Saturday, November 30, 2013

Ada Suka di Pantai Kuta

Buka facebook, pusing rasanya
Baca status teman-teman blogger yang isinya tentang Jogja semua
Nengok twitter, rasa iri malah melanda
Cuap-cuap mereka masih tentang Jogja saja
Iyalah, hari ini di Jogja sedang digelar event besar di dunia perbloggeran
Kopdar Blogger Nusantara 2013

Trus kenapa aku nggak ikutan?
Apa aku bukan blogger?
Tentu aku ini blogger walaupun bukan blogger kondang
Apa karena aku nggak punya uang?
Tentu aku punya, tapi kalau buat ke jogja memang pas-pasan.
Kecuali kalau ada yang ngasih gratisan
Apa aku sibuk dengan kerjaan?
Tentu, kerjaan akhir tahun yang pastinya tak bisa ditinggalkan
Apa lagi aku juga harus mendampingi anak-anakku belajar untuk ujian
Jadi beginilah.. Hanya bisa ngiler baca kabar gembira dari teman-teman perbloggeran


Ya sudah, daripada aku galau gundah gulana,
Lebih baik aku nongkrong saja di pantai kuta,
Duduk di teduhnya payung-payung berwarna pelangi
Sambil melototin bule-bule berbadan seksi yang sedang lari pagi
Ada juga yang membawa papan surfing berwarna warni
Hmm.. Segar sekali.. Dan kameraku ikut beraksi


Banyak juga yang menikmati pantai kuta bersama keluarga
Salah satunya sempat memintaku mengambil gambarnya
Bolehlah, daripada hanya nongkrong saja
Lebih baik aku membantu mereka

Sehabis motret orang lalu lalang,
rasanya seru juga kalau aku ikutan
bergaya ala model kesiangan
Walaupun kostum tak meyakinkan


Tanpa bikini, dan jauh dari seksi
Tak menyurutkan ambisi diri
Akupun bisa berpose bak angelina jolie
Yang terdampar di pulau Bali


Ternyata capek juga bergaya narsis ya
Mungkin karena aku sudah tua
Nggak pantas bergaya ala abege muda
Ah, Biarin ajah
Yang penting aku sukaaah..
Dadaaaah..


* Happy traveling *

Friday, November 22, 2013

Makan enak dan halal di Bali

Yeaay! Setelah beberapa hari nggak nongol di sini, akhirnya aku datang kembali membawa cerita soal makanan. Perlu teman-teman ketahui, demi postingan ini aku harus rela melakukan perjalanan jauh ke sebuah pulau yang indah, yaitu Bali. Eh kok kesannya pengorbanannya besar ya, padahal aslinya seneng banget kalau bisa jalan-jalan ke Bali.. Hehehe.

Oke, kembali ke topik awal. Urusan makan bagiku adalah nomer 1. Tak terkecuali ketika traveling. Kalau bisa, di setiap tempat yang baru, aku bisa merasakan makanan yang baru pula. Tapi sayangnya, untuk urusan makan di pulau dewata ini memang sedikit ribet. Maklumlah, pulau ini mayoritas penduduknya beragama Hindu. Jadi sebagai muslim aku harus hati-hati dalam memilih makanan. Jangan sampai sengaja maupun tak sengaja memakan makanan yang tidak halal. Lihat saja di mana-mana si babi guling dengan santainya bergelantungan di warung-warung makan. Apa nggak horor tuh.

Pernah nih aku menemukan sebuah rumah makan padang muslim. Tertera di plangnya 100% halal. InsyaAllah terjamin kehalalannya. Tapi masalahnya....persis di sebelah warung makan padang itu, ada sebuah warung babi guling! Dua warung, halal dan haram, bersanding dengan damai di sana. Mungkin ini yang disebut pluralisme. Ah damai untuk mereka, tapi tidak damai untukku. Mana bisa aku makan makanan padang dengan nikmat, sementara sudut mataku masih bisa melihat moncong si babi guling. Hiii.. Mending cari tempat yang lain deh.

Nah, mengingat segala keribetan mencari makanan halal, makanya banyak para traveler muslim mencari aman, dengan memilih makanan semacam KFC, MC Donald, atau masakan padang. Tapi kalau setiap makan harus ke mekdi, apa nggak bosan tuh? Makanya kali ini aku akan mengajak teman-teman mengintip makanan enak dan halal di Bali yang sempat aku cicipi. Di antaranya warung-warung berikut ini:

Nasi Pecel Bu Tinuk

dari seberang jalan

Warung pecel ini aku temukan secara tak sengaja. Kebetulan aku menginap di hotel yang gangnya berseberangan persis dengan warung pecel ini. Letaknya di jalan Raya Kuta. Warungnya cukup besar dan mencolok, jadi gampang dicari. Berada di seberangnya hotel Ibis Kuta. Bagaimana rasanya? Lumayan enak, tapi standar aja. Nasi pecel jawa timuran. Kalau nggak suka pecel, jangan kuatir, menunya bukan cuma pecel kok. Aku sendiri malah memilih menu ayam bakarnya. Dan menurutku rasanya lebih maknyus dibanding pecelnya. Harganya juga standar, nggak murah tapi nggak kemahalan juga. Tergantung menu apa yang kita pesan. Lumayan lebih murah dibanding makan di mekdi. Cara pembayarannya cukup unik. Kita akan diberi kartu yang tertera harga makanan kita. Setelah makan tinggal kita bayar sesuai harga yang tertera di kartu. Praktis.

bagian dalamnya ada logo halalnya
kartu harga
Di sekitar warung pecel Bu Tinuk ini, banyak kok rumah makan halal. Kebanyakan pemiliknya pendatang dari Banyuwangi, Jawa Timur. Ada warung soto, bakso, mie ayam, sate kambing, dll. Tinggal pilih saja.

Ayam Betutu Khas Gilimanuk


Pasti teman-teman sudah sering dengar rumah makan ini. Itu loh yang warungnya ada gambar badut bali. Cabangnya ada di mana-mana, bukan hanya di Bali saja. Bahkan di Jakarta juga ada. Tapi konon katanya ayam betutu khas gilimanuk yang di jalan raya Tuban Kuta lah yang paling enak. Pantas saja warung ayam betutu ini ramai sekali pengunjungnya. Bahkan banyak yang rela berdiri demi menunggu bangku kosong. Wuih, pasti rasanya istimewa sekali.

ramai pengunjung
Aku pesan 1 porsi ayam betutu setengah ekor, harganya Rp 40.000. Mahal juga ya? Sedangkan suamiku memilih ayam bakar biasa setengah ekor, harganya cuma Rp 20.000. Lah sama-sama setengah ekor kenapa harganya beda? Rupanya 1 porsi ayam betutu, isinya bukan hanya ayam saja, tapi ada plecing kangkung ukuran besar, sambal matah, dan kacang sangrai. Rasanya wuiiih nikmat banget. Pedes, seger, dan bumbunya meresap banget. Dan sambel matah yang isinya irisan bawang merah itu, ternyata enak loh.
Di sini menunya nggak cuma ayam betutu aja. Tapi ada bebek betutu juga, ada pula nasi campur, dan menu yang lain. Sebenarnya aku pengen coba nasi campurnya, tapi sayang saat itu nasi campurnya udah habis.

ayam betutu yang maknyus

Nasi Pedas Ibu Andika

Ini nih salah satu rekomendasi dari Bli Made, sopir mobil sewaan kami. Aku bilang ke dia "Tolong carikan tempat makan yang enak dan halalan toyiban". Dan saat memasuki Jl. Patih jelantik, depan petokoan Kuta Galeri. Dia memberi pilihan "Mau Nasi Pedas Ibu Andika atau Warung Mbok Limbok?". Kami pilih Nasi Pedas Ibu Andika. Menunya masakan Indonesia rumahan. Sistemnya mirip dengan Nasi pecel Bu Tinuk. Kita pilih makanannya, terus kita diberi kartu harga. Masakannya enak-enak. Menurutku lebih enak dari masakannya Nasi pecel Bu Tinuk. Dan yang istimewa adalah sambelnya. Namanya juga nasi pedas. Pasti sambelnya pedas banget. Aku pesan nasi putih dengan lauk suwiran ayam, kripik usus, dan sayur daun singkong. Alhamdulillah enaaaak dan kenyang. Harganya juga standar, nggak jauh beda dengan harga di warung pecel Bu Tinuk.

pesananku
si chubby tukang makan

Oh iya, di dekatnya ada Warung Mbok Limbok, menunya ayam kalasan. Katanya sih enak, tapi aku belum nyoba. Mungkin lain kali bisa dicoba.


Nasi Bebek Warung Bu Rima

maap.. ada penampakan pantat penjualnya.. #eh
Ini juga rekomendasi dari Bli Made. Dari puluhan masakan bebek yang pernah aku coba, nasi bebeknya ibu Rima ini yang paling lezat rasanya. Sueeer deh. Resto Bebek Kaleyo ga ada apa-apa! Kalah jauh. Padahal tempatnya sederhana saja, berada di sebuah ruko di jalan Raya Kuta. Menurut keterangan Bli made, warung ini mulai buka saat sore hari, sampai dengan dini hari. Dan selalu ramai pengunjungnya. Apa sih istimewanya? Yuk kita lihat makanan yang aku pesan.

pesanan datang
Seporsi bebek goreng. Seperti pada umumnya, seporsi bebek goreng terdiri dari sepotong bebek goreng, ditambah lalapan, dan sambal. Bedanya, bebek goreng di sini teksturnya empuk dan lembut, nggak liat, nggak keras. Di atasnya disiram kuah santan kental, yang guriiiih banget. Lalapannya juga beda dari yang lain. Kalau biasanya lalapan itu isinya kol, selada, ketimun dan kemangi, tapi di sini lalapannya isinya kol dan daun bayam rebus. Sambalnya juga pas pedasnya, pas enaknya. Pokoknya rekomended banget. Untuk dua porsi bebek goreng plus 2 nasi putih, ditambah 2 gelas jeruk hangat, dihargai Rp 60.000.

pemandangan dari seberang jalan

Di sekitar warung Bu Rima, banyak loh tempat makan yang halal. Telusuri saja sepanjang jalan raya Kuta. Macam-macam kulinernya. Ada yang di ruko, ada pula di warung tenda. Ternyata banyak juga ya makanan halal di Bali, asal kita mau jeli.

Selamat makan-makan dan jalan-jalan
Happy traveling ^^



Wednesday, November 13, 2013

Taman Sari, Tempat Mandi Para Putri

 

Laki-laki setengah baya berperawakan tinggi besar itu, membawa kami menyusuri jalanan sempit di sela-sela pemukiman penduduk. Dalam hati aku bertanya-tanya, apa benar ya ini jalan menuju Taman Sari? Kok lewat pemukiman penduduk sih? Seolah tahu pikiranku, laki-laki itu, yang adalah guide kami, menunjuk sebuah bangunan tua mirip seperti benteng, dan berkata "Taman Sarinya ada di dalam sana, ada beberapa bagian. Dan kita akan masuk dari benteng itu"
"Ouuu.." sahut kami hampir berbarengan.
Sebenarnya adikku pernah mengunjungi Taman Sari ini. Tapi dia mengaku sempat nyasar dan muter-muter di pemukiman penduduk, karena bingung nyari jalannya. Karena itu, dia menyarankan agar kami memakai jasa guide. Nggak mahal kok tarifnya, biasanya cukup Rp 20.000 saja.

Sudah sering kami ke Yogyakarta, tapi baru kali ini mengunjungi Taman Sari. Konon, dua ratus tahun yang lalu, Taman Sari merupakan sebuah tempat rekreasi dan kolam pemandian bagi Sultan Yogyakarta dan seluruh kerabat istana. Taman Sari yang artinya taman yang indah ini, terletak tidak jauh dari kompleks Keraton Yogyakarta. Bangunannya memang sudah sangat tua, bahkan ada beberapa bagian yang sudah hancur karena perang dan gempa bumi. Namun aku masih bisa membayangkan keindahannya di masa lalu. Bahkan aku sempat membayangkan kalau aku jadi putri atau selir Sultan di masa itu.. Hihihi. Beginilah, entah mengapa setiap berada di bangunan tua, aku selalu mengkhayalkan diriku hidup di masa itu. Halah



Pertama-tama si bapak tinggi besar itu mengajak kami masuk ke bagian benteng. Benteng ini merupakan bagian dari Taman Sari. Jadi walaupun namanya taman, namun bangunan yang ada disana bukan hanya taman saja. Tapi ada masjid, tempat istirahat, kolam pemandian, dan benteng. Rupanya selain sebagai sarana rekreasi, taman ini berfungsi juga sebagai sarana untuk menghadapi situasi bahaya, makanya dibangunlah sebuah benteng. Tidak banyak yang bisa kami nikmati di benteng ini, karena bangunannya sudah banyak yang hancur. Ah, sayang sekali.

masjid bawah tanah

rombongan bule
Selanjutnya si bapak guide menggiring kami ke bangunan yang disebut sebagai masjid. Hmm? Masjid? Di mataku ini tidak seperti sebuah masjid pada umumnya. Masjid yang berada di bawah tanah ini, berbentuk membundar dari dindingnya hingga ke langit-langit. Ada 2 tingkat, tingkat bawah untuk jama'ah perempuan, dan yang atas untuk jama'ah laki-laki. Yang lebih unik lagi adalah tangga yang menghubungkan antara lantai 1 dan 2. Tangga tersebut berada di tengah-tengah bangunan masjid, berjum'ah 5 buah, dengan poros ditengahnya. Pak guide menjelaskan bahwa lima buah tangga itu melambangkan lima rukun Islam. Dan di bawah tangga itu ada kolam untuk mengambil air wudhu. Masjid dan tangga itu memang unik, makanya banyak wisatawan baik lokal maupun luar negeri, bergaya narsis di sana. Trus giliranku narsis kapan nih? Gantian dong!

tangga di tengah masjid
Habis dari masjid, yuk mari mendinginkan badan dulu di kolam pemandian Taman Sari. Wah suara gemericik airnya sudah terdengar. Kubayangkan di siang yang panas ini, aku bisa nyemplung di kolam pemandiannya, pasti segar rasanya. (Eiits.. Emangnya boleh nyemplung? Lo pikir ini waterboom? #plak). Kolam pemandian ini ada 3 bagian, yaitu Umbul Kawitan (kolam untuk para putri), Umbul Pamuncar (kolam untuk para selir), dan Umbul Panguras (kolam untuk sultan). Di kolam untuk sultan, terdapat sebuah menara. Dari menara itu sultan mengintip para selirnya yang sedang mandi. Dari situ pula Sultan akan melemparkan sebuah bunga ke arah kolam para selir. Nah selir yang kena lemparan bunga itu, dialah yang akan menemani sultan mandi. Nulis ini kok rasanya jadi malu sendiri, jadi mbayangin sultan dan selir mandi bareng #tutupmuka #sensor.

gapura taman

menara tempat ngintip selir di umbul pamuncar

Sudah ya, itu saja yang bisa aku ceritakan tentang Taman Sari ini. Sebenarnya masih banyak bagian-bagian lain yang unik dari Taman Sari ini. Tapi berhubung aku ini kurang suka pelajaran sejarah (bukan nggak suka sejarah), dan nggak senang menghafal, makanya hanya ini saja yang bisa aku serap dari penjelasan si bapak jangkung, guide kami. Kalau teman-teman masih ingin tahu lebih banyak bisa kunjungi langsung ke tempatnya. Masa' sih kalah sama turis-turis manca negara. Saat kami berkunjung ke Taman Sari waktu itu, justru lebih banyak turis asingnya loh daripada wisatawan lokal.

bule main air di umbul panguras


putri atau selir? :P
Eh iya, rupanya kami boleh kok mencelupkan kaki di air kolam pemandiannya. Aaiih.. Seger banget deh...
Happy traveling ^^

Thursday, November 07, 2013

Yeaay..! Kopdaran

Kurang lebih sudah 2 tahun aku menjadi blogger aktif. Maksudnya aktif adalah rutin membuat postingan, walaupun intensitasnya masih di bawah para blogger-blogger senior. Dan selama 2 tahun itu, aku banyak berinteraksi dengan para blogger lain. Baik melalui komunitas blogger maupun dari komen-komenan di postingan. Awalnya sih agak minder juga komen di postingan orang dan di grup. Tapi karena teman-teman blogger ini tak segan-segan memberikan komentar di blog-ku, makanya akupun berusaha melakukan hal yang sama. Dari situ aku mengenal yang namanya blogwalking. Blog artinya blog, dan walking artinya jalan-jalan. Jadi blogwalking itu artinya jalan-jalan dari blog yang satu ke blog yang lain. Ternyata kegiatan blogwalking ini menyenangkan. Kita bisa kenalan sama blogger yang lain, juga bisa menambah wawasan dan ide. Dan sebagian besar info-info lomba yang aku ikuti, berasal dari kegiatan blogwalking ini. Bahkan ada temanku yang menemukan jodohnya lewat blogging dan blogwalking loh. Kalau aku sih cukuplah menambah teman saja, bukan mencari pasangan hidup.. Hehehe

Nah, tentang menambah teman, Alhamdulillah lewat blog, aku mendapatkan banyak teman baru. Walaupun hanya sebatas di dunia maya, alias belum pernah ketemu secara live, atau secara langsung. Dan aku cukup puas dengan keadaan itu. Tapi, makin lama aku makin penasaran, gimana sih rasanya ketemu sama teman-teman dunia mayaku. Apalagi banyak teman-teman blogger yang menceritakan pengalamannya kopdaran sama blogger lain, yang kelihatannya seru banget. Sebenarnya cukup sering komunitas emak-emak blogger mengadakan acara kopdar, tapi aku masih minder untuk ikutan *malu*. Pernah juga beberapa teman blogger ngajak ketemu, tapi aku nggak bisa karena bertepatan dengan acara keluarga.

Karena itulah sampai sekarang aku jarang sekali kopdaran dengan blogger lain. Setelah kopdaranku dengan Mas Seagate setahun yang lalu, aku belum pernah kopdaran lagi, hingga hari ini. Yup! Akhirnya aku kopdaran lagi dengan sesama blogger. Ayo tebak siapa dia? Hehehe.. Dia adalah seorang blogger cantik berperangai lembut, anggota dari KEB (Kumpulan Emak-emak Blogger), yaitu mak Astin Astanti. Bisa dibilang kami ini berjodoh. Berawal dari saling komen di blog, berlanjut dengan berteman di facebook. Kebetulan kami sama-sama suka merajut, jadilah sering diskusi masalah perajutan. Habis dari facebook, kami lanjutkan di whatsapp. Dari hasil ngobrol-ngobrol di WA, ternyata terungkap bahwa kantor pusat tempat mak astin bekerja, dekat sekali dengan kantorku. Itu berarti, suatu saat nanti, kalau mak astin ditugaskan ke kantor pusat, kami bisa ketemuan. Asiiik... ^^

Dan akhirnya hari yang dinanti-nanti itu tiba *kaya' nunggu hari gajian*...hehehe. Kemarin Rabu, jadi juga kami ketemu di jam istirahat kantor. Tepat jam 12.30, kami ketemu. Tak ada acara tunggu-tungguan yang memakan waktu. Karena sebagai pegawai kantoran yang waktunya sangat ketat, kami harus disiplin, dan pandai memanfaatkan waktu. Molor sedikit, bisa bikin kacau urusan kantor (dasar emak-emak kantoran sok sibuk, gaya banget ngomongnya :P).

Sebelum ketemu tentunya aku sempat bertanya-tanya, seperti apa ya penampakan aslinya mak astin ini. Kalau di dunia maya, secara fisik aku melihat mak astin ini cantik, imut, dan langsing. Kalau secara sifat, sepertinya mak astin ini orang yang selalu ceria, dan penuh semangat. Bagaimana aslinya ya? Dan rasa penasaranku perlahan terjawab ketika seorang wanita berkerudung orange tersenyum dan melambaikan tangan ke arahku. Dialah mak Astin Astanti. Ternyata aslinya memang cantik dan langsing. Tapi tinggi badannya sedikit lebih tinggi dari bayanganku.

Seolah tak ingin membuang-buang waktu kami langsung capcus ngobrol ngalor ngidul, tentang banyak hal. Saking asiknya ngobrol, aku sampai nggak inget gimana rasa pecel lele yang aku santap saat itu.. Hihihi. Seru banget ngobrol sama mak Astin ini. Padahal kami belum pernah ketemu tapi rasanya seperti udah kenal lama. Obrolan kami cukup padat, dengan berbagai tema. Dari curhatnya mak Astin seputar lomba Acer-nya, curhatku tentang si bos yang unik, tentang keluarga, anak-anak, transportasi, kampung halaman, perajutan, perpajakan, dan tentu saja tentang perbloggeran, gimana cara membagi waktu antara karier, keluarga, dan blog.. Cieee.. #gaya :D
Dan nggak terasa waktu sudah menunjukkan jam 13.05. Kami harus buru-buru kembali ke dunia kerja. Kalau telat bisa dipelototin sama bos. Sayang, padahal yang mau diobrolin masih banyak. Tapi, mau bagaimana lagi, sebagai pegawai yang baik, kami harus disiplin bukan?

Eh, nggak seru kalau kopdar tanpa foto-foto, nanti dikira hoax.. Hehe.. Sebelum berpisah kami foto-foto dulu di samping gedung kantornya mak Astin. Dan tepat jam 13.15, akhirnya kami berpisah. Walaupun pertemuan kami hanya sebentar, tapi cukup menyejukkan hati, di tengah-tengah kesibukan kami. Ternyata kopdar itu seru banget yaa.. Hayoo siapa yang mau kopdaran ama aku? Hihihi


 aku dan mak Astin