Wednesday, December 26, 2012

[CeritaMini] Laki-laki di Seberang Sana

gambar dari sini

Jakarta, di penghujung senja..

Dengan harap-harap cemas kupencet tombol call di hpku. Tertera nama laki-laki itu di sana, Ade. Seorang laki-laki yang pernah sangat memujaku, mengejarku, dan tak pernah sedikitpun mengabaikanku. Tapi kini aku ragu, masihkah pesonaku meluluhkan hatinya. Entah sejak kapan dia mulai dingin padaku. Tak pernah kuterima lagi pesan-pesannya melalui email, chating, sms, maupun telepon. Sejak dia pindah tugas ke Denpasar, kami memang tak bisa bertemu setiap saat. Jadi hanya lewat media itulah kami berkomunikasi. 

"Halo.. Assalamualaikum.. " Suara beratnya membuatku rindu sekaligus gugup seketika.
"Waalaikumsalam.. Apa kabar mas?"
"Alhamdulillah baik.. Ini siapa ya?"
Ya ampun, dia tidak mengenali suaraku, bahkan tak mengenali nomer telponku. Bagaimana mungkin? Apa dia sudah menghapus nomer hpku dari contact list-nya? Tiba-tiba aku merasa dibuang.
"Ini aku mas.. Masa' nggak hapal suaraku?"
"Eh.. Dek Hani.. Maaf..kirain siapa" jawabnya datar.
Disengaja atau tidak, jelas dia sudah berhasil melemahkan mentalku. Tapi bukan tipeku yang langsung mundur begitu saja.
"Mas masih di Denpasar kan?"
"Iya lah.. Mau kemana lagi?"
"Kok nggak pernah kasih kabar?"
"Maklum dek.. Aku sibuk banget akhir-akhir ini"
Jawaban klasik, yang kuartikan dengan "Aku nggak kasih kabar, karena aku nggak mikirin kamu lagi". Tapi apapun pikiran dia, aku harus menyampaikan niatku. Niat yang sudah lama aku simpan sebagai kejutan untuknya.
"Mas, aku mau main ke Denpasar. Boleh kan?" akhirnya kusampaikan maksudku dan berharap dia menyambut dengan suka cita.
"Kamu serius? Kenapa mendadak begini?"
Jleb! Bukan respon itu yang kuharapkan. Dari nada suaranya jelas terasa dia tak mengharapkan kedatanganku.
"Ini bukan mendadak mas. Dari dulu aku ingin sekali kesana. Mas juga pernah minta aku nengokin mas kan? Baru sekarang ini aku bisa ke sana"
"Jangan dulu ya. Aku lagi sibuk banget dek" dia menolakku!
"Kenapa mas? Benar karena sibuk? Atau ada sebab lain?"
Perasaanku menangkap sinyal yang tak wajar. Pasti ada yang tak beres sampai dia menolak kedatanganku.
"Dek, udah dulu ya. Pak bos nyuruh aku nyari berkas. Segera!"
Tut..tut.. Telponku diputus sepihak olehnya. Sungguh keterlaluan. Beginikah rasanya ditolak? Sakit sekali.

Denpasar, seminggu kemudian..

Sejak aku menelponnya hari itu. Tak ada kabar darinya sama sekali. Dan penyebab dia menolakku masih menjadi misteri bagiku. Itulah yang membawaku ke sini. Menempuh ribuan kilometer demi mencari jawaban atas rasa penasaranku. Dia tak bisa mencampakkanku begitu saja tanpa ada penjelasan yang masuk akal.

Berbekal catatan alamat yang pernah dia berikan dulu, aku berjalan di sebuah gang di pusat kota Denpasar. Semoga saja dia masih tinggal di sana. Tiba-tiba aku melihat sosok laki-laki berkulit terang dan berwajah tampan. Kemeja yang pas di badannya memperlihatkan dengan jelas bentuk tubuhnya yang atletis. Seketika itu jantungku terasa berdetak lebih cepat. Ingin sekali hati ini memanggil namanya "Mas Ade!". Namun seketika itu pula kuurungkan niatku saat mataku menangkap sosok lain di sisinya. Sosok itu menggelayut manja dalam rengkuhan mas Ade yang menatapnya dengan mesra. Sosok seorang laki-laki!

Saturday, December 15, 2012

Konser Keajaiban Indonesia, The Real WOW!

tiket konser

Lagi-lagi aku harus berterima kasih kepada Tukang Jalan yang memberiku kesempatan menyaksikan konser ini. Percaya atau tidak, seumur-umur baru sekali ini aku nonton konser, setelah gagal nonton konser Westlife belasan tahun yang lalu. Dan aku harus berbangga hati karena konser ini tidak main-main, dan bukan sekedar hiburan semata, seperti konser Suju, atau konser Shahkhuh Khan yang digelar beberapa hari yang lalu. Konser yang membawa kita untuk lebih mencintai dan bangga akan negeri kita ini diberi judul Konser Keajaiban Indonesia - The Real Wonder of The World - The Great Indonesian Songbook, Sound from The East. Judulnya panjang banget ya? Tapi kita singkat saja menjadi konser The Real WOW (wonder of the world).

Walaupun tidak bersifat komersil, konser yang didukung oleh Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Badan Promosi Pariwisata Indonesia (BPPI), serta digarap oleh Marketeers ini, tetap menampilkan musisi-musisi ternama. Di antaranya ada Glenn Fredly, Bob Tutupoly, Lea Simanjuntak, Barry Likumahuwa Project, Igo Idol, Jemima, BoyzIIBoys, Ivan Nestorman, Oele Pattiselano, Albert Fakdawer. Dan diiringi oleh musik orkestra yang didatangkan langsung dari tanah Maluku yaitu Molucca Bamboo Wind Orchestra.


musisi pendukung
Konser yang diselenggarakan di Grand Ballroom Ritz - Carlton, Pasific Place, Jakarta, pada tanggal 13 Desember 2012 lalu ini, berhasil menyedot ribuan penonton. Sampai-sampai panitia harus menyediakan kursi tambahan. Dan itupun belum memenuhi seluruh kapasitas penonton yang ada, hingga banyak penonton yang harus rela menyaksikan konser ini dengan berdiri. Acara inipun sempat molor dari jadwal, yang seharusnya dimulai pukul 18.30, tapi nyatanya pintu ballroom baru dibuka pukul 19.30. Tapi itu tidak mengurangi antusiame penonton. Dan penantian kami selama 1 jam tersebut cukup terbayar oleh pertunjukan konser yang memukau.

Sebelum pertunjukan musik dimulai, acara ini dibuka dengan beberapa sambutan dari para pejabat penting. Dilanjutkan dengan pemberian beberapa penghargaan diantaranya penganugerahan YWN (Youth-Women-Natizen) 50 creative tourism ambassadors. Salah satu wakil yang diminta maju keatas panggung adalah Daniel Mananta, sebagai penggagas DAMN! I Love Indonesia.. ('n damn! I love him..hahaha :P). Daniel sempat mengungkapkan janjinya untuk Indonesia yaitu "Saya ingin generasi muda Indonesia bangga memakai baju dengan model dan motif corak Indonesia, dibandingkan memakai baju-baju ala Korea". Kontan kata-katanya tersebut mengundang decak kagum dan tepuk tangan para penonton yang sebagian besar memang masih muda-muda.

Kini masuk ke acara inti yaitu konser musik. Sesuai dengan namanya The Great Indonesian Songbook Sound From The East, maka musik dan lagu yang ditampilkan sebagian besar adalah dari daerah Indonesia bagian timur, seperti Maluku, Flores, Papua dan sekitarnya. Dan ternyata musik dan lagu dari timur ini memang luar biasa. Seperti Molucca Bamboo Wind Orchestra yang seumur hidup baru aku dengar saat itu. Selama ini yang aku tahu musik dari bambu itu hanya angklung, tapi ternyata Maluku juga punya. Dan aku harus bilang WOW! dengan pertunjukan orkestra bambu ini. Luar biasa kereeen!! Lebih indah dari orkestranya Chiaki Senpai dalam drama Jepang Nodame Cantabile. Aku harus setuju bahwa orkestra bambu ini merupakan salah satu keajaiban indonesia. Dan lebih hebatnya lagi orkestra ini menggabungkan sekitar 180 musisi dengan latar belakang, mata pencaharian, dan agama yang berbeda, serta usia yang berbeda-beda pula, dari usia 7 tahun s.d 70 tahun. Sekali lagi WOW! untuk Molucca Bamboo Wind Orchestra. Aku bangga bisa menyaksikan pertunjukan mereka malam itu.

Glenn Fredly, dkk
Penampilan musisi lainnya juga tak kalah memukau. Seperti Lea Simanjuntak yang tampil anggun dengan balutan gaun putihnya, dan suara yang sangat prima. Tak mau kalah dengan para musisi muda, Bob Tutupoly tampil menunjukkan pesonanya. Walaupun usianya sudah tidak muda lagi, tapi staminanya di atas panggung dan kualitas suaranya tetep membius penonton. Dia sempat berkata bahwa usianya kini 37 tahun, alias 73 tahun. WOW! Usia senja tak membuatnya berhenti berkarya untuk Indonesia. Dan penampilan yang paling ditunggu-tunggu tentu penampilan si cowok hitam manis, Glenn Fredly. Tepukan dan sorak sorai yang sangat meriah menyambut kedatangan Glenn Fredly di atas panggung. Suara dan aksi panggungnya memang menawan. "Hei.. Rame..rame..mari katong badansa rame..rame.. Hei..rame..rame..mari bagoyang badan manisee.." Para penontonpun ikut berdansa dan berdendang. Dan sekali lagi aku harus bilang WOW! Glenn memang manise tenan! Hihihi..

Indonesia memang indah dan menyimpan banyak keajaiban. Kalau kita tidak mencintai Indonesia, sungguh keterlaluan! Seperti lirik lagu yang dibawakan oleh Ivan Nestorman, seorang musisi dari Flores, "Baik tidak baik.. Indonesia lebih baik.. Biar apa kata orang.. aku cinta Indonesia". I love Indonesia, dan semoga tahun depan aku bisa menyaksikan konser seperti ini lagi ^^

Thursday, December 13, 2012

Goa Buniayu, Kecantikan yang Tersembunyi

Kecantikan itu nyata, walaupun ada di kegelapan - Cova-


kecantikan yang tersembunyi ^^

Traveling bersama keluarga dan teman-teman dekat itu sudah biasa. Tapi kalau traveling bersama dengan orang-orang yang belum dikenal sebelumnya itu merupakan pengalaman baru bagiku. Bersama orang-orang baru tersebut aku dituntut bisa bekerja sama mengatasi medan yang sangat sulit. Dan Tukang Jalanlah yang mengenalkan sensasi petualangan tak terlupakan ini padaku, dengan tripnya yang diberi judul Caving ke Goa Buniayu.

Caving atau menjelajah goa memang sebuah trip yang tidak biasa. Aku sempat ragu saat Dwi, si empunya Tukang Jalan, menawarkan trip ini padaku. Terbayang suasana goa yang gelap gulita, dengan makhluk-makhluk yang ada di dalamnya. Bagaimana nanti kalau ada lipan, kelabang, lintah dan kalajengking.. Hii.. Serem ah. Ditambah lagi ada yang bilang "Ini kan musim hujan, apa nggak seram tuh masuk goa? Ntar klo kena longsor gimana?". Haduuh.. Bikin nyali makin ciut saja. Tapi Dwi, pemuda yang arif dan bijaksana ini, (uhuk! Smoga trip selanjutnya aku digratisin.. Hahaha.. Ngarep :P), berhasil meyakinkanku bahwa trip ini aman. Dan tentunya aku tak meragukannya, mengingat nama Tukang Jalan yang sudah cukup berpengalaman malang melintang di dunia traveling. Okeh mari kita berangkat!

kostum naruto
Buniayu adalah nama sebuah goa yang ada di daerah Sukabumi. Untuk mencapai tempat tersebut diperlukan waktu selama 4-5 jam jika ditempuh dari Jakarta. Goa Buniayu disebut juga Goa Siluman. Namanya seram ya. Entah kenapa disebut demikian. Dan mungkin untuk menghilangkan kesan seram itu, maka nama Buniayu lebih dipopulerkan. Buniayu yang artinya kecantikan yang tersembunyi, memang lebih pas untuk goa ini. Melihat foto-fotonya yang banyak tersebar di internet yang begitu memukau, membuatku tak sabar untuk menyaksikan keindahannya langsung.

Jum'at malam aku bersama 26 peserta trip lainnya berangkat dari Jakarta. Sampai di buniayu sekitar pukul 01.30 dinihari. Dan penjelajahan goa baru dimulai pada jam 7 pagi. Alhamdulillah, pagi yang sangat cerah hari itu. Dan kecemasanku akan cuaca yang buruk langsung sirna, berganti dengan rasa percaya diri bahwa aku akan bersenang-senang hari ini.

Kami dibagi menjadi 3 tim. Dan masing-masing tim, didampingi oleh 1 orang kru dari Tukang Jalan, dan 2 orang pemandu. Sebelumnya kami diwajibkan mengenakan seragam yang keren.. Hihi.. Lihat saja warnanya yang mencolok, warna orange, warna kesukaanku. Modelnya juga tak kalah keren. Coba lihat fotoku ini. Ada yang bilang mirip pekerja tambang, ada yang bilang mirip petugas kebersihan. Tapi kalau aku bilang ini mirip kostumnya Naruto.. Hahaha.

tetap meringis walo deg-degan

Setelah berfoto-foto, kami siap-siap diterjunkan ke goa. Tapi harus jalan kaki dulu menuju mulut goa. Makin mendekati goa, aku makin deg-degan. Bayangkan, kami harus diturunkan dengan cara digantung dengan tali, menuju dasar goa, yang jaraknya sekitar 32 meter dari permukaan bumi. Adrenalin langsung terpacu, ngeri tapi excited, bercampur jadi satu. Begitu sampai di dasar goa, suasana gelap langsung mengintimidasi. Dan itu belum seberapa dengan kegelapan yang harus kami lalui selanjutnya. Konon, tingkat kegelapan paling tinggi di goa tersebut mencapai 4x kegelapan di luar goa. Yang disebut dengan kegelapan abadi.

pengembaraan dimulai
Selain gelap, menjelah goa tersebut juga tak mudah. Ada beberapa tingkat kesulitan yang harus kami taklukkan. Seperempat perjalanan, masih bisa kami lalui dengan berjalan biasa, walaupun harus ekstra hati-hati. Berpegangan pada batu-batu di goa wajib dilakukan, dan tak perlu ragu. Seperempat perjalanan selanjutnya mulailah kesulitan terjadi. Mulai dari memanjat, merunduk, hingga harus merangkak. Semua anggota tubuh harus digunakan. Beruntung aku rajin ikut yoga, jadi lebih fleksibel ketika harus melakukan pergerakan yang ekstrim :D. Tapi tetap saja tubuh pegal-pegal sesudahnya.

di manapun tempatnya narsis harus dijaga :P

Perjalanan yang sulit itu dijamin tak sia-sia, karena kami disuguhi pemandangan yang sangat menawan. Dinding-dinding goa yang biasa disebut dengan stalaktit dan stalakmit, mempunyai bentuk-bentuk yang indah, dan beraneka ragam. Ada yang seperti payung, ada yg seperti keris, ada yang bergerigi, ada yang berombak, bahkan ada yang bentuknya mirip alat kelamin manusia. Ada pula yang jika kita ketuk akan menimbulkan suara merdu, layaknya alat musik. Semua terpahat sempurna oleh alam. Sebuah pemandangan yang membuat decak kagum. Ingin rasanya berfoto-foto di setiap tempat, tapi waktu tak memungkinkan. Jadi kami harus puas dengan berfoto-foto di beberapa spot saja. Sungguh kecantikan itu nyata walaupun ada di kegelapan *ting!

istirahat sejenak

Setengah perjalanan sudah kami tempuh. Masih setengah jalan lagi. Lagi-lagi medannya makin parah. Karena kami harus bertarung dengan lumpur. Jangan tanya bagaimana rupa kami saat itu. Nyaris tak dikenali, karena sekujur tubuh penuh lumpur (asli bukan lebay :P). Beberapa kali aku harus berteriak minta tolong karena kakiku tersangkut di lumpur, dan aku tak kuat menariknya. Teman seperjalananku harus membantuku melepaskan kakiku dari jeratan lumpur. Haduuh.. Sungguh berat beban langkahku saat itu. Tapi itu belum seberapa dengan beratnya ujian kehidupan.. Haiyah.. :D

Tantangan yang bagiku paling sulit adalah ketika harus memanjat menggunakan tangga dari tali. Dengan tubuh licin dan sepatu boot yang penuh lumpur, aku harus mengerahkan seluruh tenagaku. Sungguh saat itu aku merasa seperti kelebihan berat badan. Ya Allah berat sekali tubuhku. Apakah seberat ini dosa-dosaku?

para bidadari lagi mandi

Setelah 4 jam menempuh perjalanan tak terlupakan. Akhirnya keluarlah kami dari goa, bagaikan bangkit dari kubur, dengan tubuh penuh lumpur, berjalan terseok-seok mirip zombie.. hihihi.. Dan zombie-zombie ini sangat haus dan kegerahan, tak sabar menuju air terjun yang dijanjikan. Curug Bibijilan. Setelah melepas semua kostum Naruto, aku segera menyeburkan diri di air terjun. Byuur.. Bbrrr.. Dingiiiiin.. Segeeer.. Saatnya zombie berubah menjadi bidadari.. Halah..

Special thanks to:
-    Teman 1 timku: Dwi, Ica, Elvi, Prima, Wanda, Rahne Putri, Ipi, Rani, Winda.. Makasih udah jadi teman-teman seperjalananku yang kocak dan seru abis.. ^^
-    Tukang Jalan, atas tripnya yang luas biasa ini *ini bukan iklan berbayar.. hanya ngarep gratisan aja.:))*
Bagi teman-teman yang ingin tahu tentang trip ini lebih lanjut, atau penasaran dengan trip-trip yang lain, bisa kunjungi websitenya Tukang Jalan.

Happy traveling ^^

Monday, December 10, 2012

Kabar Gembira dan #raisytasthyGA

Alhamdulillah.. banyak sekali kegembiraan yang kualami beberapa hari ini. Dimulai berita yang datang dari Mas Asep Haryono, yang mengabarkan bahwa kalimatku "Sesungguhnya modal utama yang kita butuhkan untuk mewujudkan impian itu bukan waktu, bukan uang atau kesempatan. Tapi yang kita butuhkan adalah niat dan tekad yang kuat", terpilih menjadi "Quote Pilihan Minggu Ini", dan sempat terpajang di blognya selama 1 minggu penuh. Aiih.. senangnya.. Makasih ya Mas Asep ^^
Diikuti kabar gembira dari Penghuni 60, yang mengabarkan bahwa blogku terpilih menjadi "Guest this week", dan otomatis terpajang di blognya sebagai guest star selama 1 minggu penuh.. Ihiiiir.. jadi berbunga-bunga.. hihihi.. Makasih ya Penghuni 60.. ^^

Oh iya, ada lagi. Beberapa hari kemarin aku berkesempatan bertemu langsung alias kopdaran sama Kang Bejo. Siapa Kang Bejo? Yang belum tahu bisa mampir di blognya Mas Seagate :D.

Dan kegembiraan yang baru saja aku alami adalah caving ke Goa Buniayu. Merasakan petualangan tak terlupakan menjelajah perut bumi. Panasaran? Tunggu saja ceritanya di postinganku selanjutnya. Hanya di Runaway Diary.. halah.. hihi

Nah, kini saatnya aku sharing berita gembira untuk teman-teman semua. Apakah itu? Tidak lain adalah gratisaaan... alias giveaway. Kali ini giveaway-nya datang dari teman bloggerku Raisy Tasthy. Raisy Tasthy ini adalah online shop yang membuat produk 100% handmade. Dalam GA pertamanya ini, akan dibagikan sekaligus 5 giveaway boneka, tas, dll. Yang ingin ikutan, silahkan ikuti persyaratan berikut ini.


Jangan lupa ya.. GA ini hanya sampai dengan akhir tahun ini saja. Dan pemenangnya akan diumumkan tanggal 1 Januari 2013. Selamat Mengikuti ^^

Tuesday, December 04, 2012

Seberapa Kuat Tekadmu?


Sebuah toko buku.. Selalu itu yang aku cari di setiap tempat perbelanjaan. Dan malam yang indah itupun kami berdua melangkahkan kaki ke sebuah toko buku yang diberi nama Gramedia. Aku tahu suami tidak suka berlama-lama di sebuah toko buku, tapi dia selalu rela menemaniku ke sana. Kuapit lengannya saat memasuki toko itu. Mataku mulai menebarkan pandangan ke arah ratusan buku yang tertata rapi, dan berhenti pada tulisan "Best Seller". Kubisikkan kata-kata yang mungkin terdengar janggal di telinganya "Kelak bukuku akan ada ditumpukan itu.. Best seller". Tak ada respon dari suamiku. Mungkin dia menganggap aku ini hanya mengigau saja, alias bermimpi. Ah andai dia tahu, dulu jauh sebelum dia jadi pacarku, aku pernah berkata pada diriku sendiri saat aku melihatnya pertama kali "Dia akan jadi milikku". Dan beberapa tahun kemudian dia benar-benar jadi milikku. Aku percaya ini bukan suatu kebetulan saja.



Tapi menjadi seorang penulis tidak semudah mencari pasangan hidup. Bagaimana bisa jadi penulis bestseller kalau menulis saja jarang. Bagaimana mau jadi novelis kalau menulis yang pendek saja susah. Pikiran suamiku yang menganggapku hanya bermimpi memang benar. Karena kenyataannya aku belum berbuat apa-apa untuk mewujudkan impianku. Menulis blog yang hanya sekedar meluapkan isi otak saja, masih belum rutin. Lagi-lagi waktu yang kujadikan kambing hitam. Padahal kalaupun Allah memberiku banyak waktu luang, belum tentu aku bisa menggunakan waktu itu untuk berusaha dengan sungguh-sungguh.

Sesungguhnya modal utama yang kita butuhkan untuk mewujudkan impian itu bukan waktu, bukan uang atau kesempatan. Tapi yang kita butuhkan adalah niat dan tekad yang kuat. Sekuat apakah tekad kita untuk meluangkan waktu, sebesar apakah niat kita untuk mencari kesempatan. So friends.. Jgn cuma bermimpi.. Tapi wujudkan dengan berusaha bersungguh-sungguh. Mengutip kata-kata tokoh Christian Grey dalam novel Fifty Shades of Grey "I don't subcribe to luck or chance. The harder I work the more luck I seem to have". Jadi jangan berharap keberuntungan atau kesempatan itu datang kalau kita tidak berusaha.

Friday, November 30, 2012

A L I B I


“Kenapa kamu kasih foto itu ke dia?!” suara Haris meninggi menandakan emosi yang tak tertahankan.  “Dia itu laki-laki lain! Nggak pantas kamu kasih foto kek gini ke dia!” aku terus dicecarnya. Aku tak tahu harus menjawab apa. Mataku tertuju pada foto yang dia maksud.  Seorang wanita berwajah oriental dengan rambut lurus sebahu berwarna kemerahan, mengenakan lingerie seksi warna ungu yang memperlihatkan bentuk tubuh dan kulitnya yang mulus.  Posenya sangat menggoda layaknya model di sebuah majalah pria dewasa. Itu fotoku, hasil karya Haris, suamiku. Aku tak tahu darimana Haris tahu aku memberikan foto itu pada Adrian, teman kuliahku dulu.

Aku hanya bisa diam. Waktu terasa berhenti berputar.  Sayup-sayup terngiang di telingaku sebuah lagu yang seolah mengejekku.

♫ Kau tahu sesuatu
Yang ku ingin kau tak tahu
Kau tanya ini itu
Ku terdiam membisu ♫


“Ada apa kamu dengan Adrian? Begitu spesialkah dia sampai-sampai kamu rela memberi sesuatu yang sangat pribadi? Kalian ada hubungan apa?!” pertanyaan Haris makin menusukku. Aku sangat paham betapa cemburunya dia. Foto itu memang tidak sepantasnya kuperlihatkan pada laki-laki lain, apapun alasannya.
“Kami hanya berteman” jawabku singkat. Hanya kata-kata itu yang keluar dari bibirku. Tidak seperti biasanya, di mana aku selalu bisa bersilat lidah dengan segala alibi yang kucari-cari. “Nggak mungkin kalian cuma berteman! Foto itu terlalu pribadi untuk dishare pada teman biasa” nyata sekali Haris tak bisa menerima penjelasanku yang tak bisa disebut sebagai penjelasan itu.

♫ Kau terus memburuku
Dan tetap menuduhku
Kau terus pancing aku
Berusaha menjebakku ♫


“Dia hanya ingin tahu mas.. Hanya penasaran” kujawab dengan suaraku yang melemah. Lagi-lagi pembelaanku terasa sangat hambar.  Dan tentu saja tak meredakan emosinya.  Dengan nada suara yang makin tinggi dia mendesakku “Kalau hanya teman biasa, kenapa kamu  ngasih foto terbuka dengan pose seperti itu?! Kenapa bukan foto yang biasa aja?!”

♫ Terdesak tak bisa menjelaskan
Ku tak mau membagi rahasia
Ku tak bisa cerita yang kau minta
Seandainya ku bisa berkata ♫

♫ Alibi alibi alibi
Alibi ooo tolong aku
Alibi alibi alibi
Alibi ooo tolong aku ♫


Kupejamkan mataku, mencoba menenangkan kegalauan diri.  Dan terngiang lagu itu lagi. Lagu favoritku. Dan sungguh aku tak menyangka aku harus mengalami peristiwa seperti di lagu itu. Aku berpikir keras, berusaha mencari cara melepaskan diri dari belenggu interogasi ini. Oh, andai aku bisa menghilang saat ini juga.

Suamiku masih menunggu pengakuanku. Beberapa detik telah berlalu, dan tiba-tiba seakan tak kusadari, bibirku bersuara dengan nada sinis, dan mataku menatap tajam kearahnya seolah menantang “Mas suka kan lihat foto-foto cewek seksi? Suka juga kan motret cewek-cewek setengah telanjang dengan pose menantang? Jadi kenapa mesti marah kalau aku seperti cewek-cewek yang mas kagumi itu? Kenapa marah kalau istrimu ini dikagumi laki-laki lain?”

 …………………
Haris terdiam…
Aku diam..
Dan alibi…
Menertawakan kami…

*****



Cerita ini hanya fiksi belaka.
Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat, kejadian  dan jalan cerita, itu memang kesengajaan :P
Cerita ini terinspirasi oleh sebuah lagu dari Andra n the backbone dengan judul yang sama.



Monday, November 26, 2012

Galau v.s Gaza


Pernahkah teman-teman merasa sedih, terluka, tersakiti, terdzolimi tanpa bisa membela diri? Atau putus asa karena apapun usaha untuk memperbaiki keadaan tak kunjung mendapatkan hasil. Bahkan kondisinya semakin buruk saja. Dan diri ini semakin terjebak dalam belenggu tekanan batin yang tak berkesudahan. Kemana aku harus mencari perlindungan bagi batinku ini? Luka yang dulu pernah tertoreh belum lagi sembuh, kini semakin parah dengan goresan luka baru yang lebih dalam.

Apapun kondisi batinku saat ini, aku mencoba untuk bersikap senormal mungkin. Tetap tersenyum manis saat teman menyapa, dan tetap tertawa mendengar canda tawa mereka, seolah aku ini bahagia. Bagiku itu terapi bagi jiwaku. Mensugesti diri bahwa aku ini baik-baik saja. Meyakinkan diri bahwa aku ini kuat jiwa dan raga. Kucoba melakukan aktivitasku seperti biasanya. Bekerja, berbagi ide, dan cerita dengan teman-teman sekantor. Walaupun sesekali aku tak bisa fokus dengan obrolan mereka itu.  Rasa perih karena luka yang tak kasat mata ini, sempat beberapa kali membuyarkan konsentrasiku.

"Pray for Gaza" kulirik judul pamflet yang ditempel di papan pengumuman. Siang ini ada pengajian di masjid kantorku. Kulangkahkan kakiku menuju rumah Allah tersebut. Sesuatu yang jarang aku lakukan, karena aku lebih sering sholat di ruanganku. Tak ada yang kuharapkan dari pengajian itu. Aku hanya mengikuti kemana kakiku melangkah. Dan aku bersyukur karena kakiku melangkah ke arah yang benar.

Topik pengajian kali ini membuatku benar-benar merasa malu. Rasanya tak pantas aku berkeluh kesah karena masalah sepele ini. Iya sepele, karena walaupun sakit hatiku parah, tapi aku masih bisa bekerja dengan tenang, bercanda dengan teman, dan menjalani kehidupan normalku yang lain. Jauh sekali dengan yang dialami penduduk Palestina saat ini. Mereka harus memperjuangkan hidup dan agama dibawah tekanan serangan bom tak berkesudahan. Walaupun rumah, masjid sekolah, semua hancur, tapi semangat mereka tak pernah hancur. Betapa banyak kehilangan yang mereka alami, harta benda, keluarga, anak-anak dan sanak saudara. Tapi mereka tak gentar sedikitpun. Tak bisa membayangkan kalau aku mengalami yang dialami warga Palestina saat ini.

Masih pantaskah aku berkeluh kesah? Dikaruniai hidup damai tentram, dan punya banyak hal yang tidak dipunyai semua orang. Punya saudara dan keluarga yang lengkap, serta anak-anak yang cerdas dan sehat. Tinggal di Indonesia yang indah dan kaya. Sungguh begitu melimpah nikmat yang Allah berikan padaku. Tapi aku putus asa hanya karena satu masalah saja.. Astaghfirullah..

Tuesday, November 20, 2012

Mati Gaya di Waterboom


"Di saat orang-orang bersuka ria dan berteriak kegirangan, aku hanya bisa menatap hampa tak tahu harus berbuat apa. Dan hanya bisa menyesali kebodohan sendiri"

*****

Long weekend, adalah saat yang tepat untuk berlibur bersama keluarga. Seperti yang kami lakukan weekend kemarin. Tidak perlu jauh-jauh. Berenang dan bermain air di Waterboom Lippo Cikarang sudah cukup mewah bagi kami. Pagi itupun kami bersiap-siap berangkat menuju tempat tersebut.  Kali ini aku memutuskan untuk tidak ikut nyemplung di air. Maksudku adalah agar aku bisa leluasa mengabadikan momen-momen seru kami dengan kamera. Ceritanya mau jadi fotografer. Jadi aku sengaja tak membawa baju renang dan baju ganti, biar lebih praktis.

Setelah ribet dengan segala persiapan, berangkatlah kami berenam ke Waterboom Lippo Cikarang. Beberapa saat di perjalanan, dimulailah kegalauanku. "Waduh.. Hpku mana ya?" tanyaku sambil merogoh semua kantong celanaku. "Kok nggak ada ya?" Makin galau karena barang yang kucari tak ketemu. "Ouu.. Mungkin aku masukin tas" pikirku menenangkan diri sambil ngubek-ubek isi tas. Duh.. Nggak ketemu juga. Berarti ketinggalan! Ciyus?!  Huwaaa.. Apalah arti hidup ini tanpanya *lebay*. Yaah.. aku tak bisa update status dong. Tak bisa pamer upload foto dong. Tak bisa bbm-an dong. Bisa mati gaya kalau begini ceritanya.
Ya sudahlah, mau bagaimana lagi. Memang berat sih, karena hp ibarat teman setiaku yang selalu sukses mencairkan suasana.. Jiaah lebay lagi. Kini aku harus menyesuaikan diri sehari tanpa hp. Untungnya masih ada kamera, jadi aku bisa fokus dan menyibukkan diri menjadi fotografer sehari.

Pukul 10 pagi, kami sampai di tempat tujuan. Begitu masuk ke lokasi permainan, aku langsung menyiapkan kameraku, siap-siap memotret obyek-objek yang menarik. Ku-on-kan kameraku. Begitu layar menyala, tiba-tiba muncul keanehan. Ada tulisan tertera di layar "out of memory". Loh kok bisa? Seingatku aku belum njepret apa-apa. Dan jepretanku sebelumnya juga sudah aku pindahkan ke laptop. Deg! Tiba-tiba aku lemas membayangkan kemungkinan terburuk. "Jangan-jangan aku lupa memasukkan memori cardnya". Kubuka tempat memori card di kameraku, dan ternyata kosong! Memori cardnya tak ada! Ah, pengen pingsan rasanya. Lemas lunglai semua persendianku. Bagaimana bisa dipakai kamera ini kalau tak ada memorinya.

Pandanganku tiba-tiba nanar, masa depan terasa suram. Tiba-tiba merasa diri tak berguna. Bayangkan, aku bisa apa tanpa hp, tanpa kamera, tanpa baju ganti, dan tanpa baju renang, di area permainan air sebesar ini. Masa' sih aku hanya duduk berjam-jam, menunggu anggota keluargaku bersenang-senang. Hanya duduk?! Oh, tidak! Rasanya sia-sia saja aku kesini tanpa bisa berbuat apa-apa. Belum kalau ingat harga tiket masuk yang cukup mahal, Rp 75.000/orang, tambah menyesal rasanya. Lagi-lagi aku pasrah, lihat saja berapa lama aku bisa bertahan di sini. Hanya duduk jelas bukan tipikalku. Aku bukan tipe orang yang bisa diam tanpa bisa berbuat apa-apa. Sebagai pelipur laraku, adikku meminjamkan hp jadulnya kepadaku. Yah, paling nggak bisa buat mengabadikan acara seru-seruan mereka. Walaupun hasilnya tentu tak sebagus jepretan kamera Nikon Coolpix-ku.

mereka yang bersenang-senang
Beberapa menit kemudian aku sibukkan diri mengabadikan keceriaan mereka lewat kamera hp. Namun itu tak berlangsung lama. Kebosanan mulai merasukiku. Apa serunya foto-foto dengan hp jadul begitu. Aku sama sekali tak puas dengan hasilnya. Keluargakupun sudah mulai melupakan kehadiranku, asyik dengan dunia mereka sendiri. Hari mulai siang, cuaca makin panas, dan aku mulai kegerahan. Melihat orang-orang dengan cerianya bermain air, rasanya aku iri sekali. Ingin rasanya ikut nyemplung. Membenamkan diri di air yang melimpah pasti rasanya segar sekali. Duuh.. Aku tergoda! Tapi masalahnya aku kan nggak bawa baju ganti. Oh iya, sepertinya kios souvenir yang dekat pintu masuk menjual baju renang. Tanpa buang-buang waktu lagi aku bergegas menuju kios itu. Dan benar, memang ada baju renang. “Mas, baju renang yang panjang berapa harganya?” tanyaku kepada si mas penjaga kios. “Yang panjang 450 ribu mbak..”. Hah?! Ciyus?!. Takjub aku melihat harga yang tertera. Mahal banget! Ini baju renang atau gaun pesta sih?! Langsung luntur keinginanku untuk membelinya. Dengan langkah gontai aku menjauhi kios itu.

Baru beberapa langkah, tiba-tiba ada ide lain di kepalaku. Gimana kalau aku beli kaos saja. Pasti harganya tak semahal itu. Bergegas aku kembali ke kios itu. “Mas, kalau kaos berapaan ya?” tanyaku lagi. “80 ribu mbak”. Wah, mahal juga kaosnya. Kaos kaya’ gini di ITC biasanya cuma Rp 25 ribu saja. Tapi ya sudahlah, namanya juga kepepet.
“Ukuran buat saya ada nggak?”
“Kelihatannya nggak ada deh mbak.. Ini ukurannya gede semua. Yang S aja gede kok. Masih kegedean klo mbak yang pake”
Yaah, batal deh dapat baju ganti.

Aku kembali ke tempat nongkrongku semula dengan perasaan galau. Makin siang, makin panas, dan makin besar hasratku untuk menyeburkan diri ke kolam. Bagaimana ya caranya? Tiba-tiba muncul ide liarku. “Kalau aku beli baju renang yang pendek pasti lebih murah. Nggak papa lah agak terbuka, kan nggak ada yang kenal ini, nggak ada yang merhatiin juga” pikirku. Dan untuk ketiga kalinya aku mendatangi kios souvenir tadi. 
“Mas, kalau baju renang yang pendek harganya berapa?” tanyaku. “Ouu.. yang kek gini ya?” tanya si mas penjaga kios sambil memperlihatkan baju renang two piece yang sangat pendek sekali. Aku mengangguk saja, walaupun yang kumaksud bukan yang itu, tapi yang agak tertutup. “Ini harganya 300 ribu” sambungnya. Jiaaaah.. kok mahal banget! Cuma sebangsa kancut ama kutang aja kok harganya mahal banget. Berarti model yang lain lebih mahal lagi dong. Kalau kaya’ gini mending aku bengong aja nongkrong sendirian. Tapi untung juga harganya mahal, jadi diriku terselamatkan dari acara mengumbar aurat. Terkadang Allah menyelamatkan kita dengan cara yang tidak kita kira.

Daripada aku galau dan punya ide yang aneh-aneh lagi, mendingan aku cari cemilan saja di pusat jajan. Makanan tak pernah gagal menenangkan hati.. hehe.. Dan kuputuskan menghabiskan sisa waktu nongkrongku yang masih lama dengan ngemil kentang goreng. Mungkin aku memang harus berdiam diri sejenak. Diam, tanpa berbuat apa-apa.. hanya duduk santai saja..

****
Sampai di rumah, langsung kubuka hpku yang tadi ketinggalan. Ada sebuah bbm dari teman SMAku “Cova, kamu lagi di Waterboom kan? aku lihat kamu loh”. Aku terpana lihat bbm itu. Ternyata dugaanku bahwa tak ada yang mengenaliku di tempat itu salah besar. Untung aku tak jadi pakai baju renang pendek. Kalau sampai dilihat dia, bisa-bisa reputasiku sebagai aktivis rohis jaman SMA bisa hancur.. haha..

Monday, November 12, 2012

Siti Pembantu Seksi

"Bu, ini teman kakak saya yang mau kerja di sini, namanya Siti" kata pembantu tetanggaku malam itu, saat mengantar pembantu baru untukku. Kemudian seorang gadis berkulit cerah yang disebut namanya itu mengulurkan tangan padaku, sambil tersenyum ramah. Ah, ini pembantu baruku. Dari pandangan pertama, penampilan Siti memang berbeda dari pembantu kebanyakan. Rambut hitam lurusnya berpotongan pendek dengan poni menyamping ala personil girlband masa kini. Blouse ketat lengan pendek yang dikenakannya sangat modis dengan pernak-pernik ala artis korea. Dipadukan dengan celana pendek di atas lutut, yang makin memperjelas bentuk tubuhnya. Ditambah dengan tata rias di wajahnya yang membuat penampilannya makin mencolok. Dalam hati aku menggumam "Dia ini mau jadi pembantu atau mau ikut audisi girlband? ". Bagi kebanyakan majikan perempuan pasti merasa terancam oleh kehadiran makhluk seperti ini di runahnya. Makhluk dengan label "pembantu seksi". Tapi tidak denganku. Aku tak terlalu memperdulikan itu. Karena aku merasa diriku lebih seksi. Justru aku berpikir, anak ini punya style dan keberanian untuk tampil beda. Cuma memang keseksiannya agak mengganggu, dan itu bisa diarahkan. Don’t judge the book by its cover lah, masa’ gara-gara penampilan aku menolak dia? begitulah pikiranku saat itu.

Malam itu aku manfaatkan untuk sesi perkenalan dan menggali latar belakangnya. Darinya aku tahu bahwa Siti ini mantan TKI. Beberapa bulan yang lalu sempat kerja di Singapura selama 2 tahun. Awalnya aku agak ragu juga, jangan-jangan dia minta gaji tinggi. Tapi setelah aku tanya ternyata dia dengan senang hati mau menerima standar gaji di kampung ini, yang tentunya sangat jauh di bawah standar Singapura. Diapun cerita, kalau dia kembali ke Indonesia karena tak mau jauh dari ayahnya yang kesehatannya sudah menurun. Selain di Singapura, ternyata dia pernah kerja di Hongkong pula. Wah banyak juga pengalamannya. Aku aja seumur hidup belum pernah ke luar negeri *ngiri*. Pantas saja gayanya beda dari pembantu lainnya. Tapi dari obrolan kami itu, aku cukup lega karena aku tak melihat ada kesan genit padanya. Dan aku percaya dengan penilaianku itu. Singkat kata, malam itu aku resmi menerimanya menjadi pembantu rumah tangga di rumahku.

Beberapa hari berselang, tak ada kekacauan yang kurasakan. Sepertinya Siti lumayan bisa diandalkan. Tak sia-sia dia jadi TKI bertahun-tahun. Aku tak perlu mengerahkan banyak energi untuk memandorinya. Dari segi pekerjaan sepertinya tak ada masalah. Tapi dari segi cara berpakaian tetap tak jauh beda dengan pakaian yang dia pakai saat pertama kali datang. Hingga suatu saat datang komplain yang datang justru dari tetanggaku, si bu RT. Sepertinya beliau ini merasa galau, resah, gelisah, oleh kehadiran Siti, pembantu seksi. Dari sumber yang kurang bisa dipercaya, katanya si ibu RT bilang "Dia itu kan cuma pembantu, kok penampilannya genit begitu. Bilangin dong kalau pakai baju jangan kaya' gitu". Waduh kok komplainnya bernada amarah gini. Sebagai majikannya tentu aku merasa tak enak. Aku harus cari cara agar bisa menasehatinya dengan cara yang halus, dan tidak menyakiti hatinya.

Sebelumnya, sebagai second opinion, aku konfirmasi dulu ke suamiku, sebagai makhluk cowok di rumah ini, tentang pembantuku ini. Karena sepertinya suamiku tak pernah komplain tentang penampilan Siti. "Pa, menurut papa sebagai cowok, gimana penampilan Siti?" tanyaku. "Ya sebenarnya aku merasa risih juga sih. Make pakaiannya pendek-pendek, ketat-ketat gitu…" Jawaban suamiku membuatku agak sewot. "Risih tapi kok nggak pernah bilang.. Risih tapi kok diem-diem aja.. Risih ato menikmati?!". Ah, dasar laki-laki. Dan makin kuat hasratku untuk mengambil tindakan medis.

Dari pengamatanku aku ambil kesimpulan, bahwa Siti memang tidak mempunyai baju yang 'normal'. Kopernya yang gede itu diisi dengan selusin baju 'seksi'. Kalau hanya menasehati agar tidak memakai baju-baju itu lagi, tentunya percuma saja, karena hanya baju-baju seperti itu yang dia punya. Satu-satunya cara adalah dengan mengganti baju-bajunya dengan yang lebih layak. Dan mau tak mau aku harus membelikannya baju layak pakai. Duh, kapan lagi aku harus nyari, hari kerjaku jadwalnya sangat padat. Apalagi ini tanggal tua, jadi tambah mikir-mikir lagi. Tiba-tiba aku ingat, sepertinya aku masih punya beberapa baju baru yang belum sempat kupakai. Malam itupun aku mengobrak-abrik lemari pakaianku. Dan lumayan membuahkan hasil. Aku menemukan 4 kaos dan 2 celana baru, yang semuanya masih belum kunodai alias belum dipakai sejak aku beli. Lita yang dari tadi mengamati aksiku berkata "Mama yakin mau ngasih baju-baju itu ke Mbak Siti? Kan bajunya bagus-bagus ma.. Mama nggak sayang? Ntar mama nyesel loh". "Nggak lah.. Mama kan masih bisa beli lagi" balasku dengan senyuman. Padahal dalam hati aku bilang "Ya mau gimana lagi? Tak ada pilihan lain. Daripada kestabilan rumah tangga terancam" haha..:P.

Dan malam itu juga, segera aku berikan baju-baju baruku itu ke Siti. Dan dia menerima dengan senang hati. Alhamdulillah, sejak saat itu dia mulai memakai baju-baju yang aku berikan, dan tidak lagi berseksi-seksi ria. Lega, akhirnya misiku berhasil. Dan aku jadi sadar, pendapat dan penilaianku tidak selalu sama dengan orang lain. Yang menurutku baik-baik saja, belum tentu baik bagi orang lain. Bisa jadi malah meresahkan. Itulah pentingnya kepekaan terhadap sekitar, terutama terhadap suami sendiri. Agar suami tetap terjaga hati dan pandangannya.

Tuesday, October 30, 2012

Pasar Mayestik.. It's Shopping Time

Bagi emak-emak seperti aku ini, jalan-jalan ke pasar adalah sebuah kesenangan tersendiri. Apalagi kalau lagi banyak duit. Bisa mborong macam-macam. Tapi kalau lagi nggak punya duit ya cuci mata aja sambil survey harga.. Hihihi. Mau pasar tradisional atau pasar modern, tetap jadi tempat gaul favorit para emak-emak. Seperti pasar yang satu ini, Pasar Mayestik. Pasar yang ada di Jl. Tebah Kebayoran Baru ini, merupakan salah satu tempat gaulku. Dulu sewaktu aku masih ngantor di kantorku yang lama, hampir setiap hari aku ke pasar ini. Pagi sarapan di sini, siangnya makan siang di sini, sore cari cemilan di sini pula. Bahkan pulang kerja, nunggu angkotnya ya di pasar ini. Wajarlah, karena lokasi kantorku hanya berjarak beberapa meter saja dari pasar mayestik. Tinggal jalan kaki saja lewat gang senggol. Jadi bisa dibilang aku sudah hapal seluk beluk pasar ini.




Tapi itu dulu, sekitar 3 tahun yang lalu. Sekarang setelah dirombak dan dibangun lagi, tampilan pasarnya sudah jauh berbeda. Tak ada lagi lorong sempit antar penjual, tak ada rasa gerah dan panas saat berkeliling di pasar ini. Yang ada adalah sebuah gedung mentereng dan bersih layaknya sebuah mall. Dan tentunya di sini udaranya sejuk karena ber AC. Jadi cuci mata dan belanja jadi makin betah aja.

bagian dalam pasar
Sabtu kemarin aku bersama dengan anak gadisku, kembali ngubek-ubek pasar ini, dengan diantar suami tercinta. Tujuan pertama adalah ke Toko Maju, toko ini adalah toko alat-alat jahit terlengkap di sini. Lokasinya tidak berubah sejak dulu, masih ada di belakang bangunan utama. Kondisi tokonya juga tidak berubah, masih pengap, dan sempit karena kebanyakan barang. Begitu masuk toko, bagaikan masuk ke dalam labirin, karena toko ini memiliki lorong-lorong. Yang kanan kirinya terpajang berbagai macam barang. Yang baru pertama kali kesini dijamin bingung. Termasuk suamiku yang mengikuti kami masuk toko. Maksud hati ingin mencari kami yang tahu-tahu menghilang, eh malah dia sendiri yang kebingungan, dan tersesat tak tahu arah jalan pulang.. Halah.

Setelah sukses memborong dakron, kain flanel, manik-manik dan kincringan di toko Maju, tujuan selanjutnya adalah ke toko penjual kemasan dari mika. Biasanya aku pakai kemasan mika berbentuk tabung untuk mengemas amigurumi buatanku. Sampailah kami di lantai UG. Di sanalah toko incaranku berada. Di toko inilah aku bisa membeli wadah mika dengan harga termurah. Tapi harapanku harus kandas, karena si penjual, yang kali ini sang istri, tidak mau ditawar lagi. Padahal sekitar 2 minggu yang lalu, saat sang suami yang jaga, aku berhasil membeli dengan harga murah. Ternyata emang laki-laki itu lebih mudah dirayu ya.. Haha.

Tujuan selanjutnya adalah makan siang. Dan pilihan tertuju pada sate ayam yang mangkal di depan toko Mumbay textile. Di persis di seberang pintu masuk gedung utama. Sembari menunggu pesanan siap, aku iseng-iseng masuk ke toko kain itu. Lumayan dapat 3 potong kain santung polos yang bisa aku padukan dengan bahan batikku. Harganya Rp 15.000/meter. Habis makan siang, kami beli klapertart di Family Makaroni yang mangkal di tengah-tengah pasar, buat oleh-oleh orang rumah.

Nah, sekarang kemana lagi ya? Tiba-tiba Lita colek-colek "Ma, beli sepatu sendal sama kaos kaki donk, buat manasik haji". Setelah muter-muter beberapa saat, akhirnya nemu juga sepatu sendal yang keren, tapi tetap murah meriah. Kebetulan di samping penjual sendal, ada penjual jilbab. Sekilas kulihat, jilbabnya unyu-unyu, sesuai dengan tren hijaber yang lagi happening saat ini. Jadi pengen lihat-lihat. Penjualnya si teteh dari Bandung yang cantik dan ramah. Harga yang ditawarkanpun cukup murah. Masih bisa ditawar pula. Yang awalnya cuma pengen lihat-lihat, eh jadinya malah beli-beli deh..hehe..

Yah begitulah kalau jalan-jalan di pusat perbelanjaan. Banyak barang-barang di luar list yang akhirnya dibeli. Alasannya biasanya "mumpung kesini, sekalian beli aja", "mumpung dapat harga murah", atau "mumpung ada diskonan". Untungnya aku termasuk emak-emak yang jarang belanja, jadi nggak terlalu sering ngabisin duit. Tapi begitu belanja langsung menguras kantong..hehe.. Udah ah pulang, uang udah habis nih. Eh, kapan ya ke teteh penjual jilbab itu lagi? Masih pengen beli jilbabnya yang unyu-unyu.. Halah.. :D

Tuesday, October 16, 2012

Ngadem di Hutan Mangrove



Bali memang sangat mendunia. Membicarakan keindahannya seolah tak pernah ada habisnya. Dari pantai hingga pegunungan selalu membuat decak kagum. Bahkan alam bawah lautnya tak henti-hentinya membuat orang terpesona. Siapa sih yang tak kenal Pantai Kuta, Tanah Lot, Uluwatu, Kintamani? Tentu semua sudah tahu. Walaupun belum pernah mengunjungi langsung, tapi keindahannya sudah tersebar di seluruh dunia lewat foto-foto indahnya.

Tapi masih ada loh tempat di Bali yang belum dikenal khalayak ramai. Bahkan temanku yang orang bali asli tak tahu kalau ada tempat seperti ini. Entah kenapa tempat ini tak dikenal banyak orang, padahal lokasinya sangat strategis dan sangat mudah dijangkau. Soal keindahannya jelas tak diragukan lagi. Buktinya tempat ini jadi tempat foto hunting bagi para fotografer. Di manakah itu? Tempat itu adalah sebuah hutan mangrove yang letaknya tidak jauh dari Bandara Ngurah Rai. Tepatnya di sebelah kiri jalan By Pass Ngurah Rai, dari arah Sanur.

Nah, liburan sekolah bulan Juli kemarin aku mengajak suami dan anak-anakku mengunjungi tempat ini. Dan pilihanku sangat tepat, karena inilah satu-satunya tempat di Bali yang pengunjungnya tidak ramai seperti tempat-tempat wisata yang lain. Lumayanlah sebagai tempat ngadem setelah bermacet-macet ria di jalanan Denpasar dan Kuta. Tiketnyapun cukup murah, hanya Rp 5000 saja per orang.

Memasuki kawasan hutan mangrove tersebut, kita akan disuguhi pemandangan yang menyejukkan mata. Pohon-pohon bakau yang rimbun tidak hanya indah di pandang mata, tapi juga menghadirkan suasana adem di tengah-tengah kota Denpasar yang terik. Hutan mangrove ini sangat luas. Dan kita bisa mengelilinginya melalui jembatan sederhana dari kayu, yang dibuat memanjang mengitari kawasan hutan mangrove ini. Anak-anak sangat excited saat menapakkan kaki pada jembatan kayu ini, ketika memasuki kawasan hutan. Akhirnya mereka merasakan secara langsung masuk ke dalam hutan yang selama ini hanya bisa mereka bayangkan. Hutan yang tampak misterius bagi mereka, membuat mereka berimajinasi macam-macam. Tiba-tiba Ariq menyeletuk "Ma, kalo tiba-tiba ada singa bagaimana?". "Nggak ada singa nak" jawabku.
"Kalau macan?"
"Nggak ada juga"
"Trus adanya apa dong?"
"Adanya kepiting-kepiting cantik. Tuh lihat.." Kataku sambil menunjuk bagian bawah jembatan, yang dikerumuni kepiting-kepiting lucu. Dan anak-anakpun dengan riang ikut mengamati makhluk hutan bakau tersebut. Hutan mangrove ini memang sebuah tempat wisata yang edukatif. Karena kita bisa mengenalkan langsung kepada anak-anak apa sih hutan mangrove itu, bagaimana habitatnya, dan apa manfaatnya bagi kelangsungan hidup manusia. Jadi selain bersenang-senang, juga bisa menambah pengetahuan.


Setelah berjalan beberapa saat, kami menemui sebuah menara peristirahatan di tengah-tengah kawasan hutan ini. Dari atas menara kita bisa menikmati hamparan hutan mangrove yang luas dengan sungai yang berkelok-kelok, yang tampak seperti labirin. Kami beristirahat beberapa saat di sini, sambil menikmati angin sepoi-sepoi yang membelai tubuh. Ah nyamannya..


Ada hal yang tak boleh terlewatkan di tempat indah ini, yaitu berfoto-foto. Mmm.. Kapan lagi bisa foto-foto di hutan seeksotis ini. Para fotograferpun rela jauh-jauh dari berbagai daerah untuk hunting foto di sini. Nah kami yang sudah ada disini tentunya tak mau ketinggalan. Tapi hari itu tampaknya kami cukup banyak saingan. Ternyata kebanyakan para pengunjung datang ke hutan mangrove ini dengan tujuan untuk berfoto ria. Lihat saja, beberapa ada yang berdandan heboh layaknya foto model. Nggak kebayang gimana rasanya melewati jembatan kayu dengan memakai highheels seperti itu..hehe.. Ada juga model asli yang berpose sangat menawan. Lumayan buat cuci mata. Di spot lain tak kalah sibuk dengan sesi pemotretan preweddingnya.

Nah, bagi yang sudah bosan ke Pantai Kuta atau Tanah Lot, bisa mencoba alternatif tempat wisata ini. Pokoknya rekomended untuk liburan keluarga.
Happy traveling ^^

Monday, October 08, 2012

Virus Amigurumi


Apa sih amigurumi itu? Pasti banyak yang belum tahu tentang seni yang berasal dari negeri sakura ini. Tapi bagi penggemar rajut merajut, pasti sudah kenal. Nah bagi yang belum tahu, aku jelasin sedikit ya. Amigurumi, berasal dari dua kata yaitu ami yang artinya rajutan. Dan nuigurumi yang artinya boneka. Jadi amigurumi adalah seni merajut boneka. Biasanya boneka yang dibuat mempunyai ukuran yang kecil. Berbagai karakter bisa dibuat versi amiguruminya. Dan tentunya dibutuhkan jiwa seni dan ketekunan untuk membuatnya.

Nah, sekitar sebulan yang lalu aku tiba-tiba tertarik membuat amigurumi. Berbekal pelajaran ketrampilan merajut yang kudapat saat SMP dulu, aku secara otodidak mencoba mendalami seni ini. Awalnya sih karena ingin membuat boneka panda untuk diri sendiri. Namun belum jadi membuat boneka panda, eh anak-anakku udah request macam-macam. Untuk percobaan pertama aku membuat boneka kepik untuk Ariq. Lalu Lita ngiri dan minta dibuatkan boneka kura-kura. Ternyata hasilnya lucu-lucu loh. Sepertinya aku cukup berbakat membuat amigurumi.. Hehe..




Setelah itu berbagai macam karakter mulai kubuat satu per satu. Ternyata membuat amigurumi itu menyenangkan loh. Memang dibutuhkan ketelatenan dan ketekunan, tapi kalau lihat hasilnya rasanya puas dan senang. Apalagi kalau hasil karya itu disukai banyak orang. Tentunya makin membanggakan. Nah itulah yang kurasakan. Walaupun aku baru di dunia amigurumi ini, tapi hasil karyaku disukai teman-temanku. Bahkan banyak yang minta dibuatkan boneka rajut dengan berbagai karakter. Dan waktu-waktu senggangku kini aku isi dengan mengerjakan orderan amigurumi. Alhamdulillah mereka puas dengan karyaku. Dan lumayan bisa nambah-nambah modal buat beli benang. Nggak nyangka, hobiku yang awalnya iseng saja, ternyata bisa menambah uang jajan.. Hehe






Sebenarnya aku ingin lebih serius di hobiku ini, dan membuka website khusus untuk memajang karya-karyaku. Tapi apa daya waktuku tak banyak. Takut nggak sempat ngurus.  Jadi untuk sementara aku kenalkan hobi amigurumi ini lewat facebook dan blogku ini.

Gara-gara sering ngerjain pesanan, beberapa kali Lita dan Ariq membujukku berhenti kerja kantoran, katanya "Mama buka toko rajutan aja. Jadi nggak usah ke kantor, ngerjain rajutan aja di rumah, bikin amigurumi. Pasti banyak yang beli". Tapi kata ibuku "Ngerajut ki kan ra iso di nggo butuh". Maksudnya hasil jualan rajutan kan nggak bisa buat memenuhi kebutuhan hidup. Hehe..

Foto-foto di atas adalah foto amigurumi karyaku. Lucu-lucu ya.. Yang mau pesan boleh kok.. *halah malah promosi.. Hihihi..:P

Wednesday, October 03, 2012

Girly ala Cova

Setelah belasan tahun tak pernah pakai rok saat ke kantor, hari ini aku mulai ber-rok lagi. Sebenarnya ini bukan karena kesengajaan, tapi karena terpaksa alias kepepet. Kemeja seragam kantorku terasa sempit di pinggang, jadi kalau dipadankan dengan celana tampak tak sedap dipandang mata. Makanya kuputuskan memakai rok saja, biar terlihat lebih santun, dan nyaman dilihat orang.

Padahal bagiku memakai rok tuh ribet, nggak bisa bergerak bebas seperti saat aku memakai celana. Dan mau tak mau cara bersikap dan berjalan mesti dijaga agar terkesan feminin. Jangan sampai udah pakai rok tapi gayanya tetep mirip bodyguard. Jadi hari ini aku merubah penampilanku jadi girly, lengkap dengan sepatu highheels dan korsase bunga besar tersemat di jilbabku.

Pas sampai di kantor, sepertinya aku cukup menarik perhatian. Seorang teman melihatku dan berkata "Manis sekali loh.. Coba dari kemarin-kemarin kamu pakai rok.. Cantik kan.." Ah senang dong dapat pujian. Sampai di ruanganku teman seniorku berkata "Wow, Cova pakai rok nih.. Jadi mirip pegawai bank loh.." Aah, jadi tambah seneng, soalnya pegawai bank kan cantik-cantik. Terus dapat komentar dari teman ku yang lain "Wah Cova jadi kek pramugari.." Ahay.. Jadi mbayangin pramugari cantik yang pakai rok panjang tapi belahannya tinggi.. hehe.. Tapi rokku ini tanpa belahan kok :D

Mendapat respon yang positif tentu saja aku jadi agak ge er.. Hehe.. Kemudian iseng aku coba singgah ke ruangan lain, mau tau respon temanku yang lain *berharap dapat pujian :D. Nah seperti dugaanku, penampilan baruku cukup memaksa orang berkomentar. "Cov, lo kenapa? Tahu-tahu pakai rok gitu.." Tanya temanku heran. "Lah emang salah klo pake rok?!" Balasku. "Nggak pantes aja tauu.. Lo tomboi gitu, pake rok.. ". Jiaaah.. Gagal deh dapat pujian. Tak berapa lama.. "Ciee.. Ada yang pakai rok.. Akhirnya lo insaf juga Cov.. Dah dapat hidayah rupanya..". Walah ini malah ngece. Okelah, aku emang tomboi,cuek,  nggak bisa dandan, jauh dari kesan feminin, tapi aku ini wanita sejati loh. Sekali-sekali nggak papa dong tampil girly.

Padahal di kantorku ini, banyak loh ibu-ibu yang pakai rok. Tapi kenapa hanya aku yang dikomen macam-macam. Mungkin karena tampilanku yang tidak seperti biasanya. Sebuah perubahan memang mengundang banyak respon dari orang lain, bisa positif, bisa negatif. Itu wajar saja. Dan kita harus siap akan itu. Asal perubahan itu baik dan membuat kita nyaman, serta tak merugikan orang, kenapa tidak? Orang lain tentu lama-lama akan terbiasa juga.

Tapi untuk kasusku ini walaupun komentar orang banyak yang positif, dan sepertinya aku tampak lebih cantik,  namun sebenarnya aku kurang nyaman memakai rok.  Istilahnya ‘not me’ lah. Jadi aku tetap kembali ke kostum favoritku, kemeja dan celana panjang. Pakai rok sekali-sekali saja,  sekedar variasi, biar hidup nggak monoton.. Halah..

Ada yang penasaran pengen tahu penampilanku dengan rok? Tapi sayang penampilanku hari ini nggak sempat diabadikan. Jadi pakai foto yang lain aja ya. Seperti yang ini, aku dengan kostum kemeja putih dan rok abu-abu... Alias seragam SMA.. Masih pantes kan? Haha…


aku dan adikku dalam berbagai gaya.. haiyah :D
NB. Foto diambil karena paksaan seorang adik kepada kakaknya. Sebut saja ini sebagai ‘sister challenge’. Dan dengan sukses sang adik mempermalukan kakaknya, saat sang kakak harus berpose ala ABG alay.. *tutup muka*

Friday, September 28, 2012

Happy Wedding Anniversary

Happy 10th Wedding Anniversary!!
Iya, tepatnya besok tanggal 29 September 2012, kami merayakan ulang tahun pernikahan yang ke 10. Wah udah lama juga ya. Nggak terasa udah selama itu aku menyandang status sebagai Mrs. Andi Sulistyo. Rasanya masih kaya’ dulu aja, jaman masih pacaran.. ciee.. Padahal anak udah 2.. hihi.. 


Sebenarnya aku ingin menulis yang bernuansa romantis dalam rangka hari jadi pernikahan kami ini, tapi nggak tahu kenapa, rasanya aku ini nggak bisa nulis yang berbau cinta-cintaan. Apalagi suasana tidak mendukung. Maklumlah aku menulis di kantor, dan saat ini ruanganku lagi berantakan dan berisik banget karena lagi diberesi. Sungguh suasananya nggak nyambung banget buat menulis bertema cinta. Ya sudah, daripada dipaksain malah jadinya lebay kaya’ anak-anak ABG alay jaman sekarang.  Ciyuuus? Miapah? #halah.. hehe.. Maka aku merayakannya dengan sentuhan yang beda. 


Kebetulan  beberapa hari yang lalu aku tiba-tiba ingat postingan Jeng Mayya on Morning Raindrops yang berjudul Free Digiscrapbook Design, yang launching pada bulan Mei yang lalu. Waktu itu aku sempat request digiscrapbook design tersebut, dan sudah aku posting di sini. Hasilnya bagus banget loh. Nah, kali ini aku kembali bikin repot Jeng Mayya yang baik hati ini, dengan request membuatkan digiscrapbook design untuk foto romantisku bersama suami.. uhuk! :D. Dan inilah hasilnya.. Manis sekali ya.. Dan kesan romantisnya sangat terasa.. ihiiirrr.. 



Ternyata ungkapan yang mengatakan “cinta tak harus diungkapkan dengan kata-kata” itu ada benarnya juga. Karena cinta bisa diungkapkan lewat digiscrapbook.. ^^

Makasih banyak ya Jeng Mayya… *kecup basah* :D.



 
 
Tulisan ini merupakan apresiasi terhadap program Desain Digiscrapbook Gratis oleh Mayya"

Monday, September 24, 2012

Menguak Legenda Rawa Pening


Baru Klinting, sebuah nama yang sangat familiar di telingaku. Nama yang terkait dengan legenda Rawa Pening itu, sudah aku dengar sejak aku masih kanak-kanak. Ibukulah yang mengenalkan kisah Baru Klinting padaku. Setiap malam sebelum tidur, ibuku tak lupa  menceritakan dongeng cerita rakyat dan kisah para nabi. Sesuatu yang sangat jarang kulakukan kini kepada anak-anakku. Salah satu cerita yang masih sangat kuingat adalah tentang Legenda Rawa Pening ini. Dari cerita ibuku itulah kemudian timbul rasa penasaran padaku tentang danau ini. Dan setelah puluhan tahun berselang, barulah terwujud keinginanku melihat langsung Rawa Pening. 

Gerbang Bukit Cinta
Setelah perjalanan kami ke Gedong Songo, kami melanjutkannya ke Rawa Pening. Tempatnya tidak terlalu jauh dari Gedong Songo, masih di wilayah Ambarawa juga. Danau luas yang terletak di pertemuan lembah gunung, cukup mudah ditemukan, walaupun kami baru sekali ini kesana.

Tak berapa lama sampailah kami di Rawa Pening. Di sekitar Rawa Pening ini, dibuka sebuah taman wisata yang biasa disebut dengan Bukit Cinta. Tak jelas maksudnya apa dinamakan demikian. Menurutku malah lebih tepat disebut taman Baru Klinting. Karena di sini terdapat patung ular naga raksasa yang melingkari taman, dan kita bisa masuk melalui mulut dan ekornya, semacam gua. Pembuatan patung ular naga ini bukan tanpa maksud. Jelas bahwa patung tersebut untuk mevisualisasikan legenda Rawa Pening. Ular naga itulah yang bernama Baru Klinting. Yang konon sampai sekarang masih menjaga Rawa Pening. 


Dari taman tersebut, kita bisa menikmati pemandangan Rawa Pening. Danau yang luas dan tenang ini diapit gugusan gunung dan perbukitan. Ada nuansa mistis yang kurasakan saat menatap hamparan danau itu. Tiba-tiba khalayanku berkembang terlalu jauh, aku sempat berpikir "Jangan-jangan si Baru Klinting memang masih ada di danau ini". Ah, malah jadi merinding. Daripada ngayal yang nggak-nggak, mending mengabadikan pemandangan yang indah ini.


Rawa Pening memang fotogenik, tak heran jika banyak fotografer yang tertarik mengabadikannya. Genangan air yang membentang luas, berpadu apik dengan gerombolan tanaman eceng gondok, dan membuat suasananya tidak monoton. Ditambah dengan kehadiran perahu-perahu berwarna-warni, memberikan aksen tersendiri, yang memberikan efek ceria dan colorful hingga mampu melembutkan kesan mistis dari danau ini.

Yang lebih menarik lagi, ternyata perahu-perahu itu bisa disewakan. Tarifnyapun cukup murah, Rp 35.000 saja perperahu. Jadi semakin banyak penumpang tentu semakin murah tarif per orangnya. Tapi ingat, maksimal satu perahu hanya mampu memuat 10 orang. Nah, bagi yang ingin mengeksplore lokasi ini lebih dalam, bisa menyewa perahu ini. Seru loh. Dengan naik perahu kita bisa menikmati pemandangan Rawa Pening dari berbagai sisi.






pemandangan dari perahu
Puas mengelilingi danau, dan foto-foto, kini saatnya beli oleh-oleh buat ibuku. Kami menuju ruko-ruko yang bersebelahan dengan Bukit Cinta, yang menjual oleh-oleh khas Rawa Pening. Di antaranya menyediakan ikan kecil-kecil yang digoreng krispi, mirip dengan yang dijual di Pangandaran. Katanya sih ikannya diambil langsung dari Rawa Pening. Hmmm.. Rasanya yummy loh. Cocok buat cemilan atau buat lauk.

Di sini juga dijual buku tentang Legenda Rawa Pening. Bagi yang mau tahu ceritanya silahkan beli bukunya. Atau baca aja di sini.



narsis di perahu ^^