Friday, December 30, 2011

Kisah di Penghujung Desember

Aku melihatnya sore itu, berdiri di tengah-tengah keramaian. Dari gerak geriknya sepertinya dia sedang tergesa-gesa.  Beberapa bulan kami tak bertemu, rasanya seperti sudah bertahun-tahun. Kami tak bertemu dan tak berkomunikasi sama sekali. Padahal sebelum kejadian ‘itu’, kami bagaikan kembar siam yang tak terpisahkan. Saling mengisi dan saling berbagi. Tapi tanpa diduga harus muncul kejadian yang menggoreskan luka di antara kami. Dan sejak itu dia pun menjauh dariku.

Sore itu tiba-tiba mata kami saling bertemu. Sekilas kulihat ada kecanggungan dari bahasa tubuhnya saat dia melihatku. Seolah tanpa peduli semua itu, dengan reflex kulambaikan tanganku kearahnya,  dan mulutku tiba-tiba bersuara memanggilnya. Dia tertegun sesaat, kemudian bergegas menghampiriku. Dan dari jarak dekat tampak jelas ada sebuah kerinduan di matanya, sebuah kerinduan seperti yang kurasakan. 


Lega rasanya saat dia menjabat tanganku dan memelukku sesaat. Beberapa kata terlontar dari mulutnya. Semua berlangsung hanya sekejap saja. Ku tahu dia sedang tergesa-gesa, dan ku tahu dia berusaha menyembunyikan perasaannya. Walaupun tidak diungkapkan, tapi aku bisa merasakan bahwa dia bahagia saat melihatku. Dan aku pun begitu.


Pertemuan sesaat dengannya sore itu membuatku sadar, bahwa kami tak bisa saling membenci, walau kami pernah saling melukai.  Karena dalam cinta selalu ada kata maaf. Dan aku tahu masih ada cinta di antara kami. Cinta seorang sahabat. 



**********

Hari ini rencananya aku janjian bertemu dengannya.  Tapi, karena urusan pekerjaan yang tidak bisa kami tinggalkan, akhirnya pertemuan dengannya hari ini batal. Tak apa-apa, setidaknya kami sudah kembali saling bicara dan semua kebekuan yang selama ini menyelimuti kami, kini telah mencair. Kami merindukan saat-saat seperti dulu lagi. Saat bisa saling bercerita tentang hal-hal konyol dan tak penting. Saling mencela dan tertawa. Serta mengkhayalkan impian-impian kami.. sungguh indah. 

Aku baru merasakan betapa berharganya sebuah persahabatan, saat aku kehilangannya. Dan aku beruntung bisa mendapatkannya kembali. Aku percaya kejadian yang telah menimpa kami ini, membuat kami lebih dewasa. Bukankah selalu ada hikmah di balik setiap kejadian?



**********

Desember yang basah dan dingin, terasa hangat saat dilewatkan bersama sahabat. Langit yang biasanya mendung, kini tampak cerah, seolah ikut tersenyum. Di penghujung Desember, kututup kisahku di tahun 2011 ini dengan penuh suka cita.. Aku percaya semua derita akan berakhir bahagia..




Sampai jumpa di tahun 2012… Tahun yang penuh harapan dan semangat 

Salam untuk semua sahabatku … 

I will always love you.. 

^_^

Tuesday, December 27, 2011

My First Sushi 'n Sashimi

Semua berawal dari obrolanku dengan Mbak Ambar ‘n friends. “Pada doyan sushi nggak?” tanya mbak Ambar. “Doyaaaaan...!! jawabku dengan penuh keyakinan. Padahal dari lahir hingga saat itu, aku sama sekali belum pernah mencicipi sushi. Tapi sebagai penggemar “all about Japan”, adalah suatu keharusan bagiku mengenal makhluk bernama sushi itu. Apalagi kuliner yang biasanya hanya kulihat di film dan drama Jepang tersebut, memang lucu dan imut, terlalu menggoda untuk tidak dicoba.


Singkat kata singkat cerita, akhirnya kami mendatangi sebuah resto Jepang di Cilandak Town Square. Sesuai dengan namanya, Little Takigawa, tempat itu memang tidak besar. Di sana hanya terdapat sekitar 7 buah meja, dan semuanya terisi. Walaupun tempatnya kecil, tapi menu yang disajikan sangat lengkap. Berbagai jenis sushi dan sashimi ada di sana, ramen, udon, okonomiyaki, dan masih banyak lagi menu-menu lain yang terdengar asing ditelingaku. Dasar katrok ya.. hehe..

Saatnya memilih menu nih. Aku dan Mbak Ambar mulai memilih-milih menunya. Banyak sekali menu yang tak kumengerti, tapi sok-sokan milih.. hehe. Sedangkan dua temanku yang lain, Mas Gie dan Keke hanya pasrah dengan menu pilihan kami. Atas saran Mbak Ambar, kami memilih fushion sushi yang bahan dasarnya semua matang. 


Sip.. dari minuman, makanan pembuka, utama dan penutup, sudah di pesan semua. Tiba-tiba mbak Ambar menantangku “Mau coba sashimi nggak? Yang salmon sashimi aja”. “Sashimi kan ikan mentah, ih ngeri deh.. Gimana makannya ya.. Pesen.. Nggak.. Pesen.. Nggak..  Duuh.. aku paling ga bisa ditantang gini deh, pasti aku jadi pengen nyoba” kutimbang-timbang dalam hati. Sekilas kulirik harganya di menu, wah mahal juga, kalau ternyata aku ga doyan sayang juga ya. Tapi kapan lagi aku mencoba menu aneh-aneh begini? Okelah, siapa takut.. anggap saja ‘buying experience’. Pesan 1 porsi sashimi salmon!


Tak lama kami menunggu, akhirnya menu-menu yang kami pesan keluar satu per satu. Inilah menu pilihan kami:
Minumannya berupa Ocha, ini tehnya orang Jepang, jadi semacam teh tawarnya warung sunda.. hehe..


Hidangan pembuka berupa steam putih telur. Rasanya gurih dan teksturnya lembut banget. Dihidangkan panas-panas. Enak loh.


Takigawa sushi. Saat melihatnya aku langsung jatuh cinta *lebay*. Cantik banget loh. Dan rasanya… huwaaa.. aku sampai berkaca-kaca menahan haru.. Aku beruntung bisa menikmati sushi pertamaku dengan rasa seenak ini, maknyuuus sekali..



Hot ‘n sexy sushi. Ketahuan dong ya dari namanya, pastinya sushi ini rasanya pedas. Tapi ternyata tak sepedas bayanganku. Karena cabe rawitnya dipisah. Di dalamnya ada telur ikan kering. Mmm.. tampilannya memang seksi, dan rasanya yummy, tapi tidak sedasyat sushi yang pertama.



Crunch-crunch roll sushi. Penampilannya biasa saja. Di dalamnya ada semacam kremesan, seperti yang biasa ada di ayam goreng kremes. Dan di atasnya ada potongan ikan. Kalau makan sushi ini, siap-siap saja kremesannya pada rontok.. hehe..



Sashimi salmon. Nah ini yang bikin deg-degan. Saatnya makan ikan mentah nih, sanggup nggak ya? Tampilannya sih menggoda, teksturnya kenyal seperti jelly. Dan saat digigit dagingnya terasa lembut dan segar. Tak ada aroma dan rasa amis sama sekali. Aku tak menyangka rasa ikan mentah bisa seenak ini.



Kokokuro. Ini cemilan semacam biscuit, tapi tidak sekeras dan sepadat biscuit. Ada rongga didalamnya. Cara makannya adalah dengan mencelupkannya ke dalam saus cokelat. Mmm.. nyam..nyam.. rasanya pas sekali.. tidak terlalu manis. 



Es krim Green Tea. Ini yang jadi favorit semuanya. Bagi yang lidahnya tidak cocok dengan sushi ‘n sashimi, mending pesan es krim ini saja. Dijamin pasti cocok di lidah. Es krimnya lembuuut, rasanya nagih.. hihihi..



Buat teman-teman yang berminat mencoba makan di sini, silahkan nabung dulu yah.  Karena harganya lumayan menguras kantong. Kalau aku sih cukup beruntung karena dapat gratisan, alias dibayari.. hehehe..  Terima kasih Mbak Ambar.. kau telah ‘meracuni’ kami dengan makanan seenak ini.. ^_^

Thursday, December 22, 2011

Senyumku Bahagiaku

Senyum adalah cerminan jiwa yang bahagia.. dan membuat orang lain bahagia
Senyum dapat membebaskan diri kita dari perasaan terbelenggu derita
Ayo bebaskan senyummu.. dan raih bahagiamu.. :)




Foto ini aku ikutsertakan dalam Kontes SEGGER untuk Kategori Foto SEGGER WANITA
^_^


Monday, December 19, 2011

Wanita Terindah

Paras wajahnya ayu dan lembut, dibingkai oleh rambutnya yang panjang berombak dan berwarna hitam legam, sangat kontras dengan kulitnya yang berwarna kuning langsat. Dulu aku sempat merasa iri dengannya. Kulitku terlalu pucat dan rambutku yang berwarna kecoklatan seperti rambut jagung, tak seindah rambutnya. Waktu kecil aku berpikir, kenapa aku ini berbeda dengannya? Padahal aku ini anak kandungnya. Bahkan ada beberapa kerabat dan tetangga yang sengaja mengolok-olokku, dengan mengatakan aku ini “anak nemu”, karena fisikku berbeda dengan saudara dan orang tuaku. Ah lama-lama aku jadi terbiasa, apapun kata mereka, aku ini tetaplah anak ibuku, dan mendapat kasih sayang penuh darinya.

Ibuku  memang cantik dan menarik, perangainyapun lembut dan santun. Tak heran jika dulu ibuku disebut sebagai kembang desa di kampungnya. Para kumbang..  eh laki-laki.. datang untuk mendekati. Bukan hanya dari kampung ibuku saja, tapi juga datang dari daerah lain. Kecantikan dan kepopulerannya tak menjadikan ibuku menjadi gampang  memilih pasangan hidup. Satu per satu kumbang-kumbang itu tumbang dan patah hati. Banyak dari mereka adalah orang-orang berada, mapan dan terpandang. Namun justru ibuku memilih bapakku yang tidak memiliki apa-apa.

Bapakku hanyalah seorang abdi negara bergaji kecil, yang bermodalkan tekad yang tulus dan keberanian untuk berjuang. Tampak nyata bahwa ibuku bukanlah seorang wanita materialistis dan gila harta atau kedudukan. Ibuku memandang bapakku dari kepribadiannya, selain dari fisiknya yang gagah dan ganteng tentu saja.. hehe.. *memuji bapak sendiri*. Ibu dan bapakku akhirnya menikah tanpa proses pacaran. Bapakku saat itu datang menemui kakekku secara langsung untuk menyampaikan maksudnya. Sedangkan ibuku hanya keluar sekilas saat mengantarkan minuman saja. Proses ”ta’aruf” yang sangat singkat. Dan terbukti perkawinan mereka langgeng dan harmonis sampai sekarang, walau tanpa proses pacaran.

Kelebihan ibuku bukan hanya dari kecantikan fisiknya saja, tapi juga dari kepribadiannya yang luar biasa. Menjadi seorang istri prajurit seperti bapakku, bukanlah hal yang mudah. Tiap saat harus rela ditinggalkan bapakku untuk tugas negara. Ibuku harus berjuang membesarkan anak-anaknya, berbekal kiriman uang gaji dari bapakku yang sangat pas-pasan. Tapi semua dijalani dengan ikhlas dan tidak banyak menuntut. Untuk membantu keuangan rumah tangga, ibuku membuka jasa jahitan. Aku menyebutnya butik, dan ibuku sebagai pemilik sekaligus designernya. Sepertinya tak berlebihan sebutan itu, sebab ibuku bukan hanya menjahit saja, tapi juga sebagai konsultan masalah mode, sekaligus membuatkan design untuk para pelanggannya. Walaupun hanya kecil-kecilan, bagiku itu luar biasa. Dan para pelanggan puas dengan hasilnya. Alhamdulillah, bisa menambah uang jajan anak-anaknya. 


Keahlian lainnya adalah dalam hal mengolah makanan. Sewaktu aku kecil ibuku jarang sekali memasak makanan mewah dan mahal. Maklumlah keluarga kami keuangannya sangat pas-pasan. Tapi meskipun dari bahan-bahan sederhana, masakan ibuku rasanya sangat enak tak terkira. Dan ibuku selalu memperhatikan asupan gizi bagi kami, setidaknya menu 4 sehat selalu ada. Sedangkan untuk menjadi 5 sempurna, itu sangat jarang, karena susu harganya mahal. Paling-paling kalau saat aku ujian sekolah saja, ada bonus susu. Katanya “Kalau gizinya komplit, pasti berpikirnya juga lebih lancar” :).


Ibuku memang sangat memperhatikan pendidikan anak-anaknya. Ibuku sendiri tidak punya kesempatan untuk mengenyam pendidikan tinggi. Tidak seperti saudara-saudaranya yang semua laki-laki, dan sebagian besar berpendidikan tinggi. Sepertinya karena ibuku seorang perempuan, sehingga kakek dan nenekku berpikiran “Anak perempuan tak perlu sekolah tinggi-tinggi”.  Pengalaman itu yang membuat ibuku menganut paham “feminism”, yang memandang bahwa laki-laki dan perempuan punya hak yang sama dan kesempatan yang sama, terutama masalah pendidikan. Seringkali ibuku bilang padaku “Kamu ini perempuan, tapi jangan mau kalah dengan laki-laki. Kepandaianmu melebihi mereka, harus sekolah yang tinggi, dan punya cita-cita tinggi. Jangan sampai seperti ibu yang ga bisa sekolah tinggi. Kamu harus menjadi perempuan yang mandiri”


Begitulah, ibuku selalu mengobarkan semangat dalam diriku. Seperti pada saat aku mengikuti beberapa kompetisi atau saat menghadapi ujian masuk perguruan tinggi. Aku bilang “Bu, pesertanya banyak sekali, dan mereka pintar-pintar. Trus yang diambil hanya beberapa orang saja”. Ibu menjawab “Tak usah kamu pedulikan berapa banyak pesertanya, seperti apa mereka. Kalau Allah berkehendak, berapapun peserta yang lolos, namamu pasti ada di situ”. “Yang penting usaha, belajar dan jangan lupa berdoa dan sholat malam” sambung ibuku. 


Hingga kini, saat aku sudah berumah tangga, dengan segala persoalannya, ibuku tetap menjadi penyemangatku. Aku berharap aku bisa mewarisi kesabaran, ketabahan, dan kesetiaan ibuku. Menjadi istri sholehah bagi suamiku, dan ibu yang baik bagi anak-anakku. 


Ibuku kini tak muda lagi, kecantikan fisiknya telah pudar, berganti dengan keriput dan tumbuhnya uban.  Namun kecantikan jiwanya dan  keindahan kepribadiannya tetap terpancar. Ibuku, bagiku dialah wanita terindahku..

Monday, December 12, 2011

11 Fakta Tak Penting Tentangku

Tak disangka tak diduga, akhirnya aku kena virus ini juga. Aku menyebutnya homework-11. Beberapa kali berkunjung ke rumah blog teman-teman, dan sering melihat postingan 11 ini. “Ah iseng banget ya yang bikin PR kek gini” pikirku saat itu sambil senyum-senyum sendiri.  Eh tak tahunya aku jadi korban juga.. huhuu.. Hello my sweety Ida Yusnilawati.. Here is my post.. please don’t send me any homework again.. coz I’m not a good student.. hihihi..
Berhubung PRnya memintaku menyebutkan 11 fakta tentang diriku, maka inilah 11 fakta tak   penting tentangku yang perlu kalian tau.. :D


1.    Penyuka warna merah
Pokoknya kalau lihat yang merah-merah mataku langsung berbinar-binar. Apalagi kalau lihat uang merah (uang Rp 100.000) langsung deh senyumku merekah.. halah.. hihi.. Dulu waktu kecil aku senang sekali memakai aksesoris warna merah. Dari pita rambut, tas, sampe sepatu, semua warna merah menyala. Kalau sekarang sepertinya aku agak hati-hati pakai aksesoris merah, takut yang lihat pada sakit matanya.. silau ciiiin.. hehe.
2.    Suka sekali membaca
Segala macam bacaan, dari tabloid, majalah, novel sampai komik, semua aku suka. Bagiku membaca itu hiburan dan menambah pengetahuan. Bukankah dengan membaca berarti kita membuka jendela informasi dunia? :)
3.    Sering nyasar
Tentang nyasar ini sudah aku jelaskan dipostingan sebelumnya, silahkan dilihat-lihat lagi di sini yach.. :D
4.    Seorang traveler (wanna be)
Suka sekali traveling, tapi sampai sekarang belum banyak tempat yang aku kunjungi. Aku berharap aku bisa keliling Indonesia. Menikmati indahnya pesona negeri sendiri. Syukur-syukur bisa keliling dunia juga. Siapa yang mau jadi donaturku? Hihihi..
5.    Suka sekali tidur dan tak bisa begadang
Ya, sebut aku si tukang tidur. Dan jangan harap aku bisa begadang. Walaupun banyak tugas atau mau ujian aku tetap tak bisa begadang. Tapi kadang-kadang bisa juga sih, kalau lagi nonton drama Jepang atau Korea.. hehe..
6.    Penggemar dorama atau drama Jepang
Sudah puluhan judul dorama aku tonton, baik berupa VCD, DVD, maupun download dari internet.  Tentang dorama ini juga sudah aku bahas sekilas di postinganku sebelumnya. Boleh dibaca lagi di sini.
7.    Penggemar kaki ayam alias ceker
Kaki ayam yang sudah matang loh ya.  Wah jadi bayangin mie ayam ceker di depan kompleks rumahku. Tiap beli pasti minta tambah cekernya.. hehe..
8.    Suka nyanyi-nyanyi sendiri
Suaraku sih biasa aja, bahkan sering kacaunya. Hobiku menyanyi itu sempat tersalur dengan menjadi anak band waktu aku ABG. Klo jaman sekarang mungkin udah jadi Girlband kali ya.. haha..  Setelah aku insaf, aku salurkan dengan dengan gabung di tim nasyid kampusku kala itu. Sekarang sih cukup karokean aja di pojok ruangan kantor.. hehe
9.    Gampang masuk angin
Duh kaya’ nenek-nenek yah.. Pokoknya kena angin dikit.. masuk angin. Kedinginan dikit.. masuk angin. Kebanyakan kena AC.. masuk angin. Payah deh, makanya aku tiap hari pasti bawa minyak angin. Hadeh.. -__-
10.    Tidak tahan lapar
Paling tak bisa telat makan. Kalau sampai telat makan pasti efeknya kepala pusing, mata berkunang-kunang dan sakit mag kambuh. Makanya aku jadi sering ngemil, demi menjaga kelangsungan hidup perutku ini. Anehnya kalau lagi puasa, perut ini anteng-anteng aja :).
11.    Tak suka film horror Indonesia
Apa coba yang mau dinikmati dari film kaya’ gini? Paling-paling cuma bikin jantungan aja. Tak ada bagus-bagusnya, setannya aja jelek-jelek gitu.. *eh mana ada setan ganteng? Hehe..


Ah akhirnya selesai juga tentang diriku. Eh masih ada lagi pertanyaan yang harus aku jawab.. huhuu.. Tanpa banyak cerita lagi, inilah jawabanku.. Simak baik-baik ya..


1.    Impian adalah sesuatu yang indah yang ingin aku raih. Sesuatu yang membuat hidup penuh gairah, karena selalu ada passion untuk meraihnya.
2.    Tempat favoritku adalah kamarku. Tempatku bermimpi, alias tidur.. :D.
3.    Tujuanku ngeblog? Nah jawabannya ada di postinganku yang berjudul “Kenapa Nge-blog”. Lihat saja di sini yah :)
4.    Berapa umurku? Duh.. jangan tanya-tanya soal umur deh, bisa ketahuan aku sudah tuwir.. hihi. Yang pasti minggu depan aku ulang tahun, jadi siapkan kadonya ya :D.
5.    Hero adalah sebuah judul drama Jepang yang dibintangi oleh Takuya Kimura dan Takako Matsu. That’s my favorit j-drama. Di drama ini Takuya Kimura tampak seksi sekali *tersipu-sipu*.
6.    Aku membaca postingan ini dengan bosku. Hah serius? Iya bener.. suer.. Sebenarnya sih tak sengaja. Lagi asik baca, eh tau-tau si bos ada di belakangku. Intinya, si bos ngintip :(.
7.    Dari jawaban nomor  6, bisa disimpulkan bahwa aku baca postingan ini di kantor.
8.    Idolaku Takuya Kimura, seorang actor drama Jepang.  Alasannya, karena dia keren, ganteng dan seksi, aktingnya juga memukau, sampai membuatku terbawa emosi. Setiap melihat dia, rasa galauku jadi hilang *lebay* :D.
9.    Aku suka matematika. Nilaiku selalu bagus di mata pelajaran ini. Sejujurnya aku lebih suka pelajaran  matematika daripada pelajaran lain yang membutuhkan hafalan.
10.    Aku suka kucing, binatang yang manis dan lucu.
11.    Ida Yusnilawati.. you are cute, just like me when I was teenager.. hihihi..  You’re also creative. I like your blog, it’s so amusing with your cute content. Keep on blogging sista.. ;)


Akhirnya done!  Panjang juga postinganku hari ini. Ternyata tak mudah bercerita tentang diri sendiri. Tak mudah mengenali diri sendiri, apalagi mengenali orang lain.. hehe..  Sebenarnya aku ingin balas dendam, ikut menyebarkan homework ini ke teman lain. Tapi ternyata banyak yang sudah kena. Yah gagal deh ngerjain orang..


Thursday, December 08, 2011

Si Ratu Nyasar

Banyak yang berpendapat wanita susah membaca peta. Ada juga yang bilang wanita sering mengidap disorientasi arah alias bingung arah. Sepertinya pendapat itu benar. Dan di antara wanita-wanita yang mengidap disorientasi arah, mungkin aku termasuk yang paling parah. Bagiku peristiwa kesasar itu sudah menjadi bagian dari hidupku *bangga*. Kesasar kok bangga.. hehe... Tentu saja aku bangga, karena walaupun aku punya kelemahan tentang arah, tapi  tak menyurutkan keinginanku untuk traveling. Walaupun sering kesasar tapi aku tak pernah kapok untuk berkunjung ke tempat-tempat baru *wink*.

Kesasar karena belum pernah mengunjungi tempat yang akan kita tuju, itu biasa, wajar dan manusiawi.  Tapi kalau kesasar padahal sudah sering ke tempat itu, itu baru luar biasa alias keterlaluan. Dan itulah aku. Berkali-kali aku mengalami peristiwa itu. Seperti pada saat berkunjung ke rumah teman dekatku. Walaupun sudah sering ke rumahnya, tetap saja aku sering salah masuk rumah orang atau sering salah masuk gang. 

Pernah aku ke rumah temanku yang beragama non muslim, dengan percaya diri aku buka pagarnya dan bersiap mengetuk pintu rumahnya. Tiba-tiba aku tertegun dengan stiker yang ditempel di pintunya. Stiker itu berupa tulisan kaligrafi “Bismillahirohmanirrohim”. Aku berpikir “Kok ada tulisan ‘Bismillah’? sejak kapan dia jadi muslim?”. Dan tiba-tiba bagaikan ada kilat menyambar otakku, akupun terpaku sesaat sebelum aku menyadari bahwa aku salah masuk rumah orang. Huwaaa.. buru-buru aku kabur. 


Kesasar di parkiran,  ini juga sering sekali aku alami. Bukan hanya kesasar di parkiran mall yang memang sering membingungkan. Tapi kesasar di parkiran kantor yang luasnya hanya selapangan. Benar-benar keterlaluan. Yang makin memperparah adalah aku sering tidak ingat mobil yang aku tumpangi. Maklumlah, namanya juga hanya numpang. Aku hanya ingat warnanya saja, tak pernah tahu mereknya apa. Jadi waktu ku lihat ada mobil yang warnanya mirip, langsung deh aku dekati. Alhasil  teman-temanku harus meneriakiku karena aku nongkrongin mobil yang salah. “Hoi.. ngapain di situ.. mobilnya di sini!” teriak mereka padaku. Sungguh memalukan.


Masih ada lagi nih yang lebih keterlaluan.  Jangan pernah menanyakan arah padaku ya.. Karena itu sangat membuatku bingung. Beneran loh, ini bukan lebay. Misalnya ada yang bertanya padaku “Gedungnya di sebelah barat atau timur ya?”. Pasti otakku akan berpikir keras, sambil membayangkan gambar delapan arah mata angin. Kemudian dalam hati aku akan menyanyikan lagu TK “♫ Timur.. tenggara.. selatan.. barat daya.. barat.. barat laut.. utara.. timur laut ♫”, sambil tanganku menunjuk-nunjuk gambar khayalanku itu. Kebayang dong ya, si penanya pasti akan bĂȘte luar biasa menunggu jawabanku. 


Nah inilah yang paling parah. Kanan dan kiri, aku bingung. Parah kan? Anak umur 2 tahun aja tahu mana kanan mana kiri. Sedang aku masih sering salah menyebutkan arah kanan dan kiri. Gara-gara itu, aku jadi sering kena omel tukang ojek dan sopir taksi. Seperti pengalamanku naik taksi beberapa hari yang lalu. Sopir taksi bertanya padaku “Mbak, habis ini ke kanan atau ke kiri?”. “Ke kiri pak” jawabku dengan penuh keyakinan. Setelah beberapa saat kok taksinya malah berbelok ke arah sebaliknya. “Ah, gimana sih pak sopir ini, kok beloknya salah..” pikirku dengan sebal. “Pak, kok belok kesini? Kan saya bilang ke kiri” kataku sewot. “Lah, ini kan bener ke kiri” sahut sopir taksi. Aduh.. aku baru sadar, aku salah kasih instruksi. “Maaf Pak, maksud saya belok kanan tadi”. Sopir taksi “#@##@^&*!?”.


Dari ceritaku di atas, adakah yang bisa melebihi disoriented dibanding aku? Mmm.. I don’t think so *wink*.

Wednesday, November 30, 2011

Mengenal Candi Mendut Lebih Dekat

Kalau berkesempatan jalan-jalan ke Magelang, jangan hanya mengunjungi Candi Borobudur saja, tapi kunjungi juga candi yang satu ini, Candi Mendut. Candi ini merupakan tempat wisata favoritku bersama keluarga. Letaknya tidak jauh dari Candi Borobudur . Lokasinya strategis dan mudah dijangkau. Candi ini tidak sebesar dan semegah Candi Borobudur, namun tampak kokoh dan anggun. Tempatnya rindang,  nyaman, sejuk, tidak terlalu ramai pengunjung, dan  harga tiket masuknya jelas lebih murah dari pada Candi Borobudur. Kalau tidak salah tiket masuknya hanya Rp 3000 saja, sedangkan Candi Borobudur tiket masuknya Rp 30.000. 

Nah, asiknya di sini, kita tidak hanya menikmati bangunan candi saja, tapi ada banyak hal yang menarik selain candi. Di antaranya ada pohon beringin besar yang rindang, Buddist Monastery yang hening dan sakral, pusat  cinderamata dan pusat jajanan. Mari kita tengok satu per satu.


Candi Mendut

 Kalau dilihat sekilas, candi ini tidak seperti candi Budha pada umumnya, malah lebih mirip candi Hindu. Banyak yang salah mengira, mungkin karena bentuknya segi empat, dan atapnya yang tinggi, serta stupanya  yang tidak sebesar  stupa di Candi Borobudur.  Padahal candi Mendut ini candi Buddha banget loh.  Memang tidak ada stupa besar , tetapi ada tiga buah patung Budha raksasa di dalam candi itu. Ternyata di bawah atap candi yang tinggi itu ada sebuah bilik tempat ketiga patung Budha tersebut berada.
Saat memasuki bilik tersebut, kita akan disambut oleh aroma bunga bercampur aroma dupa yang cukup menyengat. Dan aroma itu membuat kepalaku pusing. Namun pemandangan di dalamnya membuatku takjub. Patung Budha raksasa itu anggun sekali, dengan semburat cahaya keemasan yang menerpa dinding-dinding biliknya. Suasana sacral sungguh terasa. Tapi aroma dupa itu membuatku tidak nyaman dan tak betah berlama-lama di sana. Ya sudah keluar saja :(.


Bagian luar candi juga tak kalah menarik, berupa relief-relief seperti candi pada umumnya, tapi aku tak mengerti maksudnya. Jadi yang bisa kulakukan di sini hanya berfoto-foto saja.. hehe


Pohon Beringin


 Ya, di sini ada sebuah pohon beringin yang sangat besar, sangat rindang, dan pastinya umurnya sudah sangat tua. Pohon ini mempunyai akar-akar yang besar, dan sulur-sulur yang banyak dan panjang hampir menyentuh tanah. Sulur-sulurnya seperti yang digunakan Tarzan untuk bergelantungan :D.  Setelah lelah mengelilingi candi, bersantai di bawah pohon ini merupakan pilihan yang tepat. Teduh dan sejuk, sungguh nyaman. Dijamin kerasan deh.. hehe.. Dan bagiku pohon ini merupakan spot berfoto yang menarik di kawasan ini. Lihat saja foto-fotoku ini, setting yang menarik bukan? :D

Buddhist Monastery


Rugi kalau tak menengok tempat ini. Tempat ini sangat menarik. Walaupun tempat ini merupakan tempat ibadah, tapi terbuka untuk umum dan tentu saja gratis. Jadi jangan sungkan-sungkan ya, asal tetap sopan dan tidak boleh berisik. 


Memasuki gerbang, kita akan disambut dengan deretan stupa, dan kolam. Di dalam kolam ada beberapa bunga teratai yang mekar indah. Di sebelah kiri pintu masuk ada sebuah patung Budha berukuran besar dengan pose tidur bersandar. Semakin kedalam suasana hening dan sacral semakin terasa. Banyak patung-patung dan bangunan-bangunan yang unik, dengan ciri khas dari berbagai negara seperti Thailand dan Jepang. Oke juga loh buat foto-foto :D.


Buddhist Monastery ini setiap malam mengadakan ritual meditasi. Bagi yang berminat boleh kok mengikuti. Karena ritual ini tidak hanya untuk yang beragama Budha saja, tapi siapapun boleh ikut.


Pusat souvenir


 Ayo-ayo dipilih-pilih souvenirnya buat kenang-kenangan.. hehe. Seperti di kawasan wisata pada umumnya, tempat ini juga banyak penjual souvenir. Souvenir yang dijual di sini mirip dengan yang dijual di Candi Borobudur, seperti kaos, tas, batik, miniature candi, gantungan kunci, dan pernak pernik lainnya. Tapi ada satu yang beda, yang tidak dijual di tempat lain, yaitu souvenir dari pohon Bodhi dan bibit pohon Bodhi. Tau dong pohon Bodhi, pohon yang dipakai oleh Sang Buddha Gautama untuk bertapa. Aku baru tahu, ternyata pohon Bodhi itu benar-benar ada.

Pusat Jajanan

 
Jangan dibayangkan seperti pusat jajanan di mall-mall ya. Yang aku maksud dengan pusat jajanan di sini adalah kumpulan beberapa penjual makanan dengan gerobaknya. Tidak terlalu banyak namun jenisnya cukup beragam, ada penjual es buah, es campur, es kelapa muda asli, bakso, kupat tahu, mie ayam, bakmi jawa, hingga wedang ronde. Lumayanlah buat pengganjal perut. Harganya murah, tapi rasanya biasa saja. Yah lumayan.. selamat menikmati :).

Monday, November 28, 2011

That’s What Friends Are For

When I was sad and angry..
You said “Don’t be emotional.. so you can think clearly and wisely”

When I felt so down and depressed.. I said “How poor I am..”
You said “Don’t even think and say like that.. because words have a powerful effect to our life..
Just think and say the positive one.. ‘How lucky I am’..
And luck will follow you”

When I needed someone to talk to.. but I could trust nobody..
You said “Just share it to me.. at least you can release the burden”

When I told you my secret.. I said “I wonder why I can tell you about this”
You said “That’s what friends are for..”

Thank you for being my friend
^__^



Monday, November 21, 2011

Jepang vs Korea

Ah leganya masa ujian telah usai. Kini saatnya sedikit melepaskan ketegangan otot-otot otakku. Biasanya merencanakan traveling alias jalan-jalan adalah cara yang paling manjur. Tapi berhubung kondisi finansial maupun non finansial tidak memungkinkan untuk traveling, maka kuputuskan untuk menghibur diri di sini saja, sambil mengerjakan tumpukan ‘PR’. Dan inilah ‘PR’ ku yang lama tertunda.. 10 judul DVD serial drama Jepang, 2 judul DVD movie Jepang dan 3 judul DVD serial drama Korea. Banyak sekali ya, dan semuanya menunggu untuk ditonton.. hehe..

Aku memang menyukai drama Jepang dan Korea. Tapi kalau dihitung-hitung koleksi DVD drama Jepang yang kupunya lebih banyak dibanding DVD drama Korea. Itu karena ada beberapa hal yang membuatku merasa lebih cocok dengan drama Jepang dibanding drama Korea. 


Pertama, karena serial drama Jepang mempunyai durasi lebih singkat yaitu sekitar 10-11 episode saja. Ini cocok sekali denganku yang punya banyak aktivitas, jadi tidak banyak menyita waktu. Sedangkan serial drama Korea durasinya panjang, sampai 24 episode. Dan tiap episodenya membuat penasaran, hingga penontonnya tak bisa berhenti menonton sebelum ceritanya habis. Wuih bisa-bisa lupa sama kerjaan lain.. hehe..

  
Kedua, serial drama Jepang mempunyai tema cerita lebih luas, tidak hanya soal percintaan saja. Walaupun sebutannya drama, tapi gender ceritanya bukan hanya drama, adapula action, misteri, komedi, family, bahkan fantasi, semua ada. Jepang memang kreatif dalam membuat tema cerita menjadi sebuah tontonan yang tidak membosankan. Sedangkan drama Korea, sebagian besar bertema percintaan, dan romantisnya parah. Kenapa kubilang parah? Karena buat seseorang yang jauh dari sifat romantis sepertiku ini, adegan percintaan ala Korea itu berlebihan, hanya membuat mupeng saja ..hihi.

Ketiga, aktor dan aktris drama Jepang itu lebih membumi, alias seperti orang kebanyakan, tidak terlalu ganteng dan tidak terlalu cantik, tapi berkarakter. Dan karena karakternya yang kuat itu, maka munculah kesan mempesona. Jadi singkatnya, ada inner beauty dalam diri pemainnya. Pokoknya ‘very me’ deh.. hihihi. Nah, kalau drama Korea, sudah jelas  pemainnya ganteng dan cantiknya keterlaluan. Coba deh lihat Park Min Young, berwajah cantik, kulit putih bersih, bodi langsing dan seksi, plus rambut lurus panjangnya, rasanya jadi pengen njambak-jambak rambutnya gara-gara iri.. hahaha..lebay deh. Apalagi style baju mereka yang catchy sekali, aku sempat shock waktu lihat Lee Min Ho pakai celana panjang ketat warna pink! Tapi dasarnya memang cakep jadi pakai apasaja tetap mempesona. Coba deh bayangkan kalau yang pakai celana panjang ketat warna pink itu Rafi Ahmad.. huwaa.. amit-amit deh.. hihihi.


Nah itulah beberapa hal yang membuatku lebih cocok menikmati drama Jepang, apalagi kalau aktornya Takuya Kimura :D. 


Tapi menurutku ada juga kelebihan drama Korea dibanding drama Jepang, salah satunya adalah soundtracknya. Aku selalu menyukai OST dari drama Korea, lagu-lagunya selalu bagus dan pas dengan tiap adegan. Dan suara penyanyi Korea terdengar lebih merdu dan empuk di telingaku dibanding dengan suara penyanyi Jepang. Dan satu lagi, setting drama Korea selalu menyajikan pemandangan yang mengagumkan.  Rumah-rumahnya pun indah dan tertata rapi, bahkan untuk rumah yang paling sederhana sekalipun.


Jadi kalian suka yang mana? Jepang atau Korea? Atau mungkin malah lebih suka sinetron Indonesia? Hehehe.. ^_^

Monday, November 14, 2011

Suatu Pagi di Candi Borobudur

Menikmati segar dan sejuknya udara pagi di Magelang, sambil memandang Candi Borobudur yang megah, sungguh suatu momen yang tak terlupakan. Sinar mentari pagi yang menerpa reliefnya, menambah kesan eksotis pada candi yang elok itu. 
Pagi itu, pukul 06.30 pagi, aku dan suamiku sudah berada di kawasan Candi Borobudur. Maklumlah, kampungku berada tak jauh dari candi itu, kira-kira hanya memakan waktu 15 menit perjalanan saja. Jadi bukan masalah bagi kami untuk mengunjungi candi itu kapan saja. Memiliki kampung halaman yang dekat dengan Candi Borobudur, tidak membuatku menjadi sering mengunjungi candi itu. Justru bisa dibilang aku ini sangat jarang datang ke tempat itu. Selama hidupku ini seingatku baru 3 kali aku kesana. Ironis ya, sementara banyak orang dari berbagai daerah baik local maupun internasional berbondong-bondong ingin melihat kemegahan candi itu, justru aku yang tinggal di sekitarnya malah jarang  mengunjungi.

 Sejujurnya aku memang agak malas ke Candi Borobudur, bukan karena aku tidak menyukainya, bukan pula karena aku tak menghargai peninggalan nenek moyang kita, tapi karena aku tak tahan panasnya :D. Magelang memang berhawa sejuk, namun sinar matahari yang langsung menerpa kulit kita tetaplah menyengat panasnya. Membayangkan menaiki berpuluh-puluh anak tangga dengan matahari di atas kepala kita, ah rasanya sudah malas saja.. hihi.. dasar pemalas! 

Tapi kunjungan kami ke Candi Borobudur pagi itu sungguh berbeda. Ternyata sangat menyenangkan jalan-jalan di sekitar candi di pagi hari. Tak ada sinar matahari yang menyengat, berganti dengan kehangatan matahari pagi yang berpadu dengan sejuknya hawa Magelang. Ah nyaman sekali!. Akupun dengan semangat menaiki berpuluh-puluh anak tangga di candi itu, sambil menikmati pemandangan desa di sekitar candi dari atas. Sungguh indah. 

Selain itu, yang membuatku tambah nyaman adalah pengunjungnya di pagi hari tidak ramai seperti di siang hari. Saat itu hanya ada beberapa turis asing dari Eropa dan Jepang yang datang berkunjung. Dan aku bisa leluasa berfoto-foto dengan berbagai pose, tanpa terganggu oleh pengunjung yang lalu lalang.. hehe..



Untuk yang gemar belanja cinderamata, mengunjungi  Candi Borobudur di pagi hari juga menguntungkan. Kita bisa membeli cinderamata dengan harga lebih murah. Istilahnya harga penglaris :D. Seperti gantungan kunci berbentuk candi yang kubeli, biasanya dijual dengan harga Rp 2000 per buah, tapi saat itu bisa kudapat dengan harga Rp 1000 saja per buah.

Nah, bagi teman-teman yang ingin mengunjungi Candi Borobudur, aku sarankan berkunjung di pagi hari saja. Atau kalau punya uang lebih bisa juga mencoba Borobudur Sunrise Tour yang diadakan oleh sebuah hotel di kawasan candi tersebut. Dan dijamin harganya muahal.. hehehe..

Thursday, November 03, 2011

The Sweetest Love for You

Cantik sekali ya foto di samping.. cute.. dan sepertinya enak sekali.. hihi.. Percaya atau tidak.. itu hasil karyaku loh.. Awalnya aku posting foto ini di facebook, dan menuai banyak komentar yang menanyakan resep serta cara membuatnya. Nah untuk memenuhi rasa penasaran para penggemar *sok artis*, maka aku coba tuliskan resepnya di sini. Aku tidak pandai memasak, jadi dijamin resep puding ini sangat mudah, siapapun bisa membuatnya. Hanya perlu sedikit kesabaran dan sedikit imajinasi untuk berkreasi :).  Ok.. dengan bangga kupersembahkan resep puding “The sweetest love pudding”. Lets begin..

Bahan-bahannya: 
Untuk lapisan merah dan bentuk hati:
-    1 agarasa rasa strawberi
-    Gula pasir 1 gelas
-    Air matang 4,5 gelas
Untuk lapisan putih:
-    1 agarasa tanpa rasa (plain)
-    Susu kental manis putih 2,5 sachet
-    Gula pasir ½ gelas
-    Air matang 4,5 gelas


Peralatannya:
-    Cetakan puding berupa cup kecil bening 12-14 buah
-    Cetakan es berbentuk hati dari bahan yang lentur, bukan yang kaku, biar mudah melepas puding dari cetakan (seperti gambar di samping)


Caranya:

1.    Untuk lapisan merah: campur semua bahan dan masak hingga mendidih. Angkat dan matikan api. Isikan sebagian adonan ke cup puding, kira-kira 1/5 dari tinggi cup, sebagai lapisan pertama. Tunggu hingga agak mengeras.
Untuk bentuk hati: tuang adonan merah ke cetakan bentuk hati, tunggu hingga mengeras, setelah mengeras, lepaskan puding dari cetakan.
2.    Untuk lapisan kedua/ lapisan putih: masak semua campuran bahan dan aduk-aduk hingga mendidih, matikan api. Tuangkan sebagian adonan tersebut di atas lapisan merah pertama. Tunggu hingga agak mengeras.
3.    Tuang kembali sisa adonan lapisan merah diatas lapisan putih. Tunggu sampai agak mengeras.
4.    Ambil puding merah dari cetakan hati, dan letakkan di atas lapisan merah kedua, tata pas ditengah-tengah.
5.    Tuang lagi sisa adonan lapisan putih di atas lapisan merah, di sela-sela bentuk hati.


Nah selesai.. tinggal tunggu pudingnya mengeras.. This is it... “The sweetest love pudding” by covalimawati  ^_^
Manis bukan? Cocok sekali dipersembahkan untuk orang-orang tercinta.. Dan katakan cinta dengan pudding.. hihi..

Thursday, October 27, 2011

My New Best Friend

Sebagai pecinta traveling, pasti aku punya teman setia yang selalu menemani kemanapun aku pergi. Dia adalah sebuah kamera.  Bisa dibayangkan traveling tanpa kamera, pasti bakalan mati gaya... hehe.. Tapi bagiku kamera bukan sekedar alat untuk bernarsis ria. Kamera sangat membantuku untuk merekam tiap momen perjalanan dengan lebih detil, yang kadang tidak tertangkap oleh mataku. 

by Sony Ericson Xperia X-8
Aku mendapatkan kamera pertamaku saat aku umurku 14 tahun. Kamera Fuji (lupa serinya), kamera yang masih menggunakan negative film, waktu itu belum ada kamera digital. Kamera Fujiku merupakan kamera yang paling gaul di jamannya, kameranya kawula muda..hehe. Kamera itu pula yang menemani traveling pertamaku,  hiking dan kemping di Gedong Songo, Ambarawa. Kurang lebih 7 tahun aku memakai kamera itu, hingga akhirnya beralih ke kamera digital.

Kamera Kodak (lupa serinya), sempat ku pakai beberapa tahun, kemudian beralih ke kamera Kodak seri lain yang spesifikasinya lebih baik. Saat awal-awal pemakaian memang hasilnya memuaskan, tapi makin hari performanya makin berkurang. Akhirnya aku hanya mengandalkan kamera di hp saja. Walaupun hanya memakai hp, tapi hasil jepretan Sony Ericson Xperia X8 ku ini tak kalah dengan jepretan kamera digital. Namun sebagus apapun hasilnya, kamera di sebuah hp tentu sangat terbatas dari segi kapasitas maupun fiturnya. Maka akhirnya aku memutuskan mencari kamera baru yang benar-benar sesuai dengan seleraku.



Dan setelah masa pencarian yang tidak terlalu lama, akhirnya kuputuskan untuk memilihnya. This is it.. My new best friend.. Nikon Coolpix L120. Dari pandangan pertama aku langsung suka kamera ini. Lekuk bodinya seksi, dan warna merahnya menggoda hati :D. Bentuknya tidak semungil kamera digital saku, tapi tidak sebesar kamera SLR. Awalnya aku sempat ragu dengan kepraktisannya, karena ukurannya yang lebih besar dari pocket camera, tak memungkinkan kamera ini untuk dikantongi. Satu-satunya cara paling praktis adalah dengan mengkalungkan kamera ini di leher. Dan.. surprise! Ternyata aku cocok sekali dengan kamera ini, jadi kelihatan lebih gaya.. hihi.. Coba deh lihat poseku dengan kamera ini. Keren kan.. hehe..

by Nikon Coolpix L120
Bukan itu saja, yang membuatku makin suka adalah hasil jepretannya yang keren. Kamera ini dilengkapi beberapa mode shot, jadi kita tinggal menyesuaikan dengan kondisi obyek untuk hasil yang maksimal. Seperti mode sunset, close up, portrait, landscape, beach, pet, party, night landscape, food, dll. Jadi kita tinggal memilih modenya tanpa harus ribet membuat settingan lagi seperti di kamera SLR. Maklumlah, aku awam di dunia fotografi, jadi maunya yang praktis-praktis saja. Dan yang membuatku kagum adalah kemampuan optical zoomnya sampai dengan 21X! Jadi bisa ngintip yang bening-bening dari jauh.. tanpa ketahuan.. hihihi.. Dengan kamera ini, aku jadi makin suka memotret. Hampir tiap hari aku bawa kamera ini, bahkan hanya sekedar makan siangpun aku sempatkan untuk foto-foto.. hehe.. Dan kali ini aku yang jadi fotografernya, bukan lagi jadi modelnya.. Say cheese.. ^_^

without zoom
with zoom



Friday, October 14, 2011

Pesona Kota Tua Jakarta (2)

Museum Fatahillah

 Dari luar gedung ini memang sangat megah dan indah. Dan begitu masuk ke dalam museum ini, aura eksotisme dan misterius terasa menyelimuti. Apalagi ada lukisan yang menggambarkan beberapa orang tawanan yang kepalanya ditutup dengan kain, dan lehernya diikat dengan tali. Sepertinya itu proses hukuman mati bagi para tawanan pribumi di jaman penjajahan dulu. Aku merinding membayangkan prosesnya. Seram sekali. Ruangan-ruangan lainnya juga menarik, apalagi untuk orang-orang yang tertarik di bidang sejarah, pasti betah berada di sini.
Saat mengamat-amati ruangan di museum ini, tiba-tiba pandanganku tertuju pada rombongan turis bule, yang ditemani oleh seorang guide. Si bapak guide bertampang tidak meyakinkan, berbadan kecil dan berwajah pribumi asli, alias ndeso. Tapi begitu dia ngomong bahasa Inggris, ckck.. fasih sekali. Dan para bule itupun dengan manut mendengarkan celotehannya. Ah, jadi penasaran apasih yang dibicarakan. Akhirnya aku mengikuti rombongan itu, sambil menguping pembicaraan mereka. 


Sampailah rombongan bule itu di bagian bawah museum ini. Ternyata itu sebuah penjara. Di sana ada 5 unit penjara. Tapi menurutku sungguh tidak layak disebut penjara. Ruangan itu hanya seperti gorong-gorong selokan, berdinding beton dan berjeruji besi, dengan tinggi sekitar 1,5 meter, dan lebar 3 meter. Dan makin ke dalam, tinggi ruangannya makin berkurang. Sempit sekali, baik dari segi lebar, panjang maupun tingginya. Di dalamnya aku melihat ada bola-bola besi sebesar bola voli, pasti bola-bola besi itu dulunya dikaitkan ke rantai yang mengikat para tawanan. Menurut keterangan bapak guide, 1 penjara itu ditempati tidak kurang dari 20 orang tawanan, bahkan bisa sampai 80 orang tawanan. Ih sadis sekali! Bayangkan, puluhan manusia dijejalkan di ruangan pengap seperti itu, hanya untuk menunggu hukuman mati.


Herannya bule-bule itu kok mau ya masuk ke dalam penjara itu, walau mereka harus bersusah payah membungkukkan badan. Sedangkan aku malah merinding disko begini, boro-boro mau masuk ke dalam, dari luar saja aku merasa seperti mencium bau darah, bau penderitaan. Tak tahan rasanya membayangkan nasib para tawanan itu. 


Akhirnya aku memisahkan diri menuju halaman belakang bangunan ini. Sambil memandangi meriam yang sedang dikerubuti orang-orang narsis, pikiranku masih melayang ke penjara dan bule-bule yang masih ada disana. Aku heran kok warga negara asing bisa tertarik dengan sejarah bangsa lain. Kalau aku bukannya tidak tertarik dengan sejarah negeri sendiri, tapi aku merasa miris dengan fakta-fakta yang ada. Menghadapi kenyataan bahwa bangsaku pernah diperlakukan lebih rendah dari binatang oleh para penjajah, sungguh membuat batinku pedih. 


Nah, bule-bule itu sudah keluar, dan langsung mengerumuni sebuah patung. Patung itu adalah patung Dewa Hermes, sebuah patung telanjang laki-laki yang mempunyai sayap di kaki dan kepalanya, tangannya memegang tongkat bersayap yang dililit 2 ekor ular, mirip lambang apotek. Si bapak guide menjelaskan asal usul patung itu, tapi aku tak begitu mengerti. Maklumlah, kemampuan bahasa Inggrisku tidak memadai untuk mencerna penjelasannya :D.


Museum Wayang


Kami sempat mampir sejenak di Museum Wayang. Bangunannya sepertinya lebih baru dibanding gedung-gedung yang lain. Sesuai namanya, Museum Wayang ini menyimpan semua koleksi wayang dari seluruh wilayah nusantara, bahkan ada pula wayang-wayang dari berbagai negara di dunia. Semua jenis wayang ada di sini, dipajang, dan dilengkapi dengan paparan informasi tentang masing-masing jenis dan tokoh wayang. Tapi sayang wayang-wayang ini tidak boleh difoto menggunakan lampu flash, katanya sinarnya dapat merusak wayang yang umurnya sudah sangat tua dan rentan. Jadi harap maklum, aku tidak mempunyai satupun foto di tempat ini. Kalau dipaksakan memotret tanpa lampu flash hasilnya pasti gelap, karena penerangan di sini terbatas.

Pelabuhan Sunda Kelapa


 Tak lengkap rasanya kalau kita tidak mampir ke Pelabuhan Sunda Kelapa. Dari alun-alun Kota Tua kami naik ojek sebentar ke pelabuhan itu. Tepat tengah hari kami sampai di sana, saat matahari sedang terik-teriknya. Wuiih.. panas sekali dan berdebu. Tapi pemandangannya keren sekali. Kapal-kapal besar menjulang, tampak berpadu serasi dengan birunya air laut dan langit yang berawan putih. Pantas sekali banyak fotografer profesional yang mengabadikan gambar di sini. 

Pelabuhan Sunda Kelapa ini merupakan pelabuhan untuk bongkar muat barang. Tampak beberapa pekerja yang berbadan kekar dan berkulit legam sedang sibuk naik turun kapal sambil memanggul barang. Banyak pula truk-truk pengangkut barang yang lalu lalang. Cukup ramai juga pelabuhan ini. Tapi aku tak tahan berlama-lama, takut gosong.. hehe..


Jembatan Kota Intan


Dari Pelabuhan Sunda Kelapa, kami mampir dulu ke Jembatan Kota Intan. Jembatan unik ini cocok sekali buat foto-foto. Yuk mari pose dulu.. ;)

Tuesday, October 11, 2011

Pesona Kota Tua Jakarta (1)

Kalau bicara tentang Jakarta, pasti yang terlintas dibenak kita adalah kemacetan, panas dan polusi. Bahkan aku pernah menemui beberapa orang turis asing yang mengatakan bahwa Jakarta itu kota yang tidak nyaman, terlalu padat penduduk dan kemacetannya parah. Waduh kemacetan Jakarta ternyata terkenal sampai ke manca negara. Sayang sekali ya.. padahal Jakarta memiliki banyak tempat menarik yang patut dikunjungi oleh wisatawan, baik manca negara maupun domestik. Salah satunya adalah Kota Tua. Bagi para pencinta fotografi, Kota Tua bukanlah tempat yang asing lagi. Tempat dengan nuansa Kota Jakarta tempo dulu ini, memiliki banyak spot-spot menarik untuk diabadikan. Jadi jangan heran kalau di tempat ini banyak kita temui para fotografer profesional yang sedang hunting foto atau melakukan sesi pemotretan, seperti foto pre wedding. Selain fotografer profesional, banyak juga fotografer amatiran yang hanya bermodalkan kamera saku dan hp, sekedar untuk memuaskan hasrat narsis dalam diri. Berhubung aku ini penganut paham narsisme, maka pastilah tempat ini takkan kulewatkan..hehe.. Berdua saja dengan suamiku, akhirnya kami memutuskan untuk menjelajah Kota Tua ini. Yuk ikuti perjalananku menyibak misteri Kota Tua! 

Museum Bank Mandiri

 
Ruang remang-remang
Tempat yang pertama kali kukunjungi adalah Museum Bank Mandiri. Saat masuk ke museum ini, aku disambut oleh pemandangan suasana bank tempo dulu, dengan ruangan luas dan langit-langit tinggi. Ruangan ini disokong oleh banyak pilar, yang semakin menambah kesan kokoh pada bangunan tersebut. Di bagian depan terdapat meja yang terbuat dari batu granit, meja ini memanjang di sepanjang ruangan, semacam meja teller yang membatasi antara nasabah bank dengan pegawai bank. Di langit-langitnya tergantung lampu-lampu gantung bulat yang memancarkan cahaya warna orange, yang memberikan kesan temaram dan eksotis. Sungguh sebuah seni arsitektur yang indah.
Tapi entah kenapa setiap berada di ruangan yang luas dan berlangit-langit tinggi seperti ini, aku merasa menjadi sosok yang kecil, dan ruangan ini seolah mengintimidasiku. Apalagi cahayanya remang-remang begini. Sepertinya patung-patung di museum ini mengawasiku. Kalau berada di tempat ini sendirian pasti serem juga. Duh.. kok jadi cerita horor begini -__-.



Noni Belanda berwajah asia
Ngecek simpenan
Selain menyimpan dokumen surat-surat berharga dan peralatan perbankan, museum ini memang memiliki banyak patung. Patung-patung ini sengaja dibuat untuk memvisualisasikan transaksi perbankan tempo dulu. Beberapa tokoh seperti petugas sekuriti, petugas bank, dan nasabah bank, ada patungnya di sini. Dan mereka ini sangat kooperatif untuk diajak berfoto.. hihi..










kerja yang bagus ya pak...
 
 Jalanan dan alun-alun Kota tua
 
sepeda di mana-mana...
Wuiih.. panas sekali! Makanya kalau mau jalan-jalan ke sini jangan lupa pakai sunblock dan bawa payung, kecuali kalau kamu memang ingin membuat kulit lebih eksotis, alias gosong *ngomong sama diri sendiri*. Tapi panasnya matahari tak menyurutkan langkahku untuk terus menjelajah.
Berjalan kaki di antara bangunan tua nan megah, seolah membawaku ke nuansa yang berbeda. Aku bisa merasakan kemegahan Kota Jakarta tempo dulu, dengan segala pesonanya. Tentu saja bangunan-
bangunan tua tersebut kini sudah berubah fungsi, beberapa masih dikelola sebagai tempat usaha, seperti toko, rumah makan bahkan studio foto. Namun banyak juga yang sudah tidak berpenghuni. Di pinggir bangunan tersebut banyak penjual makanan, tak ubahnya penjual makanan di Blok M, seperti penjual minuman, buah potong, batagor dan cireng. Pedagang-pedagang tersebut menurutku sedikit mengurangi pesona bangunan itu. Tapi kalau tak ada pedagang-pedagang itu pasti mulutku jadi kering sekali, tak bisa ngemil.. hehe. Masa’ mau ngemil harus ke restoran, boros bo’:D.
motor pinjeman

Kami sempat mencoba studio foto terbuka di jalanan itu. Murah kok, Rp 10.000 saja per foto disertai dengan CD. Enaknya foto di situ, sang fotografernya tidak pelit memotret, dia memotret kita dengan banyak pose, dan kita bisa memilih foto mana yang kita sukai. Dan di situ disediakan banyak properti yang menguatkan kesan tempo dulu, seperti mobil, motor dan sepeda jadul. Pas sekali dipadukan dengan background bangunan tua. Menarik bukan?

nongkrong dulu
numpang lewat
Panasnya Kota Tua ternyata cukup menguras energiku. Sementara suami asyik hunting foto, aku istirahat dulu ah, nongkrong di alun-alun Kota Tua sambil makan cireng.. priceless.. :D. Alun-alun ini dikelilingi gedung-gedung keren, seperti Museum Fatahillah, Museum Wayang, Museum Seni Rupa, dll. Di pinggirnya banyak penyewaan sepeda yang laris manis. Pengunjung Kota Tua ternyata banyak juga, bahkan banyak pula wisatawan manca negara. Sekedar duduk sambil mengamati tingkah polah para pengunjung, sudah cukup menghiburku. Apalagi disuguhi pose-pose narsis orang-orang yang heboh berfoto ria. Pokoknya tempat itu adalah tempat parade orang narsis.. hehe.

Bersambung.... *_^





Monday, October 03, 2011

Kenapa Nge-blog?

“Kamu bikin blog?”
“Wah aku nggak tau kamu punya blog”
“Bikin blog? Kaya’ kurang kerjaan aja”
“Hahaha.. narsis”
“Hari gini masih jaman ya ngeblog?”


Itulah komentar teman-temanku waktu aku mengabarkan blog baruku. Dari nadanya sepertinya mereka meragukan kemampuanku.. hihihi.. Aku maklum kok, aku tidak bertampang bisa menulis. Apalagi untuk urusan perinternetan dan design grafis.. wiih gaptek! Aku sendiri juga ragu dengan kemampuanku, apalagi orang lain. Lalu kenapa aku tiba-tiba tertarik membuat blog? Berikut ini alasannya:

1.    For my self healing
Semua bermula dari kegalauanku, rasanya jiwa dan pikiranku ini dipenuhi hal-hal yang membuat aura positifku meredup. Kecewa, sakit hati, sedih dan putus asa. Ingin rasanya melupakan semua itu. Dan dengan mengingat hal-hal yang menyenangkan adalah salah satu cara mengobatinya. Maka mulailah ku tulis hal-hal yang membuatku senang. Saat menuangkannya dalam tulisan, otomatis pikiranku focus di tulisan tersebut, dan otomatis pula hal-hal yang membuatku galau terlupakan. Dan saat aku membaca kembali tulisanku, aku menyadari.. “Hey, ternyata aku mengalami banyak masa-masa menyenangkan.. Jadi kenapa mesti galau saat Allah memberiku sedikit kesusahan..?”

2.    To arrange my mind
Aku ingin tulisanku, pemikiranku, pengalamanku, tertata dan tersimpan rapi, sehingga aku tidak perlu repot-repot mencari file-nya saat aku ingin membacanya. Nah jawabannya ada di blog. Aku menjadikan blogku ini semacam diary. Berhubung sekarang zamannya internet, maka diary juga lewat internet dong, masa’ pakai buku agenda yang ada gemboknya.. hihihi..

3.    To build self confident
Awalnya aku hanya memberitahukan blog ku ini ke orang-orang terdekatku saja. Maklum masih tidak percaya diri, malu karena blogku masih acak-acakan. Tapi saat mereka mengapresiasi blogku ini, perlahan rasa percaya diriku mulai muncul. Wah ternyata aku bisa! Semua komentar mereka, baik yang memuji maupun mengkritik, makin meningkatkan percaya diriku dan semangatku untuk terus berkarya.. cie.. :D. Makasih temans..

4.    To share with others
Bahagia rasanya kalau ada teman yang menyukai blogku. Apalagi bisa membuat mereka terhibur, rasanya aku ikut terhibur pula. Maka aku berusaha untuk menuliskan hal-hal yang baik di blogku ini. Walaupun kadang ada versi curhat juga, tapi bukan untuk diratapi, cuma buat sharing saja. Aku tahu banyak teman-temanku yang mengalami hal-hal yang tidak menyenangkan. Dengan kutuliskan sedikit pengalaman burukku, aku berharap mereka menyadari bahwa mereka tidak sendiri :).

So buat teman yang masih ragu ingin memulai ngeblog karena tidak berbakat menulis atau gaptek seperti aku ini, ayolah mulai saja.. “learning by doing” itu lebih efektif teman.. Kamu bisa! Kalau aku memang lemot di bidang beginian, jadi maklum saja ya kalau blogku tampilannya begini-begini saja :).

Thursday, September 29, 2011

The True Love Story *_^ (Part 2)

4 tahun kujalani hari-hari bersamanya. Macam-macam rasa sudah kualami, suka, duka, kangen, sedih, cemburu bahkan frustasi. Semua rasa yang kadang melelahkan namun mendewasakanku. Hari-hari kujalani bak rollercoaster. Kadang dia membuaiku setinggi langit, tapi tiba-tiba pula dia seolah menghempaskanku begitu saja.. 4 tahun bukan masa yang mudah bagiku. Menjalani hubungan tanpa kepastian, sering membuatku meragu, akankah hubungan kami ini akan berakhir ke pelaminan? apakah benar dia jodohku? Tapi entah kenapa dia selalu bisa membawaku kembali. Dia selalu bisa meyakinkanku bahwa hanya dia yang bisa membahagiakanku. 

Lama menjalin hubungan, kami ingin mengakhiri semuanya dengan pernikahan. Namun restu orang tua tak mudah kami dapatkan. Memang kami masih sangat muda, mungkin orang tua kami tidak yakin dengan keseriusan kami dan masa depan kami nantinya. Orang tua Mas Andi menganggap anaknya belum cukup mampu untuk berumah tangga. Sedangkan orang tuaku mengharapkan aku mendapatkan calon suami yang lebih baik dari Mas Andi. Sempat pula aku disodori beberapa cowok-cowok pilihan, tapi tak ada yang pas di hati. Ya sudahlah, tak ada gunanya menentang orang tua, mereka pasti mengharapkan yang terbaik bagi anak-anaknya. Kami jalani semua semampu kami. Kalau memang jodoh pasti Allah memberi jalan terbaik.

9 tahun yang lalu..

Akhirnya restu orang tua kami dapatkan. Melihat kami masih menjalin hubungan, sepertinya orang tua kami menyadari keseriusan kami. Bulan Agustus 2002 keluarga Mas Andi melamarku. Dan tanggal 29 Sepetember 2002, bertepatan dengan hari ulang tahun ibuku, akhirnya aku resmi menjadi Ny. Andi :D. Dan dimulailah babak baru dalam hidupku..

Menjalani hidup berumah tangga memang tidak seindah dan semudah yang aku bayangkan. Tapi aku selalu berusaha menerima pasanganku apa adanya. Manusia tak ada yang sempurna. Begitu juga dengan kami. Terkadang dia membuatku kecewa dan sakit hati. Dan aku pun pernah menggoreskan luka di hatinya. Namun keikhlasan dan kebesaran hati untuk saling memaafkan yang merekatkan kami kembali. 
Kehidupan rumah tangga kami makin lengkap dengan hadirnya 2 orang buah hati kami. Mereka adalah anugerah terindah dan harta terbesar kami. Kebahagiaan mereka adalah tujuan utama kami, memberikan yang terbaik untuk mereka adalah keinginan kami. Semoga kami selalu bisa menjaga anugerah yang Allah berikan ini. 

Hari ini, 29 September 2011

Hari ini ulang tahun pernikahan kami yang ke-9. Tak ada kado special ataupun untaian kata-kata cinta untuk dia, suamiku. Hanya sepenggal kisah nostalgia yang kutuliskan ini, sebagai bukti bahwa aku tak pernah melupakan setiap momen bersamanya. Baik suka maupun duka. Walaupun waktu terus bergulir, namun semua kisah itu takkan bisa hilang dari hati dan ingatanku. Tak kan cukup kata untuk menguraikan kisahnya, namun aku berharap semoga tulisan ini bisa mewakilinya.


♥♥ Happy Wedding Anniversary to me ^_^ ♥♥

Wednesday, September 28, 2011

The True Love Story *_^ (Part 1)

17 tahun yang lalu..

Kulihat dia pertama kali, berdiri di sudut depan kelasku. Wajahnya dingin dan angkuh , dengan bibir yang menekuk kebawah. Ah dasar senior.. apa maksudnya dia berdiri di situ dengan memasang wajah jutek seperti itu. “Mmm.. siapa ya namanya?” tanyaku dalam hati. Ternyata aku penasaran juga. Ah sebut saja si muka dingin :D.
Hari berikutnya, aku baru tahu nama dia ada didaftar orang yang harus aku mintai tanda tangan. Andi SJ, Jabatan Wakil Ketua OSIS, mmm.. tinggi juga jabatannya, berarti dia cukup populer di sekolah ini. Ok, mari kita lihat apa yang dia bisa.

Ah sebal sekali rasanya melihat antrian pemburu tanda tangan begini. Pasti para senior ini merasa bangga banget, bergaya sok artis, dan dengan seenaknya ngerjain para juniornya. Nah itu dia si muka dingin, mumpung lagi sendirian, aku mintai tanda tangan sekarang aja. Kira-kira aku mau diapain ya?
Huh! Orang ini ternyata benar-benar dingin dan nggak seru sama sekali. Sama senior yang lain aku disuruh macam-macam, eh sama makhluk yang satu ini aku dilirik pun tidak! Dasar si muka dingin!

Beberapa hari kemudian aku dengar kabar dia jadian sama temanku yang juga tetanggaku, Tere. Si Tere itu menurutku bukan sesuatu banget. Kelebihannya hanya karena muka dan sikap menggodanya, ditambah dengan keberanian dia mengenakan baju-baju minim. Dan satu lagi, dia itu pacarnya banyak. Jadi kenapa si muka dingin itu bisa tertarik sama dia? Ternyata semua cowok sama saja, mudah diperdaya. Okelah lihat aja, pasti tak akan bertahan lama.
Kira-kira sebulan kemudian, seperti yang sudah kuduga semula, kisah cinta mereka berakhir. Terlalu singkat memang, dan kabarnya mereka putus karena si Tere punya pacar lain. 

14 tahun yang lalu..

“Coba tebak aku abis ketemu siapa?” tanya teman sekamarku sehabis pulang dari kampus. Ah mana aku tahu, ada-ada saja Diana ini. “Aku liat mas Andi, kakak kelas kita dulu!” kata Diana. Diana ini dulunya sekolah di SMA yang sama denganku, tentu saja dia tahu si muka dingin, eh mas Andi :D. Ternyata kami satu kampus, tapi beda jurusan.

Dan sejak itu Diana sering cerita seputar kegiatan Mas Andi. Maklumlah mereka kuliah di gedung yang sama. Dari Diana pula aku tahu kalau seniorku itu sudah punya pacar. Mereka pasangan yang cukup mencolok karena sering mempertontonkan kemesraan di depan umum. Ih apasih.. paling juga cuma pegangan tangan atau gandengan. Tapi cerita Diana cukup membuatku penasaran. Makanya kami sering melakukan investigasi alias memata-matai mereka, dengan membuntuti mereka pacaran. Semoga saja mereka tak menyadari ulah junior-junior usil seperti kami ini.. hihi.

Tentu saja aksi kami ini cuma sekedar iseng saja. Tapi entah kenapa suatu ketika aku merasakan sesuatu yang beda saat melihat pasangan itu, ada semacam perasaan tertusuk di hatiku. Apakah aku cemburu? Ah tentu saja tidak, kami tak saling mengenal, aku tahu dia, tapi dia tak tahu aku. Mana bisa aku cemburu. Dasar ABG labil! :P. Lebih baik aku memikirkan cowok lain yang lebih jelas saja.

13 tahun yang lalu..

Nasib mempertemukanku dengan si muka dingin lagi di sebuah angkot di terminal Lebak Bulus. Kok angkot sih? Settingnya nggak keren banget ya.. hehe. Jangan dilihat settingnya ya, tapi lihat dong ceritanya..halah.. Ya, di angkot kami bertemu tanpa sengaja. Waktu itu kami sama-sama baru kembali dari liburan di kampung. Dan di angkot itulah pertama kalinya aku berkomunikasi dengan dia secara langsung. Tak kusangka ternyata kami cukup ‘nyambung’, dan kesan dinginnya selama ini menguap sudah. Semua obrolan mengalir begitu saja seolah kami sudah saling mengenal cukup lama.

Aku tak mengharapkan apapun dari pertemuan tak sengaja itu. Aku menganggap itu hanya obrolan biasa sebagai pengisi waktu saja. Apalagi aku sedang patah hati *cie..uhuk.. :D*, rasanya tak ada minat untuk menjalin hubungan dekat dengan cowok lagi. Tapi kuakui pertemuanku dengannya itu cukup menyenangkan, dan rasa penasaranku selama ini cukup terobati :D

“Tadi ada telpon buat kamu, dari cowok, katanya dari Andi” kata Diana malam itu. “Andi siapa ya?” kucoba mengingat-ingat apakah aku punya teman bernama Andi. Maklumlah aku cukup sering dapat telpon dari cowok, baik yang aku kenal maupun tidak ku kenal. Kesannya aku laris banget ya.. hihi.. Yah beginilah resiko kuliah di kampus yang mahasiswanya mayoritas cowok :D. Hmmm.. jangan-jangan Mas Andi yang tadi ketemu di angkot. Ah masa sih? Ngapain nelpon?

Ternyata pagi-pagi dia menelponku lagi, dan benar itu Mas Andi, si muka dingin. Aha! Sepertinya dia tertarik padaku.. ihiiir.. :D. Sejak saat itu kami jadi dekat dan sering telpon-telponan, dia pun mulai berani datang ke kostanku. Pendekatan yang singkat namun intensif itu membuatku tak bisa menolak saat dia menyatakan cinta *uhuk..  abg banget.. :D*. Tanggal 18 Desember 1998 kami resmi menjadi sepasang kekasih. ♥♥

To be continued ^_^