Pulang kampung ke Magelang, rasanya tak lengkap kalau nggak mampir ke Jogja. Jogja memang selalu ngangenin buat dikunjungi. Apapun ada disana. Mau wisata alam, wisata budaya, wisata kuliner, wisata belanja, bahkan wisata pendidikan. Tapi berhubung aku nggak punya banyak waktu, maka kami mampir ke tempat yang praktis saja, yang pasti tak pernah dilewatkan oleh para pelancong kalau ke Jogja. Yaitu Candi Prambanan!
Kalau ke Candi Borobudur sudah sering, tapi ke Candi Prambanan aku belum pernah loh *malu*. Kebangetan ya tinggal di dekat Jogja tapi belum pernah ke Prambanan. Nah, biar nggak dikira traveler kuper, maka aku mampir kesana :D.
***
Tak terlalu lama jarak dari Magelang ke Prambanan. Hanya sekitar 1 jam-an saja. Sekitar pukul 11 kami sampai di Prambanan. Dan.. Wooow.. Panas bangeeet.. Gilaa.. Bisa-bisa kulitku belang-belang nih. Untungnya di sana banyak penjaja payung, maksudnya menyewakan payung. Jadi lumayanlah bisa mengurangi sengatan matahari. Satu payung disewakan dengan harga Rp 5.000, boleh dipakai sepuasnya. Warnanya juga cerah-cerah loh, cantik buat jadi teman berpose. Lihat nih poseku bersama si payung merah. Cantik kan..?
Eh aku kok malah promosiin payungnya sih. Mana dong candinya? Nah itu dia. Megah sekali kan candi Prambanan ini? Menurut cerita legenda dikisahkan bahwa candi Prambanan dibuat oleh seorang pangeran bernama Bandung Bondowoso yang dibantu oleh para jin pengikutnya, sebagai syarat untuk meminang putri Loro Jonggrang. Tentu saja itu itu hanya cerita rakyat saja. Kenyataannya, candi Prambanan ini merupakan candi hindu terbesar di Indonesia yang dibangun pada abad ke-9 masehi oleh raja-raja dinasti Sanjaya. Jadi yang membangun bukan pasukan jin loh.. Hehe :P.
Candi Prambanan ini memang mengagumkan. Aku masih saja terpesona, bagaimana batu-batu bisa dibangun menjadi candi yang sarat dengan nilai seni. Detil reliefnya, konstruksi bangunan, dan arsitekturnya. Semua tak hanya indah, tapi punya nilai sejarah dan makna yang dalam. Padahal itu dibangun di jaman yang belum secanggih sekarang ini. Luar biasa bukan? Jadi sungguh keterlaluan kalau ada tangan-tangan jahil yang tega merusaknya.
Melihat bangunan yang sangat menawan itu, tentu tak puas kalau hanya dari jauh saja. Namun teriknya matahari, mengendurkan semangatku untuk menjelajah lebih jauh. Dan terpaksa aku hanya berfoto-foto di pinggir candi saja, dan mengagumi bangunan indah itu dari jauh. Sementara turis-turis lokal banyak yang kepanasan, justru turis-turis bule asyik menjemur diri di pelataran candi.
Panasnya hari itu memang sungguh mengganggu. Sampai-sampai anak-anakku tidak betah berlama-lama di area candi. Ya sudahlah. Kuputuskan mengakhiri acaraku mengeksplore candi. Sebenarnya sayang juga sih, sudah membayar tiket masuknya mahal (Rp 30.000/orang), tapi berada di sana cuma sebentar. Yah mau bagaimana lagi, daripada anak-anak rewel.
Namun, keputusanku keluar dari area candi ternyata nggak rugi-rugi amat kok. Di sekeliling area candi, banyak obyek lain yang menarik, terutama buat anak-anak. Seperti kereta mini, area taman bermain, dan penangkaran rusa. Dan buat emak-emaknya jangan kuatir. Ada area belanja oleh-oleh juga loh. Aneka kerajinan dan pernak-pernik dijual dengan harga murah meriah di sana. Seperti yang aku beli saat itu. Kalung yang keren banget, harganya cuma Rp 10.000 saja! Kemudian ikat pinggang bernuansa etnik, yang biasanya di Jakarta dijual dengan harga Rp 50.000, di sana hanya dijual dengan harga Rp 20.000 saja! Duuh bisa kulakan nih. Lumayan buat dijual lagi.. Hihihi..
Eh masih ada lagi yang bikin takjub. Bayangkan, bros dari kerang yang unyu-unyu, dijual dengan harga Rp 1.000 saja per buah. Bikinnya njlimet, tapi cuma dihargai segitu. Kalau aku sih ogah.. Hehe..
Masih ada lagi yang aku beli. Yaitu alat musik gamelan buat anakku Ariq, seharga Rp 30.000, dan jenang krasikan ukuran jumbo seharga Rp 15.000.
Niatnya mau melihat candi, eh malah jadinya belanja-belanja. Ah, dasar emak-emak. Daripada kebanyakan yang pengen dibeli, lebih baik diakhiri saja trip ke Prambanan kali ini. Dan siap-siap untuk wisata kuliner.
Happy traveling ^^
Thursday, May 23, 2013
Wednesday, May 15, 2013
Tahu Kupat Pelopor, Hemat dan Nikmat
Apa kabar temans? Lama sekali kita
tak bersua di sini. Maklum ya, akhir-akhir ini memang banyak masalah yang aku
pikirkan, dan banyak hal yang harus aku lakukan. Salah satunya traveling ke
kampung halaman. Nah postingan kali ini adalah edisi khusus oleh-oleh dari
kampungku, Magelang.
Kali ini aku akan cerita
sedikit tentang kuliner dari kampungku. Namanya kupat tahu atau tahu kupat.
Setiap pulang kampung kami selalu
menyempatkan diri menikmati kuliner ini. Tak terkecuali weekend kemarin. Banyak
penjual kupat tahu yang enak di kampungku. Dari penjaja keliling, warung kecil
ala kadarnya, sampai di restoran mewah. Dan salah satu warung yang sering kami
datangi adalah warung tahu kupat Pelopor. Warung ini berada di jalan raya
Blabak,
Kalau dari arah Magelang menuju Jogja, pasti
melewati warung tahu kupat ini.
Seperti warung pada umumnya,
warung tahu kupat Pelopor ini tidak besar. Namun walaupun kecil, warung ini
cukup populer loh. Pelanggannya bukan hanya dari Magelang saja, tapi dari
daerah lain pula. Bahkan jika libur lebaran tiba, warung ini penuh sesak. Dan antrianpun sangat panjang. Sayangnya tempat parkirnya
sangat sempit. Paling hanya muat 2 mobil, dan beberapa motor saja.
![]() |
| bagian depan |
Penampilan luar warung ini
juga tidak mencolok. Hampir sama dengan warung-warung di sekitarnya. Makanya,
kami sering keblabasan, jika tidak benar-benar pasang
mata. Beginilah penampilan luarnya. Background biru, dengan
tulisan Pelopor warna kuning. Bagian dalam warung ini juga didominasi warna biru,
sederhana dan rapi. Eh walaupun sederhana, tapi warung ini cukup gaul juga loh.
Terbukti dengan tersedianya hot spot di sini.
![]() |
| bagian dalam |
Selain menu tahu kupat,
warung ini menjual cemilan pelengkap tahu kupat, seperti kerupuk, rambak dan
gorengan. Soal rasanya tentu saja maknyuuss banget.. hehe
Sebenarnya seperti apa sih
makanan tahu kupat itu? Bagi yang belum tahu, aku jelasin sedikit ya. Tahu
kupat adalah makanan yang terdiri dari tahu dipotong dadu, kupat, kol dan kecambah, ditambah bumbu berupa
ulekan kacang, bawang, dan cabai. Kemudian disiram kuah manis pedas yang segar. Dan seperti ini penampakannya. Hmmm..*cleguk.
![]() |
| This is it.. Tahu kupat! |
Bagaimana dengan harganya?
Dijamin murah meriah. Waktu kami kesana weekend kemarin, kami menghabiskan Rp
47.000, untuk 5 porsi tahu kupat, 5 buah gorengan,
2 kerupuk, 2 es jeruk dan 1 es teh. Murah dan
mengenyangkan. Pas buat kantong backpacker.. Hehe..
Nah, bagi teman-teman yang
jalan-jalan ke Magelang, bisa coba kuliner hemat namun nikmat ini.
Happy traveling ^^
Labels:
Kuliner,
Travelling
| Reactions: |
Sunday, May 05, 2013
Suamiku dan Kameranya
Suamiku punya hobi fotografi. Impiannya mempunyai kamera DSLR profesional sudah ada sejak lama, sejak awal pernikahan kami. Tetapi karena perekonomian tidak mendukung, aku memintanya menunda keinginannya membeli kamera. Namun sepertinya hasratnya semakin besar. Dan ketika dia terus-terusan "merengek-rengek", akhirnya aku merelakan motor matik Kymco-ku untuk dia jual, dan hasilnya buat beli kamera, walaupun masih nombok juga. Perasaanku waktu itu tentu saja sedih harus kehilangan motor. Namun aku rela. Demi suami, apa sih yang nggak aku lakukan?
Kerelaanku mengijinkan suami membeli kamera mahal itu bukan tanpa alasan dan tanpa pertimbangan. Bukan pula sekedar memberi fasilitas kepada suami untuk bersenang-senang. Aku menaruh harapan besar di sana. Aku sangat tahu, suamiku punya talent yang besar di bidang fotografi. Karena itu aku berharap, dengan kamera itu suamiku bisa mengembangkan bakatnya dan terus berkarya lebih baik lagi, serta bermanfaat bagi orang banyak.
Tak cukup sampai di situ dukunganku. Setiap mampir ke toko buku, aku beberapa kali menyarankannya membeli buku fotografi, untuk menambah pengetahuannya. Aku juga merelakannya bahkan menyuruhnya hunting foto di berbagai tempat yang indah, walaupun aku dan anak-anak harus tinggal di rumah. Aku juga selalu meluangkan waktuku mantengin internet demi mencari event-event lomba fotografi yang bisa dia ikuti. Aku bahkan secara otodidak belajar bagaimana cara berpose yang benar, agar aku bisa jadi sarana belajarnya, jadi modelnya. Dan ketika kameranya hilang dicuri orang, akupun mengijinkannya membeli kamera lagi, walaupun dengan kreditan bank yang setiap bulannya harus kami cicil pembayarannya.
Dengan segala effortku itu, dan banyaknya foto-foto indah yang dia hasilkan, menurutku tak ada yang bisa meragukan dukunganku kepada suamiku. Bahkan malaikat juga tahu, aku selalu mendukungnya.
Dan ketika ada seseorang yang tanpa dasar menuduhku bahwa aku tidak mendukung hobi fotografi suamiku, tentu saja aku tidak terima. Dari sisi mana aku tidak mendukungnya? Kalau yang dimaksud adalah aku tidak mendukungnya memotret model-model seksi berpakaian sangat minim, itu benar. Aku memang tidak mengijinkannya. Dan aku yakin semua wanita dan istri yang normal, tidak akan pernah rela jika suaminya memandang, melototin dan ngincer cewek-cewek seksi yang berbusana nyaris telanjang. Apalagi ditambah dengan komentar kekaguman.
Aku mengijinkannya memotret model, asal modelnya berpakaian normal. Bukan fotomodel dengan pakaian cuma sejengkal, dan berpose binal. Laranganku itu bukan karena alasan kecemburuan semata. Aku sangat tahu suamiku punya hasrat besar pada keindahan wanita, seperti halnya laki-laki pada umumnya. Dan sangat mungkin napsunya akan terbawa.
Sebagai bahan acuan dan dasar bahwa aku tak sembarangan dengan pernyataanku di atas, aku sempat "mewawancarai" dua orang temanku laki-laki yang punya hobi fotografi. Berikut wawancaranya.
Wawancara dengan laki-laki 1
Dan, kamu pernah nggak moto-moto model seksi yang bajunya terbuka?
Nggak
Kenapa? Apa kamu nggak pengen?
Ya pengenlah, namanya juga laki-laki, pasti suka cewek-cewek seksi. Tapi aku emang mau jaga diri aja. Daripada moto yang enggak-enggak kaya' gitu, mending aku moto pemandangan. Kalaupun pengen moto model, ya yang normal-normal aja. Lagian nggak harus fotomodel kan, bisa moto istri, anak, saudara atau teman-teman.
Wawancara dengan laki-laki 2
Kamu sering ya moto model seksi?
Jelas donk, semua cowok suka kan ama cewek seksi. Apalagi model.
Trus model seksinya yang kaya’ gimana?
Ada yang difoto rame-rame, jadi kami yang mau moto patungan bayarnya. Ada yang pakaiannya seksi, ada juga yang telanjang.
(Aku nggak terlalu kaget mendengar itu, karena aku pernah melihat sendiri file foto-foto hasil jepretan temanku yang isinya foto cewek-cewek telanjang)
Trus yang kaya' gimana lagi?
Ada juga model yang bisa disewa private. Dan bisa "dipake".
Kamu pernah "make"?
Pernah donk.
Jleb! Separah itu..
Dari hasil "wawancara" itu, aku menyimpulkan memang tak bisa dipungkiri, bahwa laki-laki menyukai hal-hal seperti itu. Tinggal bagaimana membentengi diri saja. Laki-laki 1 memilih menjauhi, karena dia tak yakin dirinya bisa menahan diri. Sedangkan laki-laki 2 justru malah mengumbar hasratnya, dan jelas itu jalan sesat.
Aku tentu saja tak ingin suamiku terjerumus seperti laki-laki 2. Makanya aku berusaha menjauhkan suami sejauh mungkin dari hal-hal yang mengundang napsu birahi ke wanita lain. Dalam Al Qur'an surat An Nur ayat 30, Allah sudah memberi peringatan
"Katakanlah kepada orang laki-laki beriman: Hendaknya mereka menahan pandangannya dan menjaga kemaluannya, yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat"
Allah sudah mewanti-wanti, pandangan dan kemaluan harus dijaga, kalau tidak, bisa rusak rumah tangga dan rusak dunia. Aku sebagai istri selalu berusaha mengingatkan suami agar tidak mendekat-dekati dosa dan zina.
Jadi dari sisi mana aku tidak mendukungnya?
Kerelaanku mengijinkan suami membeli kamera mahal itu bukan tanpa alasan dan tanpa pertimbangan. Bukan pula sekedar memberi fasilitas kepada suami untuk bersenang-senang. Aku menaruh harapan besar di sana. Aku sangat tahu, suamiku punya talent yang besar di bidang fotografi. Karena itu aku berharap, dengan kamera itu suamiku bisa mengembangkan bakatnya dan terus berkarya lebih baik lagi, serta bermanfaat bagi orang banyak.
Tak cukup sampai di situ dukunganku. Setiap mampir ke toko buku, aku beberapa kali menyarankannya membeli buku fotografi, untuk menambah pengetahuannya. Aku juga merelakannya bahkan menyuruhnya hunting foto di berbagai tempat yang indah, walaupun aku dan anak-anak harus tinggal di rumah. Aku juga selalu meluangkan waktuku mantengin internet demi mencari event-event lomba fotografi yang bisa dia ikuti. Aku bahkan secara otodidak belajar bagaimana cara berpose yang benar, agar aku bisa jadi sarana belajarnya, jadi modelnya. Dan ketika kameranya hilang dicuri orang, akupun mengijinkannya membeli kamera lagi, walaupun dengan kreditan bank yang setiap bulannya harus kami cicil pembayarannya.
Dengan segala effortku itu, dan banyaknya foto-foto indah yang dia hasilkan, menurutku tak ada yang bisa meragukan dukunganku kepada suamiku. Bahkan malaikat juga tahu, aku selalu mendukungnya.
Dan ketika ada seseorang yang tanpa dasar menuduhku bahwa aku tidak mendukung hobi fotografi suamiku, tentu saja aku tidak terima. Dari sisi mana aku tidak mendukungnya? Kalau yang dimaksud adalah aku tidak mendukungnya memotret model-model seksi berpakaian sangat minim, itu benar. Aku memang tidak mengijinkannya. Dan aku yakin semua wanita dan istri yang normal, tidak akan pernah rela jika suaminya memandang, melototin dan ngincer cewek-cewek seksi yang berbusana nyaris telanjang. Apalagi ditambah dengan komentar kekaguman.
Aku mengijinkannya memotret model, asal modelnya berpakaian normal. Bukan fotomodel dengan pakaian cuma sejengkal, dan berpose binal. Laranganku itu bukan karena alasan kecemburuan semata. Aku sangat tahu suamiku punya hasrat besar pada keindahan wanita, seperti halnya laki-laki pada umumnya. Dan sangat mungkin napsunya akan terbawa.
Sebagai bahan acuan dan dasar bahwa aku tak sembarangan dengan pernyataanku di atas, aku sempat "mewawancarai" dua orang temanku laki-laki yang punya hobi fotografi. Berikut wawancaranya.
Wawancara dengan laki-laki 1
Dan, kamu pernah nggak moto-moto model seksi yang bajunya terbuka?
Nggak
Kenapa? Apa kamu nggak pengen?
Ya pengenlah, namanya juga laki-laki, pasti suka cewek-cewek seksi. Tapi aku emang mau jaga diri aja. Daripada moto yang enggak-enggak kaya' gitu, mending aku moto pemandangan. Kalaupun pengen moto model, ya yang normal-normal aja. Lagian nggak harus fotomodel kan, bisa moto istri, anak, saudara atau teman-teman.
Wawancara dengan laki-laki 2
Kamu sering ya moto model seksi?
Jelas donk, semua cowok suka kan ama cewek seksi. Apalagi model.
Trus model seksinya yang kaya’ gimana?
Ada yang difoto rame-rame, jadi kami yang mau moto patungan bayarnya. Ada yang pakaiannya seksi, ada juga yang telanjang.
(Aku nggak terlalu kaget mendengar itu, karena aku pernah melihat sendiri file foto-foto hasil jepretan temanku yang isinya foto cewek-cewek telanjang)
Trus yang kaya' gimana lagi?
Ada juga model yang bisa disewa private. Dan bisa "dipake".
Kamu pernah "make"?
Pernah donk.
Jleb! Separah itu..
Dari hasil "wawancara" itu, aku menyimpulkan memang tak bisa dipungkiri, bahwa laki-laki menyukai hal-hal seperti itu. Tinggal bagaimana membentengi diri saja. Laki-laki 1 memilih menjauhi, karena dia tak yakin dirinya bisa menahan diri. Sedangkan laki-laki 2 justru malah mengumbar hasratnya, dan jelas itu jalan sesat.
Aku tentu saja tak ingin suamiku terjerumus seperti laki-laki 2. Makanya aku berusaha menjauhkan suami sejauh mungkin dari hal-hal yang mengundang napsu birahi ke wanita lain. Dalam Al Qur'an surat An Nur ayat 30, Allah sudah memberi peringatan
"Katakanlah kepada orang laki-laki beriman: Hendaknya mereka menahan pandangannya dan menjaga kemaluannya, yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat"
Allah sudah mewanti-wanti, pandangan dan kemaluan harus dijaga, kalau tidak, bisa rusak rumah tangga dan rusak dunia. Aku sebagai istri selalu berusaha mengingatkan suami agar tidak mendekat-dekati dosa dan zina.
Jadi dari sisi mana aku tidak mendukungnya?
Labels:
Curhatku
| Reactions: |
Friday, May 03, 2013
Just Stay Strong
![]() |
| dari sini |
Allah tak kan memberikan kita sesuatu yang tak mampu kita tanggung. Seperti ketika memberi masalah dan cobaan kepada kita, itu karena Allah yakin kita kuat dan mampu mengatasi. Jika Allah saja yakin, kenapa kita tidak? Merasa tidak mampu dan putus asa, itu sama saja kita tidak percaya pada Allah.
Laksana sebuah sekolah, jika kita akan naik kelas, selalu ada ujian yang harus kita lalui. Begitu juga di kehidupan kita ini. Allah memberikan cobaan karena ingin mengangkat derajat kita. Ketika kita tidak putus asa, mau menerima cobaan dengan terus berikhtiar dan berdo'a, percayalah Allah akan memberikan yang terbaik. Dan di saat yang sama kita sudah naik kelas.
Namun terkadang beratnya cobaan yang harus kita tanggung membuat kita menyalahkan Allah. "Ya Allah, mengapa Engkau berikan cobaan seberat ini?”
“Apa salah hamba ya Allah? Hamba selalu berusaha menjalankan perintahMu dan menjauhi laranganMu. Tapi mengapa Engkau hukum hamba seperti ini?"
Tapi tahukah teman bahwa Allah memberikan cobaan kepada kita, justru karena menyayangi kita. Allah tak ingin kita berpaling dariNya. Karena cobaan dapat kita lalui dengan baik ketika kita selalu mengingat dan mendekatkan diri padaNya. Bukankah dengan mengingatNya, segala masalah menjadi lebih mudah?
Terkadang pula kita iri pada orang lain. "Ya Allah, kenapa Engkau berikan masalah padaku? Bukan kepada orang-orang yang banyak berbuat dosa. Mengapa tidak Engkau hukum mereka saja?"
Hei, bukankah seharusnya kita bersyukur? Karena dengan cobaan, Allah mengingatkan kita dan menjauhkan kita dari perbuatan dosa. Dan justru orang-orang yang banyak berbuat dosa dan tak diberi peringatan, adalah orang-orang yang merugi dan celaka. Mereka tidak diberi kesempatan untuk insaf dan taubat. Dosa mereka akan bertambah banyak. Dan mereka akan menanggungnya nanti di hari pembalasan.
Jadi teman-teman yang sedang diberi cobaan dan masalah, jangan putus asa, seberat apapun itu. Tetap kendalikan diri, dan jangan terbawa emosi. Karena emosi hanya akan menguras energi kita, dan membuat tidak fokus pada pemecahan masalahnya. Tetap berusaha dan bersabar. Yakinlah Allah selalu menyertai kita, dan tak akan tinggal diam.
*pelukku untuk kalian semua yang sedang diberi cobaan, semoga kita sama-sama dikuatkan*
Keep smiling.. keep shining, friends :).
Labels:
Self Healing
| Reactions: |
Monday, April 29, 2013
Voucher Pelipur Lara
Aku sedang terkantuk-kantuk di meja kerjaku, saat seorang teman mendatangiku. Tangannya memegang sebuah amplop dan menyodorkan padaku. "Nih surat buat kamu.. Keknya isinya voucher deh".
"Hmmm.. voucher? Voucher apa ya"
"Voucher yang hadiah lomba kemarin itu sepertinya"
Oh iya, aku menang Blogiveaway yang diadakan oleh Tomkuu alias TK. Dan benar, diamplopnya tertera nama Tomkuu. Alhamdulillah hadiahnya sampai tepat waktu sesuai dengan yang dijanjikan Tomkuu. Tak sabar aku pengen lihat wujud vouchernya. Maklumlah aku ini agak sedikit ndeso, jadi nggak tahu tentang voucher-voucher belanja seperti ini. Dan beginilah perwujudan vouchernya. Ada 4 buah voucher belanja senilai Rp 50.000, jadi totalnya Rp 200.000. Wuih lumayan banget ya.. hehe
Nama vouchernya adalah voucher belanja MAP. Dan voucher ini bisa digunakan diberbagai toko seperti di bawah ini. Banyak banget ya. Aku jadi bingung mau membelanjakannya kemana. Yang jelas toko-toko itu menjual produk yang keren-keren.
Makasih banget ya Tomkuu dan para juri yang sudah memenangkan salah satu postinganku. Ini benar-benar keajaiban. Karena peserta lombanya ada buanyaaak banget loh. Total postingan yang ikut serta ada 1535 postingan! Wow!. Blogiveaway yang bertema tentang "review sesuatu" ini memang mengundang antusiasme yang luar biasa dari para blogger. Dan dari ribuan postingan itu hanya diambil 15 postingan yang paling menarik sebagai pemenang. Masing-masing mendapatkan voucher belanja MAP sebesar Rp 200.000. Dan aku salah satunya! Nggak nyangka banget kan.. Senangnya.. Ternyata aku bisa hoki juga.. hehehe.. ^^. Eh masih ada 1 hadiah doorprize berupa voucher belanja sebesar Rp 1.000.000, tapi bukan aku pemenangnya.
Pokoknya buat Tomkuu, kalau ngadain Giveaway lagi jangan lupa ajak-ajak aku ya. Aku pasti ikut serta lagi *ketagihan*. Dan jangan sungkan-sungkan menangin aku lagi.. hihhihi.. *ngarep*
Oh iya, postinganku yang menang berjudul Bogor Rasa Bali, bisa dilihat di sini.
Happy blogging ^^
"Hmmm.. voucher? Voucher apa ya"
"Voucher yang hadiah lomba kemarin itu sepertinya"
Oh iya, aku menang Blogiveaway yang diadakan oleh Tomkuu alias TK. Dan benar, diamplopnya tertera nama Tomkuu. Alhamdulillah hadiahnya sampai tepat waktu sesuai dengan yang dijanjikan Tomkuu. Tak sabar aku pengen lihat wujud vouchernya. Maklumlah aku ini agak sedikit ndeso, jadi nggak tahu tentang voucher-voucher belanja seperti ini. Dan beginilah perwujudan vouchernya. Ada 4 buah voucher belanja senilai Rp 50.000, jadi totalnya Rp 200.000. Wuih lumayan banget ya.. hehe
Nama vouchernya adalah voucher belanja MAP. Dan voucher ini bisa digunakan diberbagai toko seperti di bawah ini. Banyak banget ya. Aku jadi bingung mau membelanjakannya kemana. Yang jelas toko-toko itu menjual produk yang keren-keren.
Makasih banget ya Tomkuu dan para juri yang sudah memenangkan salah satu postinganku. Ini benar-benar keajaiban. Karena peserta lombanya ada buanyaaak banget loh. Total postingan yang ikut serta ada 1535 postingan! Wow!. Blogiveaway yang bertema tentang "review sesuatu" ini memang mengundang antusiasme yang luar biasa dari para blogger. Dan dari ribuan postingan itu hanya diambil 15 postingan yang paling menarik sebagai pemenang. Masing-masing mendapatkan voucher belanja MAP sebesar Rp 200.000. Dan aku salah satunya! Nggak nyangka banget kan.. Senangnya.. Ternyata aku bisa hoki juga.. hehehe.. ^^. Eh masih ada 1 hadiah doorprize berupa voucher belanja sebesar Rp 1.000.000, tapi bukan aku pemenangnya.
Pokoknya buat Tomkuu, kalau ngadain Giveaway lagi jangan lupa ajak-ajak aku ya. Aku pasti ikut serta lagi *ketagihan*. Dan jangan sungkan-sungkan menangin aku lagi.. hihhihi.. *ngarep*
Oh iya, postinganku yang menang berjudul Bogor Rasa Bali, bisa dilihat di sini.
Happy blogging ^^
Labels:
Lomba/ Giveaway
| Reactions: |
Wednesday, April 24, 2013
Kebanjiran (Lagi)
![]() |
| gambar dari sini |
Sebagus apapun sistemnya, tapi kalau dijalankan oleh orang yang tidak kompeten, tetap saja hasilnya berantakan. Seperti yang terjadi pada rumahku sore itu. Sejak musibah kebanjiran yang menimpa rumah kami pada tahun 2007 silam, kami merenovasi rumah sedemikian rupa agar terhindar dari banjir di kemudian hari. Meninggikan lantai dan membuat semacam tanggul agar air tak masuk ke dalam rumah. Alhamdulillah banjir tak lagi menghampiri. Sampai sore itu saat aku menelpon ke rumah, suara Ariq mengejutkanku "Mamah, rumah kita kebanjiran!"
Astaghfirullah.. Kejadian lagi. Lemas aku mendengar berita itu. Membayangkan bagaimana kondisi di rumah, membuatku kalut. Posisiku yang masih ada di kantor, tak memungkinkan untuk melihat langsung kondisi rumah saat itu juga.
Masih heran aku memikirkan bagaimana air bisa masuk, padahal posisi rumah kami sudah ditinggikan. Apakah sedasyat itu debit air hujannya hingga bisa melampaui tingginya permukaan rumah kami? Hari itu hujan memang turun deras, namun durasinya nggak lama. Aku rasa nggak kan sampai menimbulkan efek banjir. Tapi kenyataannya hari itu rumah kami kebanjiran.
Keherananku terjawab saat mendengar penjelasan Ariq "Ma, airnya masuk lewat lubang saluran air di lantai kamar mandi". Ah, jadi ini penyebabnya.
"Loh kenapa lubangnya nggak langsung ditutup dari tadi mbak?" tanyaku pada pembantuku melalui telpon. Gemas aku menghadapi si mbak yang nggak punya inisiatif ini. Ada rasa sesal dan kesal berkecamuk di dadaku. Seharusnya peristiwa banjir ini nggak akan terjadi kalau pembantuku punya inisiatif menutup lubang air itu saat hujan turun. Sampai saat air mulai masuk memenuhi lantai rumahku, pembantuku tetap saja tak punya inisiatif menutupnya, hingga aku menginstruksikannya. Tentu saja itu sudah terlambat. Walaupun air yang masuk tidak terlalu tinggi, namun beberapa barang sempat terendam.
Yah, mau bagaimana lagi. Nasi sudah menjadi bubur. Mungkin ini salahku juga yang nggak memberi tambahan ilmu dan wejangan ke pembantuku di rumah, tentang situasi darurat seperti ini. Cukuplah peristiwa itu jadi pelajaran bagi kami. Dan semoga nggak terulang lagi. Amin..
Labels:
Curhatku
| Reactions: |
Monday, April 15, 2013
Menaklukan Mercusuar, Sensasi di Ketinggian
Bangunan menara bercat putih yang tinggi menjulang itu, sangat mencolok di antara bangunan-bangunan lain di sepanjang pantai anyer. Sendiri, anggun dan kokoh. Itulah kesan yang aku tangkap. Rasa penasaran merambat menggelitik urat nadiku, membayangkan bagaimana rasanya berada di puncak sana, sambil memandang lautan lepas. Aku menyukai ketinggian. Karena itu aku mengagumi mercusuar.
Mercusuar tak hanya megah tapi juga sangat berguna. Dari wikipedia dijelaskan bahwa mercusuar adalah sebuah bangunan menara dengan sumber cahaya di puncaknya untuk membantu navigasi kapal laut. Begitu juga mercusuar Anyer ini, cahaya yang dipancarkannya mampu menuntun kapal sampai jarak 21 mil laut. Sumber cahayanya berasal dari panel surya dan batere sebagai penampung daya. Hmm.. Seperti apa ya? Yuk ikuti perjuanganku menapaki lantai demi lantai dan menaiki ratusan anak tangga, demi merasakan sensasi di ketinggian. Jangan lupa siapkan stamina yang prima. Hehe..
Kulangkahkan kaki menuju pintu masuk mercusuar. Aku lihat persis di atasnya terdapat sebuah prasasti bertuliskan "onder de regeering van Z.M.Willem III......... 1885. Walaupun aku nggak bisa bahasa Belanda, tapi aku coba mengartikannya. Kira-kira artinya mercusuar ini dibangun pada masa Raja Willem III, tahun 1885. Wuiih sudah tua sekali tapi masih kokoh berdiri. Pasti material bangunannya dari kualitas terbaik. Kulihat dindingnya terbuat dari lempengan-lempengan baja. Tangganya terbuat dari lempengan besi. Semua masih dalam kondisi baik. Oh iya, sebelum naik keatas dan mengeksplore mercusuar yang tingginya mencapai 75,5 meter dan terdiri dari 18 lantai itu, kita harus bayar dulu sebesar Rp 3000/orang.
Tangga demi tangga aku lalui perlahan-lahan. Sesekali beristirahat di tiap lantainya sambil menikmati pemandangan dari jendela. Sayangnya, jendelanya banyak yang kondisinya sudah mengenaskan. Beberapa jendela ada yang kacanya pecah. Sedangkan yang kacanya masih utuh, permukaannya kotor, sehingga pemandangannya tak terlalu jelas. Yah, wajarlah, siapa juga yang mau repot-repot mbersihin kaca di ketinggian seperti ini. Kalaupun dibersihin, pasti cepat kotor lagi oleh debu dan kotoran yang terbawa angin.
Makin keatas ruangannya makin menyempit. Menjelang lantai teratas, napas mulai ngos-ngosan, seiring dengan perasaan excited. Sebentar lagi sampai di puncak! Sepertinya tak hanya aku yang excited, beberapa orang yang pernah singgah di sini juga merasakan hal yang sama. Terbukti dengan banyaknya coretan di dinding mercusuar bagian atas ini. Tulisan nama dan tanggal seolah menjadi tanda dan bukti bahwa mereka pernah ada di sini. Sungguh sebuah cara yang salah. Gregetan rasanya melihat bangunan yang bersejarah ini mesti ternoda akibat ulah jahil para pengunjungnya.
Ah sudahlah. Tinggalkan tulisan-tulisan tak bermutu itu. Kini saatnya tiba di puncak! Angin berhembus kencang menyambut kedatangan kami. Perlahan-lahan kulangkahkan kaki kelantai bagian luar. Woow.. Kurasakan lantainya seolah bergoyang. Deg! Kucoba bersikap biasa saja. “Ah, mungkin ini efek dari angin yang kencang” batinku menenangkan diri. Kualihkan pandanganku ke pemandangan yang terhampar. Di sebelah barat lautan luas dengan beberapa pulau yang tampak samar-samar. Di sebelah timur tampak gugusan pegunungan hijau nan subur. Sebuah perpaduan alam yang sangat menawan. Rasanya betah ada di atas sini. Tapi karena beberapa pengunjung lain mulai berdatangan, maka kami harus undur diri. Tak mungkin berdesak-desakan di puncak mercusuar yang space-nya sangat sempit ini.
Tapi sebelum turun, aku sempatkan mengintip bagian yang lebih atas lagi, yaitu bagian lampu suar. Ternyata seperti ini penampakannya.
Kalau sudah di atas jangan lupa turun ya, karena di sanalah kehidupan nyata menanti. Dan sepertinya es kelapa muda sangat pas untuk mengembalikan stamina. Yuuks mariii..!
Mercusuar tak hanya megah tapi juga sangat berguna. Dari wikipedia dijelaskan bahwa mercusuar adalah sebuah bangunan menara dengan sumber cahaya di puncaknya untuk membantu navigasi kapal laut. Begitu juga mercusuar Anyer ini, cahaya yang dipancarkannya mampu menuntun kapal sampai jarak 21 mil laut. Sumber cahayanya berasal dari panel surya dan batere sebagai penampung daya. Hmm.. Seperti apa ya? Yuk ikuti perjuanganku menapaki lantai demi lantai dan menaiki ratusan anak tangga, demi merasakan sensasi di ketinggian. Jangan lupa siapkan stamina yang prima. Hehe..
Kulangkahkan kaki menuju pintu masuk mercusuar. Aku lihat persis di atasnya terdapat sebuah prasasti bertuliskan "onder de regeering van Z.M.Willem III......... 1885. Walaupun aku nggak bisa bahasa Belanda, tapi aku coba mengartikannya. Kira-kira artinya mercusuar ini dibangun pada masa Raja Willem III, tahun 1885. Wuiih sudah tua sekali tapi masih kokoh berdiri. Pasti material bangunannya dari kualitas terbaik. Kulihat dindingnya terbuat dari lempengan-lempengan baja. Tangganya terbuat dari lempengan besi. Semua masih dalam kondisi baik. Oh iya, sebelum naik keatas dan mengeksplore mercusuar yang tingginya mencapai 75,5 meter dan terdiri dari 18 lantai itu, kita harus bayar dulu sebesar Rp 3000/orang.
Tangga demi tangga aku lalui perlahan-lahan. Sesekali beristirahat di tiap lantainya sambil menikmati pemandangan dari jendela. Sayangnya, jendelanya banyak yang kondisinya sudah mengenaskan. Beberapa jendela ada yang kacanya pecah. Sedangkan yang kacanya masih utuh, permukaannya kotor, sehingga pemandangannya tak terlalu jelas. Yah, wajarlah, siapa juga yang mau repot-repot mbersihin kaca di ketinggian seperti ini. Kalaupun dibersihin, pasti cepat kotor lagi oleh debu dan kotoran yang terbawa angin.
Makin keatas ruangannya makin menyempit. Menjelang lantai teratas, napas mulai ngos-ngosan, seiring dengan perasaan excited. Sebentar lagi sampai di puncak! Sepertinya tak hanya aku yang excited, beberapa orang yang pernah singgah di sini juga merasakan hal yang sama. Terbukti dengan banyaknya coretan di dinding mercusuar bagian atas ini. Tulisan nama dan tanggal seolah menjadi tanda dan bukti bahwa mereka pernah ada di sini. Sungguh sebuah cara yang salah. Gregetan rasanya melihat bangunan yang bersejarah ini mesti ternoda akibat ulah jahil para pengunjungnya.
Ah sudahlah. Tinggalkan tulisan-tulisan tak bermutu itu. Kini saatnya tiba di puncak! Angin berhembus kencang menyambut kedatangan kami. Perlahan-lahan kulangkahkan kaki kelantai bagian luar. Woow.. Kurasakan lantainya seolah bergoyang. Deg! Kucoba bersikap biasa saja. “Ah, mungkin ini efek dari angin yang kencang” batinku menenangkan diri. Kualihkan pandanganku ke pemandangan yang terhampar. Di sebelah barat lautan luas dengan beberapa pulau yang tampak samar-samar. Di sebelah timur tampak gugusan pegunungan hijau nan subur. Sebuah perpaduan alam yang sangat menawan. Rasanya betah ada di atas sini. Tapi karena beberapa pengunjung lain mulai berdatangan, maka kami harus undur diri. Tak mungkin berdesak-desakan di puncak mercusuar yang space-nya sangat sempit ini.
Tapi sebelum turun, aku sempatkan mengintip bagian yang lebih atas lagi, yaitu bagian lampu suar. Ternyata seperti ini penampakannya.
Kalau sudah di atas jangan lupa turun ya, karena di sanalah kehidupan nyata menanti. Dan sepertinya es kelapa muda sangat pas untuk mengembalikan stamina. Yuuks mariii..!
Labels:
Travelling
| Reactions: |
Subscribe to:
Posts (Atom)
Powered by Blogger.
Guestbook
Labels
- Award (5)
- Cerita Fiksi (4)
- Curhatku (16)
- Fashion (4)
- Fotografi (5)
- Japan mania (3)
- Kuliner (5)
- Liputan (1)
- Lomba/ Giveaway (13)
- Nostalgia (3)
- pernak pernik (8)
- Review (2)
- Sekitar Kita (7)
- Self Healing (8)
- Tentangku (16)
- Travelling (43)















