Friday, March 20, 2015

Penyebab Sering Nyasar

Sudah bukan rahasia lagi kalau aku ini sering banget nyasar. Bisa dibilang ini kelemahan terbesarku. Dan herannya dari tahun ke tahun penyakit suka nyasarku ini nggak kunjung berkurang, bahkan malah bertambah parah. Mungkin tingkat keparahannya berbanding lurus dengan bertambahnya usia. Makin tua makin kurang fokus dan tambah pikun. Haduuuh.. kok kesannya aku udah nenek-nenek banget ya? Bayangkan, dalam waktu 3 minggu terakhir ini, aku nyasar sebanyak 3 kali! Itu sama aja tiap seminggu sekali aku nyasar *gigit peta*. 

Nyasar bisa menimpaku kapanpun, dan dalam kondisi apapun. Nggak peduli tujuannya jauh atau dekat, nggak peduli sendirian atau bersama teman, si nyasar selalu mengintaiku. Bahkan ke tempat yang udah sering aku kunjungipun aku bisa nyasar. Kebangetan ya? Kok bisa? Nah berikut ini aku rangkum penyebab nyasar yang kualami:

Nggak bisa mbedain arah 

Delapan arah mata angin tentu aku hapal. Tapi menentukan yang mana yang barat, timur, selatan  atau utara, setengah mati bingungnya. Maka ketika ada petunjuk tempat yang menggunakan nama-nama arah, misalnya parkir timur, pintu selatan, atau gerbang utara, bukannya tercerahkan, tapi malah makin gelap. 

Jangankan arah timur atau barat, arah ke kanan atau kiri saja aku sering kebalik menyebutkan. Gara-gara ini, aku pernah nyasar waktu pulang dari kantor ke rumah. Padahal jalur kantor ke rumah udah ratusan kali kulalui, tapi masih nyasar juga. Waktu itu aku pulang menggunakan jasa taksi. 
Pak sopir taksi bertanya "Ke arah kanan atau kiri mbk?"
"Kanan pak" jawabku yakin.
Tapi pak sopir malah menjalankan taksi ke arah sebaliknya. Akupun protes "loh kok belok kesini pak? Kan saya bilang ke kanan"
Pak sopir protes juga "Lah ini kan ke kanan!"
Waduh, tiba-tiba aku sadar, aku salah nyebutin arahnya. "Maaf pak, maksud saya ke arah kiri".
Pak sopir "@#$^&&%..."

Salah naik angkutan umum

Peristiwa nyasar terparah yang pernah kualami adalah gara-gara salah jurusan. Ini terjadi waktu aku ke Semarang belum lama ini. Harusnya naik BRT (Bus Rapid Transit) Trans Semarang yang koridor II, tapi salah naik yang koridor IV. Gara-gara itu aku harus muter-muter naik BRT dari koridor ke koridor selama 3 jam, dan baru berhasil sampai ke tempat tujuan pada keesokan harinya. Padahal seharusnya kalau jalurnya benar, hanya butuh 30 menit saja ke tempat yang kutuju.

Bingung baca peta

Hadirnya google map memang sangat membantu banyak orang dalam menemukan tempat yang belum pernah dikunjungi. Sayangnya itu nggak berlaku untukku. Aku tetap bingung. Dan tiap lihat peta malah berkomentar "Kita ada di sebelah mana sih?".
  
Ketiduran

Nggak keren banget kan nyasar gara-gara ketiduran? Dan ini sering aku alami *tutup muka*. Orang lain sering mengeluh sulit tidur, tapi kalau aku justru sebaliknya, punya penyakit terlalu gampang tidur. Jangankan di angkutan umum, di motorpun aku bisa tidur kalau dibonceng, kek balita aja :P. Nah, kemarin waktu pulang dari Pasar Asemka, naik KRL menuju stasiun Pasar Minggu. Eh di kereta aku ketiduran. Baru terbangun saat sayup-sayup kudengar suara "se..ta..si..un.. Pan..ca..si..la..". Setengah sadar aku buka mata, dan langsung terbelalak panik saat melihat tulisan "Pancasila". Buru-buru aku ambil belanjaanku dan langsung keluar pas sedetik sebelum pintu kereta ditutup. Huft! Aku keblabasen deh. Masih untung sih nggak keblabasen sampai Bogor.

Susah mbedain bangunan/benda yang mirip

Nyasar yang ini sering terjadi ketika berada di perumahan yang bangunan rumah dan gangnya mirip. Sering juga terjadi di area parkiran mobil.  Di parkiran tentu banyak mobil yang mirip, baik warna maupun mereknya. Apalagi di pusat perbelanjaan besar yang area parkirnya memang membingungkan karena lorong-lorongnya terlihat sama. Jadi udah biasa banget kalau ada teman yang neriaki aku, "Hoii! mobilnya bukan ituuu.. Yang iniii!". Memalukan -___-

Itulah beberapa penyebab nyasar yang aku alami. Adakah yang senasib denganku? Sering nyasar sepertiku? Monggo ditunggu testimoninya.. hehe..

Tuesday, March 10, 2015

Rajutan Cova Ngadain Giveaway

Mau dapetin amigurumi (boneka rajut) Papa Panda yang lucu ini?


atau Hamtaro Hamster yang unyu ini?


atau buku ketrampilan membuat amigurumi yang keren ini?




Bisa banget! Gratis pula. Pasti banyak yang mau kan? Ayo penyuka gratisan mampirlah kemari. Rajutan Cova lagi ngadain giveaway loh. Caranya mudah, nggak pakai mikir.. hihii.. Silahkan disimak poster ini yaa.. 

klik gambar untuk memperbesar


Untuk informasi lebih detil, silahkan dilihat di blog Rajutan Cova
Kutunggu partisipasinya yaa.. 
Muach ^^







Tuesday, March 03, 2015

Pelangi di Malam Hari

Tak terasa udah masuk bulan Maret di tahun 2015. Itu berarti udah lamaaa aku nggak nengokin blogku yang satu ini. Apa mentang-mentang punya blog baru terus yang lama dilupain? Oh tidaaak, bukan begitu kok. Memang akhir-akhir ini aku lebih banyak nulis di blog Rajutan Cova dari pada blog Runaway Diary, karena kebetulan topik dan ide yang aku tulis lebih tepat dimasukkan kesana. Dan karena banyak keterbatasan dariku, maka tulisan yang akan diposting di blog ini juga mesti nunggu giliran. Sebenarnya sih udah gatel pengen nulis lagi di sini. Yup, kini saatnya kita simak cerita jalan-jalanku (lagi). Yeaaay..!

Jogjakarta sudah tak asing lagi bagi kami, karena hampir tiap tahun kami jalan-jalan kesana. Namun masih ada yang membuatku penasaran, yaitu ingin jalan-jalan ke Jogja pada malam hari. Makanya sengaja kami berangkat menjelang malam dari kampungku di Magelang. Tempat yang kami tuju adalah sebuah taman yang meriah dan penuh warna bak pelangi. Pantas saja taman ini disebut Taman Pelangi. Pelangi yang dimaksud adalah warna warni lampion dalam berbagai bentuk dan karakter. Udah kebayang donk gimana meriahnya taman ini. Dijamin anak-anak seneng banget ke tempat ini karena banyak karakter-karakter seru di sana yang hadir dalam bentuk lampion besar. 


Aneka lampion bentuk binatang ada di sana seperti kuda, zebra, rajawali, pinguin, burung, angsa, naga, katak, buaya, sampai dinosaurus. Ada juga yang berbentuk bunga, jamur, kereta kuda, bintang, tugu Jogja, dan masih banyak lagi bentuk-bentuk yang lain. Selain lampion, taman ini juga dimeriahkan oleh lampu kerlap kerlip yang sangat romantis. Lampu-lampu ini dirangkai di pohon, tiang, dan di gapura. Pokoknya sangat seru untuk diabadikan dengan kamera.

Di sini hanya foto-foto dengan lampion? Tentu saja tidak. Karena taman ini juga memiliki banyak wahana permainan, seperti becak mini, perahu dayung, bola air, speed boat, bom bom car, trampolin, bahkan ada Puri Hantu loh. Hayo siapa yang berani masuk Puri Hantu malem-malem. Siang hari aja udah bikin jantungan, gimana kalau malem. Bisa-bisa ada hantu beneran.. hiiiii... Mending nggak deh. Jadi kami hanya ngintip posternya aja yang serem banget itu.


Bagi yang udah capek keliling-keliling, bisa kok leyeh-leyeh di gazebo sambil pesan makanan di food courtnya. Menu di foodcourtnya lumayan banyak kok, dari menu tradisional hingga manca negara. Tapi kami nggak makan di sana, karena kami udah bawa bekal cemilan.. hihii *emak-emak irit*.

Nah, lumayan kan buat alternatif liburan? Lokasinya juga strategis dan mudah dicari, yaitu ada di Monumen Jogja Kembali yang terkenal banget itu.
Oh iya, harga tiketnya Rp 10.000 untuk weekday, dan Rp 15.000 untuk weekend. 
Happy traveling ^^