Friday, June 21, 2013

Makan Ala Kuli di Pelabuhan Cirebon

Apa yang terbersit dalam pikiran teman-teman saat mendengar kata Cirebon? Kalau aku sih otomatis terpikir empal gentong. Maklumlah, aku memang penyuka kuliner, jadi pasti kepikirannya ya soal makanan.  Cirebon memang terkenal dengan empal gentongnya. Tapi ternyata masih banyak sekali kuliner khas di daerah Cirebon yang tak kalah nikmatnya. Sebut saja tahu gejrot, nasi jamblang, nasi lengko, docang, mie koclok, dan masih banyak lagi. Dan dalam postinganku kali ini, aku akan membahas tentang kuliner yang sempat aku nikmati saat traveling ke Cirebon beberapa hari yang lalu. Traveling bersama teman-teman yang sama-sama doyan makan, memang menyenangkan. Jadi bisa kompak saat berburu makanan. Dan kebetulan salah satu teman seperjalananku, Mbak Yayah, memang asli orang Cirebon, jadi dia paham sekali mana penjual kuliner khas Cirebon yang recomended. Salah satunya Nasi Jamblang Hj. Sumarni ini. Yuk, selamat menikmati! ^^
***

Tiba di stasiun Cirebon pukul 9 pagi. Mbak yayah langsung mengajak kami sarapan nasi jamblang yang ada di kawasan pintu Pelabuhan Cirebon. Namanya nasi Jamblang Hj. Sumarni, atau biasa disebut nasi jamblang pelabuhan. Berdasarkan penuturan mbk Yayah, nasi jamblang pelabuhan ini merupakan warung nasi jamblang yang paling populer se-Cirebon. Wah, mantep ya? Pastinya rasanya enak.


Tak berapa lama dari stasiun, kami sampai di lokasi yang dimaksud. Ternyata warungnya tidak terlalu besar. Dan letaknya agak tersembunyi. Dari jalan raya hanya kelihatan tulisan “Nasi Jamblang buka”. Rupanya warungnya berada dibalik tembok dan pagar yang bertulisan itu.


 Sampai di dalam warung kami disambut oleh meja besar yang berisi penuh berbagai macam menu lauk pauk. Ada peyek udang, oseng cumi, sambel goreng, kerang, telor dadar, semur telur, ayam goreng, tempe goreng, perkedel kentang, sayur tahu, ikan asin, dan masih banyak lagi. Pokoknya menu lauknya macem-macem banget, dan disajikan secara prasmanan. Kita bisa pilih dan ambil sendiri sesuka hati kita. Aku jadi ingat dengan nasi rames, yaitu nasi dengan lauk dan sayur yang banyak macamnya. Bedanya, nasi jamblang ini menunya lebih banyak, dan ada sambal yang khas rasanya, biasa disebut sambal nasi jamblang. Ada lagi perbedaan yang mencolok, yaitu penggunaan daun jati sebagai alas piringnya. Kalau dibungkus, ya daun jati sebagai bungkusnya, bukan daun pisang.


Kenapa menggunakan daun jati? Katanya bungkus daun jati membuat nasi lebih tahan lama, dan terasa lebih pulen, dibandingkan jika dibungkus dengan daun pisang. Ini disebabkan daun jati memiliki pori-pori yang membuat nasi lebih terjaga kualitasnya. Begitu menurut Wikipedia. Dan menurutku, daun jati ini membuat nasi terasa beraroma lebih sedap.


Yuk, silahkan dipilih. Aku agak bingung saat memilih lauk, karena maunya dipilih semua.. hehe.. Akhirnya aku memilih lauk cumi, tahu, penyek udang dan kerang. Hmm.. rasanya memang nikmat. Apalagi saat makan diiringi live music oleh mas-mas pemalu bersuara merdu. Rasanya Cirebon banget! Dan disela-sela makan mbak yayah menjelaskan bahwa nasi jamblang itu dulunya adalah makanannya para kuli di jaman Belanda.
“Eh, busyet! Makanan kuli jaman dulu enak banget yak?” celetukku.
“Kan mereka kerjanya berat. Jadi makanannya juga harus enak” sahut Mbak Yayah sambil tersenyum.

live music

Kami menghabiskan nasi jamblang itu dengan cepat dan tuntas tak bersisa. Bahkan ada yang nambah lagi lauknya. Benar-benar makan cara kuli, beringas sekali.. hahaha.. Puas sekali makan di sini. Rasanya nikmat dan harganya hemat. Kami menghabiskan uang Rp 91.000 saja, untuk 7 porsi nasi jamblang plus tambahan lauk pauknya, 7 teh hangat, dan cemilan kerupuk. Hemat bukan?
Mana ada makanan kuli senikmat ini, kalau bukan di Cirebon. ^^


Friday, June 14, 2013

LeBuy, Digital Market yang Bersahabat



Zaman sekarang siapa sih yang nggak kenal dunia digital atau perinternetan? Dari bocah TK sampai manula semua mengenal internet. Dunia digital yang merambah semua kalangan ini, membuat banyak kegiatan yang tadinya hanya dilakukan secara offline, sekarang bisa dilakukan secara online, di mana saja, dan kapan saja. Salah satunya kegiatan jual beli.  Jadi jangan heran jika sekarang banyak bermunculan digital market, atau biasa kita sebut tempat jual beli online. Nah, sebagai blogger dan emak-emak gaul, aku nggak mau ketinggalan dong. Apalagi aku mempunyai bisnis kecil-kecilan, yaitu membuat boneka rajut. Makanya aku ingin produkku dikenal banyak orang.

Awalnya aku mengenalkan boneka buatanku melalui akun facebook. Responnya lumayan bagus. Tapi setelah aku pikir-pikir, apa orang nggak bosan lihat postinganku yang berbau komersil itu? Karena kita tahu, facebook lebih diperuntukkan sebagai social media pertemanan. Dan demi menjaga kenyamanan orang, maka aku putuskan menjual produkku di digital market  saja. Tapi karena banyak pilihan, aku sempat bingung mau pakai digital market apa.

Pucuk dicinta ulam tiba… ciee.. Iseng-iseng blogwalking dan mampir ke blognya Tomkuu, eh di sana lagi membahas tentang  LeBuy. Hah? Lebay? Bukaaan.. yang ini LeBuy, pakai ‘u’, bukan ‘a’. LeBuy (bukan lebay) berasal dari dua kata Le dan Buy. Le, punya arti sama dengan ‘the’. Bedanya, ‘Le’ biasa digunakan dalam bahasa latin. Sedangkan Buy, artinya beli. Jadi sudah jelas dong, artinya sangat berbeda dengan lebay. Kalau lebay itu sering bikin kesal orang, si LeBuy ini kebalikannnya, justru bikin senang orang. Nggak percaya? Makanya kenalan yuk sama si LeBuy ini..

Apa itu LeBuy?

LeBuy adalah sebuah digital market terbaru di Indonesia, di mana kita bisa berinteraksi, bertransaksi, menjelajah, dan berbagi informasi.  Jadi LeBuy bukan hanya untuk bisnis saja, tapi lebih dari itu, kita bisa saling berinteraksi dan berbagi informasi. Buat kamu yang tidak punya bisnis apa-apa, tetap bisa mendapat manfaat besar dari situs LeBuy ini loh. Salah satunya bisa mendapatkan banyak informasi menarik, dan menambah kenalan.

Untuk mengakses situs ini, silahkan buka www.lebuy.co.id.  Di sana akan ditampilkan sebuah halaman yang didominasi merah dan putih. Warnanya Indonesia banget ya.. hehe. Merah mewakili sebuah semangat dan keberanian. Semangat meraih impian, dan keberanian melakukan inovasi. Sedangkan putih memberi kesan bersih dan enak dipandang.  Halaman berwarna putih itu berisi foto-foto beberapa barang dan informasi menarik. Ibaratnya kita sedang memasuki sebuah mall, kita akan melihat display barang-barang menarik dari beberapa toko di sana. Seperti ini tampilannya. Ya dipilih.. dipilih.. selagi ada..selagi ada.. #eh :D


Sebenarnya untuk bisa menjelajah di LeBuy kita tidak harus melakukan registrasi. Namun tentu saja kita tidak bisa mendapatkan pengalaman maksimal seperti jika kita melakukan registrasi. Makanya yuk kita registrasi aja, caranya mudah kok. Tak jauh beda ketika kita sign up di facebook, malah lebih simple. Tinggal klik tombol sign up di pojok kanan atas, dan ikuti petunjuknya. Dan tak lebih dari 5 menit, akunku  sudah jadi. Yeeaay.. ^^

Pengalaman menarik menggunakan Lebuy

Setelah membuat akun, tentu saja aku membuat postingan alias buka lapak. Awalnya agak deg-degan juga sih. Maklum deh, ini kan pertama kalinya aku terjun di pasar online. Tapi aku pede-pedein aja, dengan membuat postingan semanis mungkin. Dan inilah tampilan postinganku

Ah, akhirnya boneka rajutku tampil juga di digital market. Semoga ada yang tertarik. Dan tak disangka tak diduga, baru beberapa menit aku posting, jumlah viewnya sudah 10, dan ada 1 like. Lumayanlah buat newbie. Di halaman akun kita (My LeBuy) memang ada fitur notifikasi views, likes dan talks, untuk postingan kita. Jadi kita bisa mengetahui seberapa besar pasar melirik dagangan kita.Selain itu, adapula kolom komentar untuk setiap postingan kita. Mirip yang ada di facebook. Jadi antar sesama pengguna bisa berkomunikasi langsung, sehingga terasa lebih akrab dan bersahabat. Bisa dibilang LeBuy ini menggabungkan antara digital market dan social media. Cool… :D

Dan aku tambah senang lagi ketika ada yang mengomentari daganganku. Ternyata ada yang tertarik dengan produkku. Duuh terharu. Bahagia rasanya ketika produk kita diappresiasi orang lain. Eh ini bukan lebay loh.. tapi LeBuy :P

Fitur-fitur di LeBuy

Untuk memanjakan para penggunanya tentu saja LeBuy mempunyai fitur-fitur andalan, diantaranya:

Following

Yang punya akun twitter pasti sudah tahu dong fungsinya fitur follow. Nah, di LeBuy ini tidak jauh beda. Dengan following, kita akan selalu mengetahui update dari pengguna LeBuy favorit kita. Keuntungannya tentu saja kita tak perlu repot-repot mencari-cari jika kita ingin tahu update-an terbaru user favorit kita. Karena update-an akan tersaji otomatis, tanpa kita harus ngubek-ubek semua postingan di LeBuy.


Kategori
Untuk memudahkan pencarian post yang jenisnya bermacam-macam, maka website ini mengelompokkan postingan dalam beberapa kategori. Berikut kategori yang ada di LeBuy

Widget

Dari sekian banyak kategori yang ada, tentunya ada beberapa kategori favorit yang sering kita pantau. Misalnya kita sering memantau kategori fashion, travel dan books. Maka ketiga kategori ini bisa kita masukkan dalam satu folder, dengan menggunakan fitur widget ini. Tapi maksimal 3 kategori saja per folder.  Jika ingin lebih, bisa buat folder baru lagi.


Message
Sangat jarang ada digital market yang mempunyai fitur ini. Seperti fitur message yang terdapat di facebook dan twitter, message di LeBuy juga dimaksudkan untuk memberi ruang privasi bagi penggunanya.  Mau nawar, complain atau memberi kritikan, tak perlu lagi malu-malu dan takut dibaca orang lain, melalui message ini.

Invite Friends

Mau ajak teman untuk bergabung di LeBuy? bisa banget! Caranya tinggal klik invite friends, dan kita masukkan alamat email teman kita. Otomatis invitation akan terkirim ke emailnya. Mudah bukan? Dan tentunya dengan banyak teman yang bergabung, penjelajahan di LeBuy jadi lebih seru.

Push mail dan email notifikasi
Adapula fitur email notifikasi. Jadi kalau ada perkembangan terbaru terkait postingan kita, seperti komentar baru, pesan baru atau follower baru, maka akan dikirim notifikasinya melalui email. Dan yang lebih canggih lagi, ada fitur push mail. Kita bisa langsung membalas komentar dan pesan yang masuk dengan cara mereply lewat email, tanpa perlu membuka halaman situs LeBuy.  Jadi dimanapun kita berada, kita tetap bisa berinteraksi dengan user LeBuy yang lain melalui gadget kita.

Kelebihan LeBuy  dari situs lainnya


Seperti kita ketahui, situs-situs digital market seperti ini memang banyak. Tentu masing-masing punya kelebihan dan kekurangan. Jika dibandingkan dengan digital market yang lain, situs LeBuy ini lebih bersahabat, dengan fitur-fitur yang sangat mudah digunakan dan nggak perlu ribet. Jadi orang awam sepertiku ini, tidak perlu pusing-pusing jika ingin memaksimalkan semua fitur yang ada.

Dan seperti yang aku ungkap diatas, LeBuy ini menggabungkan fitur-fitur yang ada di digital market dan social media.  Jadi LeBuy ini tidak melulu untuk urusan bisnis, tapi lebih dari itu bisa memperluas pergaulan dan menambah pengetahuan.  Ditambah lagi fitur-fitur social medianya membuat kita merasa akrab dengan sesama user LeBuy.

Oh iya, di postingan LeBuy ada pula tombol share ke facebook, twitter, dan email. Jadi link postingan kita, bisa disebarluaskan lagi ke akun social media yang lain. Mirip tombol share di blog. Makin banyak dishare, semoga jadi makin laku. Amin :).

following @LeBuyku


like page LeBuy

Nah, banyak sekali kan keuntungannya bergabung di LeBuy. Buat kamu yang gaul dan ingin lebih gaul lagi, yuk! nongkrong bareng di LeBuy.co.id.  Follow juga twitternya di @LeBuyku, dan like facebooknya di “LeBuy”.  Dan jangan lupa kunjungi lapakku juga ya.. hehehe… Sampai jumpa di LeBuy ^^



Monday, June 10, 2013

Mampir Sejenak di Pagoda Dewi Kwan In

Kalau teman-teman kebetulan melewati kota Semarang, tak ada salahnya singgah sebentar ke tempat ini, seperti yang kami lakukan beberapa pekan yang lalu. Kebetulan tempat ini berada di jalur perjalanan kami dari Magelang menuju Jakarta. Maka kami sempatkan mampir sebentar. Tempat ini bernama Vihara Buddhagaya. Hah? Ngapain ke vihara? Emang Cova agamanya Budha? Hehe… Eh jangan salah, seperti Budha Monastery di Candi Mendut yang terbuka untuk umum, Vihara Buddhagaya inipun seperti itu. Siapa saja boleh mengunjungi tempat ini. Dan gratis! Lalu selain gratis, apalagi sih menariknya? Tentu saja menarik, karena tempat ini mempunyai arsitektur bangunan yang indah. Dan itu alasannya kenapa aku ingin singgah ke sini. 

Vihara Buddhagaya ini berada di daerah Watugong, tepatnya di jalan Perintis Kemerdekaan, depan Kodam IV Diponegoro. Sangat mudah dicari karena posisinya persis di pinggir jalan raya. Sekitar pukul 9 pagi kami sampai di vihara itu, dan saat itu tidak banyak pengunjungnya. Hanya beberapa keluarga saja. Sebagian seperti kami, hanya melihat-lihat saja. Sebagian memang bertujuan untuk beribadah. Saat memasuki area vihara ini, kita akan dibawa ke nuansa yang berbeda, karena bangunan-bangunannya yang tidak biasa kita temui di Indonesia. Dan salah satu bangunan di vihara itu yang tampak mencolok adalah Pagoda Avalokitesvara. Nah, jarang-jarang kan di Indonesia ada pagoda. Apalagi pagoda semegah ini. Wuuiih, serasa ada di Cina loh. Langsung deh foto-foto.. :D



Pagoda Avalokitesvara yang artinya Pagoda Cinta Kasih Sayang ini, konon dibangun untuk menghormati Dewi Cinta Kasih, yaitu Dewi Kwan In. Maka tak heran, jika ada banyak patung Dewi Kwan In di pagoda ini. Salah satu yang terbesar berwarna keemasan ada di bagian dalam pagoda. Sedangkan patung Dewi Kwan In yang lain terdapat di sekeliling pagoda, menghadap 4 penjuru mata angin. Masing-masing tingkat terdapat 4 patung. Dari sumber terpercaya  dijelaskan bahwa pagoda yang mempunyai tinggi 45 meter, dan terdiri dari 7 tingkat ini, merupakan pagoda tertinggi di Indonesia. Dan pernah masuk rekor MURI loh. 


ornamen pagoda
salah 1 patung Dewi Kwan In
Selain pagoda, ada bangunan lain yang menarik perhatianku. Yaitu sebuah patung Budha tidur berukuran besaaar, tampil dengan warna yang cerah. Sangat serasi dengan arsitektur bangunan pagoda. Tak jauh dari patung tersebut terdapat sebuah prasasti, yang bertuliskan rangkain kalimat berbahasa Inggris. Mungkin itu semacam puisi, atau mungkin sebuah ayat dari kitab suci. Ah, entahlah. Yang jelas kata-katanya sangat indah, walaupun aku tak mengerti maksudnya. Maklum, skill bahasa Inggrisku memang pas-pasan.. hehe *malu*

Patung Budha

Tulisan di prasasti
Karena judulnya mampir, maka kamipun tak berlama-lama di sana. Walaupun masih ada beberapa bagian dari area ini yang belum kami eksplore, tapi terpaksa kunjungan kami harus diakhiri. Takut kesiangan, karena perjalanan kami menuju Jakarta masih jauh. 

Happy traveling ^^