Saturday, August 24, 2013

Air Terjun Kedung Kayang: Keindahan yang Ternoda

Air terjun Kedung kayang, adalah sebuah air terjun yang terletak di Desa Wonolelo, Sawangan, Kabupaten Magelang, tidak jauh dadi Ketep Pass. Makanya sayang sekali kalau sudah sampai ketep pass tapi tidak mampir kesana. Apalagi kami yang menyebut diri sebagai waterfall lover, sudah pasti akan memburunya. Dan seperti sudah aku sadari sejak awal, bahwa umumnya sebuah air terjun berada di lokasi yang cukup sulit. Semakin sulit medannya, dijamin pemandangannya makin memukau, karena makin terjamin keasliannya.

Namun aku benar-benar tak menduga, ternyata medan menuju lokasi air terjun kedung kayang itu tingkat kesulitannya sangat tinggi. Setelah memarkir kendaraan dan membayar tiket masuk, kami masih harus berjalan kaki berkilo-kilo meter menuju lokasi air terjun, dengan kondisi jalan yang masih sangat alami, berliku-liku, berbelok-belok, naik turun, terjal dan licin. Ditambah dengan tidak adanya penunjuk arah yang jelas. Sempurna sekali untuk membuat kami nyasar.

Ya, kami benar-benar nyasar. Rupanya kami salah berbelok, dan jalan salah itu membawa kami ke lokasi buntu yang pemandangannya wow banget! Yaitu pemandangan air terjun kedung kayang dari atas, lengkap dengan dataran berbukit-bukit yang menghijau. Kereeen! Rasa lelah dan ngos-ngosan langsung terobati melihat pemandangan yang memukau itu. Sejenak kami menikmati suasana di sana. Dan mengabadikan beberapa spot.

 

Sebenarnya aku masih betah berada di tempat itu. Tapi suami dan anakku, Ariq, tidak puas hanya memandang air terjun dari atas. Mereka bersikeras ingin menjangkau bagian bawah air terjun, agar bisa main air. Sedangkan kami para wanita, merasa risau dengan track yang harus kami lalui nanti. Sampai bagian ini saja susahnya minta ampun, apalagi kalau sampai ke bawah sana. Kulihat, anak perempuanku Lita sudah kelelahan. Fisiknya memang tak sekuat Ariq. Dan perlu diingat saat itu masih bulan Ramadhan, jadi kami semua sedang berpuasa. Kebayang kan gimana rasanya menahan haus dahaga karena kelelahan dan ngos-ngosan.
"Masa' udah sampe sini, nggak sekalian ke bawah. Sayang donk" paksa suamiku.
"Ayo ma.. Ariq pengen main air" paksa Ariq juga.
Ya sudahlah, akhirnya kami mengikuti mereka. Lagian mau nunggu di tempat ini juga ngeri, habis tempatnya sepi.


Baru beberapa langkah kami berjalan, tiba-tiba Lita menarik-narik lengan bajuku. "Ma, dua orang yang duduk di gardu itu lagi CIUMAN" bisik Lita.
"Ciuman?? Astaghfirullah.. Kak Lita lihat??" tanyaku kaget.
"Sempet lihat bentar, tapi aku langsung tutup mata"
Ya Allah, geram rasanya mendapati anakku yang masih di bawah umur "dipaksa" melihat adegan tak senonoh seperti itu. Kok bisa mereka nggak malu berbuat "gituan" di tempat umum. Memang tempatnya sepi, tapi kan tetap ada orang lain juga, seperti kami ini. Yang lebih miris lagi, mereka melakukannya di bulan Ramadhan! Dan setelah kuperhatikan di sekitar lokasi itu, rupanya bukan hanya pasangan itu saja, tapi masih ada lagi beberapa pasangan yang sedang pacaran. Parahnya lagi, kalau kuperhatikan, dari wajah dan perawakannya, mereka itu masih anak-anak, paling-paling seumuran anak SMP. Ah, andai orang tua mereka tahu, pasti sedih sekali.

Sungguh miris, tempat yang indah harus ternoda dengan perilaku orang-orang ini. Rupanya suasana yang sepi dan sulit dijangkau, mereka manfaatkan untuk berbuat yang tidak-tidak. Tak hanya itu saja. Untuk mengabadikan momen pacarannya, mereka mencorat-coret tempat tersebut dengan nama mereka, plus kata-kata norak. Ada di batu sungai, di dinding gardu, di plang, di jalanan, bahkan di pohon. Sungguh tega sekali mengotori tempat ini! Bagaimana bisa kita pasrahkan kelangsungan bumi kita pada generasi muda model begini? Sambil berjalan ngos-ngosan aku memberi wejangan ala emak-emak kepada kedua anakku dan adikku yang masih jomblo. Amit-amit deh, kalau sampai mereka berbuat seperti itu.


Jalan yang kami lalui makin lama makin menantang. Turunan terjal yang sempit dan licin memaksa kami harus ekstra hati-hati. Dan aku mengomeli diriku sendiri yang menggunakan flat shoes saat itu, bukannya memakai sandal gunung. Ah, salah kostum. Sayup-sayup kudengar suara air dan orang yang yang berteriak kegirangan. Berarti sudah hampir sampai. Beberapa langkah kemudian, pemandangan inilah yang kami temui...



Ah, indahnya... Ah, capeknya... Haus pula..


***
Tips jika ingin kesini:
1. Jangan kesini di saat musim hujan! Saat musim hujan debit airnya sangat banyak dan arus sungainya sangat deras. Berbahaya!

2.  Gunakan pakaian yang nyaman dan tidak membatasi gerak. Jangan pakai baju pesta!
3.  Pakai alas kaki yang nyaman dan tidak licin, misalnya sandal gunung. Jangan pakai highheels!
4.  Bawa bekal makanan dan minuman secukupnya. Di area air terjun nggak ada yang jual makanan. Tapi jangan buang sampah sembarangan!
5.  Siapkan fisik yang prima
6.  Dan jangan lupa berdoa.

Happy traveling ^^

Reactions:

37 comments:

  1. beughhh..seger bangetttt..masih alamai banget ya mbk,pengennn..catet ah :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa... Seger banget airnya dan udaranya. Seger jg di mata :D

      Delete
  2. Ini memang dilema juga. DI satu sisi obyek wisata memang khusus Diperuntukkan untuk wisata seluruh keluarga. DI sisi lain dalam hal penataan lingkungan dan juga pengawasan tentu sangat sulit jika mengandalkan tenaga penjaga saja, susah untuk mengawal dan menjaga obyek wisata 24 jam.

    Jadi untuk menghindari abuse (penyalahgunaan) obyek wisata ini untuk tujuan yang tidak semestinya menjadi tanggung jawab unit yang bersangkutan. Masyarakat juga diminta kritis untuk mengawasi obyek wisata yang ada dari sampah yang berserakan, preman preman kalau masih ada termasuk penyalahgunaan untuk tujuan yang tidak baik

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah itulah, pengawasannya memang hrs ditingkatkan. Krn masing2 pengunjung mentalnya beda2. Tdk semuanya punya kesadaran utk menjaga kenyamanan suatu tempat wisata. Bahkan banyak yg memanfaatkan utk hal yg tdk2 :(

      Harusnya ditambah tenaga sekuriti, kek satpam di mall2 gt ya. Biar ga ada yg brani aneh2.. Hehehe

      Delete
  3. ahaaay...gambar air terjunnya cara ngambilnya keren banget, hasilnya jepretannya profesional pisan.
    sayang memang hampir disemua tempat rekreasi seperti itu,pasti dipake buat pacaran...corat coret juga berlaku dimana-mana, saya juga lagi muda pernah bikin tulisan inisial kita berdua disebuah pohon...dan sampe sekarang masih ada...walaupun pacar lamaku itu dikawin orang...curcor gini jadinya coba....;o)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahaay... Jelas kereeeeen... Wong itu bukan jepretanku.. Tp jepretan suamiku.. Hihihi
      Oalaaah... Ternyata kang lembu termasuk pelakunya toh.. Ckckck.. Smoga skrg udah insaf ya.. :P
      Walah udah ditulis2 di pohon, eh putus pula. Kasian tuh pohon hrs menanggung cacat abadi #lebay :D

      Delete
    2. Hehehheeh Pohonnya kena corat coret kasian juga ya hiehiehiee Nanti kapan kapan sama pengelolanya disediakan kain corat coret aja deh. Biar para pengunjung bebas corat coret di kain aja

      Delete
    3. disediain kain, kek mo bikin batik aja.. hihihi

      Delete
  4. #tepok jidat, komenku kena portal koneksi deh

    Mbak, yg gradasi air terjun di bawah sendiri ituuuu...kereeeenn banget. Gimana cara motonya?

    Eh, kayaknya hampir semua waterfall rutenya penuh tantangan ya Mbak. dan itu menjadikan air terjun kian amazing

    ReplyDelete
    Replies
    1. Portal koneksi opo toh jeng, ra mudeng aku

      Itu yg moto suamiku jeng. Pake teknik slow speed gt. Ilmuku blm sampe situ.. Hehehe

      Iya bener, makin menantang makin amazing pemandangannya..

      Delete
    2. slow speed berarti harus pakek tripot ini mbak,karena peka dengan getaran

      Delete
  5. waduhh, maap Mbak..komenku kok jd ber ID aneh. DI hapus gpp Mbak Cova.

    Sekali lagi maaaaffff.

    ReplyDelete
  6. enak banget mbak tempatnya
    gambarnya bagus buat wallpaper hehe
    iya bener mbak di tempat wisata suka lihat yg begitu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tempatnya emang enak, tp menuju kesana penuh perjuangan #lebay :D
      Banyak ya t4 wisata yg jd t4 pacaran, bikin jengah dan resah :P

      Delete
  7. aahhh...lihat foto waterfall..rasanya langsung ingin nyebur...
    tapi sayang...pemerintah kok sepertinya tidak memperhatikan kawasan ini, apalagi faktor safety dan securitynya...buktinya ada yang ciuman ditempat terbuka....di bulan ramadhan lagi....salam :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa.. sepertinya pemerintah lg sibuk, banyak urusan. Jadi ga sempat memperhatikan kawasan seperti ini. Pdhl kalau dikelola baik, bisa jd objek wisata yg mendunia loh #serius

      Delete
  8. papan peringatannya kurang sih mam...
    harusnya ditambah "DILARANG PACARAN"...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Usulan yang baik sekali. Sekalian aja dipasang CCTV.

      Delete
    2. klo dipasang cctv, tiket masuknya jd mahal donk :P

      Delete
    3. Kalau saya yang jual dijamin murah.
      Dapat bonus es krim jika beli lebih dari 10 tiket.
      hayuuu mari marii

      Delete
  9. tempatnya indah, sayangnya ternoda sama yang pacaran dan corat-coret :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaa.. hrsnya tempat indah hrs dijaga, bkn dinodai

      Delete
  10. perasaan sudah berkomentar ini deh, kok hilang ya mbak komentarnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. waah masa'? *clingak clinguk cari komen :D

      Delete
    2. Komennya digondol Kang Lembu
      *kaburrrrrrrrr

      Delete
  11. aahh, selalu aja ada org2 yg suka menodai tempat2 indah :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. yaah begitulah.. bikin ga nyaman ya

      Delete
    2. Saya juga nda mau dinodai.
      Huh... :P

      Delete
  12. Aku sendiri juga pernah memergoki orang ciuman sewaktu dimuseum benteng jogja. kok nekatnya ya ?
    Pemandangan air terjun sungguh elok sekali.

    ReplyDelete
    Replies
    1. berani bener.. mgkn emang hrs dikasih plang 'dilarang pacaran' :D

      Delete
  13. kupit mau donk main ke air terjun kedung kayang. kapan ya diajak :D

    ReplyDelete
  14. air terjun di magelang yg terkenal dengan kemesuman anak-anak muda....
    :P

    ReplyDelete