Posts

Showing posts from May, 2012

Kejujuran yang Tergadaikan

Image
“Ting!” sebuah sms masuk ke ponselku pagi itu. Ah, dari adikku. Kami memang tinggal terpisah. Dia masih di kampung bersama orangtuaku, dan aku mengadu nasib di Jakarta. Jadi komunikasi antara kami hanya lewat telpon dan sms, atau sekali-sekali lewat facebook. Dan tak lama kemudian mengalirlah sebuah percakapan antara kami melalui sms.

Adikku    : “Mbak, hasil UNku jelek :(”

Aku         : “Dah keluar hasilnya? Emang berapa aja nilainya?”

Adikku    : “Udah. Yang bagus cuma bahasa Inggris ma bahasa Indonesia”

Aku         : “Ya udah, ga usah disesali. Rata-rata masih 7 kan?”

Adikku    : “Rata-rata 7,5. Itu 100% jujur, tanpa bumbu kunci. Aku berani bersumpah, nyawa taruhannya”

Aku         : “Loh bukannya emang sudah seharusnya jujur.  Jadi ya nggak usah disesali. Kamu dah melakukan yang terbaik, dan berusaha maksimal”

Ada yang aneh kurasakan saat dia mengatakan “100% jujur, tanpa kunci”. Bagiku kejujuran itu suatu keharusan. Dan menurutku tak perlu ditegaskan lagi tentang kejujuran di sini, ka…

Lindungi Mereka

Image
“Bagimu kata maaf sudah cukup untuk menghapus semua masalah, tapi bagiku kata maafmu tak mampu menghapus luka yang kau goreskan di hatiku”

Kalimat di atas bukan sebuah curhatan, tapi sebuah renungan. Terkadang kita secara sadar maupun tidak, sering mengatakan atau melakukan sesuatu yang membuat orang lain tersakiti. Melakukan hal-hal yang kita anggap sepele tapi membuat orang lain terluka. Parahnya lagi semua itu kita lakukan terhadap orang-orang yang dekat dengan kita, terutama anak-anak. Mungkin bagi kita, orang dewasa, itu tak berarti apa-apa, dan masalah akan selesai begitu saja dengan mengatakan “Maaf ya..”. Tapi bagi anak-anak, perilaku yang menyakitkan hati itu akan terekam di memori mereka, dan selalu menghantui seumur hidupnya. 

 Dari obrolanku dengan Ibu Yayah Qomariyah, seorang pakar homeschooling, aku menemukan fakta bahwa stres di kalangan anak-anak, justru disebabkan karena ‘bullying’ yang dilakukan lingkungan terdekatnya. Dan pelaku bullying ini sering kali tidak menyadar…

Trio Chubby on Digiscrapbook

Image
♫ Harta yang paling berharga adalah keluarga..Istana yang paling indah adalah keluarga.♫  - Keluarga Cemara

Dan inilah hartaku yang paling berharga.. Trio Chubby
Chubby 1: Suamiku Mas Andhie
Pria penyayang yang mencintaiku sepenuh hati
Chubby 2: Putriku Lita
Bidadari cantik teman curhatku yang setia
Chubby 3: Putraku Ariq
Pangeran kecil yang selalu riang, dan pandai merayu

Keluarga adalah kekayaan yang sesungguhnya – Barnabas Collins #Dark Shadows Movie
*******
Special thanks to
Jeng Mayya on Morning Raindrops
for the beautiful digiscrapbook
Berkat kreatifitas dan jiwa seninya yang tinggi, foto Trio Chubbyku ini bisa tampil lebih cantik dan berwarna. Bagi teman-teman yang berminat, Jeng Mayya akan senang hati membuatkan design yang pasti cantik dan menarik, secara gratis!!. Ya betul.. gratis! Silahkan dicek sendiri di rumah blognya ya..





"Tulisan ini merupakan apresiasi terhadap program Desain Digiscrapbook Gratis oleh Mayya"

A Messy Free Day

Image
Yihaaa.. setelah berkutat dengan segala macam kesibukan, akhirnya aku punya waktu juga untuk sendiri. Berhubung aku berhasil menyelesaikan tugas kantor sebelum waktunya (pekerjaan yang seharusnya diselesaikan dalam 2 hari, berhasil aku selesaikan dalam waktu 1 hari), maka hari ini aku bisa bebas kabur dari kantor secara legal. Dan satu hari bebas ini kumanfaatkan sebaik-baiknya, karena kesempatan seperti ini sangat-sangat langka bagiku. 

Akhirnya kuputuskan untuk bersantai-santai saja, nongkrong di mall favoritku, sambil belajar. Deuuh.. tetep loh.. walaupun lagi santai, tapi tetap aja bawa buku. Sebenarnya bukan mau benar-benar belajar sih, tapi buat menenangkan hati saja, karena dua hari lagi aku harus ujian, walaupun bukunya belum tentu dibaca juga...hehe.. Okelah kalau begitu, selamat menyimak kegiatan ‘me time’ku yaaa..

Di perjalanan menuju mall...
Demi kenyamanan dan demi menyingkat waktu, aku sengaja menggunakan taksi menuju mall yang lokasinya di Bintaro itu. Sudah terbayang renc…

Di Balik Rinai Hujan

Image
“Tik.. tik..tik..” perlahan hujan turun membasahi kaca jendela di samping kubikelku. Kulayangkan pandanganku keluar. Aku menyukai hujan. Rintik-rintik hujan yang membasahi bumi, sungguh terasa menyejukkan. Tapi makin lama pandanganku makin kabur, tertutup oleh air hujan yang makin lama makin deras. Kabur dan semakin tak jelas. Seperti itulah yang kurasakan atas hidupku ini. Sesuatu yang tampak jelas dulu, kini lama-lama semakin samar. Segala hal yang kurencanakan, kuimpikan dan kudambakan, yang kulihat begitu indah dulu, dan yakin bisa kuwujudkan, kini tak lagi jelas, tertutup oleh begitu banyak masalah dan beban yang harus kutanggung. Masalah yang sering kali datang bertubi-tubi, seperti hujan yang turun di musim pancaroba ini.

Sering kali aku lelah akan semuanya, dan merasa diperlakukan tak adil. Apalah artinya seorang Cova ini, hingga dia harus menanggung begitu banyak beban. Dia hanya wanita biasa, yang sering kali lemah dan lupa. Yah, aku bukan wonder woman, walaupun kadang ada y…