Tuesday, February 11, 2014

Masjid Kubah Emas, Megah Tapi Nggak Ramah

Hai.. Haii.. Pembaca Runaway Diary sekalian.. Jumpa lagi dengan Cova, si admin imut. Semoga temen-temen masih ingat padaku walaupun akhir-akhir ini aku jarang update blog. Apalah aku ini yang ngaku-ngaku jadi blogger tapi udah 2 minggu blognya nggak ada update-an. Ah jadi malu.. Hehehe. Tapi nggak update blog bukan berarti aku ini bermalas-malasan loh. Karena di luar kegiatanku di dunia maya, aku ini bisa dibilang lagi sibuk. Kali ini sibuknya beneran sibuk beraktivitas. Bukan sibuk menata hati alias galau loh #eh.

Semua berawal dari kedatangan bapak, ibu, dan adik-adikku seminggu yang lalu. Tentu ini momen istimewa, karena sangat jarang keluargaku di kampung mengunjungiku di rimba ibukota ini. Makanya waktu yang hanya seminggu bersama mereka ini aku manfaatkan sebaik-baiknya untuk menjamu mereka. Salah satu di antaranya mengabulkan keinginan bapakku yang sudah sejak lama ingin mengunjungi Masjid Kubah Emas. Itu loh masjid yang kubah-kubahnya dilapisi emas 24 karat setebal 2 - 3 mm, yang berlokasi di Jalan Meruyung, kelurahan Limo, kecamatan Cinere, Kota Depok, Jawa Barat. Masjid yang dibangun oleh pengusaha sukses dari Banten yang bernama Dian Djuriah Al Rasjid ini bernama asli Masjid Dian Al Mahri. Hmm.. Bisa dibayangkan donk betapa kayanya ibu Dian ini. Tuh emas kalau dikiloin bisa jadi berapa kilo ya? Habisnya berapa duit tuh buat membangun masjid semegah itu? Subhanallah...

Masjid Kubah Emas
Nah, hari minggu yang lalu kami berdelapan berangkat menuju Masjid Kubah Emas. Biasanya sebelum mengunjungi tempat yang baru, aku gugling dulu di internet untuk mencari beberapa info tentang tempat  tersebut. Dalam traveling langkah ini sangat penting, agar kita punya gambaran bagaimana medan dan situasi yang akan dihadapi. Namun, berhubung aku mempunyai teman kantor yang rumahnya dekat dengan lokasi masjid tersebut, kali ini aku nggak tanya-tanya lagi sama mbah gugel. Aku berpegang pada penjelasan dari temanku itu saja. Menurutnya, kalau mau kesana dari rumahku bisa lewat Cinere atau Depok. Dua-duanya jalurnya macet. Biar nggak kena macet lebih baik kesananya pagi-pagi saja, sebelum jam 9 pagi. Oke sip!

Hari minggu dini hari aku sudah membangunkan seluruh anggota keluargaku. Dan tepat pukul 7 pagi kami siap berangkat. Rupanya benar informasi dari temanku itu. Pagi ini jalan menuju Masjid Kubah Emas memang lancar dan nggak ada kemacetan yang berarti. Hanya 1 jam saja waktu yang kami tempuh. Tepat pukul 8 pagi, kami sampai di Masjid Kubah Emas. Wuuih senang donk, membayangkan menikmati suasana masjid di pagi hari, kemudian sholat dhuha di sana. Kalau berada di masjid semegah itu mungkin ibadahku jadi lebih khusuk. Hehe..

Gerbang depan masjid
Eh, tapi apa yang terjadi? Kenapa gerbangnya tertutup rapat begini? Pagar besinya terpasang gembok. Kami celingak celinguk dengan penuh tanda tanya, memendam keingintahuan yang besar, dan tak sabar ingin menjangkau masjid yang dari balik gerbang ini tampak sangat indah. Akhirnya suamiku berinisiatif bertanya pada seorang penjaga warung. Informasi yang didapat, katanya masjidnya memang masih tutup, alias belum dibuka untuk umum. Baru jam10 pagi nanti akan dibuka, dan ditutup lagi pada jam 8 malam. Aku baru tahu ada masjidnya yang jam kunjungnya ditentukan, semacam jam besuk di rumah sakit aja. Kalau masjid di belakang rumah sih bukanya 24 jam sepanjang hari selama-lamanya. Jadi buat para traveler yang suka nggembel alias suka nyari masjid buat nginep biar irit, jangan harap bisa nginep di masjid Kubah Emas ini, karena setelah pukul 8 malam kalian pasti udah diusir. Boro-boro mau nginep :P.


Ah bagaimana ini? Kami harus nunggu 2 jam lagi. Mau pulang nggak mungkin, karena waktunya pasti habis di jalan. Apalagi saat itu sedang mendung dan hujan, nggak memungkinkan untuk berada di luar. Akhirnya kami nongkrong di pinggir jalan dan muter-muter di supermarket Giant terdekat. Setelah 2 jam terlewati kami kembali ke masjid kubah emas. Masjid sudah dibuka. Menuju parkiran, kendaraan kami dicekat seorang penjaga, yang kemudian mengeluarkan semacam karcis bertuliskan infak untuk musolla sebesar Rp 3000. Setelah kami bayar, kami memasuki area masjid. Sebelum masuk, kami dicegat lagi oleh seorang petugas berbaju hitam-hitam yang wajahnya nggak ramah. Kali ini kami harus mengeluarkan uang sebesar Rp 10.000. Rp 10.000 untuk kami berdelapan mungkin nggak mahal, tapi aku merasa aneh aja, soalnya baru kali ini mau masuk masjid mesti bayar. Kalau di masjid-masjid lain adanya kotak infak, dimana orang suka rela mengisinya, bukan bertarif seperti ini. Tapi aku memaklumi kalau di masjid kubah emas ini ada semacam pungutan, karena masjid yang luas dan megah ini pasti butuh biaya perawatan.

ramai pengunjung
Hujan rintik-rintik masih mengguyur bumi saat itu. Sementara dari tempat parkiran ke masjidnya masih harus jalan kaki lumayan jauh. Tapi pesona masjid kubah emas yang indah dan megah membuat kami mengabaikan semua itu. Kami berjalan kaki dengan penuh semangat. Eh iya, pengunjungnya saat itu ramai banget loh. Banyak sekali rombongan dengan bus-bus besar. Sebelum masuk masjidnya, kami sempatkan untuk foto-foto bersama dulu. Bagi yang nggak bawa kamera, jangan kuatir, karena banyak tukang foto keliling yang menawarkan jasanya. Semacam tukang foto yang ada di monas gitu. Jadi kalian tetap bisa narsis walaupun nggak bawa kamera.

miniatur Ka'bah



tempat wudhu
Hujan makin deras, mau nggak mau kami harus buru-buru masuk masjid. Pintu masuknya dipisahkan antara pengunjung pria dan wanita. Eh iya, pengunjung harus menitipkan alas kaki, tas, dan payungnya ke tempat penitipan yang berada di ruangan bawah. Tapi kami cuma menitipkan alas kaki saja, karena tas dan payung masih kami gunakan. Setelah mengambil wudhu, kami menuju ke bagian dalam masjid. Di depan pintu masjid ada dua orang penjaga wanita yang bergamis dan berkerudung besar, tapi mukanya lebih galak dari sekuriti bank. Tanpa basa basi dia berkata padaku dengan muka judes "Payungnya nggak boleh di bawa ke dalam, bikin basah!"
Okelah, tapi ngomongnya nggak usah nyolot gitu donk bu.. :P. Dan payungnya tetap aku bawa ke dalam tapi aku masukkan ke dalam tas. Yang penting kan nggak bikin basah lantai masjid.

Sip! Siap masuk masjid. Eiits.. Lagi-lagi si gamis hitam itu mencegat kami lagi. "Masuk masjid ini harus pakai kerudung. Jadi dia nggak boleh masuk!" katanya dengan muka tetap judes menunjuk ke arah Lita anak perempuanku. Waduh, kali ini aku nggak terima begitu saja. Nggak mungkin kan aku ninggalin anakku di luar. Lagian walaupun badannya bongsor, tapi dia kan masih anak-anak. Aku sebenarnya paham dan mengerti maksudnya, bahwa masuk ke area masjid harus menutup aurat. Yang jadi masalah adalah cara menyampaikannya kurang santun menurutku. Kata-kata dan mimik wajah penjaga itu lebih galak dari penjaga penjara. Bukan hanya aku saja yang sakit hati, tapi Lita juga. Walaupun akhirnya diijinkan masuk setelah mengenakan mukena, tapi Lita sudah terlanjur terluka. Anakku memang sensitif, dan kata-kata penjaga itu membuatnya nggak nyaman. Alhasil baru beberapa menit di dalam masjid, dia sudah mengajak keluar. Huft.. Padahal masuknya susah. Udah gitu di luar masih hujan deras.

Ya sudahlah, daripada Lita uring-uringan, kuputuskan untuk keluar dari masjid. Tapi sebelum keluar, aku sempatkan memotret beberapa bagian ornamen masjid. Dari tiangnya, lantainya, dindingnya, bagian bawah kubahnya, hingga karpetnya, semuanya mewah, indah, dan megah. Ssstt.. Aku motretnya sembunyi-sembunyi loh, soalnya di sini ada larangan "Dilarang Memotret". Beruntung aku memakai mukena, jadi kameraku nggak terlihat oleh penjaga bergamis hitam itu.. Hihihi

bagian dalam masjid

detil bagian bawah kubah utama
Keluar masjid kami harus hujan-hujanan menuju parkiran yang jaraknya lumayan jauh. Hawa dingin dan air hujan, apalagi sambil lari-larian, membuat perut kami merasa lapar. Untungnya ada penjual pop mie di area parkiran. Lumayan buat mengganjal perut. Dengan harga Rp 8000/ porsi untuk pop mie kuah panas, kami mengusir dinginnya udara, dan dinginnya bayang-bayang muka sang penjaga.. #eh :P


Happy traveling ^^
Reactions:

83 comments:

  1. kalo larangan memotret kayaknya emang di setiap masjid gitu.
    tapiiii, kalo sampai disuruh bayar, itu keterlaluan. mestinya protes ke pengurus masjidnya aja mbak.
    dan kalo di sini, ada temen saya ke masjid pake celana ketat, ditegurnya baik-baik. disuruh pake mukenanya. gak ada galak2nya itu yang negur.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya di masjid ini disuruh bayar, entah buat parkir ato buat tiket masuk.. entahlah. Tp ya bgitulah. Kek masuk t4 wisata gt

      Delete
  2. ih aneh banget masa masuk mesjid bayar, aku sih belom pernah ke mesjid ini dan sampe skrg masih blom tertarik sih. Btw, kata nya org2 kalo mau foto2 di mesjid nya boleh, tapi bayar gitu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. komenku jg sama say saat itu... ANEH... hihii
      wah foto2 bayar lg? Klo aku sih mending ngumpet2 aja motonya :D

      Delete
  3. Waduh, serem juga ya tuh masjid. Namanya masjidkan walaupun yang membangun perseorangan tapi jatuhnya tanah wakaf kan. Udah jadi milik umat tuh, jadi...siapa aja yang dateng dan jam berapa aja harusnya bisa

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, ga bs sewaktu2 datang kesitu, krn ada jam besuknya #eh

      Delete
  4. hihiihi, komersil banget ya, aku dulu pas kesini mesem2 sendiri deh lihat kelakuan petugasnya, mau masuk bayar, ke kamar mandi bayar, titip sepatu bayar, lha...semuanya dikomersilin gini. Padahal yg namanya mesjid harusnya 'ramah', sehingga semua orang2 senang ke masjid

    ReplyDelete
    Replies
    1. setuju.. harusnya disediain kotak amal aja udah cukup. kalo pengunjung merasa nyaman disitu, pasti jg ga akan segan2 kok masukin duit ke kotak amal. Dan jelas ikhlas krn suka rela..

      Delete
  5. masuk masjid kok mbayar sih mbak, aneh banget
    tapi bagus banget ya masjidnya
    kalau sekuritinya galak, galakin balik mbak haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku ga berani.. coz badannya gedean mereka.. hahaha

      Delete
  6. scurity mesjid kok galak ...
    foto-fotonya keren mbak!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. biar pengunjungnya ga nakal kali.. hihi :P

      makasih ^^

      Delete
  7. Wahahaha terbayang bayang wajah DINGIn para guard alias penjaganya, sampai terbawa saat menikmati POP Mie nya hiheiheihee. DINGIN nya kenangan waJAH PEnjaganya menjadi hangad dengan kuah POP MIE nya hieiehiee. Biasanya ada liputan KULINER lengkap dalam catatan travel note mba Cova ini. Tak apalah walah hanya POP MIE aja,. Tetap ada Liputan Kulinernya hihihihihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pop mie juga lumayan kok utk menyelamatkan dr yg dingin2.. (termasuk muka dingin).. hihihi

      Delete
  8. wah masak harus membayar seperti itu... memalukan

    ReplyDelete
  9. aku da pernah kesana waktu anakku umur 3 atau 4 tahun..akhirnya aku gak boleh masuk karena nanti anakku akan pipis atatu muntah didalam...aku bilang kan pake pampers..tetep aja gak boleh masuk sama penjaga baju hitam..jd sampe sana cuma bengong aja diluar....asli gak nyaman kesana...

    ReplyDelete
    Replies
    1. waduh sayang bgt ya.. pdhl udah jauh2 datang kesitu. Gimana cb kalo datang dr luar daerah eh tau2 ga boleh masuk. Pasti nyesek bgt.. tega bgt sih :(

      Delete
  10. Tuuu kn parkirnyaaaah....terakhir aku ksana kageeet juga. Petugas yg gak ramah? Hm....hrs ada training tuuuh

    ReplyDelete
    Replies
    1. jgn2 ditrainingnya emang disuruh galak tuh mak.. hehe :P

      Delete
  11. Aduuuuh sampai sebegitunya ya :( Tidak ada kotak saran dan kritik kah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku ga lihat tuh ada apa ga kotak saran. Yg banyak sih papan peringatan 'dilarang'

      Delete
  12. ketidakramahan masjid kubah emas pernah saya baca beberapa tahun lalu, Mak. Waktu itu keluarga besar ngajak berkunjung ke masjid kubah emas. Tp, setelah saya cari info melalui google, katanya masjid tersebut terlarang untuk anak-anak. Alasannya anak-anak bisa mengganggu yang lagi beribadah. Ya, udah karena anak2 saya masih kecil-kecil jadi saya mutusin gak ikut. Drdp sp sana mangkel.

    Denger2 skrg agak longgar, ya? Anak-anak udah boleh masuk, tapi hanya di area komplek masjid. Kl di masjidnya sendiri, dibawah 10 tahun tetep belom boleh, ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku waktu itu ga sempet gugling2 mak.. kupikir sih kek berkunjung ke masjid biasa. Eh ternyata masjid ini emang dibuat eksklusif bgt. Banyak bgt larangannya

      Delete
  13. ihhh ampun deh, untg belum pernah kesana >.< maleees amat kudu liat petugas yg judes gt ..
    security bank aja udah diajarin supaya ramah yaa.. ihh bener-bener deh!! semoga pengurus masjid itu baca postingan ini, biar jadi pertimbangan lagi kebijakannya. Masa ke masjid malah gak nyaman, masjidkan rumah Allah --"

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya itu yg aneh. Dmn2 kalo masuk masjid pasti rasanya nyaman dan adem. Tp masuk masjid ini rasanya malah was2, tkt diomelin petugasnya

      Delete
  14. aq malah belum pernah kesana mbak..
    bagus juga ya dalamnya

    wah bisa2 nya ndelik fotone huheuheuehue...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dalam dan luarnya megah 'n mewah. Iya tuh, terpaksa ndelik2. Drpd disemprot lg.. Hehehe

      Delete
  15. pdhl rencana mo kesana bln maret ini :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gpp mi.. Kesana aja. Bagus kok mesjidnya. Klo ama mimi mn ada sih yg brani jutek..? Hihihi

      Delete
  16. larangan memakai baju ketat/celana ketat bagi muslimah itu memang benar, memang dilarang!

    cuma cara penyampaianx harus santun, jd yg dikritisi disini adalah carax menegurx, mencegah kemungkaran gk bisa dgn cara yg mungkar, hrs dgn lemah lembut..

    intropeksi diri aja deh tuk kedua belah pihak,
    segera tutuplah aurat scr sempurna, anak dr Dini hrs sudah diajar menutup aurat dan mari saling menasehati/mengajak kpd kebaikan n saling melarang dr perbuatan dosa dgn cara yg santun....! *smile

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yg jd mslh disini memang cara menyampaikannya. Sbnrnya klo mslh aturan ttg menutup aurat sih memang sudah semestinya bgitu. Tp ga perlu donk sampe bikin sakit ati org

      Delete
  17. aku tinggal di depok, tapi belom pernah ke kubah mas... kapan2 ah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah kalah nih ama org bintaro.. Hehehe

      Delete
  18. belom pernah berkesempatan berkunjung ke mesjid yang terkenal megah dengan ornamen ornamen yang dilapisi emas itu, padahal ngimpinya seh, berkunjung ke mesjid ini sekalian mampir ke Cilebut....tapi masa seh ngga ramah?!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mampir aja mas kesini. Kalo kata suamiku, di t4 jamaah laki2 petugasnya ga segalak di t4 perempuan kok. Msh wajarlah

      Delete
  19. Ibu sama adeku pernah ke masjid kubuh emas, klo aku sendiri sih belum pernah yah. hehehe..

    emang disana ga boleh masuk klo ga pake kerudung. Memang peraturan disana sama kaya mesjid-mesjid yang di dubai. Mamaku kesana akhirnya pake slayer aja kedalam mesjid, karena pas lewat sana, jadi mampir.

    Klo disuruh bayar kayanya ga deh, apa karena hari minggu yah. Jadi kawasan wisata. hehehehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. ouu gt.. apa mentang2 banyak yg dtg ya jdnya bayar.. Emang udah jd tempat wisata tuh..

      Delete
  20. aku baca malah ngikik-ngikik...hihi emangnya kalau masjid bagus sholatnya tambah khusyu'...
    keren mak tulisannya...tapi mesti sabar ya menghadapi penjaga, mereka kan hanya menjalankan tugas...sudah bosen kali hihi tiap hari menertibkan pengunjung...kapan-kapan malah pengin mampir nih,penasaran.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihihi.. ternyata malah jd ga khusuk mak.. tkt diomelin.. hahaa
      moga2 pas mak ida kesini, penjaganya udah insap.. #eh :P

      Delete
  21. Ya ampyuun... saya kayanya belum ada niat mau main kesana mak....

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku jg cm nganter bpk ibu aja sih, klo sndri kesana sih males.. hihii

      Delete
  22. saya belum pernah kesana.
    suami saya pernah kesana, dan komentarnya adalah "itu bukan masjid, tapi museum"

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihihi.. bnr jg tuh.. lbh mirip museum, krn banyak bgt larangannya :D

      Delete
  23. mungkin maksud yg bikin masjid tsb memang untuk tempat wisata mbak. kalo menurut saya sih ngapain masjid dipakein emas segala. masjid sederhana juga Allah pasti nerima ibadah kita kok. daripada duitnya buat makein emas ke kubah masjid kan mendingan utk menolong fakir miskin. jadi kalo nurut saya sih itu bukan tempat ibadah tapi tempat wisata :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya jg ya.. lbh bermanfaat kalo uangnya utk membantu fakir miskin.
      ato kasihin aku dikit emasnya.. hihihi :P

      Delete
    2. Bener banget tuh... Gw juga ingat satu hadist bahwa, Rasulullah SAW bersabda : Sesungguhnya aku diutus di muka bumi untuk meramaikan masjid, bukan untuk menjulang julangkannya ..

      Delete
  24. Sering banget baca cerita ga enak soal masjid ini.. Jadi enggak begitu penasaran buat kesana. Apalagi ada anakku Dzaky, bisa2 kena omel mulu sama penjaganya.. Agak aneh sih, mgkin ini lebih cocok jd tempat rekreasi drpd tempat ibadah. Soalnya komersil...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah itu dia, pdhl yg namanya mak2 pasti identik dgn membawa anak2. Mn nyaman kalo bawa anak dikit2 diomelin ya..

      Delete
  25. Wahh..wah..ko gini sih? masjid kan rumah Allah terbuka bagi umat Allah, masih kecil kan belum wajib juga berjilbab. Security nya ga asyik banget ya mak, ga ada kotak saran gitu?

    ReplyDelete
    Replies
    1. ga ada deh keknya. Keknya emang dicari security yg kek gt mgkn, biar pd takut.. :D

      Delete
  26. ya Allah,kok sampe bayar 2 kali gitu....yah,ilfil duluan nih saya mbk,emosi juga kalo ada security kayk gitu..

    ReplyDelete
    Replies
    1. dr awal pas tau ada jam kunjungnya, aku lgsg drop. Eh mlh ditambah pk pungutan sgala, bikin ilfil pastinya

      Delete
  27. saya belum pernah kesana mbak.
    membaca cerita mbak cova jadi jengkel juga nih, orang-orang sekitar masjid matanya sudah berubah jadi duit mbak. Segala hal ihwal tentang keperluan masjid dengan sedikit celah saja sudah bisa dapat duit. dan anehnya masjid kok pakai buka jamnya segala. ah aneh....
    dan masalah payun itu, seharusnya mbak cova menyelatu balik ajah...yah....
    hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. sbnrnya sih pengen bgt nyeletuk balik, tp takut terjadi kericuhan.. hihihi *pdhl was2 jg sih liat muka serem penjaganya :P*

      Delete
  28. walopun fotonya diambil dengan cara sembunyi sembunyi tetep bagus kok ^^
    kok peraturannya ketat sih, mana ada penjaga galaknya pula -_-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ngambil fotonya sambil celingak celinguk.. Hihihi

      Delete
  29. sering baca dan dengar ttg mesjid kubah emas yg fenomenal ini, tapi behind the story yg gak enak getuu, kok ya jd kontroversi dan ironis dengan fungsi masjid yg merupakan tempat beribadah yg mestinya welcome ya Mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, aneh aja kok pengelolaannya begini.. Masjidnya jd ga nyaman disinggahi

      Delete
  30. waduh padahal masjid ini masuk wishlish masjid yang ingin dikunjungi. Penasaran rupa penjaganya. :D

    ReplyDelete
  31. waw masjidnya...
    semoga rakyat dan orang disekitarnya mendapat berkah dan kemakmuran dari masjid,,,,

    ReplyDelete
  32. Belum pernah berkunjung kesini, mewah sekali yah mesjidnya :)

    ReplyDelete
  33. saya yang 3 tahun lalu menjadi warga Depok sementara belum pernah kesana. Masjid kubah emas tepatnya menjadi wisata religius ya Mak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah pdhl dkt ya mak dr rumah.. Kebanyakan mlh dr luar daerah ya yg dtg kesana

      Delete
  34. Aku belum pernah berkunjung kesana, & sempat penasaran juga. Ehm, tapi kok banyak cerita aneh bin negatif ya... Padahal jika itu masjid, sudah selayaknya menampakkan citra positif. Buat apa megah2, indah2 di mata, tapi bikin mangkel di hati? Memang harus dididik tuh para penjaganya (saya malu ih bacanya). Yg aneh juga, jam buka & bayar2. Seperti sudah bukan masjid utk ibadah semata, tapi lebih mirip tempat wisata biasa.

    Dimana2 harusnya masjid itu tempat yg adem & menentramkan hati. Ini kok?
    Itu sebabnya saya termasuk orang yg suka nyari masjid kalo lg keluar kota sendirian & ga kenal medan, terus harus nunggu. Yah, memang suka was2 takut gerbang masjidnya dikunci. Tapi gak nginep lah ya... hehe... Kalau sampai terkunci, kan aneh tuh... Masa' rumah Allah terkunci utk umum sihhh :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Emang kek dikomersilkan gt jd t4 wisata. Tp mnrtku sih ga perlu lebay gt ya.. Orang mengunjungi masjid kan niatnya pasti baik. Ga perlu lah pasang penjaga bermuka masam. Kita para pengunjung pasti tau diri kok.
      Seumur hidupku baru kali ini aku ga nyaman berada disebuah masjid

      Delete
  35. Kalau cerita itu benar tentu sangat disayangkan, kok pakai mbayar
    Kalau masuk kotak infak sih ada tapi mbayar kok aneh sekali
    Harusnya ada gerbang yang dibuka setiap saat kan ada orang yang ingin sholat wajib dan sholat sunnah
    Semoga ada perubahan
    Salam hangat dari Surabaya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah itu dia pakdhe. Jdnya ga bisa sering2 sholat di masjid ini ya. Soalnya kalo tiap masuk masjid hrs bayar ya boros jg kan. Mestinya pasang kotak infak aja, ga usah pake tarif sgala.
      Salam manis dr jakarta

      Delete
    2. Bener banget tuh ,ane juga merasakan hal seperti itu,pulangnya juga harus bayar ketika memulangkan karcis,dgn alasan buat uang kebersihan kebon...ini sangat mengganggu keikhlasan kita dlm beribadah...harusnya utk masjid infaq saja,tidak harus ditarifkan...emang tempat wisata .?!

      Delete
  36. Terimakasih atas artikelnya , sangat menarik sekali :) sukses selalu, semoga kita semua Slalu ada dalam lindungannya :)
    http://goo.gl/dhvhjc

    ReplyDelete
  37. Menurut saya,,wajarlah..untuk biaya operasioanal masjid,,kalau bersih dan bagus suatu masjid butuh biaya perawatan tinggi,,,,,,,namun takmir lebih ramah dan sopan ke pengunjung,...dan masjid di buka jam2 terntu gak setujulah...kalau memang takut kehilang barang2 mewah di masjid sebaiknya ditulisi contoh " DIDALAM MASJID BANYAK BARANG BERHARGA ANDA MENCURI LANGSUNG BERHUBUNGAN SAMA ALLAH' mungkin yg mencuri bisa sadar..terima kasih semoga manfaat...!!!

    ReplyDelete
  38. mungkin karena masjid "swasta" ya... hehehehhe
    jadi berkesan tidak ramah

    ReplyDelete
  39. hahaha sy jg pernah di usir krn gak berkerudung. tapi akhirnya di tawarin selendang tipiiiiss jd rambut n leher tetep menerawang, sm penjaganya (bayar juga). padahal kalo mo syar'i sekalian kasih pinjemnya yg tebelan dikit kek, bergo panjang kek hehehe....

    ReplyDelete
  40. Gak jagain masjid kali, jagain emasnya hehehehe. Lumayan kan?

    ReplyDelete
  41. Tdnya jg mo kesana, tanya2 tetangga dulu trnyta persis sperti yg ditulis d blog ini.. jd tdk tertarik lg sy.. sungguh aneh & disayangkan mmg ada masjid yg suasananya sperti ini.

    ReplyDelete
  42. Assallamualaikum, saya sudah pernah berkunjung ke masjid kubah emah tsb , menurut saya kenapa masjid di tentukan jam dibuka nya itu semata mata karna para petugas yg membersihkan masjid tsb dapat bekerja secara luwes sebelum ada jamaah hadir ke masjid, tujuannya agar jamaah juga lebih nyaman dalam masjid.

    Dan untuk pembayaran 3 ribu rupiah di depan gapuran pintu masuk sepertinya tidak, hanya saja di beri karcis masuk dan setelah pulang ke pintu keluar masjid baru membayar sebesar 2 ribu rupiah.

    Untuk pembayaran 10 ribu rupiah di dalam masjid, wah saya agak janggal. Tapi kalo memang org yg meminta tsb bertujuan utk infaq percaya saja dan ikhlas saja, karna jila tdk benar juga org yg berdosa yg meminta uang tsb

    Untuk foto foto, setau saya gratis (untuk komentator) bayar sebesar 20 ribu untuk meminta jasa foto keliling disekitar masjid yang resmi dari masjid, dengan kamera dslr dan hasil langsung di beri pada jamaah yg berfoto.

    Sekian hasil wawancara yg saya dapat.
    Meskipun postingan ini sudah lama hanya ingin menginfokan ikhwan dan ukhti ^_^

    Wassallamualaikum

    ReplyDelete
  43. Itu mah bukan salah dari pemilik maupun fungsi masjidnya tapi itu mah kesalahan pengelola2 aja yang memanfaatkan hal tersebut karena dari pemilik ga ada pemikiran untuk memungut biaya toh bisa bangun masjid semegah itu mana mungkin dr tiket masuk segitu bisa untuk menutupi perawatan kebersihan masjid dan lingkunganya bila ada tarif ywdh ikhlasin aja yang penting masih wajar tapi kalau terlalu mahal ataupun kasar tegur aja pengelolanya

    ReplyDelete
  44. kalau pintu masih ditutup mungkin untuk prepare petugas atau penjaga masjid tersebut agar pengunjung merasakan keindahaan dan kenyamanan dari masjid tersebut, untuk pungli Rp10.000 anggap saja kita sodaqoh ikhlasin aja (positif thinking) Insya Allah hati akan tenang, tentram dan nyaman.

    ReplyDelete
  45. Mantap sekali masjid nya ...

    ReplyDelete