Tuesday, March 25, 2014

Lumpia Pisang Cokelat Keju Ala Cova

Alhamdulillah, pengajuan cuti besarku di-acc oleh kantor. Menjalani hari-hari sebagai ibu bekerja di luar kantor yang tanpa pembantu di rumah memang sangat berat. Hampir setiap hari aku mesti dipotong gaji gara-gara datang terlambat, atau pulang lebih cepat. Daripada aku dicap sebagai pegawai yang tidak bertanggung jawab dan nggak disiplin, lebih baik aku memprioritaskan salah satunya. Kantor atau rumah. Tentu saja aku memilih rumah dan anak-anak. Dan dimulailah hari-hariku sebagai full time mommy.

Bukan full time mom kalau nggak masak, ya nggak fren? hehehe. Walaupun aku nggak jago masak, tentu saja aku harus masak. Tapi biasalah kalau Cova masak pasti yang gampang-gampang aja dan cepet bikinnya. Gimana rasanya? Dijamin nikmat! Yuk kita bikin cemilan favoritku yang simpel ini. Yang nggak bisa masakpun pasti bisa bikinnya. Kebetulan tadi ada kulit lumpia siap pakai di tukang sayur. Jadilah aku bikin ini, Lumpia Pisang Cokelat Keju ala Cova.


Siapin bahan-bahannya dulu:
1. 10 lembar kulit lumpia siap pakai
2. Pisang raja 2 buah ukuran besar
3. Keju cheddar yang diparut
4. Cokelat. Aku pakai silverqueen almond yang diparut. Jadi ada kacang almondnya juga
5. Putih telur buat merekatkan kulit lumpia
6. Minyak goreng secukupnya

Cara membuatnya:
1. Ambil 1 lembar kulit lumpia. Rentangkan.
2. Tata pisang raja, parutan cokelat, dan keju secukupnya di atas kulit lumpia
3. Bungkus pisang raja dan teman-temannya dengan kulit lumpia.
4. Rekatkan sisi-sisi kulit lumpia dengan putih telur
5. Usahakan pisang terbungkus rapi dan rapat, agar isi lumpia nggak keluar saat digoreng
6. Lakukan yang sama untuk semua kulit lumpia
7. Lumpia pisang cokelat keju siap digoreng
8. Setelah digoreng sajikan dengan taburan oreo yang dihaluskan. Bisa juga pakai gula halus.

Cemilan sore udah siap. Dan anak-anak menyantap dengan lahap. Inilah percakapan mereka
Lita : "Kenapa kalau mama di rumah kita jadi nggak pengen beli jajan ya?"
Ariq: "Emang kenapa kak?"
Lita : "Soalnya mama selalu bikin makanan yang enak-enak, jadinya kita nggak perlu beli jajan lagi"
Ariq: "Betul-betul"
Aiih.. Pintarnya anak-anakku ini menyenangkan hati mamanya.. :)

Selamat Menikmati ^^


Thursday, March 20, 2014

Belajar Politik Bersama Takuya Kimura

Pasti teman-teman tahu donk kalau akhir-akhir ini politik di negara kita sedang menghangat. Dan sangat wajar kita jumpai status-status di sosial media dan artikel-artikel di media yang membahas tentang politik. Pemilu yang sudah semakin dekat, tampaknya membuat situasi semakin hangat, bahkan panas bagi sebagian orang. Yah, bagi sebagian orang mendukung partainya adalah harga mati. Bagi mereka mendukung jagoannya adalah wajib dan pasti. Tak jarang sampai harus menjatuhkan lawan politiknya dengan hujatan maupun cacian. Dan sering kali kita jumpai semacam ada perang status dan komentar di sosial media. Mencari dukungan dengan menjelek-jelekkan lawan itu sama sekali nggak elegan. Bahkan bisa disebut kampungan. Eh tapi di sini aku bukannya mau menghujat mereka yang suka menebar status politik loh. Soalnya, adakalanya status berbau politik juga bisa menghibur. Apalagi kalau udah perang komentar. Rasanya malah jadi geli sendiri. Seperti ngeliat anak-anakku yang berantem ngrebutin mainan.. hihihi. Dan sebagai orang awam yang nggak ngerti politik, mending aku melipir aja di pojokan, sambil cekikikan dengan manis :D.


Kalau menurutku sih, daripada ngabis-ngabisin energi buat bersitegang, mending kita rileks dulu, nonton dorama alias drama Jepang yang satu ini. Dorama yang berjudul "Change" ini, tidak hanya menghibur, tapi juga menghadirkan nilai-nilai positif di bidang politik. Jadi buat mereka para politisi dan calon politisi, wajib deh nonton dorama ini. Jangan membayangkan dorama ini semacam film sejarah perjuangan loh, sama sekali tidak. Dorama ini bercerita tentang dunia politik modern di Jepang. Rumit? Membosankan? Tidak sama sekali! Apalagi tokoh utamanya diperankan oleh aktor favoritku sepanjang masa. Pasti udah tahu donk ayangku yang ganteng si Takuya Kimura, alias Kimutaku. Bagaimana ceritanya? Simak terus ya...



Alkisah Asakura Keita (Takuya Kimura) hidup tenang sebagai seorang guru SD yang nggak ngerti politik sama sekali. Tapi kehidupannya yang damai itu tiba-tiba terusik saat ayahnya yang seorang anggota parlemen, dan kakaknya yang seorang politisi meninggal karena kecelakaan pesawat. Asakura Keita sebagai satu-satunya penerus, mendadak harus menggantikan posisi ayahnya dalam partai dan mengikuti pemilu. Tentu pada awalnya dia sangat berat hati menjalani ini, karena baginya politik itu rumit. Namun berkat Miyama Rika dan Nirasawa Katsutoshi, orang dari partainya, dia berhasil menang dalam pemilu dan masuk jadi anggota parlemen. Belum lama menjadi anggota parlemen, Kanbayashi Masaichi, sekretaris partai tempat Keita bernaung memasukkan namanya dalam bursa pemilihan Perdana Menteri. Tindakan Kanbayashi itu bukan tanpa alasan. Dia punya ide licik. Dia bermaksud menjadikan Asakura Keita yang nggak tahu menahu soal politik, menjadi perdana menteri agar bisa dikontrolnya dan dijadikan boneka untuk memenuhi keinginannya. Hingga kelak saat Asakura Keita dianggap gagal dan harus turun, dia bisa maju menggantikannya.

Berkat dukungan partai dan tim suksesnya, Asakura Keita berhasil memenangkan pemilu dan menjadi Perdana Menteri termuda di Jepang. Disinilah intrik-intrik dimulai. Bisa dibayangkan bagaimana Keita yang nggak paham politik harus menjadi perdana menteri. Dia bukan hanya lugu, tapi juga nggak suka popularitas. Itu sangat menyulitkan di saat dia harus tampil di depan umum untuk menyampaikan ide-idenya. Kritikan dan hujatan sering dia terima, baik dari lawan politiknya, maupun dari orang partainya sendiri, yaitu Kanbayashi. Namun lagi-lagi berkat dukungan Miyama Rika dan Nirasawa Katsutoshi, dia belajar keras untuk menjadi pemimpin Jepang. Hingga setiap hari dia rela nggak tidur demi memperlajari secara detil surat-surat dan dokumen proposal yang diajukan bawahannya. Bahkan ada yang protes "perdana menteri yang dulu langsung menandatangani surat seperti ini, kenapa Keita nggak bisa langsung meng-acc". Kesederhanaan, kerendahan hati, dan semangatnya untuk memperjuangkan rakyat kecil membuatnya dipercayai banyak pihak. Bukan hanya dipercayai rakyat kecil, tapi juga dipercaya oleh lawan politik yang semula menentangnya. Hingga pada akhirnya Keita yang lugu menyadari juga niat licik dan sifat asli Kanbayashi. Keita akhirnya melawan Kanbayashi, walaupun itu beresiko pada hilangnya dukungan banyak partai pada kedudukannya. Bagaimana akhir kisahnya? Tentu saja yang benar selalu menang. Asakura Keita berhasil mempertahankan kedudukannya. Tapi itu sama sekali nggak mudah dan penuh perjuangan, hingga nyaris menyerah kalah.

Itulah sekilas ceritanya. Untuk tahu detilnya, tonton aja sendiri ya. Yang jelas banyak sekali pelajaran yang bisa diambil dari dorama ini. Diantaranya, tentang proses kampanye. Nggak ada tuh kampanye maku-maku pohon, nempel-nempelin poster dan spanduk di sembarang tempat yang mengganggu pemandangan. Memang ada brosur dan poster tapi hanya ditempel di sebagian kecil tempat-tempat tertentu, dan nggak sampai ngganggu pemandangan. Dan nggak ada kampanye yang mengerahkan banyak masa, apalagi arak-arakan sampai bikin macet. Yang para caleg lakukan adalah berdiri di pinggir-pinggir jalan, biasanya perempatan, atau di pasar-pasar, dengan mengenakan jas rapi berdasi, sambil berbicara lewat pengeras suara. Nggak peduli ada yang mendengarkan atau nggak. Nggak peduli pula dianggap sebagai orang gila. Sungguh elegan bukan? Bukan seperti kampanye di Indonesia yang menghambur-hamburkan banyak uang.

Sikap dan kinerja Asakura Keita hendaknya bisa dicontoh oleh pemimpin maupun para calon pemimpin negeri ini. Nggak peduli bagaimana latar belakangnya, apa partai yang mengusungnya, siapa pendukungnya, jika dia sudah dipilih oleh rakyat, seharusnya yang didahulukan adalah kepentingan rakyat, bukan golongan tertentu ataupun pribadi. Bukan pula memihak partai yang membesarkannya. Bukan pula mengikuti keinginan orang yang mendukungnya dengan dana. Pemimpin, siapapun dia, dia itu bukan boneka yang bisa dikendalikan kelompok tertentu. Jadi pemimpin jangan mau dibeli. Bersikaplah seperti Asakura Keita yang menolak menjadi boneka Kanbayashi walaupun itu beresiko turunnya dia dari jabatan perdana menteri.

Wuiih panjang juga aku ngomongin politik.. hehehe.. Udah ah, aku kan nggak tahu apa-apa. Yang kutahu hanyalah berharap kesejahteraan bagi bangsa Indonesia seluruhnya dan seutuhnya, bukan sebagian saja. Siapapun pemimpin yang akan terpilih nanti, semoga memberikan yang terbaik untuk Indonesia. Aminn..

Tuesday, March 18, 2014

JAPAN: Kingdom of Characters


Mengisi akhir pekan bersama keluarga tidak harus dengan mengeluarkan banyak uang. Seperti yang kami lakukan hari Sabtu kemarin. Kalau biasanya kami mengajak anak-anak ke mall, kali ini kami mengajak mereka ke sebuah pameran. Pamerannya tentu saja yang sejiwa dengan anak-anakku. Kebetulan sejak beberapa hari yang lalu Japan Foundation mengadakan Pop Culture Exhibition di Gedung Galeri Nasional. Kenapa pameran ini menarik untuk anak-anak? Karena yang dipamerkan adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan anime atau manga. Kebetulan sekali anak-anakku sangat menyukai anime Jepang. Makanya pameran yang berjudul JAPAN: Kingdom of Characters ini tidak kami lewatkan. Apalagi ini gratisan.. Hihihi (jiwa emak-emak pelit :P), kapan lagi bisa menghibur anak-anak tanpa keluar uang? 
 

Sesuai judulnya pameran ini menghadirkan tokoh-tokoh anime jepang yang terkenal dari masa ke masa, dari tahun 1950an sampai dengan tahun 2000an. Di pintu masuk gedung A Galeri Nasional, kami disambut oleh patung ultraman sebesar aslinya. Anak-anak cowok pasti langsung excited melihat karakter ini. Ternyata ultraman ini umurnya udah tua banget loh. Pertama kali tayangkan itu di tahun 50an. Hebat sekali ya, walaupun umurnya sudah lebih dari setengah abad, tapi penggemarnya masih banyak sampai sekarang, terutama di kalangan anak laki-laki. Selain ultraman, ternyata astro boy juga diproduksi di tahun 50an. Bahkan astro boy ini merupakan serial tv animasi pertama yang di produksi oleh Jepang. Jadi robot cilik super ini, adalah tokoh anime tertua loh.



 Kalau anak laki-laki terpesona oleh ultraman, anak perempuan pasti akan histeris melihat patung hello kitty berukuran besar yang super cute ini. Karakter anime yang paling populer di seluruh dunia ini muncul pertama kali di tahun 70an. Sudah cukup tua ya? Tapi tetap cute banget. Dan ini salah satu tokoh anime Jepang yang penggemarnya dari segala usia dan semua negara. Wow! Hebat banget ya pembuatnya, bisa menciptakan karakter yang tak lekang oleh waktu. Selain patung hello kitty, di sana juga dihadirkan sebuah kamar yang semua interior dan peralatannya berkarakter hello kitty. Wah manis banget. Kamar ini menggambarkan kamar remaja perempuan Jepang. Umumnya mereka memang sangat dekat dengan karakter yang mereka sukai. Karena ada perasaan ingin selalu dekat itulah, maka banyak anak dan remaja Jepang yang mengkoleksi benda-benda berkarakter. Bahkan mereka menganggap karakter-karakter ini hidup. Hmm.. Semacam teman khayalan donk :D


 
Nah yang suka dengan pokemon, di sana juga hadir si kuning pikacu. Ada pula gundam, si robot perkasa, dan tokoh-tokoh anime yang lain. Sayangnya doraemon dan teman-temannya nggak bisa ikut hadir. Sailormoon favoritku juga nggak ada. Karakter anime yang ikut pameran disini memang nggak banyak. Hanya sebagian kecil dari ratusan karakter anime yang ada. Mungkin karena tempat pamerannya nggak besar kali ya. Lagian repot juga kan ngajak banyak karakter anime yang besar-besar gitu langsung dari negeri Sakura sana :D. Walaupun begitu pameran ini cukup membuat anak-anak senang. Tapi jujur sih, pamerannya kurang heboh. Harusnya ada lebih banyak lagi tokoh yang hadir. Terus kalau ditambah dengan penampilan costplay pasti lebih seru. Terus ditambah lagi penjual makanan jejepangan.. Hihihi.

 
Buat yang suka jejepangan dan ingin mengenal salah satu budaya Jepang yaitu anime dan manga, bisa datang ke pameran ini. Pamerannya masih ada sampai tanggal 23 Maret 2014, alias hari minggu depan.


Friday, March 14, 2014

Antara Sakura, Geisha, dan Takuya Kimura

Mendung, hujan, mendung, hujan lagi. Kalau hawanya begini terus rasanya kok jadi sendu. Apalagi badanku lagi nggak sehat begini. Jadi tambah melow aja. Musim hujan kok nggak ada habis-habisnya. Padahal sekarang udah bulan Maret. Kalau di Jepang sana, bulan Maret ini bulan mekarnya bunga Sakura loh. Terutama buat wilayah Jepang bagian tengah seperti Kyoto, Tokyo dan Osaka. Pasti indah banget ya disana? Jadi mbayangin diriku ini berhanami alias berjalan-jalan di antara bunga Sakura yang bermekaran, ditemani orang-orang tercinta. Ah romantisnyaa.. 

Tapi sekarang aku hanya bisa berhanami di dalam kamar aja. Nggak pa pa lah. Mengkhayal sambil berdoa semoga aku bisa menikmati bunga sakura yang bermekaran dan berguguran langsung secara live di negeri Jepang sana. Bunga Sakura di Jepang tak pernah ingkar janji untuk mekar, walaupun itu hanya terjadi setahun sekali. Dan periode mekarnyapun cukup singkat, hanya 2 minggu, yang kemudian diikuti dengan momen bunga sakura yang berguguran. Kedua momen ini sama indahnya. Seperti adegan di dorama (drama jepang) favoritku. Makanya tak heran jika bunga sakura jadi salah satu trademark negara Jepang. Gunung fuji, bunga sakura dan shinkansen, adalah beberapa simbol negara jepang yang paling kesohor. Jepang memang terkenal dengan perpaduan keindahan alam, keelokan budaya dan teknologinya yang maju. Dan sebagai penggemar Jejepangan, akupun punya impian menjejakkan kakiku di sana dan menjelajahi setiap sudutnya. 

Apa aku yakin bisa ke Jepang? Yakin donk. Siapa tahu ada yang mau nyeponsorin.. Hihihi *nggak modal :P. Nah, andai aku berkesempatan ke Jepang saat ini, yang pertama kali aku kunjungi tentu saja Tokyo. Seperti kita tahu Tokyo itu ibukotanya Jepang, kota metropolitan. Dan untuk diketahui, aku ini sebenarnya nggak terlalu suka kota besar, hingar bingarnya bikin pusing. Maklumlah aku ini cah ndeso. Tapi ada tempat di Tokyo yang ingin sekali aku datangi, yaitu Tokyo Tower. Kenapa aku ingin kesana? Karena aku penasaran ama tower yang sering sekali jadi setting dorama (sinetronnya Jepang). Dari yang ceritanya romantis, cerita misteri, sampai cerita kriminal, pernah memakai tower ini. Dan emang keren banget tower ini, apalagi di malam hari. Lampunya itu loh, bikin tambah megah. Ah, bayangin deh kalau aku berpose dengan latar belakang Tokyo Tower di malam hari... Kawaiiii.. Dan kalau aku naik ke tower ini aku bisa melihat pemandangan kota Tokyo hingga 360 derajat. Walaupun bentuknya mirip dengan menara Eifel, tapi ternyata tingginya melebihi menara Eifel loh. Yaitu 333 meter. Sedangkan Menara Eifel cuma 320 meter. 

gambar dari wikipedia
 
Dari Tokyo Tower aku akan jalan-jalan keliling Tokyo, belanja-belanja, dan kalau aku beruntung aku bisa ketemu aktor favoritku, yayangku, om Takuya Kimura.. hihihi. Oh iya, mumpung masih musim bunga sakura, aku juga mau jalan-jalan ke Shinjuku Gyoen untuk berhanami. Hahaay.. Indahnyaa.. Shinjuku Gyoen itu sebuah taman yang cukup luas di kawasan Tokyo. Dan di sana banyak sekali tumbuh pohon sakura. Makanya Shinjuku ini merupakan salah satu spot favorit di Tokyo untuk menikmati indahnya bunga sakura. Yuk berburu sakura ^^

sakura di Shinjuku Gyoen

Udah ada di Jepang, udah ada di Tokyo, sayang rasanya kalau nggak mengunjungi simbol Jepang paling legendaris. Yaitu Gunung Fuji. Gunung Fuji ini salah satu tempat yang paling aku impikan untuk kukunjungi. Tentu saja bukan untuk mendaki, tapi untuk menikmati pemandangannya. Siapapun pasti terpesona oleh keindahan gunung yang diselimuti salju ini. Gunung Fuji ini dikelilingi danau-danau yang indah yang disebut Fuji Five Lakes. Salah satu yang terbesar adalah Danau Yamanakako. Pemandangannya seperti ini. Romantis ya? Apalagi kalau berduaan seperti di gambar itu. Huhuu.. mauu.. 

gunung Fuji dari danau Yamanakako
 
Apalagi yang aku lakukan kalau di Jepang? Tentu saja naik Shinkansen. Yup, aku akan ke Kyoto dan Osaka dengan Shinkansen, si kereta  tercepat di dunia. Pasti seru banget kan?. Kata seorang temanku yang pernah naik kereta ini, harga tiketnya kalau dari Tokyo ke Kyoto mencapai Rp 1,7 jutaan. Mahal banget ya? Tapi tetep aku mau naik shinkansen sampai Kyoto. Ada yang mau mbayarin? :P. Kenapa Kyoto? Karena Kyoto itu menurutku Jepangnya Jepang. Jadi nggak berasa udah di jepang kalau nggak mengunjungi Kyoto. Kota indah yang bernuansa tradisional, dengan banyak kuil indah di sana. Salah satunya ada Nijo Castle, dan Daigoji temple yang dipenuhi bunga Sakura. Ah lagi-lagi bunga sakura.. Eh katanya pula di Kyoto ini banyak Geisha berkeliaran loh. Bukan Momo Geisha dengan lagunya Lumpuhkanlah Ingatanku loh, tapi geisha beneran yang seperti di film-film itu. Penasaran seperti apa ya penampilan geisha yang asli itu. Yup, selain berburu sakura, aku akan berburu geisha juga. Ganbatte!

Sakura di Kyoto

Traveling impianku ke Jepang, akan aku tutup dengan mengunjungi Osaka. Ada apa di Osaka? Ada onsen donk! Apa itu onsen? Itu loh pemandian air panas. bahasa kerennya Japanese hot spring. Apa bedanya dengan pemandian air panas di ciater? Hmm.. Nggak tahu juga bedanya apa. Soalnya aku juga belum pernah nyoba yang di ciater. Jiaah.. Jelas beda donk.. Ini Jepang bo.. Lagi-lagi karena terinspirasi dari dorama dan film Jepang, aku jadi pengen mandi di sana. Dan gara-gara aku baca pengalaman seru Trinity mandi di onsen aku jadi makin penasaran. Kabarnya di sana banyak yang seksi-seksi. Ya iyalah wong mandinya nggak pakai baju. Tapi jangan kuatir, di sana dipisahin kok antara yang cowok ama yang cewek. Lah yang setengah cowok setengah cewek gimana? Haduuh.. Mana aku tahu.. :P

gambar dari sini
Bersantai, melemaskan otot setelah jalan-jalan keliling Jepang dengan berendam di onsen, memang pilihan sempurna bukan? Aaaah rileks... MyDreamyVacation

Happy Traveling



Thursday, March 06, 2014

Otak Pria Versus Otak Wanita

"Ah laki-laki memang begitu! Mereka nggak pernah bisa mengerti wanita!"
Pernah nggak sih teman-teman mendengar kalimat semacam ini? Pasti sering kan? Banyak teman wanitaku mengeluhkan hal yang sama. Eh tapi jangan salah. Priapun merasakan hal yang serupa. Mereka sering dibikin pusing tujuh keliling ketika pasangannya marah atau ngambek tanpa sebab, dan membuat mereka serba salah. Siapa yang salah? Sudah jelas masing-masing merasa benar.

Akupun sering mengalaminya. Yang namanya laki-laki atau pria bagiku selalu jadi misteri. Begitu antiknya mereka hingga makin lama aku makin penasaran, sebenarnya apa sih yang ada di otak mereka? Pengalaman sepanjang hidupku tinggal seatap bersama makhluk laki-laki, nggak membuatku tambah pintar "membaca" perilaku mereka ini. Bahkan tak jarang malah jadi sakit hati karena salah mengerti.

Di tengah-tengah kegalauanku, tanpa sengaja aku menemukan sebuah folder file e-book di komputer kantorku. File-file ebook itu peninggalan teman kantorku yang sudah pindah. Bak pucuk dicinta ulam tiba, ada sebuah judul ebook yang menarik hatiku. Judulnya "Why Men Don't Listen and Women Can't Read Maps". Judulnya tampak familiar bagiku. Mungkin aku pernah melihat bukunya di toko buku. Ada lagi ebook lain masih tentang otak, judulnya "Female Brain". Dari kedua buku ini, aku mulai mendapat jawaban dari sebagian pertanyaan yang selama ini memenuhi otakku. Bukan tentang memahami otak pria saja, tapi juga membuatku memahami otakku sendiri. Dan berikut ini aku sharing sebagian dari banyak pertanyaan yang sering mengganggu pikiran wanita tentang pria. Terutama masalah komunikasi.. Cekidot ya...


1. Suamiku sering diam, sepertinya sedang ada masalah. Tapi kenapa dia nggak mau bercerita dan berbagi? Aku jadi merasa nggak dianggap sebagai istri
Pria sering disebut sebagai pahlawan, pelindung, dan pemecah masalah. Maka ketika dia punya masalah dia akan memikirkannya diam-diam, tanpa banyak bicara. Saat dia diam, itulah saatnya dia berkomunikasi dengan dirinya sendiri untuk memecahkan masalah. Dan konsentrasinya justru akan buyar kalau ada yang mengajaknya bicara, karena laki-laki nggak bisa mengerjakan dua hal sekaligus (berpikir dan bicara). Baru setelah dia mendapatkan solusinya, dia akan bicara untuk memperlihatkan bahwa dia sudah menemukan pemecahan masalahnya. Emang pria itu sok pahlawan ya..? Hehehe :P

2. Aku sedang suntuk dan butuh teman bicara. Tapi kenapa suamiku sepertinya ogah-ogahan menanggapi keluh kesahku?
Berbeda dengan pria yang akan menyimpan semua masalah di otaknya, wanita tidak bisa menyimpan masalah seperti itu. Satu-satunya cara wanita melepaskan masalah di otaknya adalah dengan membicarakannya alias curhat. Tapi pria tidak dianugerahi ekspresi dan kemampuan berbicara seperti seorang wanita. Jadi ketika dia dicurhati, biasanya ekspresi yang terlihat datar-datar saja, seolah nggak peduli. Padahal mereka peduli kok. Hanya saja tidak banyak ekspresi dan kata-kata yang bisa dia berikan untuk menanggapi keluh kesah wanita. Apalagi kalau keluh kesahnya panjaaaaang dan ruwet. Bisa-bisa para pria ini udah pusing duluan ndengerinnya :P. Jadi ibu-ibu...Harap maklum ya.. Kalau mau curhat sama akyu ajaaa.. Hihihi :P

3. Terkadang rasa sakit hati yang kurasakan membuatku menangis. Tapi kenapa suamiku nggak mencoba menenangkanku? Dia malah menghindariku.
Banyak wanita yang nggak tahu bahwa air mata sering membuat para pria nggak nyaman. Bahkan air mata wanita dapat membangkitkan rasa sakit pada otak pria. Melihat seorang wanita menangis,membuatnya merasa tak mampu berbuat apa-apa. Jadi karena nggak tahan melihat wanita menangis, makanya dia memilih menghindar sementara. Kalau sudah tenang baru dia mendekat. Padahal yang diperlukan wanita saat menangis hanyalah sebuah pelukan. Masa' sih pria nggak sanggup meluk istrinya? :D

4. Kenapa suamiku ga peka pada perasaan dan keinginanku?
Biasanya ini terjadi karena seorang wanita sering menggunakan metode "bicara tidak langsung". Maksud berbicara menggunakan kata-kata tidak langsung adalah agar tidak tampak seperti memerintah, dan untuk menghindari perselisihan. Sayangnya pria menilai kalimat yang digunakan wanita itu membingungkan. Contohnya dialog berikut ini:
Istri.   : "Pa.. Mau makan bakso nggak?"
Suami: "Nggak, aku nggak lapar"
Istri.   : *cemberut*
Suami:  "Mama kenapa?"
Istri.   :  "Nggak papa!" *makin cemberut*
Suami:  "Terus.. Kenapa cemberut?"
Istri.   :  "Aku pengen baksooo!!"
Suami:  "Ouu.. Mana aku tau? Mama kan nggak bilang... "
Tuh kan pria memang nggak mengerti kalimat nggak langsung seperti itu. Makanya biar pria mengerti cobalah bicara 'langsung', seperti "Pa, beliin aku bakso donk" :D

5.  Sedih sekali, suamiku memerintahku seenaknya.
Padahal sebenarnya nggak seperti itu kok. Kesan memerintah itu muncul karena pria berbicara dengan terus terang untuk mengungkapkan keinginannya. Intonasi yang kurang lembut, sering terdengar di telinga wanita menjadi semacam paksaan. Ini sering membuat wanita merasa tidak dihargai. Jadi penting nih buat para pria untuk menggunakan tutur kata dengan intonasi yang lembut pada istrinya. Bukankah itu juga dicontohkan oleh Rosulullah? :)

Sebenarnya masih banyak sekali perbedaan-perbedaan antara otak pria dan otak wanita. Tapi aku nggak sanggup menuliskan semua. Memang pria dan wanita itu makhluk yang benar-benar berbeda. Perbedaannya sangat rumit. Dan walaupun sudah tahu, tapi kita tetap membutuhkan waktu sepanjang hayat untuk memahami lawan jenis kita. Justru karena perbedaan itulah makanya pria dan wanita tercipta untuk saling melengkapi. Kalau kita mau saling memahami, apapun perbedaannya, pasti akan indah pada akhirnya.. :)