Tuesday, October 30, 2012

Pasar Mayestik.. It's Shopping Time

Bagi emak-emak seperti aku ini, jalan-jalan ke pasar adalah sebuah kesenangan tersendiri. Apalagi kalau lagi banyak duit. Bisa mborong macam-macam. Tapi kalau lagi nggak punya duit ya cuci mata aja sambil survey harga.. Hihihi. Mau pasar tradisional atau pasar modern, tetap jadi tempat gaul favorit para emak-emak. Seperti pasar yang satu ini, Pasar Mayestik. Pasar yang ada di Jl. Tebah Kebayoran Baru ini, merupakan salah satu tempat gaulku. Dulu sewaktu aku masih ngantor di kantorku yang lama, hampir setiap hari aku ke pasar ini. Pagi sarapan di sini, siangnya makan siang di sini, sore cari cemilan di sini pula. Bahkan pulang kerja, nunggu angkotnya ya di pasar ini. Wajarlah, karena lokasi kantorku hanya berjarak beberapa meter saja dari pasar mayestik. Tinggal jalan kaki saja lewat gang senggol. Jadi bisa dibilang aku sudah hapal seluk beluk pasar ini.




Tapi itu dulu, sekitar 3 tahun yang lalu. Sekarang setelah dirombak dan dibangun lagi, tampilan pasarnya sudah jauh berbeda. Tak ada lagi lorong sempit antar penjual, tak ada rasa gerah dan panas saat berkeliling di pasar ini. Yang ada adalah sebuah gedung mentereng dan bersih layaknya sebuah mall. Dan tentunya di sini udaranya sejuk karena ber AC. Jadi cuci mata dan belanja jadi makin betah aja.

bagian dalam pasar
Sabtu kemarin aku bersama dengan anak gadisku, kembali ngubek-ubek pasar ini, dengan diantar suami tercinta. Tujuan pertama adalah ke Toko Maju, toko ini adalah toko alat-alat jahit terlengkap di sini. Lokasinya tidak berubah sejak dulu, masih ada di belakang bangunan utama. Kondisi tokonya juga tidak berubah, masih pengap, dan sempit karena kebanyakan barang. Begitu masuk toko, bagaikan masuk ke dalam labirin, karena toko ini memiliki lorong-lorong. Yang kanan kirinya terpajang berbagai macam barang. Yang baru pertama kali kesini dijamin bingung. Termasuk suamiku yang mengikuti kami masuk toko. Maksud hati ingin mencari kami yang tahu-tahu menghilang, eh malah dia sendiri yang kebingungan, dan tersesat tak tahu arah jalan pulang.. Halah.

Setelah sukses memborong dakron, kain flanel, manik-manik dan kincringan di toko Maju, tujuan selanjutnya adalah ke toko penjual kemasan dari mika. Biasanya aku pakai kemasan mika berbentuk tabung untuk mengemas amigurumi buatanku. Sampailah kami di lantai UG. Di sanalah toko incaranku berada. Di toko inilah aku bisa membeli wadah mika dengan harga termurah. Tapi harapanku harus kandas, karena si penjual, yang kali ini sang istri, tidak mau ditawar lagi. Padahal sekitar 2 minggu yang lalu, saat sang suami yang jaga, aku berhasil membeli dengan harga murah. Ternyata emang laki-laki itu lebih mudah dirayu ya.. Haha.

Tujuan selanjutnya adalah makan siang. Dan pilihan tertuju pada sate ayam yang mangkal di depan toko Mumbay textile. Di persis di seberang pintu masuk gedung utama. Sembari menunggu pesanan siap, aku iseng-iseng masuk ke toko kain itu. Lumayan dapat 3 potong kain santung polos yang bisa aku padukan dengan bahan batikku. Harganya Rp 15.000/meter. Habis makan siang, kami beli klapertart di Family Makaroni yang mangkal di tengah-tengah pasar, buat oleh-oleh orang rumah.

Nah, sekarang kemana lagi ya? Tiba-tiba Lita colek-colek "Ma, beli sepatu sendal sama kaos kaki donk, buat manasik haji". Setelah muter-muter beberapa saat, akhirnya nemu juga sepatu sendal yang keren, tapi tetap murah meriah. Kebetulan di samping penjual sendal, ada penjual jilbab. Sekilas kulihat, jilbabnya unyu-unyu, sesuai dengan tren hijaber yang lagi happening saat ini. Jadi pengen lihat-lihat. Penjualnya si teteh dari Bandung yang cantik dan ramah. Harga yang ditawarkanpun cukup murah. Masih bisa ditawar pula. Yang awalnya cuma pengen lihat-lihat, eh jadinya malah beli-beli deh..hehe..

Yah begitulah kalau jalan-jalan di pusat perbelanjaan. Banyak barang-barang di luar list yang akhirnya dibeli. Alasannya biasanya "mumpung kesini, sekalian beli aja", "mumpung dapat harga murah", atau "mumpung ada diskonan". Untungnya aku termasuk emak-emak yang jarang belanja, jadi nggak terlalu sering ngabisin duit. Tapi begitu belanja langsung menguras kantong..hehe.. Udah ah pulang, uang udah habis nih. Eh, kapan ya ke teteh penjual jilbab itu lagi? Masih pengen beli jilbabnya yang unyu-unyu.. Halah.. :D

Tuesday, October 16, 2012

Ngadem di Hutan Mangrove



Bali memang sangat mendunia. Membicarakan keindahannya seolah tak pernah ada habisnya. Dari pantai hingga pegunungan selalu membuat decak kagum. Bahkan alam bawah lautnya tak henti-hentinya membuat orang terpesona. Siapa sih yang tak kenal Pantai Kuta, Tanah Lot, Uluwatu, Kintamani? Tentu semua sudah tahu. Walaupun belum pernah mengunjungi langsung, tapi keindahannya sudah tersebar di seluruh dunia lewat foto-foto indahnya.

Tapi masih ada loh tempat di Bali yang belum dikenal khalayak ramai. Bahkan temanku yang orang bali asli tak tahu kalau ada tempat seperti ini. Entah kenapa tempat ini tak dikenal banyak orang, padahal lokasinya sangat strategis dan sangat mudah dijangkau. Soal keindahannya jelas tak diragukan lagi. Buktinya tempat ini jadi tempat foto hunting bagi para fotografer. Di manakah itu? Tempat itu adalah sebuah hutan mangrove yang letaknya tidak jauh dari Bandara Ngurah Rai. Tepatnya di sebelah kiri jalan By Pass Ngurah Rai, dari arah Sanur.

Nah, liburan sekolah bulan Juli kemarin aku mengajak suami dan anak-anakku mengunjungi tempat ini. Dan pilihanku sangat tepat, karena inilah satu-satunya tempat di Bali yang pengunjungnya tidak ramai seperti tempat-tempat wisata yang lain. Lumayanlah sebagai tempat ngadem setelah bermacet-macet ria di jalanan Denpasar dan Kuta. Tiketnyapun cukup murah, hanya Rp 5000 saja per orang.

Memasuki kawasan hutan mangrove tersebut, kita akan disuguhi pemandangan yang menyejukkan mata. Pohon-pohon bakau yang rimbun tidak hanya indah di pandang mata, tapi juga menghadirkan suasana adem di tengah-tengah kota Denpasar yang terik. Hutan mangrove ini sangat luas. Dan kita bisa mengelilinginya melalui jembatan sederhana dari kayu, yang dibuat memanjang mengitari kawasan hutan mangrove ini. Anak-anak sangat excited saat menapakkan kaki pada jembatan kayu ini, ketika memasuki kawasan hutan. Akhirnya mereka merasakan secara langsung masuk ke dalam hutan yang selama ini hanya bisa mereka bayangkan. Hutan yang tampak misterius bagi mereka, membuat mereka berimajinasi macam-macam. Tiba-tiba Ariq menyeletuk "Ma, kalo tiba-tiba ada singa bagaimana?". "Nggak ada singa nak" jawabku.
"Kalau macan?"
"Nggak ada juga"
"Trus adanya apa dong?"
"Adanya kepiting-kepiting cantik. Tuh lihat.." Kataku sambil menunjuk bagian bawah jembatan, yang dikerumuni kepiting-kepiting lucu. Dan anak-anakpun dengan riang ikut mengamati makhluk hutan bakau tersebut. Hutan mangrove ini memang sebuah tempat wisata yang edukatif. Karena kita bisa mengenalkan langsung kepada anak-anak apa sih hutan mangrove itu, bagaimana habitatnya, dan apa manfaatnya bagi kelangsungan hidup manusia. Jadi selain bersenang-senang, juga bisa menambah pengetahuan.


Setelah berjalan beberapa saat, kami menemui sebuah menara peristirahatan di tengah-tengah kawasan hutan ini. Dari atas menara kita bisa menikmati hamparan hutan mangrove yang luas dengan sungai yang berkelok-kelok, yang tampak seperti labirin. Kami beristirahat beberapa saat di sini, sambil menikmati angin sepoi-sepoi yang membelai tubuh. Ah nyamannya..


Ada hal yang tak boleh terlewatkan di tempat indah ini, yaitu berfoto-foto. Mmm.. Kapan lagi bisa foto-foto di hutan seeksotis ini. Para fotograferpun rela jauh-jauh dari berbagai daerah untuk hunting foto di sini. Nah kami yang sudah ada disini tentunya tak mau ketinggalan. Tapi hari itu tampaknya kami cukup banyak saingan. Ternyata kebanyakan para pengunjung datang ke hutan mangrove ini dengan tujuan untuk berfoto ria. Lihat saja, beberapa ada yang berdandan heboh layaknya foto model. Nggak kebayang gimana rasanya melewati jembatan kayu dengan memakai highheels seperti itu..hehe.. Ada juga model asli yang berpose sangat menawan. Lumayan buat cuci mata. Di spot lain tak kalah sibuk dengan sesi pemotretan preweddingnya.

Nah, bagi yang sudah bosan ke Pantai Kuta atau Tanah Lot, bisa mencoba alternatif tempat wisata ini. Pokoknya rekomended untuk liburan keluarga.
Happy traveling ^^

Monday, October 08, 2012

Virus Amigurumi


Apa sih amigurumi itu? Pasti banyak yang belum tahu tentang seni yang berasal dari negeri sakura ini. Tapi bagi penggemar rajut merajut, pasti sudah kenal. Nah bagi yang belum tahu, aku jelasin sedikit ya. Amigurumi, berasal dari dua kata yaitu ami yang artinya rajutan. Dan nuigurumi yang artinya boneka. Jadi amigurumi adalah seni merajut boneka. Biasanya boneka yang dibuat mempunyai ukuran yang kecil. Berbagai karakter bisa dibuat versi amiguruminya. Dan tentunya dibutuhkan jiwa seni dan ketekunan untuk membuatnya.

Nah, sekitar sebulan yang lalu aku tiba-tiba tertarik membuat amigurumi. Berbekal pelajaran ketrampilan merajut yang kudapat saat SMP dulu, aku secara otodidak mencoba mendalami seni ini. Awalnya sih karena ingin membuat boneka panda untuk diri sendiri. Namun belum jadi membuat boneka panda, eh anak-anakku udah request macam-macam. Untuk percobaan pertama aku membuat boneka kepik untuk Ariq. Lalu Lita ngiri dan minta dibuatkan boneka kura-kura. Ternyata hasilnya lucu-lucu loh. Sepertinya aku cukup berbakat membuat amigurumi.. Hehe..




Setelah itu berbagai macam karakter mulai kubuat satu per satu. Ternyata membuat amigurumi itu menyenangkan loh. Memang dibutuhkan ketelatenan dan ketekunan, tapi kalau lihat hasilnya rasanya puas dan senang. Apalagi kalau hasil karya itu disukai banyak orang. Tentunya makin membanggakan. Nah itulah yang kurasakan. Walaupun aku baru di dunia amigurumi ini, tapi hasil karyaku disukai teman-temanku. Bahkan banyak yang minta dibuatkan boneka rajut dengan berbagai karakter. Dan waktu-waktu senggangku kini aku isi dengan mengerjakan orderan amigurumi. Alhamdulillah mereka puas dengan karyaku. Dan lumayan bisa nambah-nambah modal buat beli benang. Nggak nyangka, hobiku yang awalnya iseng saja, ternyata bisa menambah uang jajan.. Hehe






Sebenarnya aku ingin lebih serius di hobiku ini, dan membuka website khusus untuk memajang karya-karyaku. Tapi apa daya waktuku tak banyak. Takut nggak sempat ngurus.  Jadi untuk sementara aku kenalkan hobi amigurumi ini lewat facebook dan blogku ini.

Gara-gara sering ngerjain pesanan, beberapa kali Lita dan Ariq membujukku berhenti kerja kantoran, katanya "Mama buka toko rajutan aja. Jadi nggak usah ke kantor, ngerjain rajutan aja di rumah, bikin amigurumi. Pasti banyak yang beli". Tapi kata ibuku "Ngerajut ki kan ra iso di nggo butuh". Maksudnya hasil jualan rajutan kan nggak bisa buat memenuhi kebutuhan hidup. Hehe..

Foto-foto di atas adalah foto amigurumi karyaku. Lucu-lucu ya.. Yang mau pesan boleh kok.. *halah malah promosi.. Hihihi..:P

Wednesday, October 03, 2012

Girly ala Cova

Setelah belasan tahun tak pernah pakai rok saat ke kantor, hari ini aku mulai ber-rok lagi. Sebenarnya ini bukan karena kesengajaan, tapi karena terpaksa alias kepepet. Kemeja seragam kantorku terasa sempit di pinggang, jadi kalau dipadankan dengan celana tampak tak sedap dipandang mata. Makanya kuputuskan memakai rok saja, biar terlihat lebih santun, dan nyaman dilihat orang.

Padahal bagiku memakai rok tuh ribet, nggak bisa bergerak bebas seperti saat aku memakai celana. Dan mau tak mau cara bersikap dan berjalan mesti dijaga agar terkesan feminin. Jangan sampai udah pakai rok tapi gayanya tetep mirip bodyguard. Jadi hari ini aku merubah penampilanku jadi girly, lengkap dengan sepatu highheels dan korsase bunga besar tersemat di jilbabku.

Pas sampai di kantor, sepertinya aku cukup menarik perhatian. Seorang teman melihatku dan berkata "Manis sekali loh.. Coba dari kemarin-kemarin kamu pakai rok.. Cantik kan.." Ah senang dong dapat pujian. Sampai di ruanganku teman seniorku berkata "Wow, Cova pakai rok nih.. Jadi mirip pegawai bank loh.." Aah, jadi tambah seneng, soalnya pegawai bank kan cantik-cantik. Terus dapat komentar dari teman ku yang lain "Wah Cova jadi kek pramugari.." Ahay.. Jadi mbayangin pramugari cantik yang pakai rok panjang tapi belahannya tinggi.. hehe.. Tapi rokku ini tanpa belahan kok :D

Mendapat respon yang positif tentu saja aku jadi agak ge er.. Hehe.. Kemudian iseng aku coba singgah ke ruangan lain, mau tau respon temanku yang lain *berharap dapat pujian :D. Nah seperti dugaanku, penampilan baruku cukup memaksa orang berkomentar. "Cov, lo kenapa? Tahu-tahu pakai rok gitu.." Tanya temanku heran. "Lah emang salah klo pake rok?!" Balasku. "Nggak pantes aja tauu.. Lo tomboi gitu, pake rok.. ". Jiaaah.. Gagal deh dapat pujian. Tak berapa lama.. "Ciee.. Ada yang pakai rok.. Akhirnya lo insaf juga Cov.. Dah dapat hidayah rupanya..". Walah ini malah ngece. Okelah, aku emang tomboi,cuek,  nggak bisa dandan, jauh dari kesan feminin, tapi aku ini wanita sejati loh. Sekali-sekali nggak papa dong tampil girly.

Padahal di kantorku ini, banyak loh ibu-ibu yang pakai rok. Tapi kenapa hanya aku yang dikomen macam-macam. Mungkin karena tampilanku yang tidak seperti biasanya. Sebuah perubahan memang mengundang banyak respon dari orang lain, bisa positif, bisa negatif. Itu wajar saja. Dan kita harus siap akan itu. Asal perubahan itu baik dan membuat kita nyaman, serta tak merugikan orang, kenapa tidak? Orang lain tentu lama-lama akan terbiasa juga.

Tapi untuk kasusku ini walaupun komentar orang banyak yang positif, dan sepertinya aku tampak lebih cantik,  namun sebenarnya aku kurang nyaman memakai rok.  Istilahnya ‘not me’ lah. Jadi aku tetap kembali ke kostum favoritku, kemeja dan celana panjang. Pakai rok sekali-sekali saja,  sekedar variasi, biar hidup nggak monoton.. Halah..

Ada yang penasaran pengen tahu penampilanku dengan rok? Tapi sayang penampilanku hari ini nggak sempat diabadikan. Jadi pakai foto yang lain aja ya. Seperti yang ini, aku dengan kostum kemeja putih dan rok abu-abu... Alias seragam SMA.. Masih pantes kan? Haha…


aku dan adikku dalam berbagai gaya.. haiyah :D
NB. Foto diambil karena paksaan seorang adik kepada kakaknya. Sebut saja ini sebagai ‘sister challenge’. Dan dengan sukses sang adik mempermalukan kakaknya, saat sang kakak harus berpose ala ABG alay.. *tutup muka*