Monday, January 30, 2012

Award Pelipur Lara

Berhari-hari tak bisa online. Hanya sekedar menjawab komen atau blogwalkingpun tak sempat. Maklumlah, beberapa hari ini ada banyak masalah dan urusan asmara yang harus kuselesaikan. Ditambah lagi jaringan internet yang tak mau diajak kerjasama dan membuat mati gaya. Semua itu cukup membuat mukaku keriput, bibir merengut dan kening berkerut. Kalau tiap hari begini, bisa-bisa terjadi penuaan dini nih.

Untunglah itu tak berlangsung lama. Di saat hatiku gundah gulana datanglah pelipur lara. Alhamdulillah, bisa menghiburku di saat sendu seperti ini. Sungguh bahagia rasanya saat seorang teman blogger, Rumputliar, berkenan membagikan award-award ini padaku. Bukan hanya 1 award, tapi sekaligus 4 award! Wah murah hati sekali ya. Makasih ya Rumputliar. Aku sungguh tersanjung. Ternyata banyak juga yang perhatian pada blogku ini.. *ge er*.  Terharu, karena walaupun blog ini masih newbie, tapi sambutan teman-teman sangat membahagiakanku. Terima kasih atas perhatian teman-teman semua. Blogku ini jadi meriah karena kalian. Dan award-award ini tentunya makin membuatku bersemangat untuk berkarya.. ciee.. :D. Inilah dia award-awardnya…







Tentunya award-award ini bukan hanya untukku saja. Award-award ini kupersembahkan kembali kepada pembaca setia Runaway Diary di manapun kalian berada. Dan untuk teman-teman yang senantiasa membuatku tersenyum. Eh iya, ada lagi nih, biar persahabatan kita ini lebih renyah, ini kubawakan yang renyah-renyah juga. Pas buat cemilan di saat mendung. This is it… Jamur Crispy ala Covalimawati, kubuat dengan bimbingan ibundaku tercinta.. Silahkan.. ^_^




Tuesday, January 24, 2012

Award & Dorayaki

Alhamdulillah… jumpa denganku lagi. Kali ini aku akan membawakan sebuah berita gembira. Seorang teman yang manis, Jeng Dee Ayu, membagikan award ini padaku. Makasih ya say.. *kiss*. Dan inilah dia award ke duaku… judulnya The Versatile Blogger. Wah keren ya namanya, warnanya juga aku suka, serasi dengan warna template baruku. Jadi makin seger aja blogku dengan award ini.. ^_^



Nah sudah kuterima awardnya, maka aku harus kerjain PRnya. Dan inilah dia:


1.    Thank the person who nominated you and give their blog a shout out on your blog with a link to their blog:
Makasih ya jeng Dee Ayu yang ayu.. :). Kau telah memeriahkan blogku ini, dengan kunjunganmu, dan komen-komenmu, serta award ini. Aku jadi terharu, ternyata kau perhatian padaku.. *ge er* hihi..
Pokoknya blogmu termasuk favoritku juga loh. Aku suka resep-resepnya, suka juga foto-foto Koreanya. Ah.. jadi pengen ke sana.. :D

2.    Share 7 random facts about ur self :
Suka makan-makan
Suka jalan-jalan
Suka baca-baca
Suka nyanyi-nyanyi
Suka tidur
Suka moto
Suka difoto

3.    Send on the award to 15 bloggers whose blog you appreciate and then let them know that they have won award.
Senangnya bisa bagi-bagi award ini ke teman-teman yang lain. Nama-nama yang kusebut di bawah ini, mohon diterima ya awardnya..
-adizZone-
 @tma's Blog
Aceh n My Life
@yankmira | Inspirasi Mama
Blognya Sii Misfil
Dream Big!
garuru's blog
HijauPutih
Jebbing Big Blog
jejakshally
Heningkara
Mas Seagate
Nicua Cuap Cuapz
Gubuk Penceng
Coretan Pemula


Buat teman-temanku yang belum kebagian award, jangan kuatir ya, aku masih punya sesuatu yang special untuk kalian semua pembaca blogku tercinta ini. Tadaaaaa… inilah dia kue dorayaki asli buatanku sendiri. Selamat menikmatiii… ^_^





Thursday, January 19, 2012

Semalam di Semarang

Masih tentang Kota Semarang. Aku ingat beberapa waktu yang lalu, jauh sebelum perjalananku ke Semarang lebaran lalu, aku pernah melakukan perjalanan sendirian ke kota itu. Tak ada tujuan jelas kenapa aku memutuskan pergi ke sana. Aku hanya ingin melepaskan kejenuhan dan sedikit kegalauan saja. Mungkin dengan ‘melarikan diri’ sesaat dari rutinitas sehari-hari, bisa membuatku fresh kembali. Dan Kota Semarang yang anggun itu pilihanku. 

Terjebak Banjir Rob di Titik Nol Kilometer


Walaupun hanya semalam di kota itu, namun aku cukup mendapatkan pengalaman baru. Salah satunya adalah terjebak banjir rob di Titik Nol Kilometer Kota Semarang. Titik Nol Kilometer adalah pusat Kota Semarang. Mungkin selama ini banyak yang mengira bahwa pusat kota Semarang adalah Kawasan Simpang Lima atau di Kawasan Tugu Muda. Ternyata pusat Kota Semarang ada di kawasan Kota Lama, tempat Titik Nol Kilometer berada, yaitu di Jalan Pemuda. 


Titik Nol Kilometer dan GKN - gambar pinjam dari sini

Sore itu aku menyempatkan diri mampir ke kantor seorang temanku, Diana. Kebetulan kantornya terletak di Jalan Pemuda, tepat di depan Tugu Nol Kilometer. Gedung Keuangan Negara, di sanalah aku melewatkan sore menjelang malam bersama temanku itu. Berhubung kami berencana akan nongkrong-nongkrong di Paragon (sebuah mall baru yang lagi happening banget di kalangan muda mudi Semarang) pada malam harinya, maka kami putuskan untuk keluar kantor agak telat, sekalian sholat Maghrib dulu di kantor itu. 


Gedung Keuangan Negara atau GKN, seperti gedung-gedung lain di kawasan Kota Lama, merupakan sebuah gedung kuno yang eksotis nan misterius, apalagi saat-saat menjelang malam. Terus terang aku sedikit merinding juga saat itu.. hehe..*dasar penakut*. Kebayang kan suasananya yang remang-remang di sebuah gedung tua berusia ratusan tahun. Ditambah lagi saat itu sebagian besar pegawai sudah pulang, jadi suasananya sepi sekali. 


Selepas maghrib, kami baru keluar kantor. Tak kusangka, ternyata kami sudah dikepung banjir. Kawasan ini memang sering kali dilanda banjir rob. Dan waktu itu banjirnya termasuk parah hingga kami tak bisa melewatinya. Biasanya para pegawai di gedung ini mengandalkan jasa tukang becak untuk menyeberangkan mereka. Tapi saat itu hari sudah malam, sepertinya tak ada tukang becak yang masih mangkal. Duh bagaimana ini? Apa iya sih kami bakal semalaman di kantor ini? Huhuu.. horror sekaliii..  -__-


Saat bingung memikirkan cara melepaskan diri dari kepungan banjir, tiba-tiba bantuan datang. Ada seorang mbak-mbak baik hati, yang dengan ramahnya mengantarkan kami mencari jalan keluar. “Lewat mriki mawon mbak” katanya dengan ramah. Kamipun dengan patuh mengikutinya. Aku sudah lupa apa yang aku lalui, seingatku kami akhirnya keluar melalui Gedung Kantor Pos Besar yang ada di sebelah gedung GKN ini.  Alhamdulillah.. jadi juga kami hang out di Paragon.. hehe..


Kantor Pos Besar Semarang - gambar pinjam dari sini

Menikmati malam 


Jauh-jauh dari Jakarta ke Semarang kok mainnya ke mall juga, ah apa bedanya.. hehe. Iya benar, tak ada bedanya dengan mall-mall di Jakarta. Tapi karena saat itu Paragon Mall termasuk masih baru, maka pengunjungnya ramai sekali. Sepertinya orang-orang sangat antusias untuk mencoba mall baru. Malam itu kami berencana nonton film di sana, kebetulan ada film menarik..hehe..


Sehabis nonton di Paragon, aku berkesempatan menikmati makan malam gratisan di lokasi yang tak jauh dari kawasan Simpang Lima. Malam itu Diana sekeluarga mengajakku menikmati  Bakmi Jawa yang rasanya maknyus sekali.. hihihi.. Ah nikmatnya.. menghabiskan malam di kota yang bersahaja bersama kehangatan sebuah keluarga :).


Sayangnya waktu itu aku tak membawa kamera, jadi tak ada pemandangan dan momen yang bisa kuabadikan. Ah nyesel.. :(

Friday, January 13, 2012

Baju Baru Buat Blogku

Tadaaa! This is it.. tampilan baru blogku! Not bad kan? Inilah hasil rekayasa genetika beberapa unsur  alam alias modifikasi asal-asalan yang kulakukan seharian kemarin. Sepertinya lumayan manis ya.. hehe. Maaf ya bagi teman-teman yang merasa kecewa dengan tampilan baru blogku ini. Walaupun template lama blogku memang bagus, tapi aku ingin menampilkan sesuatu yang beda. 

Seperti sebuah baju, sebagus apapun tetap saja bosan kalau dipakai terus-terusan. Nah jadi intinya aku sedikit bosan dengan baju blogku yang lama. Makanya aku buat baju baru yang sangat berbeda dengan yang lama.  Baju yang lama tetap kusimpan baik-baik kok, siapa tahu aku kangen pengen pakai lagi.


Kenapa kupilih warna hijau? Sebenarnya aku ingin memakai warna kesukaanku, seperti warna merah, orange, atau ungu. Tapi kok kelihatannya genit ya, padahal aku kan ga genit-genit amat. Akhirnya kupilihlah warna hijau, biar terkesan kalem dan lembut, serta tak membuat para pemirsa sakit mata. Ditambah dengan ornament rumput dan bunga-bunga pada headernya, untuk menampilkan kesan manis dan ceria. Pas sekali dengan diriku yang kalem, lembut, manis dan selalu ceria *narsis tingkat langit ke-7* (harap pemirsa jangan protes.. hehe). 



Oh iya, kutampilkan juga foto-fotoku di headernya. Itu sebagai tanda atau ciri khas bahwa header itu hasil karyaku. Dua-duanya adalah foto favoritku. Yang sebelah kiri adalah foto jalan-jalanku, sebagai tanda bahwa aku ini orang yang suka jalan-jalan atau traveling. Dan yang sebelah kanan adalah fotoku dengan pose yang sedikit misterius. Maksudnya biar tak kelihatan terlalu narsis, jadi aku pakai foto yang posenya miring dan kubuat agak remang-remang. Di foto itu aku memegang kamera loh (walau tak kelihatan), itu artinya aku suka memotret juga.


Templateku yang lama memakai sekat-sekat, jadi tiap postingan dan kolom ada sekatnya. Nah kali ini aku tak memakai sekat. Ini terinspirasi dari kata para pakar design rumah yang mengatakan bahwa untuk rumah yang mungil lebih baik dibuat tanpa sekat antar ruang, agar terkesan luas. Nah itu kuterapkan di blogku ini, jadi kupilih tanpa sekat biar terlihat lapang dan lebih menyatu antar unsurnya. Di bodynya juga tak banyak pernak pernik agar blogku terlihat simple, elegan, dan dewasa, sesuai dengan umurku yang tak lagi remaja :D. 



Oh iya, hampir lupa.. Makasih banget buat teman sekantorku, Udin, yang sudah menyediakan waktunya mengajariku sedikit bahasa HTML dan memberiku software Photoscape. I really like it :).


Ok, sekian para pemirsa sekalian pengenalan tampilan baru blogku. Semoga teman-teman merasa nyaman, dan maaf kalau masih ada beberapa bagian yang belum rapi.
Happy blogging ^_^

Monday, January 09, 2012

Kota Semarang Selayang Pandang

Setelah puas menikmati Kuil Sam Po Kong, kami melanjutkan perjalanan melewati Kawasan Kota Lama. Di Jakarta ada Kota Tua, nah kalau di Semarang kita bisa temui Kota Lama. Aku selalu menyukai bangunan-bangunan tua di tengah-tengah kota seperti ini. Kadang aku seperti menerawang ke masa lalu, membayangkan kehidupan kota ini di saat jayanya dulu. Banyak kisah dan misteri tersimpan di sana. Andai bangunan tua ini bisa bicara, pasti banyak cerita yang terucap darinya..

Gereja Blenduk dan Kota Lama


Sesuai dengan namanya Kota Lama, di kawasan itu berdiri bangunan-bangunan tempo dulu yang masih kokoh. Banyak di antaranya masih berfungsi. Seperti Gedung Keuangan Negara, Gedung Kantor Pos Besar, beberapa buah hotel dan bank. Bahkan ada juga tempat peribadatan yang masih menggunakan gedung lama tersebut. Seperti gereja yang sangat terkenal ini, Gereja Blenduk. 

 

Setelah mengelilingi Kota Lama. Akhirnya kami menemukan gereja Blenduk ini. Gereja yang memiliki arsitektur unik ini, merupakan gereja tertua di Kota Semarang. Umurnya sudah mencapai 3 abad, tapi masih sangat bersih dan terawat. Gereja ini mempunyai kubah berwarna orange kemerahan, yang menjadikannya mencolok di antara bangunan-bangunan tua lainnya. Sampai sekarang gereja ini masih digunakan sebagai tempat peribadatan umat kristiani. Katanya gereja ini juga terbuka untuk masyarakat umum yang ingin melihat-lihat bagian dalam gereja ini. Tapi kami tak sempat melihat ke dalam. Sayang ya..

Namanya juga hanya mampir, jadi kami memang tak berlama-lama di sana, hanya sekedar melihat-lihat dan mengambil beberapa foto saja. Apalagi saat itu matahari sedang terik-teriknya, sungguh tak nyaman juga untuk berlama-lama. 


Masjid Agung Jawa Tengah


Dari klenteng ke gereja, dari gereja ke masjid. Seperti wisata religi saja ya.. hehe.. Yup, kini saatnya meninggalkan Kota Lama menuju Masjid Agung Jawa Tengah. Konon masjid ini merupakan salah satu masjid termegah di Indonesia. Dan benar saja, saat sampai di sana, aku langsung terkagum-kagum oleh keindahan arsitektur dan kemegahannya. Masjid ini memang sangat luas dan memiliki arsitektur yang unik, semacam perpaduan antara bangunan Timur Tengah dan Romawi. Di tengah-tengah ada halaman luas yang terdapat 6 payung raksasa, yang bisa membuka dan menutup otomatis. Wah keren ya.. 








Satu lagi yang menarik dari masjid itu adalah menaranya, yang disebut dengan Al Husna Tower. Dari menara itu kita bisa melihat pemandangan Kota Semarang dari atas, termasuk pemandangan di Pelabuhan Tanjung Mas. Tapi sayang sekali pada waktu itu aku tak tahu kalau ternyata kami boleh naik ke atas. Sepertinya lebih asik kalau naik ke menara itu pada malam hari, sambil menikmati suasana malam Kota Semarang. Aaah.. romantisnya.. :)



Kota Semarang memang kota yang anggun dan eksotis. Suatu saat nanti aku pasti kembali ke sana untuk menjelajah dan mengenal kota itu lebih jauh lagi. 

Thursday, January 05, 2012

Award Berantai: Your Blog Makes Us Smile

Wah rasanya bahagia, terharu, tersipu-sipu saat menerima award ini. Terima kasih ya Jeng Ririe Khayan yang sudah berkenan membagikan award yang manis ini buatku. Ini award pertamaku loh. Sepertinya aku jadi agak ge-er nih..  tiba-tiba dapat award yang judulnya “Your Blog Makes Us Smile”. Jadi blogku ini bisa bikin orang tersenyum ya.. hihihi.. *blushing*

Award Berantai: Your Blog Makes Us Smile
Waduh, ternyata syarat dan ketentuan berlaku. Harus menjawab 5 pertanyaan. Ah cuma 5 kok.. dikiiiit.. Iya, memang hanya 5, tapi pertanyaannya bagiku termasuk susah dijawab. Tapi demi Jeng Ririe dan demi teman-teman blogger semuanya, aku akan berusaha untuk menjawabnya. Semoga semua berkenan yaa..
Dan inilah pertanyaannya dan jawabannya..


1.    Siapa guru favoritmu?
Ada beberapa guru yang berkesan buatku. Jadi di sini aku tak mengartikan kata favorit sebagai sesuatu yang menyenangkan saja, tapi seberapa besar pengaruh guru-guru ini buatku.  Dan inilah mereka:
Bu Irene, Guru Bahasa Inggris kelas III SMP, yang sukses membuatku pening setiap kali pelajarannya. Karena setiap mengajar, beliau ini tak pernah menggunakan bahasa Indonesia, tapi full menggunakan bahasa Inggris. Dan aku si anak kampung ini susah sekali beradaptasi. Tapi berkat Bu Irene, aku jadi terpacu lebih giat belajar bahasa Inggris. Soalnya kan tengsin juga  tuh.. ketauan gelagapan ga bisa jawab pertanyaan dalam bahasa Inggris..  Eh sekarang juga masih gelagapan sih.. hihi..
Pak Ambar, Guru Fisika kelas II SMA, yang sukses membuatku tertantang untuk menunjukkan bahwa aku bisa Fisika. Sebenarnya bukan pengalaman indah yang aku dapatkan dengan Pak Guru ini. Bahkan aku sempat merasa diremehkan olehnya. Intinya beliau berkata “Kamu pantas dapat nilai jelek karena kamu memang tidak bisa”. Dalam hati aku berkata “Aku bisa lebih baik dari ini, aku hanya butuh usaha lebih”. Alhamdulillah, usahaku tak sia-sia. Setelah itu aku beberapa kali meraih nilai tertinggi di pelajaran ini. Dan nilai Fisika di raporku naik dari 6 menjadi 9. Wuiiih.. prestasi yang gemilang bukan? Hihihi.. Tapi tetap kuakui, sebenarnya aku memang tak berbakat di pelajaran fisika. Hanya tekad dan ketekunan saja yang kuandalkan, karena aku tak mau diremehkan.

2.    Apa makanan yang kamu sukai? Makanan yang tak kamu sukai?
Hampir semua makanan aku suka. Aku termasuk yang tak pilih-pilih soal makanan. Asal makanannya enak pasti aku doyan. Tapi ada juga yang tidak aku sukai, yaitu jengkol. Sebenarnya aku belum pernah makan makanan ini. Yang membuatku tak suka adalah baunya. Dulu waktu masih nge-kost, ibu kostku hampir setiap minggu masak jengkol, dan bau rebusan jengkolnya.. wuiiih asli bikin pusing tujuh keliling. Dari situlah aku yakin sekali bahwa aku ga akan bisa makan jengkol.

3.    Ceritakan pengalamanmu yang berkesan!
Salah satu pengalamanku yang berkesan adalah saat ‘melarikan diri’ ke Bali. Dengan modal pas-pasan dan tanpa persiapan.  Alhamdulillah, di sana aku diberi kemudahan, bertemu orang-orang yang tulus membantu dan menerimaku apa adanya. Bertemu dengan seorang teman yang menganggapku saudara, dan seorang ibu yang memperlakukanku seperti anak sendiri. Sungguh sebuah kenikmatan yang tak tertandingi, yang membuatku selalu rindu untuk kembali ke sana lagi. Dan satu lagi, masakan si Ibu Bali sungguh lezaaaat sekaliiii.. :D

4.    Siapa cinta pertamamu?
Mmm.. siapa ya? Kaya’nya sih teman sekelasku waktu SMA. Aku tak tahu itu benar-benar cinta atau hanya rasa penasaran saja. Aku sempat memendam perasaanku hingga bertahun-tahun. Padahal kami selama 3 tahun berturut-turut jadi teman sekelas. Tapi tak pernah sedikitpun aku tunjukkan rasa itu.  Hingga beberapa tahun kemudian aku ungkapkan ke dia “Aku pernah naksir kamu”. Tapi saat itu aku sudah tak punya perasaan apa-apa ke dia, aku hanya penasaran saja, ingin tahu reaksinya. Dan apa reaksinya? Tak usah kuceritakan di sini, takut ada yang cemburu.. hihihi.. *lirik suami* :D. Sepertinya cinta itu ada masa kadaluarsanya juga.. atau.. karena aku sebenarnya tak benar-benar cinta dia..?

5.    Who is your best friend?
Dia adalah orang yang bisa menerimaku apa adanya, semua kekurangan dan kelebihanku. Tempat ku berbagi suka dan duka. Memberiku semangat di kala aku lemah, dan mengingatkanku di saat aku lengah. Dengannya aku sanggup membagi semua ceritaku tanpa aku merasa malu atau terhakimi, karena dia tahu bagaimana sebenarnya aku ini. 


Yup, akhirnya terjawab sudah semua pertanyaan yang disyaratkan. Kini saatnya berbagi. Aku akan membagikan award berantai ini ke beberapa orang teman blogger, sebagai berikut:


1.    Seagete – Mas Seagate
2.    Ida Yusnilawati – Dream Big!
3.    Jejak Shally –jejakshally
4.    Mayya – Morning Raindrops
5.    Nizwa Ayuni – Nicua Cuap Cuapz


Semoga berkenan ya.. Dan yang aku sebutkan di sini, silahkan ambil awardnya, dan jangan lupa jawab 5 pertanyaan yang sama seperti di atas.  Makasih yaaa..

Monday, January 02, 2012

Jejak Laksamana Cheng Ho di Kuil Sam Po Kong

“Traveling is about the journey, not the destination”

Sebuah kalimat yang aku baca dari sebuah buku tentang traveling. Kalimat itu menginspirasiku bahwa aku harus menikmati setiap perjalanan yang kulakukan. Perjalanan itulah yang memberikan kita pengalaman, hal-hal yang baru dan pelajaran baru tentang hidup. Tak peduli menyenangkan atau tidak, semua itu pasti ada hikmahnya bagi kita. 


Seperti acara mudik ke kampung halamanku lebaran lalu. Sudah menjadi tradisi bahwa acara mudik pasti diwarnai oleh kemacetan di seluruh penjuru jalur mudik. Bahkan waktu tempuh dari Jakarta ke kampungku yang biasanya hanya 12 jam, saat mudik lebaran harus ditempuh dalam waktu sampai 24 jam! Namun semua itu mau tak mau harus dinikmati, sudah resiko. Nah, salah satu cara untuk menikmatinya adalah dengan mengunjungi berbagai tempat menarik di sepanjang jalur mudik kami. Seperti menjelajah kota yang anggun ini, kota Semarang.


Semarang adalah tempat kelahiranku. Namun lahir di Semarang tak menjadikanku sangat mengenal kota ini. Justru aku banyak tidak tahu tentang tempat ini. Maklumlah, aku hanya numpang lahir saja. Mungkin itulah yang menjadikanku berhasrat untuk mengenal Semarang lebih jauh. Tak banyak waktu yang kami miliki untuk menjelajah kota ini. Tapi cukup lumayan untuk refreshing sejenak dari hiruk pikuk kemacetan mudik lebaran. Dan inilah salah satu tempat yang sempat kami kunjungi, Kuil Sam Po Kong.


Kuil ini sepertinya sudah menjadi ikon kota Semarang. Sampai-sampai sebuah website maskapai penerbangan menggunakan foto kuil ini dalam promo rute penerbangan ke Semarang. Kuil ini memang menarik, terutama bagiku yang menyukai warna merah. Inilah alasanku kenapa aku ingin mengunjungi kuil ini, karena aku jatuh cinta dengan bangunannya yang didominasi warna merah. Saat melihat kuil ini, aku serasa menjadi Putri Huan Zhu.  Alasan yang nggak penting banget ya.. hehe..  

Bukan hanya itu saja kok. Kuil ini merupakan salah satu saksi sejarah bangsa kita. Konon dulunya tempat ini merupakan tempat persinggahan Laksamana Cheng Ho. Siapakah dia? Dia adalah seorang panglima perang asal Tionghoa yang beragama Islam, yang melakukan perjalanan ke berbagai penjuru dunia untuk menyebarkan agama Islam. Nah, kuil ini didirikan untuk menghormati laksamana Cheng Ho tersebut. Mmm.. walaupun hanya singgah, namun dia sangat disegani. I think he’s a real traveler.. :D.


Sempat muncul pertanyaan dalam hatiku “Laksamana Cheng Ho kan beragama Islam, tapi kenapa yang didirikan sebuah kuil bukan masjid?”. Dari sumber yang kurang jelas asalnya menyebutkan bahwa tempat ini dulunya adalah masjid. Tapi karena pengaruh Islam di kalangan warga Tionghoa kian meredup dan pengikutnya makin menyurut, maka beberapa masjid Tionghoa diubah fungsinya menjadi kuil atau klenteng, termasuk Kuil Sam Po Kong ini. Mmm.. cukup masuk akal..


Masih ada satu lagi pertanyaan “Kenapa kuil ini dinamakan Kuil Sam Po Kong bukan Kuil Cheng Ho? Jadi sebenarnya Sam Po Kong itu siapa ya? Apakah orang yang sama dengan Cheng Ho?”. Ah sudahlah, daripada bingung mendingan kita foto-foto saja, sambil menguji performa kamera baru :D.