Monday, October 27, 2014

Blogger Juga Manusia

Hari ini tanggal 27 Oktober katanya ditetapkan sebagai Hari Blogger Nasional. Mungkin karena nggak gaul atau kurang update, sejak ngeblog dari September 2011, baru sekarang ini aku tahu ada Hari Blogger Nasional. Aku nggak akan pernah tahu ada hari blogger kalau aku nggak jadi anggota sebuah komunitas blogger. Dan mungkin orang-orang di luar sana yang bukan blogger juga nggak tahu kalau hari ini merupakan Hari Blogger Nasional. Terus maksudnya apa kok dari tadi nulis kebanyakan 'mungkin'nya? hehe.. Intinya aku mau ngasih tahu kalau hari ini Hari Blogger Nasional gitu. Dan sebagai blogger tentunya aku bangga, karena dengan ditetapkannya hari blogger, ini menandakan betapa kerennya menjadi blogger.. hahaa.. *ini sih memuji diri sendiri :P*.

Sesungguhnya aku nggak pernah bercita-cita menjadi blogger. Tapi saat aku memutuskan membuat sebuah blog, dan konsisten menulis di sana, otomatis aku menyandang predikat seorang blogger. Walaupun aku nggak pernah mendapatkan penghasilan yang wah dari nge-blog, tetaplah aku ini seorang blogger. Walaupun blog-ku nggak seramai blog-blog yang lain, tetep aku ini seorang blogger. Walaupun namaku nggak cukup dikenal di dunia perbloggeran, tapi teteeep aku ini seorang blogger. Walaupun aku jarang datang di acara-acara blogger, ya tetep aku ini seorang blogger.

Ya, aku ini blogger. Di mataku, seorang blogger adalah orang yang menulis di blognya, dan membagikan "sesuatu" lewat tulisannya, bisa berupa informasi, opini, hiburan, ataupun sekedar curhatan. Tujuan menjadi blogger-pun tiap orang berbeda-beda. Ada yang menyalurkan hobi, mengobati stres, membunuh waktu luang, ataupun untuk mencari penghasilan. Semua itu sah-sah aja. Nggak ada batasan untuk menjadi seorang blogger. Usia berapapun bisa menjadi blogger, dari anak-anak hingga manula. Laki-laki, wanita, bahkan waria, boleh jadi blogger. Dari pembantu rumah tangga, artis, hingga presiden boleh kok jadi blogger. Kalau pembantu rumah tangga udah banyak yang jadi blogger. Tapi kalau presiden sepertinya jarang ya? Jadi mbayangin gimana kalau Pak Jokowi jadi blogger, mau nggak ya kopdaran ama aku?  hahaa..*siapa loe?

Nah kalau aku sendiri, kenapa aku ngeblog? Aku ngeblog karena dorongan hati. Ciieee.. uhuk! Iya, karena hatiku yang tengah dilanda kegalauan waktu itu, membisikkan agar aku menulis. "Cova menulislah.. Saat orang nggak mau mendengarkan suaramu, mungkin masih banyak orang yang mau membaca tulisanmu" begitu katanya. Nggak jelas sebenarnya yang dimaksud orang disini siapa. Yang jelas aku butuh media untuk menyalurkan pikiran-pikiranku yang terkadang terlalu penuh mengisi otakku. Maka aku mengambil cara ini, menulis di blog. Walaupun saat itu aku merasa nggak punya kemampuan di bidang menulis, tapi aku tetap menulis. Dan herannya, sejak aku mulai menulis blog, saat itulah kemampuan menulisku datang tiba-tiba. Mendadak aku bisa menulis layaknya orang yang sudah biasa menulis.

Nggak hanya itu. Beberapa orang teman yang biasanya cuek, setelah tahu aku ngeblog, malah jadi penasaran dengan postinganku. Dan mereka inilah yang justru mendorongku untuk sering menulis, karena ternyata mereka menyukai tulisanku. Ahay.. :D. Selain mereka ini, yang membuatku makin semangat ngeblog adalah kehadiran teman-teman blogger yang tulus dalam pertemanan. Sekedar datang berkunjung, menyapa, dan membubuhkan sepatah dua patah komentar, itu bagiku sangat membahagiakan. Yah hanya hal-hal seperti itu sudah membuatku bahagia. Hal-hal yang jauh dari materi, tapi lebih bernilai dibanding materi.

Itulah awal tujuan aku ngeblog. Dan sampai sekarang tujuanku masih sama, sebagai panggilan hati. Walaupun ada kalanya aku ikut lomba ngeblog, dan sesekali pernah kecipratan hadiah kecil-kecilan, aku anggap sebagai seru-seruan aja, sekedar untuk memacu adrenalin. Kalau ada blogger yang giat mencari penghasilan dari ngeblog, menurutku itu bagus (kadang juga ngiri :P), asal tetap memakai cara-cara yang jujur dan elegan, dan tidak menyalahgunakan blog.
Yah, blogger juga manusia. Manusia tak ada yang sempurna, terkadang salah dan lupa. Karena itu marilah sama-sama saling mengingatkan. Sebagai blogger, sebenarnya kita punya andil besar di masyarakat, bukan hanya sekedar menghalau galau diri sendiri, ataupun untuk memperkaya diri, tapi lebih dari itu. Blogger bisa mengubah dunia. Dengan menyajikan konten-konten yang bermutu dan memberikan informasi yang bermanfaat bagi pembacanya. Bahkan opini-opini positif yang bisa menggerakkan hati, dan membuka mata dunia. Dan aku sedang belajar menjadi blogger yang seperti itu. Blogger yang menyajikan tulisan yang mencerdaskan pembacanya.

Selamat Hari Blogger Nasional. 
Keep writing 'n happy blogging.


Wednesday, October 22, 2014

Mengelola Fan Page Facebook

Ada yang punya fanpage facebook? Pasti banyak ya.. Ada yang menggunakannya untuk jualan online, ada juga sebagai fanpage blog, atau untuk sekedar sharing informasi. Aku juga punya loh. Tentu bukan hanya karena mau ngikutin tren aja, tapi karena aku merasa fanpage itu berguna banget. Semula berawal dari kesenanganku membuat rajutan. Foto hasil rajutanku itu biasanya aku share di facebook pribadiku secara random, nggak pakai album-albuman. Karena saking randomnya dan aku cukup malas buat bikin album khusus rajutanku, jadinya bercampur ama postingan-postingan nggak jelasku di facebook. Tadinya aku nggak merasa itu merepotkan. Tapi beberapa teman sering menanyakan hasil rajutanku yang lain, "Lihat donk foto rajutanmu yang lain". Mereka yang bertanya ini adalah calon pembeli rajutanku, jadi mereka perlu memilih mana yang mau dipesan. Nah aku mulai kerepotan. Lah album fotoku di FB aja campur aduk gitu, kasian yang mau lihat, karena terpaksa harus ngelihat foto-foto narsisku juga.. hehe.. Dari situlah terbersit pikiran untuk membuat sebuah fanpage, agar foto-foto karyaku lebih terkoordinasi dengan baik, sehingga memudahkan bagi siapa saja yang mau melihat-lihat karyaku.

Dengan acara coba-coba akhirnya aku membuat fanpage. Caranya nggak susah kok, cukup ikuti petunjuk si facebook. Di sana akan dijelaskan step-stepnya, mirip seperti membuat akun baru di facebook. Yang udah punya akun facebook, pasti bisa bikin. Jadi bagi yang gaptek nggak usah kuatir, kalian pasti bisa. Singkat kata, tepat pada tanggal 11 Desember 2012, fanpageku berdiri dengan nama "Cova Amigurumi". Cova berasal dari namaku, sedangkan amigurumi karena pada awalnya aku hanya membuat boneka rajut saja. Amigurumi artinya boneka rajut. Namun seiring berjalannya waktu, muncul beberapa permintaan agar aku membuat produk rajutan yang lain, bukan hanya amigurumi. Karena karya rajutanku kini bukan hanya amigurumi, maka aku mengubah nama fanpage-ku menjadi "Rajutan Cova".



Fanpagenya udah jadi, lalu apa? Tentu saja langkah selanjutnya adalah mengisi informasi tentang fanpage kita. Bisa dengan menjelaskan produknya atau menjelaskan ini fanpage tentang apa, dan menulis kontak person yang bisa dihubungi. Buat simple aja, nggak usah terlalu panjang lebar, yang penting informatif. Setelah puas dengan informasi dasar, sekarang saatnya membuat postingan. Jangan sampai kita menginvite orang untuk nge-like fanpage kita, tapi belum ada apa-apa yang bisa dilihat. Tentu orang itu bakal bingung, "Ini fanpage apaan sih? Kok nggak ada isinya?". Nah, beberapa status mulai aku tulis, dan foto-foto yang pernah tampil di fb-ku, aku tampilkan kembali di fanpage. 

Kalau fanpage udah ada postingannya, kini saatnya menarik penggemar. Namanya aja fanpage, tentu saja harus ada penggemar. Dan penggemar itu nggak otomatis datang, kalau kita nggak memperkenalkan diri. Caranya memperkenalkan diri bagaimana? Bisa dengan share fanpage kita di facebook, atau social media lainnya. Buat status pemberitahuan berdirinya fanpage kita, dan ajak teman-teman menjadi liker. Lumayanlah, pasti ada satu dua penggemar baru datang. 

Kalau mau nambah penggemar lagi, kita harus aktif meng-invite teman. Yang bisa kita invite adalah orang yang sudah jadi teman kita di facebook. Kalau punya teman facebook banyak, ini akan menguntungkan, karena bisa menginvite banyak orang. Semakin banyak yang diinvite, tentu saja semakin banyak yang nge-like. Tapi nggak semua orang yang kita invite mau jadi fans loh.  Mungkin saja dia berpikir fanpage kita nggak cocok untuk dia. It's okay, woles aja, karena itu hak masing-masing orang. Dengan cara ini fanpage-ku mendapat 150-an penggemar dari 600an teman yang ku-invite. Sedikit ya? Tapi aku nggak mempermasalahkan itu, karena maksud fanpage-ku ini untuk memudahkanku mengkoordinir karya-karyaku, jadi bukan untuk tujuan komersil banget.

Facebook sendiri menyediakan fasilitas untuk promote fanpage, tapi tentu saja berbayar. Dan itu cukup mahal. Ada juga aplikasi di luar sana yang menyediakan jasa menambah liker, tentu berbayar juga. Kalau punya anggaran lebih, bisa mencoba fasilitas-fasilitas ini. Tapi aku nggak memakai cara-cara itu. Sayang ama uangnya.. hehe.. Aku lebih memilih cara-cara alami dan gratis. Alhamdulillah, walaupun sekarang aku udah jarang meng-invite orang, dan nggak pakai cara berbayar, tapi penggemar fanpage-ku terus bertambah, dan sekarang udah mencapai 400 fans. 

Itulah pengalamanku mengelola fanpage FB. Mungkin ada di antara teman-teman yang punya fanpage dan fansnya cukup banyak, boleh tahu donk tipsnya. Yang penasaran ama fanpage-ku, silahkan berkunjung ke www.facebook.com/RajutanCova ya.. Yang mau nge-like juga boleh banget.. makasih sebelumnya..  ^^

Thursday, October 16, 2014

Kecanduan Pornografi

Akhir-akhir ini aku lagi malas beredar di sosial media, terutama facebook. Eh blog juga. Soalnya udah puluhan kali blogku ini diserbu komen spam yang isinya pornografi. Terus kemarin waktu aku buka hp ngeliat Fb, tiba-tiba nongol gambar porno di depan mukaku. Duh, eneg banget deh, bikin hilang selera. Udah berkali-kali ini terjadi. Biasanya karena ada teman Fb-ku yang ngelike sebuah fanpage porno, terus si fb mengabarkan ini di timeline-ku, dan otomatis PP-nya si fanpage porno tampil di sana. Huft! 

Sebenarnya ini bukan salah fb-nya, tapi salah si pemakainya tentu saja. Bukan aku loh, tapi teman-teman fb yang ngelike fanpage porno itu. Ada beberapa dari mereka yang mengaku itu karena akun fb-nya dihack orang. Memang ada sih yang seperti ini. Tapi aku yakin dan percaya sebagian besar dari mereka memang secara sadar menge-like fanpage mesum ini.

Kenapa banyak sekali penggemar pornografi? Bahkan pengunjung blogku ini juga. Yang aku maksud bukan pembaca setia blogku, atau teman-teman blogger yang jalan-jalan kesini loh, tapi para pengunjung nyasar yang mengetikkan kata kunci tertentu. Misalnya sebuah postingan yang paling populer di blogku ini yang judulnya "Siti Pembantu Seksi". Artikelku itu laris dikunjungi pengunjung mesum yang nyasar. Biasanya kata kunci yang diketikkan "pembantu seksi", kemudian mesin pencari mengarahkan ke artikelku itu. Orang-orang ini tentu berharap menemukan sebuah cerita syur atau gambar seksi, eh tak tahunya malah dapat cerita omelan ala emak-emak yang sama sekali nggak ada mesum-mesumnya.. Hehe

Kembali ke pertanyaan diatas. Kenapa banyak sekali penggemar porno? Seorang psikolog menjelaskan padaku bahwa pornografi itu menimbulkan kecanduan. Ketika seseorang mengkonsumsi pornografi, maka otaknya akan menghasilkan hormon-hormon yang menimbulkan perasaan senang, nyaman, dan penasaran. Masalahnya adalah, hormon-hormon ini nggak akan berhenti sampai di sini, karena si pornografi ini akan membuat otak agar memproduksi hormon ini secara terus-menerus dan berlebihan. Makanya otak akan mendorong orang tersebut untuk mengkonsumsi pornografi lagi. Jika ini nggak terpenuhi, maka akan timbul rasa nggak tenang, gelisah, dan galau, tak ubahnya seperti abg yang kangen berat sama pacarnya. Yup! Pornografi memang bikin kangen. 

Dan yang namanya kecanduan itu pasti bahaya. Dari sebuah artikel yang pernah aku baca menyebutkan bahwa kecanduan pornografi itu lebih parah dari kecanduan narkoba. Kalau kecanduan narkoba itu tampak secara fisik, dan kerusakan otak yang ditimbulkan ada 3 bagian. Sedangkan kecanduan pornografi itu nggak tampak secara fisik, tapi kerusakan otak yang ditimbulkan lebih parah, ada 5 bagian. Tuh kan,, yang porno-porno itu merusak otak. Kalau masih nggak percaya, coba baca artikel berikut ini. Di sana dibahas secara detail bahaya mengkonsumsi pornografi. http://khalidabdullah.com/bahaya-pornografi-sesungguhnya-secara-detail-yang-sangat-amat-perlu-anda-tahu

Nah, udah tahu kan bahayanya? Makanya kalau yang belum pernah mengkonsumsi pornografi, jangan coba-coba. Tapi bagi yang udah pernah, atau bahkan udah kecanduan, insaflah dari sekarang. Gimana cara insafnya? Yaelah kok masih nanya. Ya caranya dengan putus hubungan ama pornografi, dan menjauhi pemicunya. Move on lah ke kegiatan yang positif, yang bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain. Yakin deh, pasti ada rasa kepuasan dan kesenangan dari kegiatan positif yang jauh lebih besar dibanding kesenangan karena konsumsi hal-hal mesum. Apalagi kalau kegiatan positif itu bisa menghasilkan, lebih seru kan? Kalau pornografi buang-buang uang, nah kegiatan positif justru menghasilkan uang. Siapa yang nggak pengen?  

Tapi nyari kegiatan positifnya harus yang steril dari pornografi. Contohnya yang hobi moto, carilah objek foto pemandangan, gedung-gedung, masakan, binatang, atau jadi fotografer produk di penerbit atau toko online. Jangan nyari obyek cewek-cewek seksi, apalagi bugil. Sebesar apapun rupiah yang bisa dihasilkan dari moto cewek-cewek seksi, tetap haram hukumnya. Apalagi kalau pake mbayar. No way! Misalnya lagi, kalau yang mau olahraga, jangan ke tempat ngegym campur yang isinya kebanyakan cewek maupun cowok yang pamer bodi. Atau kalau mau olahraga lari, jangan lari bareng ama cewek-cewek bercelana super pendek. Repot? Kalau mau insaf, ya harus mau repot. Tingkat keberhasilan lepas dari kecanduan itu berbanding lurus dengan niat. Kalau benar-benar niat, cara apapun pasti diusahakan. Kalau nggak niat, pasti cari-cari alasan dan pembenaran. 

Wuih.. panjang banget ternyata tulisanku nyinyirin tentang pornografi. Oke deh ini penutupnya. Semua masalah akan teratasi kalau kita mendekatkan diri kepada Allah, termasuk yang lagi terjerat pornografi. Perbanyak ibadah, sholat, ngaji, puasa, belajar agama, baca-baca buku agama, dan bergaul dengan orang-orang yang alim. InsyaAllah Allah akan memberi jalan. Ingat ya.. Allah nggak akan mengubah keadaan suatu kaum, kalau kaum itu nggak berusaha mengubah dirinya.

Tuesday, October 07, 2014

Ketika Jenuh Menulis

Habis nulis naskah 1 buku, nggambar pola, bikin produk, plus bikin setting buat pemotretan produk, ternyata sangat melelahkan. Satu bulan full aku kerjain itu semua. Saking lelahnya, sampai sekarang rasanya nggak pengen ngapa-ngapain. Pengennya sih nggak ngapa-ngapain sampai bukuku terbit.. Hahaa.. Dasar lebay! Baru nulis 1 naskah buku aja udah gempor gini. Padahal cita-citanya pengen jadi penulis buku yang produktif. Gimana bisa non? :P

Sungguh, aku salut banget sama penulis-penulis yang bukunya udah puluhan. Pertama, kok bisa ya idenya nggak abis-abis. Kalau kata mbak Nunik yang udah nulis 50 lebih judul buku, dia nggak pernah kehabisan ide, justru kadang bingung saking banyaknya ide bermunculan di otaknya. Iya sih, aku juga begitu. Yang membedakan adalah aku sering nggak pede dengan ideku itu. Sering berpikiran, apa iya sih ideku ini oke? Apa layak ide begini dituangkan jadi naskah buku. Jangan-jangan ideku udah ketinggalan jaman, dan segala macam pertimbangan yang akhirnya aku nggak mulai menulis. Terus pada akhirnya nyesel berat karena kemudian ngeliat ada buku yang idenya sama ama ideku dulu. #Plak! Wake up girl! Ide itu bukan buat dipikirin aja, tapi diwujudkan. Kalau kamu nggak mewujudkan idemu itu, maka orang lain yang akan mewujudkannya. Yup, beberapa kali itu terbukti. Nah kalau kalian termasuk orang sepertiku yang sering nggak pede dengan ide sendiri, aku sarankan insaplah dari sekarang. Cepat-cepatlah idenya dieksekusi, sebelum menyesal.

Kedua, para penulis produktif itu hebat banget managemen waktunya. Menulis itu butuh konsentrasi yang tinggi. Butuh benar-benar fokus. Sedangkan kesibukan sehari-harinya tentu bukan hanya menulis saja. Ada yang sebagai ibu rumah tangga, ada yang pedagang, ada juga yang jadi pegawai. Terus kapan nulisnya? Apa harus begadang tiap hari? Wah kalau itu aku nggak mungkin bisa. Soalnya kalau malamnya harus begadang, paginya bakal kecapekan. Malah jadi kacau semuanya. Etapi, ternyata ada triknya loh. Masih kata mbak Nunik nih. Jadi gini, sebelum mulai menulis, pikirkan dulu apa yang mau ditulis. Memikirkannya bisa sambil masak, sambil nyuci, sambil makan, sambil nunggu angkot, pas lagi macet, atau pas diperjalanan. Nah, begitu ketemu laptop atau komputer, tinggal ditulis. Cara ini sangat menghemat waktu, karena kita sudah tahu apa yang mau ditulis. Silahkan dipraktekkan, tapi jangan keterusan ngelamun ya. Ntar masakannya gosong.. Hihii.

Ketiga, penulis produktif itu kok bisa ya nulis terus, seakan-akan energinya nggak ada matinya. Eh siapa bilang mereka nggak ada capeknya? Mereka juga capek kok. Kadang jenuh juga. Mungkin seperti yang kurasakan saat ini. Walaupun aku hanyalah penulis wanna be.. Hehe.. Setelah nulis naskah 1 buku full, rasanya seperti kehabisan tenaga. Nah kalau kalian mengalami seperti yang aku alami ini, berarti ini saatnya untuk refreshing sejenak. Yak, inilah inti dari tulisanku yang panjang lebar di atas. Intinya aku pengen refreshing. Tapi masalahnya sekarang masih hari kerja, nggak mungkin kan aku kabur dari kantor buat refreshing? Padahal sebenarnya aku pengen ke Tamrin City, atau Mayestik, atau ke Asemka, buat cuci mata, sambil belanja-belanja mumpung tanggal muda #halah. Siapa tahu hasil belanjaan bisa dijual lagi.. Hahaa..teteeup ujung-ujungnya mau dagang :P. Yah sudahlah, karena belum memungkinkan buat refreshing keluar, sepertinya aku harus puas dengan ngopi-ngopi aja di ruangan. Slurup..ah..