Thursday, January 31, 2013

Trip Gunung Padang (2): Jelajah Situs Megalitikum

 
Cerita sebelumnya ada di sini

Gemiris mulai turun lagi, kamipun bergegas melanjutkan perjalanan ke Situs Gunung Padang. Jalan yang kami lalui masih sama kondisinya, berkelok-kelok dan berlubang. Dan di kanan kiri jalan terbentang perkebunan teh yang luas. Sungguh indah dan menyejukkan mata. Tak berapa lama sampailah kami di Situs Megalitikum Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat. Sebuah situs megalitikum yang terbesar di Asia Tenggara. Dan gerimis belum juga reda. Namun kami memutuskan untuk tetap naik ke bukit tempat situs megalitikum itu berada. Ah cuma gerimis ini, paling sebentar lagi reda, pikir kami.

Dengan semangat 45, kami berbekal payung dan tentu saja kamera, menaiki setiap anak tangga, yang jumlahnya mencapai 700 anak tangga! Wow! Nggak kebayang pegelnya. Sebenarnya ada jalur lain yang jumlahnya hanya 400 anak tangga. Namun treknya lebih susah, licin, curam, dan terjal. Kami yang jiwa juangnya kurang militan, memilih trek memutar saja. Biar lambat asal selamat.. Hehehe..


tangga asli yang terjal dan berliku
tangga buatan
Sebenarnya apasih situs megalitikum itu? Ah, paling cuma lihat batu-batu doank. Eh tapi batu-batu yang ini bukan sembarang batu. Batu-batu andesit besar ini semuanya berbentuk limas persegi memanjang, yang membentuk sebuah bangunan. Katanya dulu batu-batu ini tersusun berdiri, tapi karena pengaruh cuaca dan waktu, beberapa batu mulai tertidur, alias roboh. Beberapa ahli ada yang berpendapat bahwa bukit tempat batu-batu itu berada sebenarnya adalah sebuah piramida. Mereka meyakini bahwa di bawah permukaan bukit itu terdapat sebuah ruangan. Benar atau tidak, sampai sekarang riset masih terus dilakukan. Wah, kalau benar itu sebuah piramida, perlu segera dilakukan penggalian. Aku membayangkan Indonesia punya piramida yang lebih megah dari piramida di Mesir. Di dalam piramidanya ada muminya juga nggak ya? Hehe..malah ngayal.

situs megalitikum

Ah, khayalanku buyar karena air hujan yang turun makin deras. Padahal kami belum juga selesai menempuh semua anak tangga. Di sela-sela nafas yang ngos-ngosan, kami harus mempercepat langkah mencari tempat untuk berteduh. Untunglah di atas bukit itu, ada semacam saung dan menara. Sambil menunggu hujan reda, kami menikmati pemandangan batu-batu andesit itu dari menara. Hujan membuat suasana situs semakin mistis, redup namun tetap indah. Pemandangan alam di sekitar bukit itu tak kalah elok. Tak sia-sia aku bersusah payah menaiki ratusan anak tangga dan diguyur hujan begini. Namun hujan tetap saja menghambat langkahku. Aku jadi tak leluasa mengeksplore situs ini. Dan yang paling penting, aku tak puas bernarsis ria.

Tapi apapun kondisinya, sebuah perjalanan harus dinikmati. Memang cuaca di gunung padang saat ini sangat moody, layaknya anak ABG yang emosinya tak tertebak. Sebentar-sebentar hujan, sebentar-sebentar reda, hujan lagi, terus reda lagi. Seperti itu berkali-kali. Dan sebagai traveler yang berjiwa dewasa, aku harus mampu menyesuaikan moodnya. Saat hujan reda aku manfaatkan untuk berkeliling bersama seorang pemandu. Dengan logat sundanya yang kental, dia menjelaskan berbagai mitos dan sejarah keberadaan situs ini. Ada satu yang kuingat jelas, saat pak pemandu menunjukkan sebuah batu yang disebut sebagai batu pandang. Saat duduk di batu pandang ini, kita bisa memandang kearah gunung gede pangrango. Karena itulah bukit ini dinamakan Gunung Padang, yang berasal dari kata Gunung Pandang. Selain itu masih banyak batu-batu unik lain, ada batu gong, batu gamelan, batu duduk, batu lumbung, bahkan ada batu dengan bekas tapak kaki harimau.
memandang gunung gede pangrango #bukanfotoPrewedding
Sayang hujan mulai turun lagi lebih deras, dan memaksa kami menghentikan kegiatan eksplorasi. Ya sudah, tak apalah, mau bagaimana lagi. Rencananya setelah ini kami melanjutkan perjalanan ke curug Cikondang, curug dengan debit air yang sangat besar. Tapi dengan kondisi hujan deras begini, rasanya cukup mengkhawatirkan mengingat kondisi medannya yang cukup sulit dilalui.

Bagaimana selanjutnya? Jadikah kami ke curug cikondang? Simak terus kisah ini di postingan berikutnya, hanya di Runaway Diary ^^

Bersambung ke Trip Gunung Padang 3..

 *Tulisan ini dibuat dalam rangka meramaikan #7HariMenulis dari @birokreasi*

Tuesday, January 29, 2013

Trip Gunung Padang (1): Jejak Sejarah Stasiun Lampegan

Musim hujan sering kali membuat orang malas untuk jalan-jalan alias traveling. Terlebih lagi ke tempat yang medannya cukup sulit. Tapi tidak diriku. Demi menjawab rasa penasaranku akan keberadaan sebuah situs prasejarah, maka aku melakukan perjalanan ini, walaupun kondisi cuaca tidak menentu.

Tidak banyak yang tahu bahwa di Indonesia terdapat situs megalitikum terbesar di Asia Tenggara. Dan banyak yang tidak menduga bahwa situs tersebut letaknya tidak jauh dari Jakarta, yaitu di Gunung Padang, Cianjur. Bahkan beberapa orang yang tinggal di Cianjurpun tidak mengetahui keberadaan situs ini. Mungkin karena lokasinya yang tidak mudah dijangkau membuat situs ini tidak setenar tempat wisata lain.

***

Hari sabtu pagi aku bersama 11 orang traveler lainnya berangkat dari Jakarta. Rencananya one day trip kami kali ini akan mengunjungi 3 tempat sekaligus, yaitu Stasiun Lampegan, Situs Megalitikum Gunung Padang, dan Curug Cikondang. Cuaca hari itu memang tidak dapat diprediksi. Terkadang cerah, tapi tak lama berubah menjadi berawan. Bahkan pada saat melewati puncak Bogor, kami diguyur hujan yang sangat deras, dilengkapi dengan turunnya kabut yang sangat tebal, yang membuat jarak pandang kami menjadi pendek. Terus terang aku merasa ngeri, serasa ada di dunia lain. Dan sempat was-was, jika hujan sederas ini sepertinya acara mengeksplore situs jadi terbatasi. Untunglah itu tak berlangsung lama. Perlahan saat kami telah melampaui daerah puncak, hujan dan kabut mulai reda.

terowongan Lampegan
bergaya di depan stasiun
Tapi setelah beberapa jam perjalanan semakin dekat dengan tempat tujuan, kondisi jalan justru semakin parah. Jalan berkelok-kelok, menanjak, dan banyak yang berlubang. Musim hujan semakin memperparah keadaan, karena kondisi jalan menjadi licin. Sebelum sampai ke situs gunung padang, kami mampir dulu ke stasiun Lampegan yang letaknya kira-kira sekitar 8 km sebelum situs tersebut. Di stasiun itu kami makan siang bersama, dan tentu saja berfoto ria.

nikmatnya makan siang bersama
Dan inilah penampakan Stasiun Lampegan. Stasiun yang dibangun tahun 1884 ini, masih berdiri kokoh dan tampak aura mistis nan eksotis. Terutama jika kita masuk di terowongannya yang gelap, dengan pilar-pilar yang berbaris rapi. Konon bagi yang bisa 'melihat', di terowongan ini ada sebuah kereta yang lewat hilir mudik, dengan penumpang yang berpakaian ala Belanda jaman dulu. Iih jadi merinding. Ada pula yang bilang, terowongan Lampegan ini merupakan terowongan pertama di Indonesia yang dibangun pada masa penjajahan Belanda. Dan katanya pembangunannya memakan banyak korban jiwa. Pantesan saja suasananya terkesan angker.

bagian dalam terowongan
Saat kami kunjungi, stasiun tersebut sedang diperbaiki, karena sebelumnya sempat terjadi longsor. Beberapa truk yang mengangkut bahan bangunan lalu lalang. Di sekitar stasiun berserakan besi-besi panjang. Dan para tukang sibuk dengan pekerjaannya. Namun semua itu tak membuat kami jengah untuk berfoto-foto. Walaupun banyak mata yang memandang aneh pose-pose ajaib kami.  Hehehe..

Charlie's Angels wanna be
Bersambung ke Trip Gunung Padang 2..

Friday, January 25, 2013

Sunshine Award dari Indrayana

Sebenarnya rencananya hari ini mau posting tentang traveling. Tapi berhubung pikiranku masih belum fokus, jadi mending posting yang ringan-ringan saja, yaitu ngerjain PR dari si mas Indrayana, seorang anggota KPK yang ganteng dan imut. Makasih ya Indra, aku gembira ria bahagia loh dapat PR ini, karena PRnya dikasih bersama dengan sebuah award. Awardnya tentu saja unyuuu banget, seunyu yang ngasih award.. hihihi.. *keknya pujiannya rada lebay nih*.  Nah, inilah awardnya:


Sekali lagi makasih ya Indra, awardnya kuterima dengan hati bangga. Dan pertanyaannya udah aku jawab di bawah ini.

Warna Favorit : merah
Dari sejakkecil aku suka sekali warna merah. Dari baju, sepatu, sandal, tas, ikat rambut, bandana, pita sampai kaos kaki, pasti mintanya warna merah. Tapi seiring dengan usiaku yang makin menua, aku mulai berekspresi dengan warna-warna lain. Tapi tetap warna-warna ngejreng yang tak kalah dari si merah :D

Hewan Favorit : panda
Andai bisa aku pengen pelihara bayi panda. Ada yang mau ngasih? Hihihi. O iya, awalnya tampilan blog inipun pengen aku kasih gambar panda loh.. hehe

Nomer Favorit : Sembilan
Karena sembilan itu angka yang cantik, indah, dan sempurna *maksa*

Minuman Favorit : air putih hangat
Gara-gara aku sering kena masuk angin, jadi air putih hangatlah andalanku.

Facebook or Twitter : Facebook
Aku punya akun facebook dan akun twitter, tapi sekarang lagi males  sama dua-duanya. Abis kebanyakan pada nulis status galau dan nggak penting :P

Passion : lagi dicari
Sampai sekarang aku masih bimbang. Maklumlah, aku ini termasuk multitalent jadi bingung harus focus kemana.. hahaha *narsis*.  Makanya tag line blogku  Runaway Diary “finding my true passion”

Dikasih atau Ngasih hadiah : dua-duanya donk
Menurutku antara memberi dan menerima harus balance. Dalam hubungan pertemanan ini sangat penting. Karena ini tanda bahwa kita saling peduli.

Aktivitas Tubuh Favorit : tidur
Kok tidur ya? Kesannya aku ini pemalas banget.. hehe.. Tapi mengingat tidur itu manfaatnya banyak sekali, maka aku tak kan malu mengakui bahwa aku suka tidur :D

Hari Favorit dalam Seminggu :Sabtu
Sabtu adalah hari refreshing, melakukan hal-hal yang mengendurkan urat syarat dan tubuh yang tegang. Dan sabtu malam adalah saatnya aku kencan dengan Dexter, si mas serial killer, di channel Fox Crime ^^

Bunga Favorit : Mawar
Si mawar merah yang menggoda dan penuh gairah.. sukaaa banget ^^.

Sekian postinganku kali ini, semoga dapat menghibur, khususnya buat Indra imut yang lagi bersedih. Keep smiling ‘n happy blogging friends ^^

Monday, January 21, 2013

[Photo of The Month] Fly Away with Me


Model : Cova
Fotografer : Andhie
Lokasi : Situs Megalitikum Gunung Padang

 ***

Note: Berhubung ujung jariku masih sakit gara-gara kegunting, jadi belum bisa dipakai buat nulis banyak. Sementara posting foto dulu aja. Have a nice day ^^

Friday, January 18, 2013

[Cerita Fiksi] The Sweetest Birthday

Malam ini kubenamkan diri dalam kamar. Mencoba menghibur diri dengan mendengarkan lagu dari radio bututku yang suaranya tak lagi merdu. Hari ini ulang tahunku yang ke 17. Kata orang ini sweet seventeen. Dan konon harus dirayakan dengan meriah. Itulah yang dilakukan oleh sebagian besar teman-temanku. Tapi aku tidak begitu. Boro-boro mau merayakan ulang tahun, untuk makan sehari-hari saja susah.
"Selamat ulang tahun nduk.." Hanya ucapan itu saja yang kudapati dari ibuku. Tak ada menu spesial, apalagi kado istimewa. Semua tampak sama seperti hari-hari biasa. Menu sarapanku tetap sama, nasi dan kerupuk saja. Bahkan teman-teman sekolahku tak ada satupun yang mengingat ulang tahunku. Mereka sibuk menyiapkan diri untuk pesta ulang tahun Putri nanti malam. Ulang tahun dan umurku sama persis dengan Putri, tapi nasib kami berbeda. Putri adalah anak seorang pejabat kaya di daerahku. Pasti pesta sweet seventeennya malam ini sangat mewah dan meriah. "Ris, kamu nanti datang ke ulang tahun Putri kan?" tanya Ayu, teman sebangkuku, siang tadi. "Aku nggak bisa. Aku harus bantu ibuku bikin pesanan kue" jawabku sekenanya. Mana mungkin aku datang tanpa kado dan baju pesta?

Mataku masih nanar menatap langit-langit kamarku. Tiba-tiba kudengar suara ibu memanggilku "Nduk.. Ada teman-temanmu datang tuh". Hah? Apa aku tak salah dengar? Bukannya seharusnya mereka sedang berpesta? Pikirku dalam hati. Dengan malas aku menemui mereka. Aji, Rama, Azis, dan Dea. "Kalian bukannya ke pesta Putri?" tanyaku heran. "Tadi udah kesana kok" jawab Aji. "Tapi cuma sekedar ngucapin selamat aja. Kami nggak nyaman di pesta seperti itu" sambung Rama. "Jadi kami mau pesta di rumahmu aja" tambah Dea. "Nggak ada pesta di rumahku!" aku menjawab dengan ketus. "Kalau begitu kita adain aja" Aziz dengan penuh semangat mengungkapkan ide konyolnya, disertai kerlingan matanya yang jenaka.

Masih belum hilang keherananku melihat polah mereka, tiba-tiba, "Selamat ulang tahun!!! seru mereka bersamaan. Dan sebungkus gorengan plus beberapa buah minuman ringan langsung tersaji di depanku. "Kalian ingat?" tanyaku lirih, tak sanggup menahan keharuan. Senyum dan tawa mereka menghangatkan malam ini, malam sweet seventeenku yang manis. Tak ada kue tart, tak ada lilin, tak ada hiruk pikuk musik yang meriah. Pesta ulang tahunku yang sederhana namun indah.

#based on true story#


Special for:
1.    Kumpulan Emak-emak Blogger (KEB) yang berulang tahun hari ini. KEB, sebuah komunitas yang para anggotanya membuatku mupeng sekaligus minder dengan karya-karya mereka. Emak-emak cantik, pinter, gaul, narsis dan multitalent bertebaran di sini. Dan aku harus bilang “Wow! Banyak wanita luar biasa di sini”. Karya-karya meraka sungguh menggugah, menginspirasi dan memotivasi. Ternyata emak-emak juga bisa berkarya dan merubah dunia. Dan aku bangga jadi bagian dari mereka.
Selamat Ulang Tahun KEB! Semoga makin mendunia ^^
#1stKEB - Satu Cinta dalam Inspirasi dan Karya - Ngeblog Terapi Jiwa
2.    Sahabatku dari masa unyu-unyu dulu, Diana, yang berulang tahun tanggal 17 kemarin. Maaf ya hanya bisa ngasih kado ini. Semoga menghibur ^^
Selamat Ulang Tahun cintaaaa… *peluk ‘n cium*
Tetap semangat menjalani hari-hari sebagai fulltime mom yaaa… *ngiri*

Monday, January 14, 2013

Teruntuk Cintaku Mimi Radial

Selamat siang teman-teman..
Postingan kali ini adalah persembahan khusus untuk Mimi Radial. Siapa sih yang tak kenal Mimi Radial? Emak-emak blogger yang satu ini emang gaoool abis. Penggemarnya tersebar merajalela bak jamur di musim hujan, dan seperti debu di musim kemarau.. eeeaa.. :D. Di manapun Mimi slalu menghibur para fansnya. Lihat saja blognya yang unyu banget. Juga facebooknya yang tak pernah berhenti membuat tersenyum dengan status-statusnya yang menggelitik. Dan kali ini, untuk para fansnya Mimi bikin giveaway yang judulnya I love Mimi. Sebagai fans beratnya Mimi, tentu aku ikut berpartisipasi. Inilah persembahanku untuk Mimi tercintaaah... sebuah foto yang unyuuuuu bgt (*tenang Mi.. bukan foto narsisku kok.. hehe)


Selamat ulang tahun buat Mimi cayank.. semoga makin narsis, makin gaol, makin seksih 'n makin baik hati.. semoga hari-harimu indah selalu.. dengan banyak cinta di sekitarmu.. 
Peluk dan kecup basah dari Cova 'n Cova bear ^^

Give away I love Mimi

Wednesday, January 09, 2013

Menghirup Segarnya Curug Cilember


Ingin menikmati segarnya air pegunungan dengan sungai dan air terjunnya? Atau ingin menikmati rimbunnya pepohonan di hutan dengan ratusan kupu-kupu? Ingin kemping atau sekedar leyeh-leyeh menghilangkan kepenatan? Semua ada di sini! Tak perlu jauh-jauh dari Jakarta. Tempat wisata yang satu ini memang layak untuk dikunjungi. Selain dekat, juga murah meriah. Di samping itu tempat wisata ini sangat baik untuk edukasi anak-anak. Dengan mengenalkan alam sejak dini, tentu akan menumbuhkan kecintaan pada bumi. Di manakah itu? Di Wana Wisata Curug Cilember. Masih di kawasan Puncak Bogor. Jalan masuknya dekat dengan Taman Matahari, atau sekitar seberangnya Cimory Riverside. Yuk intip perjalanan kami!

Bagi waterfall lover, pasti tempat ini sudah tidak asing lagi. Keindahan air terjunnya memang yang menarik para pengunjung untuk datang kesini. Ada beberapa air terjun di Curug Cilember ini, dari Curug Satu hingga Curuh Tujuh. Curug satu adalah curug tertinggi, lokasinya paling atas. Kemudian diikuti curug dua, tiga, empat, lima dan enam. Dan curug paling bawah yang letakknya paling dekat dengan pintu masuk adalah Curug Tujuh. Curug Tujuh inilah yang paling bersahabat, karena lokasinya paling mudah dijangkau. Sedangkan curug-curug lainnya susah diakses. Selain lokasinya yang lebih jauh, kondisi medannyapun susah dilalui. Konon katanya jalannya licin, terjal, dan berbatu.

jalan menuju curug

main di sungai
Berhubung kami kesana bersama anak-anak, maka kami cukup puas hanya sampai dengan curug tujuh saja. Dari pintu masuk wana wisata sampai ke curug tujuh, jalannya lumayan rapi dan mudah dilalui. Kami harus berjalan kaki dari parkiran menuju curug itu. Tapi perjalanan terasa mengasyikkan, karena kami disuguhi pemandangan yang sangat asri. Pohon-pohon pinus yang rindang dan menjulang dengan sungai yang mengalir di sela-selanya, menemani sepanjang perjalanan kami. Ada beberapa tenda yang didirikan di sana. Tempat ini memang menyediakan tanah terbuka untuk kemping. Ada pula beberapa pondok kayu yang disewakan bagi pengunjung yang ingin menginap. Sepertinya asyik juga ya, menginap di sebuah pondok kayu dalam hutan. Romantis sekali.

pondok kayu dengan sungai di sebelahnya
 Sekitar setengah perjalanan, kami menemui sebuah tempat penangkaran kupu-kupu. Dan kami sempat mampir sebentar untuk melihat ratusan kupu-kupu yang ada disana. Aku membayangkan bakal melihat kupu-kupu yang berwarna-warni, tapi ternyata tidak ada. Kupu-kupu yang ada di sana kebanyakan berwarna gelap. Tapi tidak apa, setidaknya anakku jadi tahu bagaimana proses metamorfosis kupu-kupu. Eh iya, ternyata bukan hanya kupu-kupu yang ada di sana. Adapula buaya, maksudku beberapa anak buaya. Sepertinya dikembangbiakkan juga di sana.

tempat penangkaran kupu-kupu
kupu-kupu yang jinak
 Dan akhirnya kami sampai ke Curug Tujuh. Wow indah sekali! Tapi sayang keindahan itu sedikit terganggu karena banyaknya pengunjung yang memadati curug itu. Yah maklumlah, kami kesana saat long weekend, tentu banyak yang berlibur kesana. Tua, muda, anak-anak, bahkan lansia, ada di sana. Benar-benar tempat favorit. Awalnya terbayang akan berendam di sana, menikmati curahan air terjun yang dingin. Tapi kuurungkan, setelah melihat banyaknya orang di sana. Jadi kami hanya menikmati pemandangan yang ada, dan nyemplung di bagian yang paling dangkal. Untuk foto-fotopun agak kerepotan, karena di setiap spot dipenuhi manusia. Harus menunggu sampai orang-orangnya agak berkurang, barulah kami berfoto ria.

curug tujuh saat ramai pengunjung
Jika ingin kesana aku sarankan jangan waktu long weekend. Atau kalau bisa pas weekday saja. Dijamin puas menikmati air terjun tanpa gangguan banyak orang. Mmm.. Kapan lagi ya?

Friday, January 04, 2013

Terjebak Ramalan


Di akhir tahun maupun di awal tahun, sudah sangat lazim kita temui berbagai media masa menampilkan rubrik dan acara ramalan. Majalah, koran, dan tabloid yang terbit di minggu ini, hampir semua menyisipkan bonus berjudul ramalan 2013. Dari ramalan zodiak hingga ramalan trend fashion. Bahkan kalau kita lihat di televisi, makin sering bermunculan paranormal yang meramalkan nasib artis-artis yang lagi naik daun. Dan yang paling fenomenal, Mama Loreng semasa hidupnya pernah meramalkan bencana yang akan menimpa negeri kita. Wuiih..sehebat itukah manusia? Aku sendiri sebenarnya tak percaya hal-hal seperti itu. Apalagi aku pernah 'trauma' oleh sebuah ramalan. Bukan ramalan zodiak dari sebuah majalah, atau ramalan fashion yang salah. Tapi dari orang tak dikenal yang mengaku punya keahlian meramal, dan memaksa meramalku.

Ceritanya begini. Kira-kira 2 tahun yang lalu di suatu pagi yang cerah di kantorku. Saat itu aku bertugas di front office (semacam costumer service). Tidak terlalu ramai hari itu, setidaknya aku tak perlu menangani antrian yang panjang. Datanglah seorang laki-laki sekitar usia 40an. Dari warna kulit dan mata sipitnya jelas kentara kalau dia keturunan Tionghoa. Penampilannya biasa saja layaknya bapak-bapak pada umumnya. Tapi dari tampilan kasualnya menandakan dia bukan pekerja kantoran.  Dan benar dugaanku, dia seorang pedagang.

Awalnya tak ada yang aneh. Sebagai petugas pelayan masyarakat tentunya aku berusaha melayaninya sebaik mungkin. Dan sepertinya dia puas. Dibuktikan dengan senyum santunnya sesaat sebelum meninggalkan mejaku. Namun tak berapa lama kemudian, entah apa yang membuatnya kembali ke arahku, dan berkata "Mbak, boleh ya saya ramal?". Sejenak aku bingung. Logat cinanya membuat telingaku rancu menangkap antara kata 'ramal' dengan 'lamar'. Duh kirain dia naksir aku..haha. Setelah dia memintaku "Boleh lihat telapak tangannya?", barulah aku paham dia mau meramalku. Tapi tetap saja aku bingung, apa maksudnya orang ini tiba-tiba mau meramalku. "Eh maaf, nggak usah, saya nggak butuh diramal kok? tolakku dengan halus. "Nggak papa kok. Nggak bayar. Saya memang bisa baca garis tangan" bujuknya. Ya sudah, sepertinya dia memaksa. Aku bagaikan tokoh di cerita film yang tiba-tiba didatangi peramal misterius yang meramalku dengan ramalan tak masuk akal. Dan parahnya lagi, setelah mendengar ramalannya pagi itu, hari-hariku tak lagi sama.

Aku terpaku oleh ramalannya. Bahkan setelah dia pergi dari hadapanku, aku masih termangu. Inilah kata-kata ramalannya yang sangat janggal itu..
"Kamu akan menjalani 3 kali pernikahan". Tentu saja aku kaget, satu saja nggak habis-habis, bagaimana caranya bisa nikah 3 kali?.
Dia menarik nafas sesaat dan melanjutkan..
 "Pernikahanmu yang pertama, diawali dengan masa pacaran yang cukup lama. Kemudian menikah, hingga punya 2 anak. Tapi sayang, pernikahan itu harus berakhir, cerai"
Hah?! Bagaimana mungkin?. Jelas sekali yang dia maksud itu pernikahan yang kujalani sekarang. Bagaimana dia tahu masa pacaranku lama? Bagaimana dia tahu anakku ada 2? Raut muka si peramal misterius ini tampak serius. Itu artinya dia tidak bercanda.
"Setelah itu kamu menikah lagi. Tapi pernikahan kedua ini tak berlangsung lama. Cerai lagi. Tak berapa lama kamu menikah lagi untuk yang ketiga. Dan kali ini berlangsung sampai akhir hayatmu".
Aku hanya diam. Tak ada komentar dari mulutku. Bagiku ramalan itu terdengar sangat aneh.

Memang saat ini aku menganggap ramalan itu konyol. Tapi tidak saat itu. Aku yang kala itu sedang mengalami masa-masa sulit di kehidupan rumah tanggaku, mau tak mau termakan juga oleh ramalan tak berdasar itu. Hingga tiap ada masalah, aku kepikiran ramalan itu "Apa benar aku akan cerai?". Sungguh pikiran yang salah. Bukannya fokus mencari pemecahan masalah, eh malah mikirin ramalan yang makin memperparah kegalauan hati. Yah, memang kalau jiwa sedang labil, jadi mudah terpengaruh hal-hal buruk. Untungnya itu tak berlangsung lama. Alhamdulillah, Allah menuntunku kembali ke jalan yang benar :).

Nah, jelas kan tak ada untungnya mikirin ramalan, apalagi mempercayainya. Eh, tapi tadi pagi nggak sengaja aku baca 'Ramalan zodiak 2013' di sebuah tabloid (katanya nggak percaya tapi dibaca juga -___-), pas ramalan untuk zodiakku semuanya baguuuus.. boleh dipercaya nggak ya..? hihihi.. :P