Friday, December 30, 2011

Kisah di Penghujung Desember

Aku melihatnya sore itu, berdiri di tengah-tengah keramaian. Dari gerak geriknya sepertinya dia sedang tergesa-gesa.  Beberapa bulan kami tak bertemu, rasanya seperti sudah bertahun-tahun. Kami tak bertemu dan tak berkomunikasi sama sekali. Padahal sebelum kejadian ‘itu’, kami bagaikan kembar siam yang tak terpisahkan. Saling mengisi dan saling berbagi. Tapi tanpa diduga harus muncul kejadian yang menggoreskan luka di antara kami. Dan sejak itu dia pun menjauh dariku.

Sore itu tiba-tiba mata kami saling bertemu. Sekilas kulihat ada kecanggungan dari bahasa tubuhnya saat dia melihatku. Seolah tanpa peduli semua itu, dengan reflex kulambaikan tanganku kearahnya,  dan mulutku tiba-tiba bersuara memanggilnya. Dia tertegun sesaat, kemudian bergegas menghampiriku. Dan dari jarak dekat tampak jelas ada sebuah kerinduan di matanya, sebuah kerinduan seperti yang kurasakan. 


Lega rasanya saat dia menjabat tanganku dan memelukku sesaat. Beberapa kata terlontar dari mulutnya. Semua berlangsung hanya sekejap saja. Ku tahu dia sedang tergesa-gesa, dan ku tahu dia berusaha menyembunyikan perasaannya. Walaupun tidak diungkapkan, tapi aku bisa merasakan bahwa dia bahagia saat melihatku. Dan aku pun begitu.


Pertemuan sesaat dengannya sore itu membuatku sadar, bahwa kami tak bisa saling membenci, walau kami pernah saling melukai.  Karena dalam cinta selalu ada kata maaf. Dan aku tahu masih ada cinta di antara kami. Cinta seorang sahabat. 



**********

Hari ini rencananya aku janjian bertemu dengannya.  Tapi, karena urusan pekerjaan yang tidak bisa kami tinggalkan, akhirnya pertemuan dengannya hari ini batal. Tak apa-apa, setidaknya kami sudah kembali saling bicara dan semua kebekuan yang selama ini menyelimuti kami, kini telah mencair. Kami merindukan saat-saat seperti dulu lagi. Saat bisa saling bercerita tentang hal-hal konyol dan tak penting. Saling mencela dan tertawa. Serta mengkhayalkan impian-impian kami.. sungguh indah. 

Aku baru merasakan betapa berharganya sebuah persahabatan, saat aku kehilangannya. Dan aku beruntung bisa mendapatkannya kembali. Aku percaya kejadian yang telah menimpa kami ini, membuat kami lebih dewasa. Bukankah selalu ada hikmah di balik setiap kejadian?



**********

Desember yang basah dan dingin, terasa hangat saat dilewatkan bersama sahabat. Langit yang biasanya mendung, kini tampak cerah, seolah ikut tersenyum. Di penghujung Desember, kututup kisahku di tahun 2011 ini dengan penuh suka cita.. Aku percaya semua derita akan berakhir bahagia..




Sampai jumpa di tahun 2012… Tahun yang penuh harapan dan semangat 

Salam untuk semua sahabatku … 

I will always love you.. 

^_^

Tuesday, December 27, 2011

My First Sushi 'n Sashimi

Semua berawal dari obrolanku dengan Mbak Ambar ‘n friends. “Pada doyan sushi nggak?” tanya mbak Ambar. “Doyaaaaan...!! jawabku dengan penuh keyakinan. Padahal dari lahir hingga saat itu, aku sama sekali belum pernah mencicipi sushi. Tapi sebagai penggemar “all about Japan”, adalah suatu keharusan bagiku mengenal makhluk bernama sushi itu. Apalagi kuliner yang biasanya hanya kulihat di film dan drama Jepang tersebut, memang lucu dan imut, terlalu menggoda untuk tidak dicoba.


Singkat kata singkat cerita, akhirnya kami mendatangi sebuah resto Jepang di Cilandak Town Square. Sesuai dengan namanya, Little Takigawa, tempat itu memang tidak besar. Di sana hanya terdapat sekitar 7 buah meja, dan semuanya terisi. Walaupun tempatnya kecil, tapi menu yang disajikan sangat lengkap. Berbagai jenis sushi dan sashimi ada di sana, ramen, udon, okonomiyaki, dan masih banyak lagi menu-menu lain yang terdengar asing ditelingaku. Dasar katrok ya.. hehe..

Saatnya memilih menu nih. Aku dan Mbak Ambar mulai memilih-milih menunya. Banyak sekali menu yang tak kumengerti, tapi sok-sokan milih.. hehe. Sedangkan dua temanku yang lain, Mas Gie dan Keke hanya pasrah dengan menu pilihan kami. Atas saran Mbak Ambar, kami memilih fushion sushi yang bahan dasarnya semua matang. 


Sip.. dari minuman, makanan pembuka, utama dan penutup, sudah di pesan semua. Tiba-tiba mbak Ambar menantangku “Mau coba sashimi nggak? Yang salmon sashimi aja”. “Sashimi kan ikan mentah, ih ngeri deh.. Gimana makannya ya.. Pesen.. Nggak.. Pesen.. Nggak..  Duuh.. aku paling ga bisa ditantang gini deh, pasti aku jadi pengen nyoba” kutimbang-timbang dalam hati. Sekilas kulirik harganya di menu, wah mahal juga, kalau ternyata aku ga doyan sayang juga ya. Tapi kapan lagi aku mencoba menu aneh-aneh begini? Okelah, siapa takut.. anggap saja ‘buying experience’. Pesan 1 porsi sashimi salmon!


Tak lama kami menunggu, akhirnya menu-menu yang kami pesan keluar satu per satu. Inilah menu pilihan kami:
Minumannya berupa Ocha, ini tehnya orang Jepang, jadi semacam teh tawarnya warung sunda.. hehe..


Hidangan pembuka berupa steam putih telur. Rasanya gurih dan teksturnya lembut banget. Dihidangkan panas-panas. Enak loh.


Takigawa sushi. Saat melihatnya aku langsung jatuh cinta *lebay*. Cantik banget loh. Dan rasanya… huwaaa.. aku sampai berkaca-kaca menahan haru.. Aku beruntung bisa menikmati sushi pertamaku dengan rasa seenak ini, maknyuuus sekali..



Hot ‘n sexy sushi. Ketahuan dong ya dari namanya, pastinya sushi ini rasanya pedas. Tapi ternyata tak sepedas bayanganku. Karena cabe rawitnya dipisah. Di dalamnya ada telur ikan kering. Mmm.. tampilannya memang seksi, dan rasanya yummy, tapi tidak sedasyat sushi yang pertama.



Crunch-crunch roll sushi. Penampilannya biasa saja. Di dalamnya ada semacam kremesan, seperti yang biasa ada di ayam goreng kremes. Dan di atasnya ada potongan ikan. Kalau makan sushi ini, siap-siap saja kremesannya pada rontok.. hehe..



Sashimi salmon. Nah ini yang bikin deg-degan. Saatnya makan ikan mentah nih, sanggup nggak ya? Tampilannya sih menggoda, teksturnya kenyal seperti jelly. Dan saat digigit dagingnya terasa lembut dan segar. Tak ada aroma dan rasa amis sama sekali. Aku tak menyangka rasa ikan mentah bisa seenak ini.



Kokokuro. Ini cemilan semacam biscuit, tapi tidak sekeras dan sepadat biscuit. Ada rongga didalamnya. Cara makannya adalah dengan mencelupkannya ke dalam saus cokelat. Mmm.. nyam..nyam.. rasanya pas sekali.. tidak terlalu manis. 



Es krim Green Tea. Ini yang jadi favorit semuanya. Bagi yang lidahnya tidak cocok dengan sushi ‘n sashimi, mending pesan es krim ini saja. Dijamin pasti cocok di lidah. Es krimnya lembuuut, rasanya nagih.. hihihi..



Buat teman-teman yang berminat mencoba makan di sini, silahkan nabung dulu yah.  Karena harganya lumayan menguras kantong. Kalau aku sih cukup beruntung karena dapat gratisan, alias dibayari.. hehehe..  Terima kasih Mbak Ambar.. kau telah ‘meracuni’ kami dengan makanan seenak ini.. ^_^

Thursday, December 22, 2011

Senyumku Bahagiaku

Senyum adalah cerminan jiwa yang bahagia.. dan membuat orang lain bahagia
Senyum dapat membebaskan diri kita dari perasaan terbelenggu derita
Ayo bebaskan senyummu.. dan raih bahagiamu.. :)




Foto ini aku ikutsertakan dalam Kontes SEGGER untuk Kategori Foto SEGGER WANITA
^_^


Monday, December 19, 2011

Wanita Terindah

Paras wajahnya ayu dan lembut, dibingkai oleh rambutnya yang panjang berombak dan berwarna hitam legam, sangat kontras dengan kulitnya yang berwarna kuning langsat. Dulu aku sempat merasa iri dengannya. Kulitku terlalu pucat dan rambutku yang berwarna kecoklatan seperti rambut jagung, tak seindah rambutnya. Waktu kecil aku berpikir, kenapa aku ini berbeda dengannya? Padahal aku ini anak kandungnya. Bahkan ada beberapa kerabat dan tetangga yang sengaja mengolok-olokku, dengan mengatakan aku ini “anak nemu”, karena fisikku berbeda dengan saudara dan orang tuaku. Ah lama-lama aku jadi terbiasa, apapun kata mereka, aku ini tetaplah anak ibuku, dan mendapat kasih sayang penuh darinya.

Ibuku  memang cantik dan menarik, perangainyapun lembut dan santun. Tak heran jika dulu ibuku disebut sebagai kembang desa di kampungnya. Para kumbang..  eh laki-laki.. datang untuk mendekati. Bukan hanya dari kampung ibuku saja, tapi juga datang dari daerah lain. Kecantikan dan kepopulerannya tak menjadikan ibuku menjadi gampang  memilih pasangan hidup. Satu per satu kumbang-kumbang itu tumbang dan patah hati. Banyak dari mereka adalah orang-orang berada, mapan dan terpandang. Namun justru ibuku memilih bapakku yang tidak memiliki apa-apa.

Bapakku hanyalah seorang abdi negara bergaji kecil, yang bermodalkan tekad yang tulus dan keberanian untuk berjuang. Tampak nyata bahwa ibuku bukanlah seorang wanita materialistis dan gila harta atau kedudukan. Ibuku memandang bapakku dari kepribadiannya, selain dari fisiknya yang gagah dan ganteng tentu saja.. hehe.. *memuji bapak sendiri*. Ibu dan bapakku akhirnya menikah tanpa proses pacaran. Bapakku saat itu datang menemui kakekku secara langsung untuk menyampaikan maksudnya. Sedangkan ibuku hanya keluar sekilas saat mengantarkan minuman saja. Proses ”ta’aruf” yang sangat singkat. Dan terbukti perkawinan mereka langgeng dan harmonis sampai sekarang, walau tanpa proses pacaran.

Kelebihan ibuku bukan hanya dari kecantikan fisiknya saja, tapi juga dari kepribadiannya yang luar biasa. Menjadi seorang istri prajurit seperti bapakku, bukanlah hal yang mudah. Tiap saat harus rela ditinggalkan bapakku untuk tugas negara. Ibuku harus berjuang membesarkan anak-anaknya, berbekal kiriman uang gaji dari bapakku yang sangat pas-pasan. Tapi semua dijalani dengan ikhlas dan tidak banyak menuntut. Untuk membantu keuangan rumah tangga, ibuku membuka jasa jahitan. Aku menyebutnya butik, dan ibuku sebagai pemilik sekaligus designernya. Sepertinya tak berlebihan sebutan itu, sebab ibuku bukan hanya menjahit saja, tapi juga sebagai konsultan masalah mode, sekaligus membuatkan design untuk para pelanggannya. Walaupun hanya kecil-kecilan, bagiku itu luar biasa. Dan para pelanggan puas dengan hasilnya. Alhamdulillah, bisa menambah uang jajan anak-anaknya. 


Keahlian lainnya adalah dalam hal mengolah makanan. Sewaktu aku kecil ibuku jarang sekali memasak makanan mewah dan mahal. Maklumlah keluarga kami keuangannya sangat pas-pasan. Tapi meskipun dari bahan-bahan sederhana, masakan ibuku rasanya sangat enak tak terkira. Dan ibuku selalu memperhatikan asupan gizi bagi kami, setidaknya menu 4 sehat selalu ada. Sedangkan untuk menjadi 5 sempurna, itu sangat jarang, karena susu harganya mahal. Paling-paling kalau saat aku ujian sekolah saja, ada bonus susu. Katanya “Kalau gizinya komplit, pasti berpikirnya juga lebih lancar” :).


Ibuku memang sangat memperhatikan pendidikan anak-anaknya. Ibuku sendiri tidak punya kesempatan untuk mengenyam pendidikan tinggi. Tidak seperti saudara-saudaranya yang semua laki-laki, dan sebagian besar berpendidikan tinggi. Sepertinya karena ibuku seorang perempuan, sehingga kakek dan nenekku berpikiran “Anak perempuan tak perlu sekolah tinggi-tinggi”.  Pengalaman itu yang membuat ibuku menganut paham “feminism”, yang memandang bahwa laki-laki dan perempuan punya hak yang sama dan kesempatan yang sama, terutama masalah pendidikan. Seringkali ibuku bilang padaku “Kamu ini perempuan, tapi jangan mau kalah dengan laki-laki. Kepandaianmu melebihi mereka, harus sekolah yang tinggi, dan punya cita-cita tinggi. Jangan sampai seperti ibu yang ga bisa sekolah tinggi. Kamu harus menjadi perempuan yang mandiri”


Begitulah, ibuku selalu mengobarkan semangat dalam diriku. Seperti pada saat aku mengikuti beberapa kompetisi atau saat menghadapi ujian masuk perguruan tinggi. Aku bilang “Bu, pesertanya banyak sekali, dan mereka pintar-pintar. Trus yang diambil hanya beberapa orang saja”. Ibu menjawab “Tak usah kamu pedulikan berapa banyak pesertanya, seperti apa mereka. Kalau Allah berkehendak, berapapun peserta yang lolos, namamu pasti ada di situ”. “Yang penting usaha, belajar dan jangan lupa berdoa dan sholat malam” sambung ibuku. 


Hingga kini, saat aku sudah berumah tangga, dengan segala persoalannya, ibuku tetap menjadi penyemangatku. Aku berharap aku bisa mewarisi kesabaran, ketabahan, dan kesetiaan ibuku. Menjadi istri sholehah bagi suamiku, dan ibu yang baik bagi anak-anakku. 


Ibuku kini tak muda lagi, kecantikan fisiknya telah pudar, berganti dengan keriput dan tumbuhnya uban.  Namun kecantikan jiwanya dan  keindahan kepribadiannya tetap terpancar. Ibuku, bagiku dialah wanita terindahku..

Monday, December 12, 2011

11 Fakta Tak Penting Tentangku

Tak disangka tak diduga, akhirnya aku kena virus ini juga. Aku menyebutnya homework-11. Beberapa kali berkunjung ke rumah blog teman-teman, dan sering melihat postingan 11 ini. “Ah iseng banget ya yang bikin PR kek gini” pikirku saat itu sambil senyum-senyum sendiri.  Eh tak tahunya aku jadi korban juga.. huhuu.. Hello my sweety Ida Yusnilawati.. Here is my post.. please don’t send me any homework again.. coz I’m not a good student.. hihihi..
Berhubung PRnya memintaku menyebutkan 11 fakta tentang diriku, maka inilah 11 fakta tak   penting tentangku yang perlu kalian tau.. :D


1.    Penyuka warna merah
Pokoknya kalau lihat yang merah-merah mataku langsung berbinar-binar. Apalagi kalau lihat uang merah (uang Rp 100.000) langsung deh senyumku merekah.. halah.. hihi.. Dulu waktu kecil aku senang sekali memakai aksesoris warna merah. Dari pita rambut, tas, sampe sepatu, semua warna merah menyala. Kalau sekarang sepertinya aku agak hati-hati pakai aksesoris merah, takut yang lihat pada sakit matanya.. silau ciiiin.. hehe.
2.    Suka sekali membaca
Segala macam bacaan, dari tabloid, majalah, novel sampai komik, semua aku suka. Bagiku membaca itu hiburan dan menambah pengetahuan. Bukankah dengan membaca berarti kita membuka jendela informasi dunia? :)
3.    Sering nyasar
Tentang nyasar ini sudah aku jelaskan dipostingan sebelumnya, silahkan dilihat-lihat lagi di sini yach.. :D
4.    Seorang traveler (wanna be)
Suka sekali traveling, tapi sampai sekarang belum banyak tempat yang aku kunjungi. Aku berharap aku bisa keliling Indonesia. Menikmati indahnya pesona negeri sendiri. Syukur-syukur bisa keliling dunia juga. Siapa yang mau jadi donaturku? Hihihi..
5.    Suka sekali tidur dan tak bisa begadang
Ya, sebut aku si tukang tidur. Dan jangan harap aku bisa begadang. Walaupun banyak tugas atau mau ujian aku tetap tak bisa begadang. Tapi kadang-kadang bisa juga sih, kalau lagi nonton drama Jepang atau Korea.. hehe..
6.    Penggemar dorama atau drama Jepang
Sudah puluhan judul dorama aku tonton, baik berupa VCD, DVD, maupun download dari internet.  Tentang dorama ini juga sudah aku bahas sekilas di postinganku sebelumnya. Boleh dibaca lagi di sini.
7.    Penggemar kaki ayam alias ceker
Kaki ayam yang sudah matang loh ya.  Wah jadi bayangin mie ayam ceker di depan kompleks rumahku. Tiap beli pasti minta tambah cekernya.. hehe..
8.    Suka nyanyi-nyanyi sendiri
Suaraku sih biasa aja, bahkan sering kacaunya. Hobiku menyanyi itu sempat tersalur dengan menjadi anak band waktu aku ABG. Klo jaman sekarang mungkin udah jadi Girlband kali ya.. haha..  Setelah aku insaf, aku salurkan dengan dengan gabung di tim nasyid kampusku kala itu. Sekarang sih cukup karokean aja di pojok ruangan kantor.. hehe
9.    Gampang masuk angin
Duh kaya’ nenek-nenek yah.. Pokoknya kena angin dikit.. masuk angin. Kedinginan dikit.. masuk angin. Kebanyakan kena AC.. masuk angin. Payah deh, makanya aku tiap hari pasti bawa minyak angin. Hadeh.. -__-
10.    Tidak tahan lapar
Paling tak bisa telat makan. Kalau sampai telat makan pasti efeknya kepala pusing, mata berkunang-kunang dan sakit mag kambuh. Makanya aku jadi sering ngemil, demi menjaga kelangsungan hidup perutku ini. Anehnya kalau lagi puasa, perut ini anteng-anteng aja :).
11.    Tak suka film horror Indonesia
Apa coba yang mau dinikmati dari film kaya’ gini? Paling-paling cuma bikin jantungan aja. Tak ada bagus-bagusnya, setannya aja jelek-jelek gitu.. *eh mana ada setan ganteng? Hehe..


Ah akhirnya selesai juga tentang diriku. Eh masih ada lagi pertanyaan yang harus aku jawab.. huhuu.. Tanpa banyak cerita lagi, inilah jawabanku.. Simak baik-baik ya..


1.    Impian adalah sesuatu yang indah yang ingin aku raih. Sesuatu yang membuat hidup penuh gairah, karena selalu ada passion untuk meraihnya.
2.    Tempat favoritku adalah kamarku. Tempatku bermimpi, alias tidur.. :D.
3.    Tujuanku ngeblog? Nah jawabannya ada di postinganku yang berjudul “Kenapa Nge-blog”. Lihat saja di sini yah :)
4.    Berapa umurku? Duh.. jangan tanya-tanya soal umur deh, bisa ketahuan aku sudah tuwir.. hihi. Yang pasti minggu depan aku ulang tahun, jadi siapkan kadonya ya :D.
5.    Hero adalah sebuah judul drama Jepang yang dibintangi oleh Takuya Kimura dan Takako Matsu. That’s my favorit j-drama. Di drama ini Takuya Kimura tampak seksi sekali *tersipu-sipu*.
6.    Aku membaca postingan ini dengan bosku. Hah serius? Iya bener.. suer.. Sebenarnya sih tak sengaja. Lagi asik baca, eh tau-tau si bos ada di belakangku. Intinya, si bos ngintip :(.
7.    Dari jawaban nomor  6, bisa disimpulkan bahwa aku baca postingan ini di kantor.
8.    Idolaku Takuya Kimura, seorang actor drama Jepang.  Alasannya, karena dia keren, ganteng dan seksi, aktingnya juga memukau, sampai membuatku terbawa emosi. Setiap melihat dia, rasa galauku jadi hilang *lebay* :D.
9.    Aku suka matematika. Nilaiku selalu bagus di mata pelajaran ini. Sejujurnya aku lebih suka pelajaran  matematika daripada pelajaran lain yang membutuhkan hafalan.
10.    Aku suka kucing, binatang yang manis dan lucu.
11.    Ida Yusnilawati.. you are cute, just like me when I was teenager.. hihihi..  You’re also creative. I like your blog, it’s so amusing with your cute content. Keep on blogging sista.. ;)


Akhirnya done!  Panjang juga postinganku hari ini. Ternyata tak mudah bercerita tentang diri sendiri. Tak mudah mengenali diri sendiri, apalagi mengenali orang lain.. hehe..  Sebenarnya aku ingin balas dendam, ikut menyebarkan homework ini ke teman lain. Tapi ternyata banyak yang sudah kena. Yah gagal deh ngerjain orang..


Thursday, December 08, 2011

Si Ratu Nyasar

Banyak yang berpendapat wanita susah membaca peta. Ada juga yang bilang wanita sering mengidap disorientasi arah alias bingung arah. Sepertinya pendapat itu benar. Dan di antara wanita-wanita yang mengidap disorientasi arah, mungkin aku termasuk yang paling parah. Bagiku peristiwa kesasar itu sudah menjadi bagian dari hidupku *bangga*. Kesasar kok bangga.. hehe... Tentu saja aku bangga, karena walaupun aku punya kelemahan tentang arah, tapi  tak menyurutkan keinginanku untuk traveling. Walaupun sering kesasar tapi aku tak pernah kapok untuk berkunjung ke tempat-tempat baru *wink*.

Kesasar karena belum pernah mengunjungi tempat yang akan kita tuju, itu biasa, wajar dan manusiawi.  Tapi kalau kesasar padahal sudah sering ke tempat itu, itu baru luar biasa alias keterlaluan. Dan itulah aku. Berkali-kali aku mengalami peristiwa itu. Seperti pada saat berkunjung ke rumah teman dekatku. Walaupun sudah sering ke rumahnya, tetap saja aku sering salah masuk rumah orang atau sering salah masuk gang. 

Pernah aku ke rumah temanku yang beragama non muslim, dengan percaya diri aku buka pagarnya dan bersiap mengetuk pintu rumahnya. Tiba-tiba aku tertegun dengan stiker yang ditempel di pintunya. Stiker itu berupa tulisan kaligrafi “Bismillahirohmanirrohim”. Aku berpikir “Kok ada tulisan ‘Bismillah’? sejak kapan dia jadi muslim?”. Dan tiba-tiba bagaikan ada kilat menyambar otakku, akupun terpaku sesaat sebelum aku menyadari bahwa aku salah masuk rumah orang. Huwaaa.. buru-buru aku kabur. 


Kesasar di parkiran,  ini juga sering sekali aku alami. Bukan hanya kesasar di parkiran mall yang memang sering membingungkan. Tapi kesasar di parkiran kantor yang luasnya hanya selapangan. Benar-benar keterlaluan. Yang makin memperparah adalah aku sering tidak ingat mobil yang aku tumpangi. Maklumlah, namanya juga hanya numpang. Aku hanya ingat warnanya saja, tak pernah tahu mereknya apa. Jadi waktu ku lihat ada mobil yang warnanya mirip, langsung deh aku dekati. Alhasil  teman-temanku harus meneriakiku karena aku nongkrongin mobil yang salah. “Hoi.. ngapain di situ.. mobilnya di sini!” teriak mereka padaku. Sungguh memalukan.


Masih ada lagi nih yang lebih keterlaluan.  Jangan pernah menanyakan arah padaku ya.. Karena itu sangat membuatku bingung. Beneran loh, ini bukan lebay. Misalnya ada yang bertanya padaku “Gedungnya di sebelah barat atau timur ya?”. Pasti otakku akan berpikir keras, sambil membayangkan gambar delapan arah mata angin. Kemudian dalam hati aku akan menyanyikan lagu TK “♫ Timur.. tenggara.. selatan.. barat daya.. barat.. barat laut.. utara.. timur laut ♫”, sambil tanganku menunjuk-nunjuk gambar khayalanku itu. Kebayang dong ya, si penanya pasti akan bĂȘte luar biasa menunggu jawabanku. 


Nah inilah yang paling parah. Kanan dan kiri, aku bingung. Parah kan? Anak umur 2 tahun aja tahu mana kanan mana kiri. Sedang aku masih sering salah menyebutkan arah kanan dan kiri. Gara-gara itu, aku jadi sering kena omel tukang ojek dan sopir taksi. Seperti pengalamanku naik taksi beberapa hari yang lalu. Sopir taksi bertanya padaku “Mbak, habis ini ke kanan atau ke kiri?”. “Ke kiri pak” jawabku dengan penuh keyakinan. Setelah beberapa saat kok taksinya malah berbelok ke arah sebaliknya. “Ah, gimana sih pak sopir ini, kok beloknya salah..” pikirku dengan sebal. “Pak, kok belok kesini? Kan saya bilang ke kiri” kataku sewot. “Lah, ini kan bener ke kiri” sahut sopir taksi. Aduh.. aku baru sadar, aku salah kasih instruksi. “Maaf Pak, maksud saya belok kanan tadi”. Sopir taksi “#@##@^&*!?”.


Dari ceritaku di atas, adakah yang bisa melebihi disoriented dibanding aku? Mmm.. I don’t think so *wink*.