Monday, December 15, 2014

Antara Poligami, Selingkuh, dan Kesetiaan

Lama nggak muncul di sini, tiba-tiba aku ingin menulis lagi. Ini sebuah tulisan yang sedikit berat, berbeda dengan tulisan-tulisanku sebelumnya yang cenderung ringan. Gara-gara nggak sengaja membaca status FB seorang teman, aku jadi terusik ingin membahasnya. Statusnya tersebut intinya mengatakan bahwa dia tidak berpoligami karena dia setia dan cinta pada istrinya. Kalau aku membacanya dulu waktu aku masih umur 20-an, aku pasti setuju dan kagum dengan pendapat beliau. Tapi berhubung bacanya sekarang, saat umurku sudah 30-an, saat aku sudah menempuh kehidupan rumah tangga belasan tahun, dan sudah bergumul dengan kerasnya kehidupan, kini aku punya pendapat yang berbeda.

Apa itu berarti aku setuju jika suamiku berpoligami? Eits, jangan buru-buru menyimpulkan sebelum tahu isi hatiku lebih dalam. Jadi gini, aku sudah menjalani pernikahan sejak umurku 22 tahun, dengan seorang pria yang aku jatuh cinta padanya. Saking cintanya, rasanya nggak rela kalau dia melirik wanita lain (melirik dalam arti sebenarnya -red). Jadi sudah jelas waktu itu aku menentang keras yang namanya poligami, karena itu menunjukkan ketidaksetiaan seorang suami. Karena poligami cuma alasan para laki-laki yang nggak pernah puas dengan 1 wanita. Yah, itu pendapatku dulu. 

Seiring berjalannya waktu, aku sering nggosip mendapat curhatan dan cerita dari teman-temanku. Ada yang cerita di kantornya si A yang selingkuh sama si B. Ada pula yang cerita dirinya dirayu oleh si C yang sudah beristri. Ada pula si D yang terang-terangan bilang kalau dia mencari wanita lain, karena istrinya jauh. Haduuuh.. Pusing kalau dengar cerita seperti itu. Banyak sekali orang yang nggak setia sama pasangannya. Tapi herannya sampai sekarang rumah tangga orang-orang yang nggak setia ini semuanya tampak baik-baik saja, semua tampak normal, dan belum ada yang bercerai. Apa mereka sudah insaf? Sama sekali tidak. Tentu saja rumah tangga mereka terlihat baik-baik saja karena mereka pandai berbohong dan menutupi sisi gelap mereka. Nah, terbukti kan, tidak berpoligami bukan berarti setia loh. Mereka tetap bermonogami, tapi tetap tidak setia juga. Jadi menurut pendapatku monogami atau poligami itu nggak ada hubungannya dengan kesetiaan. 

Selama ini poligami memang dianggap sebagai musuh para istri. Sering digambarkan seorang istri yang merana karena ditinggal kawin lagi oleh suaminya. Banyak cerita sinetron bahkan lagu-lagu dangdut yang mengggambarkan galaunya seorang istri yang dimadu. Dan semua itu sukses membuatku berpikir poligami itu sebuah ancaman besar. Tapi suatu ketika aku mendapat cerita lain yang bertolak belakang. Sebut saja namanya Ana. Dia temanku, anak dari seorang ayah yang berpoligami. Dan dengan bangga dia mengatakan kalau ibunya ada 3. Semua ibunya sangat dia cintai dan mencintai dirinya layaknya anak kandung. Hebatnya lagi ibu-ibunya tinggal di tempat yang sama, satu pekarangan dengan rumah yang berdekatan. Dan para ibu ini punya tugas masing-masing. Ibu pertama membantu ayahnya mencari nafkah, ibu kedua mengurusi rumah dan masak, sedang ibu ketiga bertugas mengurus anak-anak, dengan segala pernak perniknya. Aku sempat terpana mendengar cerita ini. Ternyata ada kisah sukses poligami. Apa kisah di atas sebuah contoh poligami yang benar? Aku nggak tahu. Yang jelas nggak selamanya poligami itu menyengsarakan istri. Tergantung pribadi .masing-masing dalam menjalaninya.

Pengalaman-pengalaman di atas membuatku tak lagi memusuhi yang namanya poligami. Toh, dalam Islam memang diperbolehkan, tentu semua itu ada maksudnya. Poligami dalam Islam bukan sekedar pelampiasan napsu semata. Karena poligami itu sebuah penikahan, yang menuntut tanggung jawab besar. Bukan seperti selingkuh yang hanya sebagai pemuasan hasrat seks semata tanpa tanggung jawab. Itulah mengapa laki-laki pelaku selingkuh itu nggak mau berpoligami. Karena laki-laki peselingkuh itu laki-laki pengecut, laki-laki yang nggak mau memikul tanggung jawab, tetapi mau mencari kenikmatan. Mereka itu bukan hanya pengecut, tapi juga pendusta. Berbuih-buih membohongi istri dengan kata-kata cinta, agar istrinya percaya bahwa dia setia dan nggak bakal selingkuh. Padahal besarnya cinta suami kepada istri bukan jaminan seorang suami nggak bakal selingkuh. Tapi rasa takut kepada Allahlah yang menjamin seorang suami tidak berbuat dosa.
Reactions:

22 comments:

  1. Poligami adalah pintu darurat bagi yg membutuhkan karena pesawat mau kecelakaan, misalnya. Tapi bagi pilot yg masih bisa mengendalikan pesawatnya dgn baik, maka bisa mendarat di bandara dgn selamat tanpa perlu menggunakan pintu darurat. Semoga kita semua bisa menjalankan pesawat masing2 dgn baik, sehingga ga perlu pake pintu darurat ya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. amin..
      setuju mbk leyla.. semua pasti berharap demikian.. :)

      Delete
    2. Sepakat, Selaras, Serasi Seimbang
      Udah mirip GBHN

      Delete
    3. masih inget aja ama GBHN.. blm move on nih dr produk orde baru .. hahaa

      Delete
    4. ngapain ada di sini sep? pengen poligami yah? :p

      Delete
    5. ngapain ada di sini sep? pengen poligami yah? :p

      Delete
  2. Terharu baca tulisan yang begini.. Calon pengganti mamah dedeh

    ReplyDelete
    Replies
    1. bukan mamah dedeh tp mamah cova.. hahaa

      Delete
    2. hiehiheie Mama mia
      Kayak lagu ABBA

      Delete
    3. duh siapa pula ABBA ituh? pasti lagu jadul ya? hihiihii..

      Delete
  3. "Kasih sayang sebagai seorang ayah mampu menahan beban hidup untuk kebahagiaan anaknya." Blogwalking gan,... semoga hari ini penuh berkah.. Amiinn

    ReplyDelete
    Replies
    1. aminnn.. makasih kunjungannya

      Delete
    2. Pelaku Poligami itu menyakiti hati istrinya
      Sakitnya tuh di sini
      Udah kayak judul lagu

      Delete
    3. sakitnya tuh disini lagunya ABBA jg ya?

      Delete
  4. bacanya kek ngedenger dikau ngomong Mak, hehe..kangen, pingin ketemu lagi.
    Aku setuju,Tapi rasa takut kepada Allahlah yang menjamin seorang suami tidak berbuat dosa. Itu yang selalu kami sampaikan, Mak.

    Mau enggak poligami, tapi berselingkuh dengan mata, rasa, suara bahkan fisik itu sangat menyakitkan... Fenomena yang Mak Cova ceritain ada di dekatku, aku yo pingin nulis, gemes rasanya ketika selingkuh dijadikan pemakluman karena faktor tertentu dan poligami/ bersistri lebih dari satu dikatakan sesuatu yang aneh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. akuh kangen jg maaak... *peluk2*.. ayo ketemu lagiii...

      Iya selingkuh dianggap benar, pdhl jelas2 salah, dgn alasan apapun!
      yg lebih gemes lg kalo malah menyalahkan pasangannya sbg alasan dia selingkuh.. oh tidaaakk!


      Delete
  5. Walau dari sudut pandang Agama Islam memang dibolehkan. Namun secara pribadi saya termasuk yang menentang para SUAMI berPOLIGAMI. "menenteng" di sini tidak sama dengan "melarang". Jadi bukan berarti saya hater atau membenci para pelaku Poligamiers (Pelaku Poligami). Saya hanya menentang dan tidak setuju (Poligami) itu dijadikan tren

    ReplyDelete
    Replies
    1. smoga ga jd tren.. coz berpoligami itu ga mudah, bahkan sangat sangat sangat sulit sekali.. lah 1 istri aja belum tentu bisa memenuhi hak2nya, apalagi punya lebih dr 1 istri.. apa ga puyeng tuh.. Jd kalo yg ga mampu, ga usah sok mampu.. krn berpoligami itu tanggung jwbnya besar sekali..

      Delete
  6. terima kasih atas informasinya. Sukses ya..!! Dan Terimakasih banyak telah berbagi informasnya, Semoga Makin Keren selalu untuk info beserta websitenya,,

    ReplyDelete
  7. perempuan yang sepaham dengan bu cova ini yang susah dicari. Bu cova ada rekomendasi wanita lajang usia 25 -35 yang sepaham dengan bu cova? kalau ada diemail ke aku ya

    ReplyDelete
  8. perempuan yang sepaham dengan bu cova ini yang susah dicari. Bu cova ada rekomendasi wanita lajang usia 25 -35 yang sepaham dengan bu cova? kalau ada diemail ke aku ya

    ReplyDelete
  9. Poligami dengan 3 orang istri seperti cerita itu apakah bisa juga dijamin bahwa suaminya pasti setia denagn 3 istri itu...?? Kan kelihatan luarnya, dari cerita anaknya (ANA)
    kalau bapaknya masih lirik-lirik perempuan lain,.,,, ??? Bisa saja toh. Mungkin juga bapaknya takut mau nambah istri lagi (mikir biaya juga)
    Jadi kalau mencermati artikel sampeyan ya semua nggak jamin seti pada istrinya

    ReplyDelete