Monday, June 25, 2012

Inilah Indonesia

Kalau ada yang berpendapat orang daerah ketinggalan dari orang Jakarta, itu salah. Kalau ada yang berpendapat orang daerah kurang gaul dibanding orang Jakarta, itu juga salah. Kalau ada yang berpendapat orang daerah kalah keren dari orang Jakarta, itu sangat-sangat salah. Dan aku membuktikan sendiri saat mengikuti sebuah pelatihan, selama 3 hari 2 malam kemarin. 



Sebuah pelatihan dengan judul Pelatihan Peningkatan Kompetensi Tenaga Penyuluh, kelihatannya keren ya?. Tapi sejujurnya aku agak kaget juga saat menerima panggilan mengikuti pelatihan ini. Pertama, karena aku bukanlah tenaga penyuluh/ trainer, dan bukan pula yang diusulkan untuk menjadi tenaga penyuluh. Jadi aku pikir, jangan-jangan ada kesalahan. Kedua, pelatihan ini ada sesi malamnya. Aduuh, nggak kebayang emak-emak macam aku ini pulang malam. Ketiga, peserta pelatihan ini adalah perwakilan tenaga-tenaga penyuluh dari berbagai daerah di seluruh Indonesia, dan  aku merupakan perwakilan dari Jakarta, dan satu-satunya peserta dari kantorku. Peserta yang lain berasal  dari berbagai daerah di seluruh pelosok Indonesia, dan benar-benar pelosok, karena nama daerahnyapun aku tak kenal, kira-kira itu ada di Indonesia bagian mana. Seperti nama daerah berikut ini, Sarmi, Larantuka, Bungku, Mamasa, Sendawar, Sinabang, Bulu Kumba, Lubuk Basung, dan daerah lain yang lebih aneh namanya.  Hadeeh…  terbayang hal-hal yang tidak menarik di benakku saat itu.


Tapi semua bayanganku itu tidak kunjung menjadi kenyataan, justru sebaliknya. Aku bertemu dengan orang-orang yang menarik. Pembimbing yang penuh semangat, cerdas dan memukau. Dan teman-teman baru yang unik, seru dan lucu-lucu. Mereka semua masih muda-muda, sebagian besar umurnya di bawahku. Dan walaupun mereka berasal dari daerah antah berantah, tapi pengetahuan dan pengalamannya tak kalah, bahkan lebih dibanding yang berasal dari ibukota. Di daerah, tentu fasilitasnya tidak semudah di Jakarta, masyarakat yang dihadapi juga tak semudah di sini. Belum lagi medan yang harus mereka hadapi saat memberikan penyuluhan di daerah-daerah terpencil, tantangannya sangat berat, baik fisik maupun mental. Tapi semua itu mereka lakukan dengan penuh semangat. Sungguh jiwa-jiwa muda yang mengagumkan.
Soal pergaulan, jelas sekali terlihat mereka ini pandai membawa diri dan berkepribadian terbuka. Walaupun berbicara dengan membawa logat daerah masing-masing, tapi semua terasa menyatu. Karena kami semua punya tujuan yang sama, yaitu ingin menjadikan Indonesia lebih baik dengan kemampuan yang kami punya. Terdengar nasionalis banget ya.. hehe..



Dari segi penampilan, jangan kaget kalau mereka ini ternyata modis-modis loh. Berbagai postur tubuh, warna kulit, garis muka, semua mencerminkan Indonesia sekali. Ada yang berkulit putih dengan muka oriental, ada yang berkulit kuning, ada yang berkulit sawo matang khas Indonesia bagian timur, dan ada pula yang berkulit hitam. Penampilan yang sangat beragam, tapi semua punya daya tarik. Peserta perempuannya juga cantik-cantik. 

Ada lagi yang membuatku berdecak kagum adalah saat mereka bercerita tentang keindahan alam daerahnya masing-masing. Beberapa teman memperlihatkan foto-foto alam daerahnya dan menceritakan keunikan-keunikannya. Tak hanya daerah Belitung, Derawan, Flores, atau Papua, yang memang sudah terkenal keindahannya, tapi juga daerah-daerah lain yang tak kalah indahnya. Seperti keelekon pantai dan peninggalan sejarah di Bau-Bau. Juga keunikan daerah Sinabang, sebuah tempat di Aceh yang sering sekali digoncang gempa.  


Aku sungguh bersyukur bisa mengikuti pelatihan itu, selain menambah ilmu, juga menambah teman. Dan tentunya membangkitkan kecintaan pada Indonesia. Indonesia tidak seburuk yang ditayangkan berita-berita di tv, Indonesia itu indah, dan kaya akan sumber daya alam dan manusia. Aku sadar bahwa Indonesia masih mempunyai banyak generasi-generasi muda yang lurus dan penuh semangat membangun negeri. Jangan biarkan keindahan itu rusak, dan semangat itu pudar.

Tuesday, June 19, 2012

Silaturahmi Membuka Pintu Rezeki

Hari ini kantorku terasa sepi. Bukan karena tak ada orang, tapi mungkin karena sebagian besar pegawainya adalah pegawai baru, hasil dari mutasi pegawai beberapa hari yang lalu. Maklum saja, mereka tentu masih malu-malu dan belum terbiasa dengan kondisi kantor yang baru. Sedangkan aku sebagai pegawai lama di sini, lama-lama bosan dan mati gaya dengan perubahan kondisi ini. Aku yang terbiasa ngobrol dan bercanda dengan teman-teman lamaku, kini terpaksa ‘diam’ karena partner ‘berisik’ku sebagian besar sudah pindah. 

Suatu perubahan memang tidak mudah.  Kena mutasi ataupun tidak, meninggalkan ataupun ditinggalkan, sama-sama tak enak. Semua membutuhkan penyesuaian atau adaptasi. Dan lamanya proses adaptasi itu tergantung bagaimana kita mensikapi keadaan, dan bagaimana membawa diri. Ngomong-ngomong tentang membawa diri, mungkin aku bukanlah orang yang supel dan gampang bergaul, namun aku juga bukanlah seorang yang tertutup. Dan sebagai pegawai senior alias pegawai lama (bukan pegawai tua ya), sepertinya aku perlu sedikit ‘mengalah’. Mengalah dengan menyapa teman-teman baruku lebih dulu, tanpa harus menunggu disapa. Memperkenalkan diri lebih dulu, sebelum mereka memperkenalkan diri. Kupikir itu salah satu cara untuk mencairkan suasana .


Seperti pagi ini, aku sempatkan keliling ke seksi-seksi lain. Selain untuk menghilangkan rasa bosan, aku juga ingin mengenal lingkungan baruku, dengan orang-orang baru, sambil sedikit beramah tamah. Dan beberapa reaksi aku temui di sana. Ada yang ramah menyambutku, terutama sesama pegawai lama sepertiku, ada yang cuek, ada yang memasang muka heran, ada juga yang kelihatan bertanya-tanya. Dan Alhamdulillah aku belum menemui yang bermuka jutek.. hehe. Atau jangan-jangan ada juga yang jutek ya, tapi aku ga lihat.. :P. 


Dan acara ramah tamahku pagi tadi lumayan membawa hasil positif loh. Setidaknya buatku. Beberapa teman banyak menawariku makanan, ada yang memberi lapis, risol, bolu kukus, dan cemilan-cemilan yang lain. Aku juga sempat menjajal gadget milik temanku. Dia dengan pasrah mempersilahkan aku mengutak-atik tablet barunya. Ada juga yang tiba-tiba ingat punya utang padaku, padahal aku sudah lupa kalau punya piutang. Lumayan, ga perlu menagih lagi.. hihi. Dan yang paling membuatku senang, aku berhasil menjarah buku-buku traveling milik temanku yang seorang backpacker. 



Ternyata beramah tamah dan bersilaturahmi itu selain bisa memperbanyak teman, juga bisa menambah rezeki ya. Selamat beraktivitas teman-teman.. Sekarang saatnya aku bersilaturahmi ke rumah blog kalian. Mohon diterima dengan baik ya.. :)

Monday, June 11, 2012

Aku dalam Kemeja

Kalau beberapa waktu yang lalu aku sempat menulis tentang pakaian favoritku di rumah, yaitu daster. Kali ini aku akan membahas tentang pakaian favoritku di luar rumah, yaitu kemeja. Pasti semua pernah mengenakan jenis pakaian ini. Dari sejak kita sekolah TK hingga SMA, pakaian seragam kita ya model kemeja ini. Bahkan hingga kuliah aku masih mengenakan kemeja sebagai pakaian wajibku, karena sekolah tempatku kuliah tidak membolehkan mahasiswanya mengenakan kaos. Dari  situlah makin lama aku makin cinta dengan kemeja. Kemeja cowok longgar lengan panjang yang dilipat bagian lengannya plus celana panjang dan tas kain belel adalah kostum kebanggaanku. Kesannya maskulin banget ya.. alias tomboy.. hihi.  Aku memang agak-agak cuek dengan penampilanku kala itu. Yang penting bagiku kenyamanan. Dan terbukti tampilan maskulinku tak bisa menyembunyikan raut muka manisku.. haha.. *lagi narsis.. jangan protes ya.. :D.

Setelah memasuki masa kerja, barulah aku mulai sedikit feminine. Kemeja longgar kuganti dengan kemeja cewek yang lebih pas di tubuhku, dan dipadukan dengan rok. Dan sedikit demi sedikit aku  mulai membubuhkan bedak di mukaku dan memoles bibirku dengan lipstick tipis-tipis. Girly banget ya.. hehe. Tapi itu tidak berlangsung lama. Kira-kira hanya pas awal aku kerja saja, karena makin lama aku pikir memakai rok itu ribet. Ribet karena tidak sesuai dengan kondisiku sehari-hari yang mengharuskanku naik turun angkot dan metromini. Bahkan rokku sempat tersangkut di pintu saat aku turun dari metromini. Alhasil sobek deh.. huhuu. 


Nah, sejak saat itu aku lebih suka memadukan kemeja dengan celana panjang. Tentunya bukan kemeja cowok, tapi kemeja yang khusus cewek. Walaupun beberapa teman kerjaku yang perempuan lebih suka memakai blaser, rok dan blouse, tapi aku tetap setia dengan kemeja. Dan yang lebih aku sukai, kemeja itu bisa dipakai di segala suasana. Buat kerja oke, buat casual acara santai atau jalan-jalan juga oke. Jadi lebih irit kan, 1 kemeja bisa untuk bermacam-macam acara. Jadi  menurutku kemeja itu model pakaian yang paling fleksibel, bisa dipadupadankan dengan berbagai  macam busana.  Seperti  kemeja-kemejaku di bawah ini.




Kemeja kotak-kotak warna merah ini memang terkesan ngejreng dan berani. Tidak banyak orang yang berani mengenakannya karena terkesan terlalu mencolok. Tapi seleraku memang beda dari yang lain, sebut saja aku ini emak-emak norak yang suka warna-warna spotlight.. haha.. Nah, justru warna merahnya itu yang membuatku jatuh hati. Sayangnya kemeja ini bahannya tipis, jadi mesti aku siasati dengan menggunakan kaos manset buat daleman. Dan jadinya seperti ini. Menarik juga kan? :D.





Lain lagi dengan kemeja yang satu ini. Warnanya hitam, tapi tidak terkesan gelap karena motif bintik-bintik putihnya. Daya tarik kemeja ini ada pada jahitan timbul warna putih disepanjang tepi kemeja dan di sepanjang kupnat model princess. Sebenarnya kemeja ini sudah sempit di badanku, tapi aku masih ingin memakainya. Lagi-lagi aku perlu ‘maksain’ agar kemeja ini dapat kupakai lagi. Dan sepertinya kaos pas body warna hitam ini cocok buat daleman, jadi kemeja ini bisa kupakai tanpa perlu dikancingkan. Ga ketauan kan kalau sebenarnya kemeja ini kekecilan.. hehe..


Maaf ya, postingan ini kok jadi narsis begini. Sepertinya harus disudahi.. hehe.. Met beraktivitas temans.. :)

Monday, June 04, 2012

Liburan Romantis di Taman Bunga Nusantara

Hai.. hai.. teman-teman.. Apa kabar? Sepertinya sudah lama aku tak menulis tentang jalan-jalan. Nah mumpung menjelang musim liburan, tak ada salahnya aku sharing sedikit pengalaman di sini. Siapa tahu bisa jadi referensi buat teman-teman yang ingin refreshing. Seperti biasa, jalan-jalan kami kali ini nggak pakai mahal, nggak pakai jauh dari Jakarta, dijamin seger, dan cocok untuk segala usia, dari bayi sampai manula *bahasanya promosi banget* :D. Jadi kemana tujuan kita kali ini? *padahal dari judulnya udah ketahuan*. Ya betul! Taman Bunga Nusantara, Cipanas, Cianjur. 


Bagi yang belum pernah kesini, aku informasikan bahwa Taman Bunga Nusantara ini terletak di desa Kawung Luwuk, Cipanas, Cianjur. Kalau dari Jakarta memakan waktu tempuh selama 2 – 3 jam. Ditempuh melalui jalan raya puncak. Tipikal daerah puncak yang sejuk, taman ini juga berhawa sejuk dan segar sekali. Apalagi dengan jutaan bunga-bunga yang terhampar di taman ini, berpadu dengan hijaunya rumput dan dedaunan, sungguh menyegarkan mata dan pikiran. Begitu masuk area taman ini, dijamin langsung makcess.. hehe..


Taman Bunga seluas 35 hektar ini memiliki beragam fasilitas. Di sini kita bisa menikmati berbagai macam taman bunga dengan berbagai aliran/gaya, dari nusantara maupun manca Negara. Di antaranya taman air, taman mediterania, taman bali, taman jepang, taman perancis, taman labirin, dll. Dan setiap jenis taman memiliki nuansa yang berbeda, seolah kita benar-benar berada di tempat aslinya.. hehe *sok tau*. 



Semua jenis taman tersebut tertata rapi, indah dan asri. Bagi yang sudah manula bisa betah sekedar duduk leyeh-leyeh, sambil menikmati warna-warni bunga dan rimbunnya pepohonan. Sedangkan bagi muda-mudi, bisa bercengkerama dan seru-seruan bersama teman maupun pasangan.  Dan bagi anak-anak juga tak kalah mengasyikkan. Mereka bisa bebas mengeksplore alam. Membebaskan diri dengan berlarian di pelataran taman yang luas, sekaligus mengenal berbagai macam pepohonan dan tanaman bunga. Bagi yang sudah bosan main di taman, jangan kuatir. Di sini juga ada arena permainan kok, yang disebut dengan alam imajinasi. Dan masih banyak fasilitas lain selain taman, di antaranya rumah kaca, danau angsa, mobil wara wiri, menara pandang, gazebo, dan masih banyak lagi. Untuk jelasnya bisa dilihat di sini


Sepertinya asyik sekali ya main-main kesini. Tapi seperti kata pepatah ‘tak ada gading yang tak retak’, jadi tak ada yang sempurna. Begitu pula di taman ini, pasti ada kelemahannya juga. Nah faktor yang agak mengganggu di sini adalah berkaitan dengan masalah cuaca, yaitu hujan. Ya, di daerah ini memang sering turun hujan. Bahkan di saat musim kemarau sekalipun. Beberapa kali aku ke taman ini, selalu saja menemui hujan. Biasanya sekitar jam 12 keatas hujan mulai turun, dan berhenti setelah 2 jam kemudian. Jadi kalau mau kesini, siap-siap saja bawa payung dan jas hujan ya. 

Tapi walaupun sempat kehujanan, kami tetap ceria loh. Bahkan malah semakin romantis.. hehe. Coba bayangkan hujan-hujanan, kejar-kejaran, di antara berjuta bunga nan indah dan pepohonan. Wuiihh.. seperti adegan di pelem india ya.. haha.. Berasa jadi Kajol yang bertemu Shahrukh Khan, di film Kuch Kuch Hota Hai.. hahay.. Sah-sah aja kok kalau mau menari ala bintang Bollywood, sambil mengibaskan rambut.. eh jilbab.. hehe.. Bagaimana dengan anak-anak? Tentu saja mereka senang sekali hujan-hujanan. Siapa sih anak-anak yang menolak bermain hujan? Tapi di saat hujannya tidak deras ya, takut masuk angin :D.


Biar nggak penasaran bagaimana liburan kami di Taman Bunga Nusantara, bisa lihat pose-pose kami berikut ini. Selamat berlibur teman-teman.. :D