Wednesday, December 26, 2012

[CeritaMini] Laki-laki di Seberang Sana

gambar dari sini

Jakarta, di penghujung senja..

Dengan harap-harap cemas kupencet tombol call di hpku. Tertera nama laki-laki itu di sana, Ade. Seorang laki-laki yang pernah sangat memujaku, mengejarku, dan tak pernah sedikitpun mengabaikanku. Tapi kini aku ragu, masihkah pesonaku meluluhkan hatinya. Entah sejak kapan dia mulai dingin padaku. Tak pernah kuterima lagi pesan-pesannya melalui email, chating, sms, maupun telepon. Sejak dia pindah tugas ke Denpasar, kami memang tak bisa bertemu setiap saat. Jadi hanya lewat media itulah kami berkomunikasi. 

"Halo.. Assalamualaikum.. " Suara beratnya membuatku rindu sekaligus gugup seketika.
"Waalaikumsalam.. Apa kabar mas?"
"Alhamdulillah baik.. Ini siapa ya?"
Ya ampun, dia tidak mengenali suaraku, bahkan tak mengenali nomer telponku. Bagaimana mungkin? Apa dia sudah menghapus nomer hpku dari contact list-nya? Tiba-tiba aku merasa dibuang.
"Ini aku mas.. Masa' nggak hapal suaraku?"
"Eh.. Dek Hani.. Maaf..kirain siapa" jawabnya datar.
Disengaja atau tidak, jelas dia sudah berhasil melemahkan mentalku. Tapi bukan tipeku yang langsung mundur begitu saja.
"Mas masih di Denpasar kan?"
"Iya lah.. Mau kemana lagi?"
"Kok nggak pernah kasih kabar?"
"Maklum dek.. Aku sibuk banget akhir-akhir ini"
Jawaban klasik, yang kuartikan dengan "Aku nggak kasih kabar, karena aku nggak mikirin kamu lagi". Tapi apapun pikiran dia, aku harus menyampaikan niatku. Niat yang sudah lama aku simpan sebagai kejutan untuknya.
"Mas, aku mau main ke Denpasar. Boleh kan?" akhirnya kusampaikan maksudku dan berharap dia menyambut dengan suka cita.
"Kamu serius? Kenapa mendadak begini?"
Jleb! Bukan respon itu yang kuharapkan. Dari nada suaranya jelas terasa dia tak mengharapkan kedatanganku.
"Ini bukan mendadak mas. Dari dulu aku ingin sekali kesana. Mas juga pernah minta aku nengokin mas kan? Baru sekarang ini aku bisa ke sana"
"Jangan dulu ya. Aku lagi sibuk banget dek" dia menolakku!
"Kenapa mas? Benar karena sibuk? Atau ada sebab lain?"
Perasaanku menangkap sinyal yang tak wajar. Pasti ada yang tak beres sampai dia menolak kedatanganku.
"Dek, udah dulu ya. Pak bos nyuruh aku nyari berkas. Segera!"
Tut..tut.. Telponku diputus sepihak olehnya. Sungguh keterlaluan. Beginikah rasanya ditolak? Sakit sekali.

Denpasar, seminggu kemudian..

Sejak aku menelponnya hari itu. Tak ada kabar darinya sama sekali. Dan penyebab dia menolakku masih menjadi misteri bagiku. Itulah yang membawaku ke sini. Menempuh ribuan kilometer demi mencari jawaban atas rasa penasaranku. Dia tak bisa mencampakkanku begitu saja tanpa ada penjelasan yang masuk akal.

Berbekal catatan alamat yang pernah dia berikan dulu, aku berjalan di sebuah gang di pusat kota Denpasar. Semoga saja dia masih tinggal di sana. Tiba-tiba aku melihat sosok laki-laki berkulit terang dan berwajah tampan. Kemeja yang pas di badannya memperlihatkan dengan jelas bentuk tubuhnya yang atletis. Seketika itu jantungku terasa berdetak lebih cepat. Ingin sekali hati ini memanggil namanya "Mas Ade!". Namun seketika itu pula kuurungkan niatku saat mataku menangkap sosok lain di sisinya. Sosok itu menggelayut manja dalam rengkuhan mas Ade yang menatapnya dengan mesra. Sosok seorang laki-laki!

Saturday, December 15, 2012

Konser Keajaiban Indonesia, The Real WOW!

tiket konser

Lagi-lagi aku harus berterima kasih kepada Tukang Jalan yang memberiku kesempatan menyaksikan konser ini. Percaya atau tidak, seumur-umur baru sekali ini aku nonton konser, setelah gagal nonton konser Westlife belasan tahun yang lalu. Dan aku harus berbangga hati karena konser ini tidak main-main, dan bukan sekedar hiburan semata, seperti konser Suju, atau konser Shahkhuh Khan yang digelar beberapa hari yang lalu. Konser yang membawa kita untuk lebih mencintai dan bangga akan negeri kita ini diberi judul Konser Keajaiban Indonesia - The Real Wonder of The World - The Great Indonesian Songbook, Sound from The East. Judulnya panjang banget ya? Tapi kita singkat saja menjadi konser The Real WOW (wonder of the world).

Walaupun tidak bersifat komersil, konser yang didukung oleh Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Badan Promosi Pariwisata Indonesia (BPPI), serta digarap oleh Marketeers ini, tetap menampilkan musisi-musisi ternama. Di antaranya ada Glenn Fredly, Bob Tutupoly, Lea Simanjuntak, Barry Likumahuwa Project, Igo Idol, Jemima, BoyzIIBoys, Ivan Nestorman, Oele Pattiselano, Albert Fakdawer. Dan diiringi oleh musik orkestra yang didatangkan langsung dari tanah Maluku yaitu Molucca Bamboo Wind Orchestra.


musisi pendukung
Konser yang diselenggarakan di Grand Ballroom Ritz - Carlton, Pasific Place, Jakarta, pada tanggal 13 Desember 2012 lalu ini, berhasil menyedot ribuan penonton. Sampai-sampai panitia harus menyediakan kursi tambahan. Dan itupun belum memenuhi seluruh kapasitas penonton yang ada, hingga banyak penonton yang harus rela menyaksikan konser ini dengan berdiri. Acara inipun sempat molor dari jadwal, yang seharusnya dimulai pukul 18.30, tapi nyatanya pintu ballroom baru dibuka pukul 19.30. Tapi itu tidak mengurangi antusiame penonton. Dan penantian kami selama 1 jam tersebut cukup terbayar oleh pertunjukan konser yang memukau.

Sebelum pertunjukan musik dimulai, acara ini dibuka dengan beberapa sambutan dari para pejabat penting. Dilanjutkan dengan pemberian beberapa penghargaan diantaranya penganugerahan YWN (Youth-Women-Natizen) 50 creative tourism ambassadors. Salah satu wakil yang diminta maju keatas panggung adalah Daniel Mananta, sebagai penggagas DAMN! I Love Indonesia.. ('n damn! I love him..hahaha :P). Daniel sempat mengungkapkan janjinya untuk Indonesia yaitu "Saya ingin generasi muda Indonesia bangga memakai baju dengan model dan motif corak Indonesia, dibandingkan memakai baju-baju ala Korea". Kontan kata-katanya tersebut mengundang decak kagum dan tepuk tangan para penonton yang sebagian besar memang masih muda-muda.

Kini masuk ke acara inti yaitu konser musik. Sesuai dengan namanya The Great Indonesian Songbook Sound From The East, maka musik dan lagu yang ditampilkan sebagian besar adalah dari daerah Indonesia bagian timur, seperti Maluku, Flores, Papua dan sekitarnya. Dan ternyata musik dan lagu dari timur ini memang luar biasa. Seperti Molucca Bamboo Wind Orchestra yang seumur hidup baru aku dengar saat itu. Selama ini yang aku tahu musik dari bambu itu hanya angklung, tapi ternyata Maluku juga punya. Dan aku harus bilang WOW! dengan pertunjukan orkestra bambu ini. Luar biasa kereeen!! Lebih indah dari orkestranya Chiaki Senpai dalam drama Jepang Nodame Cantabile. Aku harus setuju bahwa orkestra bambu ini merupakan salah satu keajaiban indonesia. Dan lebih hebatnya lagi orkestra ini menggabungkan sekitar 180 musisi dengan latar belakang, mata pencaharian, dan agama yang berbeda, serta usia yang berbeda-beda pula, dari usia 7 tahun s.d 70 tahun. Sekali lagi WOW! untuk Molucca Bamboo Wind Orchestra. Aku bangga bisa menyaksikan pertunjukan mereka malam itu.

Glenn Fredly, dkk
Penampilan musisi lainnya juga tak kalah memukau. Seperti Lea Simanjuntak yang tampil anggun dengan balutan gaun putihnya, dan suara yang sangat prima. Tak mau kalah dengan para musisi muda, Bob Tutupoly tampil menunjukkan pesonanya. Walaupun usianya sudah tidak muda lagi, tapi staminanya di atas panggung dan kualitas suaranya tetep membius penonton. Dia sempat berkata bahwa usianya kini 37 tahun, alias 73 tahun. WOW! Usia senja tak membuatnya berhenti berkarya untuk Indonesia. Dan penampilan yang paling ditunggu-tunggu tentu penampilan si cowok hitam manis, Glenn Fredly. Tepukan dan sorak sorai yang sangat meriah menyambut kedatangan Glenn Fredly di atas panggung. Suara dan aksi panggungnya memang menawan. "Hei.. Rame..rame..mari katong badansa rame..rame.. Hei..rame..rame..mari bagoyang badan manisee.." Para penontonpun ikut berdansa dan berdendang. Dan sekali lagi aku harus bilang WOW! Glenn memang manise tenan! Hihihi..

Indonesia memang indah dan menyimpan banyak keajaiban. Kalau kita tidak mencintai Indonesia, sungguh keterlaluan! Seperti lirik lagu yang dibawakan oleh Ivan Nestorman, seorang musisi dari Flores, "Baik tidak baik.. Indonesia lebih baik.. Biar apa kata orang.. aku cinta Indonesia". I love Indonesia, dan semoga tahun depan aku bisa menyaksikan konser seperti ini lagi ^^

Thursday, December 13, 2012

Goa Buniayu, Kecantikan yang Tersembunyi

Kecantikan itu nyata, walaupun ada di kegelapan - Cova-


kecantikan yang tersembunyi ^^

Traveling bersama keluarga dan teman-teman dekat itu sudah biasa. Tapi kalau traveling bersama dengan orang-orang yang belum dikenal sebelumnya itu merupakan pengalaman baru bagiku. Bersama orang-orang baru tersebut aku dituntut bisa bekerja sama mengatasi medan yang sangat sulit. Dan Tukang Jalanlah yang mengenalkan sensasi petualangan tak terlupakan ini padaku, dengan tripnya yang diberi judul Caving ke Goa Buniayu.

Caving atau menjelajah goa memang sebuah trip yang tidak biasa. Aku sempat ragu saat Dwi, si empunya Tukang Jalan, menawarkan trip ini padaku. Terbayang suasana goa yang gelap gulita, dengan makhluk-makhluk yang ada di dalamnya. Bagaimana nanti kalau ada lipan, kelabang, lintah dan kalajengking.. Hii.. Serem ah. Ditambah lagi ada yang bilang "Ini kan musim hujan, apa nggak seram tuh masuk goa? Ntar klo kena longsor gimana?". Haduuh.. Bikin nyali makin ciut saja. Tapi Dwi, pemuda yang arif dan bijaksana ini, (uhuk! Smoga trip selanjutnya aku digratisin.. Hahaha.. Ngarep :P), berhasil meyakinkanku bahwa trip ini aman. Dan tentunya aku tak meragukannya, mengingat nama Tukang Jalan yang sudah cukup berpengalaman malang melintang di dunia traveling. Okeh mari kita berangkat!

kostum naruto
Buniayu adalah nama sebuah goa yang ada di daerah Sukabumi. Untuk mencapai tempat tersebut diperlukan waktu selama 4-5 jam jika ditempuh dari Jakarta. Goa Buniayu disebut juga Goa Siluman. Namanya seram ya. Entah kenapa disebut demikian. Dan mungkin untuk menghilangkan kesan seram itu, maka nama Buniayu lebih dipopulerkan. Buniayu yang artinya kecantikan yang tersembunyi, memang lebih pas untuk goa ini. Melihat foto-fotonya yang banyak tersebar di internet yang begitu memukau, membuatku tak sabar untuk menyaksikan keindahannya langsung.

Jum'at malam aku bersama 26 peserta trip lainnya berangkat dari Jakarta. Sampai di buniayu sekitar pukul 01.30 dinihari. Dan penjelajahan goa baru dimulai pada jam 7 pagi. Alhamdulillah, pagi yang sangat cerah hari itu. Dan kecemasanku akan cuaca yang buruk langsung sirna, berganti dengan rasa percaya diri bahwa aku akan bersenang-senang hari ini.

Kami dibagi menjadi 3 tim. Dan masing-masing tim, didampingi oleh 1 orang kru dari Tukang Jalan, dan 2 orang pemandu. Sebelumnya kami diwajibkan mengenakan seragam yang keren.. Hihi.. Lihat saja warnanya yang mencolok, warna orange, warna kesukaanku. Modelnya juga tak kalah keren. Coba lihat fotoku ini. Ada yang bilang mirip pekerja tambang, ada yang bilang mirip petugas kebersihan. Tapi kalau aku bilang ini mirip kostumnya Naruto.. Hahaha.

tetap meringis walo deg-degan

Setelah berfoto-foto, kami siap-siap diterjunkan ke goa. Tapi harus jalan kaki dulu menuju mulut goa. Makin mendekati goa, aku makin deg-degan. Bayangkan, kami harus diturunkan dengan cara digantung dengan tali, menuju dasar goa, yang jaraknya sekitar 32 meter dari permukaan bumi. Adrenalin langsung terpacu, ngeri tapi excited, bercampur jadi satu. Begitu sampai di dasar goa, suasana gelap langsung mengintimidasi. Dan itu belum seberapa dengan kegelapan yang harus kami lalui selanjutnya. Konon, tingkat kegelapan paling tinggi di goa tersebut mencapai 4x kegelapan di luar goa. Yang disebut dengan kegelapan abadi.

pengembaraan dimulai
Selain gelap, menjelah goa tersebut juga tak mudah. Ada beberapa tingkat kesulitan yang harus kami taklukkan. Seperempat perjalanan, masih bisa kami lalui dengan berjalan biasa, walaupun harus ekstra hati-hati. Berpegangan pada batu-batu di goa wajib dilakukan, dan tak perlu ragu. Seperempat perjalanan selanjutnya mulailah kesulitan terjadi. Mulai dari memanjat, merunduk, hingga harus merangkak. Semua anggota tubuh harus digunakan. Beruntung aku rajin ikut yoga, jadi lebih fleksibel ketika harus melakukan pergerakan yang ekstrim :D. Tapi tetap saja tubuh pegal-pegal sesudahnya.

di manapun tempatnya narsis harus dijaga :P

Perjalanan yang sulit itu dijamin tak sia-sia, karena kami disuguhi pemandangan yang sangat menawan. Dinding-dinding goa yang biasa disebut dengan stalaktit dan stalakmit, mempunyai bentuk-bentuk yang indah, dan beraneka ragam. Ada yang seperti payung, ada yg seperti keris, ada yang bergerigi, ada yang berombak, bahkan ada yang bentuknya mirip alat kelamin manusia. Ada pula yang jika kita ketuk akan menimbulkan suara merdu, layaknya alat musik. Semua terpahat sempurna oleh alam. Sebuah pemandangan yang membuat decak kagum. Ingin rasanya berfoto-foto di setiap tempat, tapi waktu tak memungkinkan. Jadi kami harus puas dengan berfoto-foto di beberapa spot saja. Sungguh kecantikan itu nyata walaupun ada di kegelapan *ting!

istirahat sejenak

Setengah perjalanan sudah kami tempuh. Masih setengah jalan lagi. Lagi-lagi medannya makin parah. Karena kami harus bertarung dengan lumpur. Jangan tanya bagaimana rupa kami saat itu. Nyaris tak dikenali, karena sekujur tubuh penuh lumpur (asli bukan lebay :P). Beberapa kali aku harus berteriak minta tolong karena kakiku tersangkut di lumpur, dan aku tak kuat menariknya. Teman seperjalananku harus membantuku melepaskan kakiku dari jeratan lumpur. Haduuh.. Sungguh berat beban langkahku saat itu. Tapi itu belum seberapa dengan beratnya ujian kehidupan.. Haiyah.. :D

Tantangan yang bagiku paling sulit adalah ketika harus memanjat menggunakan tangga dari tali. Dengan tubuh licin dan sepatu boot yang penuh lumpur, aku harus mengerahkan seluruh tenagaku. Sungguh saat itu aku merasa seperti kelebihan berat badan. Ya Allah berat sekali tubuhku. Apakah seberat ini dosa-dosaku?

para bidadari lagi mandi

Setelah 4 jam menempuh perjalanan tak terlupakan. Akhirnya keluarlah kami dari goa, bagaikan bangkit dari kubur, dengan tubuh penuh lumpur, berjalan terseok-seok mirip zombie.. hihihi.. Dan zombie-zombie ini sangat haus dan kegerahan, tak sabar menuju air terjun yang dijanjikan. Curug Bibijilan. Setelah melepas semua kostum Naruto, aku segera menyeburkan diri di air terjun. Byuur.. Bbrrr.. Dingiiiiin.. Segeeer.. Saatnya zombie berubah menjadi bidadari.. Halah..

Special thanks to:
-    Teman 1 timku: Dwi, Ica, Elvi, Prima, Wanda, Rahne Putri, Ipi, Rani, Winda.. Makasih udah jadi teman-teman seperjalananku yang kocak dan seru abis.. ^^
-    Tukang Jalan, atas tripnya yang luas biasa ini *ini bukan iklan berbayar.. hanya ngarep gratisan aja.:))*
Bagi teman-teman yang ingin tahu tentang trip ini lebih lanjut, atau penasaran dengan trip-trip yang lain, bisa kunjungi websitenya Tukang Jalan.

Happy traveling ^^

Monday, December 10, 2012

Kabar Gembira dan #raisytasthyGA

Alhamdulillah.. banyak sekali kegembiraan yang kualami beberapa hari ini. Dimulai berita yang datang dari Mas Asep Haryono, yang mengabarkan bahwa kalimatku "Sesungguhnya modal utama yang kita butuhkan untuk mewujudkan impian itu bukan waktu, bukan uang atau kesempatan. Tapi yang kita butuhkan adalah niat dan tekad yang kuat", terpilih menjadi "Quote Pilihan Minggu Ini", dan sempat terpajang di blognya selama 1 minggu penuh. Aiih.. senangnya.. Makasih ya Mas Asep ^^
Diikuti kabar gembira dari Penghuni 60, yang mengabarkan bahwa blogku terpilih menjadi "Guest this week", dan otomatis terpajang di blognya sebagai guest star selama 1 minggu penuh.. Ihiiiir.. jadi berbunga-bunga.. hihihi.. Makasih ya Penghuni 60.. ^^

Oh iya, ada lagi. Beberapa hari kemarin aku berkesempatan bertemu langsung alias kopdaran sama Kang Bejo. Siapa Kang Bejo? Yang belum tahu bisa mampir di blognya Mas Seagate :D.

Dan kegembiraan yang baru saja aku alami adalah caving ke Goa Buniayu. Merasakan petualangan tak terlupakan menjelajah perut bumi. Panasaran? Tunggu saja ceritanya di postinganku selanjutnya. Hanya di Runaway Diary.. halah.. hihi

Nah, kini saatnya aku sharing berita gembira untuk teman-teman semua. Apakah itu? Tidak lain adalah gratisaaan... alias giveaway. Kali ini giveaway-nya datang dari teman bloggerku Raisy Tasthy. Raisy Tasthy ini adalah online shop yang membuat produk 100% handmade. Dalam GA pertamanya ini, akan dibagikan sekaligus 5 giveaway boneka, tas, dll. Yang ingin ikutan, silahkan ikuti persyaratan berikut ini.


Jangan lupa ya.. GA ini hanya sampai dengan akhir tahun ini saja. Dan pemenangnya akan diumumkan tanggal 1 Januari 2013. Selamat Mengikuti ^^

Tuesday, December 04, 2012

Seberapa Kuat Tekadmu?


Sebuah toko buku.. Selalu itu yang aku cari di setiap tempat perbelanjaan. Dan malam yang indah itupun kami berdua melangkahkan kaki ke sebuah toko buku yang diberi nama Gramedia. Aku tahu suami tidak suka berlama-lama di sebuah toko buku, tapi dia selalu rela menemaniku ke sana. Kuapit lengannya saat memasuki toko itu. Mataku mulai menebarkan pandangan ke arah ratusan buku yang tertata rapi, dan berhenti pada tulisan "Best Seller". Kubisikkan kata-kata yang mungkin terdengar janggal di telinganya "Kelak bukuku akan ada ditumpukan itu.. Best seller". Tak ada respon dari suamiku. Mungkin dia menganggap aku ini hanya mengigau saja, alias bermimpi. Ah andai dia tahu, dulu jauh sebelum dia jadi pacarku, aku pernah berkata pada diriku sendiri saat aku melihatnya pertama kali "Dia akan jadi milikku". Dan beberapa tahun kemudian dia benar-benar jadi milikku. Aku percaya ini bukan suatu kebetulan saja.



Tapi menjadi seorang penulis tidak semudah mencari pasangan hidup. Bagaimana bisa jadi penulis bestseller kalau menulis saja jarang. Bagaimana mau jadi novelis kalau menulis yang pendek saja susah. Pikiran suamiku yang menganggapku hanya bermimpi memang benar. Karena kenyataannya aku belum berbuat apa-apa untuk mewujudkan impianku. Menulis blog yang hanya sekedar meluapkan isi otak saja, masih belum rutin. Lagi-lagi waktu yang kujadikan kambing hitam. Padahal kalaupun Allah memberiku banyak waktu luang, belum tentu aku bisa menggunakan waktu itu untuk berusaha dengan sungguh-sungguh.

Sesungguhnya modal utama yang kita butuhkan untuk mewujudkan impian itu bukan waktu, bukan uang atau kesempatan. Tapi yang kita butuhkan adalah niat dan tekad yang kuat. Sekuat apakah tekad kita untuk meluangkan waktu, sebesar apakah niat kita untuk mencari kesempatan. So friends.. Jgn cuma bermimpi.. Tapi wujudkan dengan berusaha bersungguh-sungguh. Mengutip kata-kata tokoh Christian Grey dalam novel Fifty Shades of Grey "I don't subcribe to luck or chance. The harder I work the more luck I seem to have". Jadi jangan berharap keberuntungan atau kesempatan itu datang kalau kita tidak berusaha.