Posts

Showing posts from 2013

Penjajahan Abad 21

Image
tetap gaya meski belum merdeka :P Hari peringatan kemerdekaan negara kita telah lama lewat. Tapi tak ada salahnya kita bahas lagi tentang kemerdekaan. Kenapa? Karena aku merasa diriku ini belum merdeka. Emang sih secara de jure aku ini nggak mengalami masa penjajahan. Nggak perlu juga jadi relawan di medan perang. Namun sejatinya aku ini masih terjajah. Dan sepertinya aku nggak sendiri. Artinya, banyak juga yang masih terjajah, baik secara sadar maupun nggak sadar. Maksudnya dijajah nggak sadar itu apa? Maksudnya, banyak loh yang sebenarnya terjajah, tapi nggak merasa. Kenapa bisa nggak merasa? Karena bentuk penjajahan masa kini itu beda dengan penjajahan jaman dulu. Tapi efeknya sama-sama menyakitkan... #halah. Nah inilah beberapa bentuk penjajahan abad 21. Yuuuks.. 1. Dijajah sosial media Nah ini nih penjajahan yang nyata kita alami. Tapi kelihatannya banyak yang malah suka sama bentuk penjajahan ini. Bayangkan, setiap saat harus buka sosial media. Bahkan hidup terasa hamp

Pangandaran, Antara Galau dan Mistis

Image
pagi di Pantai Timur Pangandaran Gerimis mengiringi perjalanan malamku ke Pangandaran bersama 19 orang temanku. Malam yang sendu dan basah, seperti pelupuk mataku yang penuh dengan air mata. Pertengkaran dengan suamiku sore itu menjadi penyebabnya. Dan perihnya kini masih terasa. Mungkin aku salah, tidak seharusnya aku pergi di saat pertikaian kami sedang memanas seperti ini. Tapi di sisi lain aku berharap kepergianku ini mampu mendinginkan hati kami yang membara disengat emosi jiwa. Lagipula acara jalan-jalan ini sudah lama kurencanakan. Sayang kalau harus dibatalkan. Prinsipku, kegalauan tidak boleh membuyarkan acara jalan-jalan. Ah, prinsip dari mana itu? Aku menghela nafas panjang, dan menatap butiran air hujan yang menerpa kaca jendela bus yang kutumpangi. "Cov, kamu nggak tidur?" tanya mbak Ambar, teman yang duduk disebelahku. Buru-buru aku seka air mataku. Aku tahu sebenarnya dia tahu kegalauanku, tapi aku tak mau terlihat lebay di depan teman-temanku. "

Ibu, Cinta Tanpa Akhir

Image
Ibuku cantik. Nggak percaya? Lihat aja anaknya. Kalau anaknya cantik, pasti ibunya juga cantik. Teteeeup narsis :P. Sayangnya beliau ini nggak suka difoto. Katanya "Ibuk ini udah tua, udah jelek, nggak bagus difoto. Dulu waktu ibu masih muda, masih cantik, malah nggak ada yang moto". Dengan melengoskan wajahnya, dan mengangkat tangannya menutupi kamera. Gayanya mirip sekali dengan selebriti yang dikejar paparazi. Makanya foto-foto ibuku kebanyakan foto candid. Dan foto ini satu-satunya foto ibuku yang agak memandang kamera. ibuku bersama 2 bidadarinya ^^ Itulah ibuku. Nggak narsis seperti anaknya. Tapi sebenarnya ibuku berperan besar dalam jiwa kenarsisanku. Sejak aku kecil beliau sering bilang kalau aku ini cantik, pintar, dan berbakat. Jadi, nggak ada alasan untuk malu-malu. Ya iyalah, semua ibu pasti bilang anak perempuannya cantik dan pintar. Aku juga bilang persis seperti itu ke anak perempuanku.. Hehehe. Tapi kata-kata yang sederhana itu cukup mampu menaikkan per

Menghening di Pantai Mengening

Image
  "Saya belum pernah dengar namanya" kata Bli Made, driver sewaan kami. "Tapi gampanglah, nanti saya tanya penduduk sekitar. Yang penting udah tahu arahnya" sambungnya. Suamiku membuka kembali buku saku fotografinya. Dia baca beberapa kalimat di dalamnya "Letaknya di Desa Cemagi, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung. Lokasinya berdekatan dengan Pura Tanah Lot, Bali". Sepertinya Pantai Mengening ini memang belum dikenal oleh para wisatawan. Wajarlah Bli Made belum tahu, karena belum pernah ada orang yang minta diantar kesana. Mendung menemani perjalanan kami ke Pantai Mengening. Kami agak was-was dengan kemungkinan akan turun hujan. Tapi mau nggak mau kami harus jalan. Sayang kan, jika waktu yang cuma sebentar hanya dilewatkan di kamar hotel saja? Jadilah kami mengambil resiko itu. Kami sadar cuaca mendung tidak mendukung untuk menikmati pantai. Tapi enjoy ajalah. Yang penting kan perjalanannya. Seperti kata quote "Traveling is about the journe

Emak-emak Sadar Listrik

Image
Punya suami memang enak. Ada yang nganter jemput kemana-mana. Ada yang nraktir kalau makan di luar. Ada yang ngangkatin galon akua. Ada yang mbenerin genteng dan kran yang bocor. Eh, itu suami atau tukang? Hehehe. Intinya, suami itu membantu dalam banyak hal. Terutama hal-hal yang tidak bisa aku lakukan sendiri dikarenakan keterbatasanku sebagai wanita. Misalnya acara angkat mengangkat galon tadi. Eh, tapi bisa dibilang aku ini istri yang manja. Banyak hal yang sebenarnya bisa aku lakukan sendiri, tapi aku nggak mau melakukan karena males repot. Mending suamiku aja yang nanganin.. Hehee. Misalnya, mentang-mentang ada yang nganter jemput kemana-mana, sampai saat ini  aku belum punya keinginan belajar mengendarai motor atau mobil. "Ah, ada suami kok yang setia nganterin" pikirku. Atau ketika alat-alat elektronik nggak berfungsi, paling-paling aku nunggu suamiku yang ngutak atik. Abis aku nggak ngerti tentang elektronik dan alat listrik. Takut kesetrum.. Hehehe listrik a

Award dari Bali

Image
Semoga teman-teman pembaca Runaway Diary tidak bosan dengan beberapa postinganku yang akhir-akhir ini beraroma bali. Dan jangan harap ini akan berakhir. Karena aku masih menyiapkan banyak cerita tentangnya. Termasuk yang satu ini. Saat aku lagi asyik nongkrong di Pantai Kuta , tiba-tiba dapat message dari bali.. Dari cowok pula.. Ihiiiiir.. jadi tersipu-sipu nih. Begini bunyinya, "Dapat pesan gambar dari saya. Silahkan dilihat pesannya ya mbak.. Hehe" Wah kok pas banget ya.. Tahu aja aku suka banget sama Bali. Jadi deg-degan bin penasaran. Apa ya pesannya? Tanpa buang waktu lagi aku segera meluncur ke kediaman si pengirim pesan. Seorang cowok tampan rupawan yang berdomisili di denpasar, sudah menyiapkan sebuah kejutan untukku. Dialah Bli Kstiawan , admin blog Nakusan Bali Technology . Tadaaaa...! Sebuah award keren mentereng diberikan untukku! Wah, bangga dan tersanjung rasanya menjadi salah satu blogger penerima award dari Bli Kstiawan. Dalam rangka memperingati u

Orang Ketiga

Image
" Dalam kehidupan rumah tangga, kehadiran orang ketiga tidak selamanya merusak. Terkadang malah bisa membantu. Di perjalanan ini, aku menemukan keduanya" ### Bandara Ngurah Rai terasa sendu menyambut kedatangan kami. Perjalanan ini sudah aku impikan sejak sebelas tahun yang lalu. Kala itu dia berjanji akan membawaku bulan madu ke pulau Bali. Sungguh indah.. Namun sayang, belasan tahun berselang, rencana itu tak jua menjadi kenyataan. Aku terus bersabar, dan tetap menjaga impian, hingga akhirnya hari yang kunantikan datang. Yup, anggap saja ini bulan madu kedua kami. Jangan dibayangkan perjalanan ini akan romantis seperti pasangan pengantin baru yang masih menggebu-gebu. Kami hanyalah sepasang suami istri yang tak muda lagi. Tapi mempunyai semangat yang selalu berapi-api.. #Halah Untuk honeymoon wannabe ini, suamiku sudah menyiapkan fasilitas yang tidak biasa. Hotel kelas menengah atas, dan menyewa mobil beserta sopirnya, agar kami bisa berkelana dengan leluasa.

Ada Suka di Pantai Kuta

Image
Buka facebook, pusing rasanya Baca status teman-teman blogger yang isinya tentang Jogja semua Nengok twitter, rasa iri malah melanda Cuap-cuap mereka masih tentang Jogja saja Iyalah, hari ini di Jogja sedang digelar event besar di dunia perbloggeran Kopdar Blogger Nusantara 2013 Trus kenapa aku nggak ikutan? Apa aku bukan blogger? Tentu aku ini blogger walaupun bukan blogger kondang Apa karena aku nggak punya uang? Tentu aku punya, tapi kalau buat ke jogja memang pas-pasan. Kecuali kalau ada yang ngasih gratisan Apa aku sibuk dengan kerjaan? Tentu, kerjaan akhir tahun yang pastinya tak bisa ditinggalkan Apa lagi aku juga harus mendampingi anak-anakku belajar untuk ujian Jadi beginilah.. Hanya bisa ngiler baca kabar gembira dari teman-teman perbloggeran Ya sudah, daripada aku galau gundah gulana, Lebih baik aku nongkrong saja di pantai kuta, Duduk di teduhnya payung-payung berwarna pelangi Sambil melototin bule-bule berbadan seksi yang sedang lari pagi Ada j

Makan enak dan halal di Bali

Image
Yeaay! Setelah beberapa hari nggak nongol di sini, akhirnya aku datang kembali membawa cerita soal makanan. Perlu teman-teman ketahui, demi postingan ini aku harus rela melakukan perjalanan jauh ke sebuah pulau yang indah, yaitu Bali. Eh kok kesannya pengorbanannya besar ya, padahal aslinya seneng banget kalau bisa jalan-jalan ke Bali.. Hehehe. Oke, kembali ke topik awal. Urusan makan bagiku adalah nomer 1. Tak terkecuali ketika traveling. Kalau bisa, di setiap tempat yang baru, aku bisa merasakan makanan yang baru pula. Tapi sayangnya, untuk urusan makan di pulau dewata ini memang sedikit ribet. Maklumlah, pulau ini mayoritas penduduknya beragama Hindu. Jadi sebagai muslim aku harus hati-hati dalam memilih makanan. Jangan sampai sengaja maupun tak sengaja memakan makanan yang tidak halal. Lihat saja di mana-mana si babi guling dengan santainya bergelantungan di warung-warung makan. Apa nggak horor tuh. Pernah nih aku menemukan sebuah rumah makan padang muslim. Tertera di plangn

Taman Sari, Tempat Mandi Para Putri

Image
  Laki-laki setengah baya berperawakan tinggi besar itu, membawa kami menyusuri jalanan sempit di sela-sela pemukiman penduduk. Dalam hati aku bertanya-tanya, apa benar ya ini jalan menuju Taman Sari? Kok lewat pemukiman penduduk sih? Seolah tahu pikiranku, laki-laki itu, yang adalah guide kami, menunjuk sebuah bangunan tua mirip seperti benteng, dan berkata "Taman Sarinya ada di dalam sana, ada beberapa bagian. Dan kita akan masuk dari benteng itu" "Ouuu.." sahut kami hampir berbarengan. Sebenarnya adikku pernah mengunjungi Taman Sari ini. Tapi dia mengaku sempat nyasar dan muter-muter di pemukiman penduduk, karena bingung nyari jalannya. Karena itu, dia menyarankan agar kami memakai jasa guide. Nggak mahal kok tarifnya, biasanya cukup Rp 20.000 saja. Sudah sering kami ke Yogyakarta, tapi baru kali ini mengunjungi Taman Sari. Konon, dua ratus tahun yang lalu, Taman Sari merupakan sebuah tempat rekreasi dan kolam pemandian bagi Sultan Yogyakarta dan seluru

Yeaay..! Kopdaran

Image
Kurang lebih sudah 2 tahun aku menjadi blogger aktif. Maksudnya aktif adalah rutin membuat postingan, walaupun intensitasnya masih di bawah para blogger-blogger senior. Dan selama 2 tahun itu, aku banyak berinteraksi dengan para blogger lain. Baik melalui komunitas blogger maupun dari komen-komenan di postingan. Awalnya sih agak minder juga komen di postingan orang dan di grup. Tapi karena teman-teman blogger ini tak segan-segan memberikan komentar di blog-ku, makanya akupun berusaha melakukan hal yang sama. Dari situ aku mengenal yang namanya blogwalking. Blog artinya blog, dan walking artinya jalan-jalan. Jadi blogwalking itu artinya jalan-jalan dari blog yang satu ke blog yang lain. Ternyata kegiatan blogwalking ini menyenangkan. Kita bisa kenalan sama blogger yang lain, juga bisa menambah wawasan dan ide. Dan sebagian besar info-info lomba yang aku ikuti, berasal dari kegiatan blogwalking ini. Bahkan ada temanku yang menemukan jodohnya lewat blogging dan blogwalking loh. Kalau aku

Mama Jangan Mati

Image
Kemarin malam sebelum berangkat tidur, tiba-tiba Ariq berkata "Kalau Ariq udah gede, Ariq mau kerja kaya' mama". "Iya nak" jawabku. "Tapi kalau Ariq udah gede, berarti Mama udah tua donk" "Ya iyalah" "Kalau mama tua, berarti mama bentar lagi mati donk" Jleb! Mati. Dari bibirnya yang mungil, Ariq mengingatkanku akan kematian. Yah, memang normalnya manusia mati di saat sudah tua. Tapi banyak pula manusia mati tanpa harus menunggu usia tua tiba. Termasuk manakah diriku ini? Tak ada yang tahu. Berapa lama lagi aku menikmati dunia? Tak pernah ada petunjuknya. Hanya Allah yang yang menyimpan rahasia. Kuhitung-hitung usiaku kini, dan kuperkirakan kapan aku akan mati. Kalau aku mengikuti siklus normal kehidupan manusia, kemungkinan masa hidupku tinggal tiga puluh tahunan lagi. Tiga puluh tahun bukan masa yang lama. Buktinya, usiaku sekarang sudah kepala 3, tapi rasanya baru kemarin aku masuk TK. Baru kemarin rasanya aku mering

Menyapa Senja di Embung Nglanggeran

Image
Suasana senja selalu asyik untuk dinikmati. Sinar matahari yang meredup, membawa rona jingga dan keemasan yang berpadu indah di langit yang mulai gelap. Romantis.. Tak heran jika banyak penggemar fanatik dari sang senja. Dan banyak yang melakukan traveling 'hanya' untuk mengejar momen senja alias matahari terbenam ini. Coba lihat saja Uluwatu dan pantai Kuta, yang ramai dikunjungi orang di saat malam menjelang. Semua itu demi menyaksikan momen sunset yang konon sangat indah di tempat tersebut. Akupun termasuk pecinta senja. Makanya ketika suamiku mengajakku mengejar sunset ke Embung Nglanggeran, aku langsung menyetujui. Walaupun sebenarnya ketika itu aku nggak punya gambaran sama sekali seperti apa tempat yang dinamakan Embung Nglanggeran itu. Dan aku yakin, banyak dari pembaca blog-ku ini yang juga belum tahu apa itu Embung Nglanggeran. Yang jelas, tempatnya bukan di pantai, tapi di pegunungan. Wah, makin bikin penasaran. Menikmati sunset di pantai, itu sudah biasa. Tap