Thursday, March 20, 2014

Belajar Politik Bersama Takuya Kimura

Pasti teman-teman tahu donk kalau akhir-akhir ini politik di negara kita sedang menghangat. Dan sangat wajar kita jumpai status-status di sosial media dan artikel-artikel di media yang membahas tentang politik. Pemilu yang sudah semakin dekat, tampaknya membuat situasi semakin hangat, bahkan panas bagi sebagian orang. Yah, bagi sebagian orang mendukung partainya adalah harga mati. Bagi mereka mendukung jagoannya adalah wajib dan pasti. Tak jarang sampai harus menjatuhkan lawan politiknya dengan hujatan maupun cacian. Dan sering kali kita jumpai semacam ada perang status dan komentar di sosial media. Mencari dukungan dengan menjelek-jelekkan lawan itu sama sekali nggak elegan. Bahkan bisa disebut kampungan. Eh tapi di sini aku bukannya mau menghujat mereka yang suka menebar status politik loh. Soalnya, adakalanya status berbau politik juga bisa menghibur. Apalagi kalau udah perang komentar. Rasanya malah jadi geli sendiri. Seperti ngeliat anak-anakku yang berantem ngrebutin mainan.. hihihi. Dan sebagai orang awam yang nggak ngerti politik, mending aku melipir aja di pojokan, sambil cekikikan dengan manis :D.


Kalau menurutku sih, daripada ngabis-ngabisin energi buat bersitegang, mending kita rileks dulu, nonton dorama alias drama Jepang yang satu ini. Dorama yang berjudul "Change" ini, tidak hanya menghibur, tapi juga menghadirkan nilai-nilai positif di bidang politik. Jadi buat mereka para politisi dan calon politisi, wajib deh nonton dorama ini. Jangan membayangkan dorama ini semacam film sejarah perjuangan loh, sama sekali tidak. Dorama ini bercerita tentang dunia politik modern di Jepang. Rumit? Membosankan? Tidak sama sekali! Apalagi tokoh utamanya diperankan oleh aktor favoritku sepanjang masa. Pasti udah tahu donk ayangku yang ganteng si Takuya Kimura, alias Kimutaku. Bagaimana ceritanya? Simak terus ya...



Alkisah Asakura Keita (Takuya Kimura) hidup tenang sebagai seorang guru SD yang nggak ngerti politik sama sekali. Tapi kehidupannya yang damai itu tiba-tiba terusik saat ayahnya yang seorang anggota parlemen, dan kakaknya yang seorang politisi meninggal karena kecelakaan pesawat. Asakura Keita sebagai satu-satunya penerus, mendadak harus menggantikan posisi ayahnya dalam partai dan mengikuti pemilu. Tentu pada awalnya dia sangat berat hati menjalani ini, karena baginya politik itu rumit. Namun berkat Miyama Rika dan Nirasawa Katsutoshi, orang dari partainya, dia berhasil menang dalam pemilu dan masuk jadi anggota parlemen. Belum lama menjadi anggota parlemen, Kanbayashi Masaichi, sekretaris partai tempat Keita bernaung memasukkan namanya dalam bursa pemilihan Perdana Menteri. Tindakan Kanbayashi itu bukan tanpa alasan. Dia punya ide licik. Dia bermaksud menjadikan Asakura Keita yang nggak tahu menahu soal politik, menjadi perdana menteri agar bisa dikontrolnya dan dijadikan boneka untuk memenuhi keinginannya. Hingga kelak saat Asakura Keita dianggap gagal dan harus turun, dia bisa maju menggantikannya.

Berkat dukungan partai dan tim suksesnya, Asakura Keita berhasil memenangkan pemilu dan menjadi Perdana Menteri termuda di Jepang. Disinilah intrik-intrik dimulai. Bisa dibayangkan bagaimana Keita yang nggak paham politik harus menjadi perdana menteri. Dia bukan hanya lugu, tapi juga nggak suka popularitas. Itu sangat menyulitkan di saat dia harus tampil di depan umum untuk menyampaikan ide-idenya. Kritikan dan hujatan sering dia terima, baik dari lawan politiknya, maupun dari orang partainya sendiri, yaitu Kanbayashi. Namun lagi-lagi berkat dukungan Miyama Rika dan Nirasawa Katsutoshi, dia belajar keras untuk menjadi pemimpin Jepang. Hingga setiap hari dia rela nggak tidur demi memperlajari secara detil surat-surat dan dokumen proposal yang diajukan bawahannya. Bahkan ada yang protes "perdana menteri yang dulu langsung menandatangani surat seperti ini, kenapa Keita nggak bisa langsung meng-acc". Kesederhanaan, kerendahan hati, dan semangatnya untuk memperjuangkan rakyat kecil membuatnya dipercayai banyak pihak. Bukan hanya dipercayai rakyat kecil, tapi juga dipercaya oleh lawan politik yang semula menentangnya. Hingga pada akhirnya Keita yang lugu menyadari juga niat licik dan sifat asli Kanbayashi. Keita akhirnya melawan Kanbayashi, walaupun itu beresiko pada hilangnya dukungan banyak partai pada kedudukannya. Bagaimana akhir kisahnya? Tentu saja yang benar selalu menang. Asakura Keita berhasil mempertahankan kedudukannya. Tapi itu sama sekali nggak mudah dan penuh perjuangan, hingga nyaris menyerah kalah.

Itulah sekilas ceritanya. Untuk tahu detilnya, tonton aja sendiri ya. Yang jelas banyak sekali pelajaran yang bisa diambil dari dorama ini. Diantaranya, tentang proses kampanye. Nggak ada tuh kampanye maku-maku pohon, nempel-nempelin poster dan spanduk di sembarang tempat yang mengganggu pemandangan. Memang ada brosur dan poster tapi hanya ditempel di sebagian kecil tempat-tempat tertentu, dan nggak sampai ngganggu pemandangan. Dan nggak ada kampanye yang mengerahkan banyak masa, apalagi arak-arakan sampai bikin macet. Yang para caleg lakukan adalah berdiri di pinggir-pinggir jalan, biasanya perempatan, atau di pasar-pasar, dengan mengenakan jas rapi berdasi, sambil berbicara lewat pengeras suara. Nggak peduli ada yang mendengarkan atau nggak. Nggak peduli pula dianggap sebagai orang gila. Sungguh elegan bukan? Bukan seperti kampanye di Indonesia yang menghambur-hamburkan banyak uang.

Sikap dan kinerja Asakura Keita hendaknya bisa dicontoh oleh pemimpin maupun para calon pemimpin negeri ini. Nggak peduli bagaimana latar belakangnya, apa partai yang mengusungnya, siapa pendukungnya, jika dia sudah dipilih oleh rakyat, seharusnya yang didahulukan adalah kepentingan rakyat, bukan golongan tertentu ataupun pribadi. Bukan pula memihak partai yang membesarkannya. Bukan pula mengikuti keinginan orang yang mendukungnya dengan dana. Pemimpin, siapapun dia, dia itu bukan boneka yang bisa dikendalikan kelompok tertentu. Jadi pemimpin jangan mau dibeli. Bersikaplah seperti Asakura Keita yang menolak menjadi boneka Kanbayashi walaupun itu beresiko turunnya dia dari jabatan perdana menteri.

Wuiih panjang juga aku ngomongin politik.. hehehe.. Udah ah, aku kan nggak tahu apa-apa. Yang kutahu hanyalah berharap kesejahteraan bagi bangsa Indonesia seluruhnya dan seutuhnya, bukan sebagian saja. Siapapun pemimpin yang akan terpilih nanti, semoga memberikan yang terbaik untuk Indonesia. Aminn..
Reactions:

32 comments:

  1. Iya benar sekali mba Cova. Situasi Politik di tanah air kini semakin menarik saja. Bersliweran berita CALEG dengan segala janji janji nya. Semoga jika terpilih dan mendapat amanah rakyat duduk di bangku/kursi panas DPR MPR di Senayan semoga tidak akan lupa akan janji janjinya selama masa kampanye dulu. Ingat selalu : Jangan KORUPSI

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya bener. Tapi kalo masa kampanye aja udah menghambur2kan uang gitu.. rasanya kok pesimis ya mrka bakal mikirin rakyat.. yah semoga sajah mrka insap, 'n menuhi smua janji2nya

      Delete
  2. Baruuu aja aku nonton video SMAP SMAP, lihat si Kimutaku. Eh baca ini. Aku suka Change. Si Kimutaku mempesonaaa banget. Dan iya ya, kalau di Jepang kampanye bener-bener turun ke jalan gitu... keren...

    ReplyDelete
    Replies
    1. ternyata una suka juga ama om kimutaku yaaa.. hihii.. emang uhuy bgt deh om kimu di dorama ini. Coba presiden kita nanti kek gini modelnya.. jd mendadak suka politik deh.. hahaa

      Delete
    2. Suka paraaahhhh demi apaaaa. T.T
      Terakhir nonton dia di Tsuki no Koibito.
      Tapi aku ga suka si ceweknya yang Chinese, sopo jenenge lali. Jadi baru di tengah dah mandeg. *curhat*

      Delete
    3. huaaa.. samaaa... aku juga ga suka ma cewek chinese-nya. Ga klik ama kimutaku.. Trus ga tau knp klo liat ceweknya itu kok jd sebel. Critanya jg krg menggigit. Jd aku nontonnya jg ga full. Malah episode terakhir aja.. hehe

      Delete
  3. Kalau saya sih gak begitu tertarik sama politik sungguhan, sukanya sama politik di film. Misalnya kayak film The Iron Lady. Kalau dorama ini sih belum nonton hehe :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Klo politik bnran bikin puyeng. Tp kalo yg di pelem seru ya.. Soalnya dipelem udah jelas tokoh utamanya. Klo di dunia nyata msh bingung mo mihak yg mn :D

      Delete
  4. jadi pada dasarnya kemurnian hati dan tujuan yang bersihlah yang pada akhirnya akan menyelamatkan dari segala intrik dan kelicikan pihak lawan.
    marilah kita semua kembali pada niat yang baik....;o)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betuuull.. Jgn terpengaruh ikut2an licik apalg ikut korupsi :D

      Delete
  5. Ikut belajar politik juga ah.. hehe

    ReplyDelete
  6. Boleh ikutan belajar ni mbak ,, hik hik hik

    ReplyDelete
  7. Banyak pelajaran yang bisa di dapat di dalam artikel ini. Jadi pengin nonton filmnya. :D

    Salam

    ReplyDelete
    Replies
    1. bagus kok pelemnya dijamin suka :D

      Delete
  8. sangat menyenangkan bila bisa belajar politik cinta. selain menyenangkan, juga mengharukan...hehehe *Upss

    ReplyDelete
    Replies
    1. ihiiirr.. politik cintaaa.. cinta aja udah rumit apalg ditambah politik.. puyeng bli.. :P

      Delete
  9. panjang banget ceritanya mbak, banyak hikmah yg bisa dipetik nih dari bacaan ini :) makasih sharingnya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. tumben ya aku nulisnya panjang.. hihihi
      makasih udah mampir ^^

      Delete
  10. Menarik sekali cerita nya mbak ... di tunggu nih cerita menarik berikutnya :D

    ReplyDelete
  11. Dedaunan Hijau24 Mar 2014, 12:18:00

    takuyaaa saya juga suka mbak
    semoga ada pemimpin yang seperti itu dan secakep itu juga hehe

    ReplyDelete
  12. wah wah, kalo bicara politik, saya gelap nih mbak.. wkwk

    ReplyDelete
  13. ini pelem ya? wah, jadi pengen nonton.. tapi rada gak suka politik sih

    ReplyDelete
  14. iya nih mbak, udah masuk kampanye pemandangan jadi foto caleg semua deh dimana mana , ga dijalan , di pohon x_x mudah mudahan calon calon pemimpinnya pada bisa nepatin janjiya :) aamiin :)

    ReplyDelete
  15. Artikel yang Indah Mbak Mas Broooo

    sukses untuk kedepannya

    ReplyDelete