkan dagangannya. Ada yang dikemas dalam bungkus plastik dan toples, ada pula yang ditata rentengan. Hmm, aku masih saja penasaran seperti apa rasanya, tapi tetap saja tak punya nyali untuk mencoba. Teman-teman ada yang pernah mencoba? Enak nggak ya?
Setelah melewati beberapa bukit berbatu, sampailah kami di kawasan Pantai Siung. Dengan membayar tiket seharga Rp 5.000/orang kami bebas menikmati pantai ini sepuasnya. Pantai berpasir putih, langit dan laut yang biru cerah, deburan ombak, tebing dan karang yang tampak garang, menyambut kedatangan kami. Perpaduan berbagai unsur alam yang mempesona. Kusapukan pandanganku kearah lautan, mencari-cari batu karang yang konon mirip dengan siung wanara, atau gigi taring kera. Katanya, karena batu karang yang mirip siung kera itu, maka pantai ini disebut Pantai Siung. Namun aku kurang berhasil mengidentifikasi yang mana batu karang yang dimaksud, karena siang itu permukaan laut cukup tinggi, sehingga menutupi sebagian tebing dan batu karang.
Pantai Siung ini memang diapit oleh tebing-tebing karang. Dan tebing-tebing itu sering dijadikan lokasi untuk panjat tebing. Bukan hanya oleh pengunjung dari dalam negeri saja, tapi juga pemanjat tebing dari manca negara. Wuiih keren juga ya manjat tebing yang di bawahnya ada laut. Pasti adrenalin makin terpacu. Kalau buatku sih seru sekaligus serem. Boro-boro mau panjat tebing, naik ke bukit karangnya aja nggak mampu, abis terjal banget.
Siang itu entah kenapa aku merasa kurang aman di sana. Mungkin karena saat itu ombaknya sedang tinggi dan besar, serta arusnya kencang. Beberapa kali aku nggak bisa memprediksi kapan ombak datang menerjang. Pernah nih, saat sedang asyik foto-foto, tahu-tahu ombak tinggi datang. Wah, langsung ancur posenya. Belum lagi beberapa kali penjaga pantai harus membunyikan sirine peringatan, karena ada pengunjung yang terlalu jauh ke arah laut. Mau nggak mau jadi ikutan panik gara-gara dengar sirinenya. Ah, membuyarkan konsentrasi saja.
Tapi walaupun begitu, Pantai Siung tetap mempesona. Apalagi buat para penggemar fotografi. Perpaduan batu karang dan ombak, sangat cantik jika difoto dengan teknik slow speed (sok ngerti fotografi :P). Hasilnya seperti ini. Cantik bukan? Ini hasil jepretan suamiku.
Demi mendapatkan gambar yang menawan, suamiku betah berlama-lama berada di bawah terik matahari. Sedangkan aku dan anakku Lita, duduk-duduk saja di pinggir pantai, ditemani perahu-perahu nelayan dan warung kopi. Bagi yang sudah kelaparan, jangan kuatir, karena di sana ada beberapa warung makan. Ada juga tempat penjualan ikan, walaupun tidak sebesar yang ada di Pantai Ngrenehan. Tapi lumayanlah. Siapa tahu ada yang mau beli ikan, buat oleh-oleh ke mertua atau calon mertua.. Uhuk!
Demi mendapatkan gambar yang menawan, suamiku betah berlama-lama berada di bawah terik matahari. Sedangkan aku dan anakku Lita, duduk-duduk saja di pinggir pantai, ditemani perahu-perahu nelayan dan warung kopi. Bagi yang sudah kelaparan, jangan kuatir, karena di sana ada beberapa warung makan. Ada juga tempat penjualan ikan, walaupun tidak sebesar yang ada di Pantai Ngrenehan. Tapi lumayanlah. Siapa tahu ada yang mau beli ikan, buat oleh-oleh ke mertua atau calon mertua.. Uhuk!
Happy traveling ^^
foto yang bawah Keren Bin Bekeeeeeen, perlu minta diajarin nih ^_^
ReplyDeleteiya kereeeen... ayo silakan belajar pd ahlinya.. hehehe
Deletesungguh sangat cantik nih pantai, kok sering ke jogja nggak kepikir ya travel ke sini - apalagi lihat hasil jepret landscape yang eksotik... wow salam!
ReplyDeleteayo kapan2 mampir kesini... menjelajah pelosok gunung kidul :D
Deletecantik ya pantai siung mb
ReplyDeleteapa belalang gorengnya berani makan mb Cova ?
putrane itu ya dua duanya mb? ombak lagi gede mb sekarang
nah itu dia, liat penampakan si belalang aja bikin merinding, gmn mo makan.. hiiii..
Deleteiyah, itu anak2ku.. ^^
keren bangettttt
ReplyDeletesetujuuuuu... ^^
DeleteKok gak pernah tahu ya kalo ada pantai Siung, hampir-hampir gak percaya kalo lokasinya di Gunung Kidul. Jadi pengen banget ke sana.
ReplyDeletedi gunung kidul banyak loh pantai2 cantik.. yuk cb singgahi salah satunya ^^
Deletewow keren! tapi sayang ya mbak ga dapetin karang yg katanya mirip siung itu.
ReplyDeletebtw nama anaknya kayak namaku mbak,,xixixi
iya, aku ga yakin siungnya yg mana.. hehee
DeleteLita.. nama yg manis ya.. hihihii
Keren banget Mbak foto terakhirnya. Antara takjub tapi agak serem juga kalau kepleset disitu hehe. Duh jadi kangen ke pantai...
ReplyDeleteemang sih, pantainya cantik, tp rada serem juga, soalnya ombaknya lg gede :D
DeleteYuuuk ke pantai.. hehehe
Keren abis pantai Siungnya.. Itu belalang goreng belom pernah nyoba, Enak kali ya mbak
ReplyDeleteada yg bilang katanya rasanya mirip udang. Bnr ga ya? Klo aku sih geli liat penampakannya.. :D
DeletePantainya cantik ya, Mba... Sepi, pulak, berasa private beach ^^
ReplyDeleteiyaa, cantik ^^
Deletetapi klo lagi musim liburan rame jg loh
Wah wah fotografernya keren ih. Pake TRIPOD kah itu. Saya dulu waktu masih pake kamera KODAK Z812 IS juga pake si "kaki tiga" lias TRIPOD. Soalnya jika menggunakan ZOOM kadang suka shake alias goyang. Saya suka sekali foto dengan TRIPOD, Selain gaya, namun yang penting adalah fungsinya agar kamera posisi steady dan tenang dalam mengambil gambar, Apalagis saat obyek yang di foto berjarak jauh dan harus menggunakan TELE
ReplyDeleteiya mas.. soalnya klo moto teknik slow speed hrs pake tripod, biar ga goyang. Gitu kata suamiku. Aku sih ga ngerti kek gini2an.. Taunya yg praktis2 ajah.. hehehe
Deletepantai siung jadi salah satu pantai favoritku kak.. soalnya bisa naik ke tebing karang n bisa ngerasain sensasi ombak yang langsung mengguyur kita.. hehehe.. oyaa cobain pantai indrayanti n pantai pok tunggal kak.. bagus juga tuh,,.
ReplyDeleteiyaaa.. sbnrnya waktu itu pengennya ke pantai indrayanti, eh tp jadinya malah kesini. Buat edisi pulang kampung berikutnya aku mau ke indrayanti ma pok tunggal.. hehehe
DeleteKak Cova... gimana kabarnya?
ReplyDeletegambarnya keren banget... yaa emang yang bikin profesional pake banget..
haii..hai ocha.. Alhamdulillah kbrku baik.. lama tak jumpa ya.. kmn aja nih? :D
Deletehihihi.. motonya sambil panas2an tuh.. makasih pujiannya ^^
Bersih euy, sepertinya nyaman buat liburan..
ReplyDeleteiyaa.. yuuk liburan kesini.. ^^
DeleteWuih itu pke slow speed shutter ya mba? Cakeeppp
ReplyDeleteiya betul.. hasilnya jd kek kapas :D
DeletePantai siung itu hubungannya pa dengan satu siung bawang putih gitu ya? *Lepaaas. Btw, gambarnya keren banget yang pake slow speed gitu, serasa airnya bisa buat bobo empuk....
ReplyDeletejiiaah.. dasar emak2, pikirannya ke bumbu dapur.. hahaha..
Deleteyuuk bobo'.. hihihi :P
cakep banget potonya... :) saya suka...
ReplyDeletemakasiiiih... aku jg sukaa ^^
DeleteKerennnnn...!
ReplyDeletepantai biru, langit biru.., walau pun matahari terik tp warna biru memberi suasana Adem.. *smile
iyaaa.. kereeen.. suka bgt liat birunyaa :)
DeleteDi GK selatan berderet jejeran pantai-pantai yang bagus. Kalo nggak salah, Pantai Siung itu identik dengan dua nama pantai lain, yakni Pantai Kukup + Pantai Krakal. Betul nggak? *Lupa habisnya, ke sana pas sma*
ReplyDeleteiya emang di GK banyak deretan pantai yg keren2. Pantai krakal ama kukup malah belum pernah aku singgahi. Buat next destination deh :D
Delete