Tuesday, December 24, 2013

Pangandaran, Antara Galau dan Mistis

pagi di Pantai Timur Pangandaran

Gerimis mengiringi perjalanan malamku ke Pangandaran bersama 19 orang temanku. Malam yang sendu dan basah, seperti pelupuk mataku yang penuh dengan air mata. Pertengkaran dengan suamiku sore itu menjadi penyebabnya. Dan perihnya kini masih terasa. Mungkin aku salah, tidak seharusnya aku pergi di saat pertikaian kami sedang memanas seperti ini. Tapi di sisi lain aku berharap kepergianku ini mampu mendinginkan hati kami yang membara disengat emosi jiwa. Lagipula acara jalan-jalan ini sudah lama kurencanakan. Sayang kalau harus dibatalkan. Prinsipku, kegalauan tidak boleh membuyarkan acara jalan-jalan. Ah, prinsip dari mana itu? Aku menghela nafas panjang, dan menatap butiran air hujan yang menerpa kaca jendela bus yang kutumpangi.

"Cov, kamu nggak tidur?" tanya mbak Ambar, teman yang duduk disebelahku. Buru-buru aku seka air mataku. Aku tahu sebenarnya dia tahu kegalauanku, tapi aku tak mau terlihat lebay di depan teman-temanku.
"Besok pagi, begitu sampai di hotel kita langsung jalan ke Green Canyon. Jadi sekarang kita harus istirahat. Biar nggak kecapekan" kata mbak Ambar memberi saran. Aku turuti saran temanku itu. Dia sudah berkali-kali ke Pangandaran. Jadi sudah cukup hafal dengan medan yang akan kami tempuh. Memang benar, daripada galau, mending tidur aja. Dan bagiku tidur itu cara yang cukup ampuh untuk mengobati sakit hati. Wajah suami dan anak-anakku terbayang saat aku mencoba memejamkan mata. Dan perlahan-lahan kabur dan menghilang, seiring dengan laju bus dan suara rintik hujan. Gelap. Akupun tertidur..

***

"Braaaaaakkkk!!!!" suara kencang memekakkan telinga, dan hentakan keras membuat tubuhku terdorong kedepan. Aku yang tertidur pulas, tiba-tiba terbangun, dan butuh waktu beberapa saat untuk menyadari apa yang terjadi.
"Hah?! Kecelakaan??"
"Kita nabrak apa??"
"Ada apa ini?"
Suara teman-temanku panik dan bersahut-sahutan.
"Ada sesuatu nabrak bus kita" kata pak sopir memberi penjelasan.
"Kita nabrak apa pak?" tanya seorang temanku.
"Justru itu yang kami bingung. Dari tadi kami nggak melihat ada apa-apa di depan bus kita. Tapi tiba-tiba ada yang membentur kaca depan bus" kata pak kondektur yang duduk paling depan.

Aku ikut melongok melihat kaca depan yang terkena benturan. Retaknya parah, dan makin merembet. Kami khawatir, sedikit lagi kacanya bisa pecah. Kalau dilihat dari kerusakan dan suara kencang yang ditimbulkan, sesuatu yang membentur itu pasti keras dan besar. Rasanya tak mungkin jika itu manusia atau binatang. Harusnya, walaupun suasana gelap, sesuatu itu tetap terlihat karena tersorot lampu depan bus. Tapi nyatanya memang tak ada apa-apa di sana. Jadi bus kami ini menabrak sesuatu yang tidak terlihat oleh mata! Hiiiii. Tiba-tiba tubuhku merinding.

bus pasca benturan
Kami tidak berani berhenti saat itu juga untuk mengecek kondisi bus. Suasana sepi, gelap dan hujan, di jalan sempit yang diapit tebing, memang bukan tempat yang tepat untuk berhenti. Akhirnya kami menunggu matahari terbit, untuk mengecek kondisi bus pasca peristiwa ganjil itu. Dan penemuan kami, makin membuat bulu kuduk berdiri. Di titik pusat retakan kaca (berarti titik pusat benturan), ada beberapa helai rambut tertinggal di sana. Rambut siapa hayoo??

Ah, kenapa sih ada peristiwa mistis begini di saat aku galau? Apa ini karena suamiku nggak merestui perjalananku ini? Tiba-tiba aku menyadari semua kesalahanku. Sudah seharusnya aku minta maaf pada suamiku, aku nggak ingin terjadi apa-apa dalam keadaanku yang durhaka ini. Buru-buru aku menelpon suami dan anak-anakku di rumah. Senang rasanya mereka menyambutku dengan ceria. Suamikupun bertutur kata manis padaku, seolah aku ini tak pernah salah apa-apa. Ah, legaa.. Aku nggak jadi istri durhaka.. Hehehe.. Akupun bisa tersenyum lagi :).

***

Sesuai rencana, pagi itu kami langsung menuju Green Canyon. Tapi berhubung bus kami mengalami kerusakan yang cukup parah dan tak memungkinkan untuk melakukan perjalanan, maka terpaksa kami naik angkot. Dua angkot kami sewa untuk kami berduapuluh. Di angkot, kami masih membahas peristiwa ganjil semalam. Bahkan abang sopir angkot ikut angkat bicara. Menurut abang sopir, kemungkinan bus kami semalam bertemu dengan bajing loncat. Tahu bajing loncat kan? Itu kawanan perampok. Biasanya mereka memasang perangkap yang membuat pemakai jalan menghentikan laju kendaraannya. Dan pada saat kendaraan berhenti, saat itulah mereka beraksi, menjarah harta benda yang ada. Seram sekali! Untung semalam bus kami tidak berhenti. Entah benar apa tidak, sampai sekarang peristiwa tersebut masih menjadi misteri.

Baru saja kami selesai membahas peristiwa aneh itu, tiba-tiba, kami mendengar suara wanita di dalam angkot yang kami tumpangi. Kami semua terpaku dan saling berpandangan. Jelas itu bukan suara salah satu di antara kami. Suara wanita bernada lembut mendayu namun menebarkan aura mistis. "Haiiii.. Halooo.. Haloooo....."
Kami seolah beku beberapa saat. Tak ada yang berani bersuara, sampai suara wanita tanpa wujud itu menghilang. Huhuuu.. Mungkinkah sesuatu yang tak berwujud itu mengikuti perjalanan kami? Imajinasi kami mengembara tanpa ada penjelasan yang masuk akal. Aku hanya bisa berdoa, semoga tidak terjadi apa-apa saat kami nyemplung ke Green Canyon nanti.
sungai menuju Green Canyon
Akhirnya kami sampai di pintu gerbang Green Canyon. Setelah kami naik perahu menyusuri sungai yang berkelok-kelok dan desar arusnya, sampailah kami ke Green Canyon yang kesohor itu. Green Canyon ini semacam gua berstalaktit dan stalaknit unik, dengan air sungai yang mengalir di bawahnya, dan beberapa batu besar di dasarnya. Semburat sinar matahari yang menembus dindingnya semakin menambah keindahannya. Walaupun pada saat ini airnya tidak hijau, tapi pemandangannya tetap mengagumkan. Untuk mencapai bagian dalam Green Canyon, tidak bisa menggunakan perahu, karena terhalang batu besar. Satu-satunya cara adalah dengan nyemplung ke air sungai yang arusnya lumayan deras itu. Wuuih benar-benar uji nyali nih, maklumlah aku kan nggak bisa berenang. Gimana kalau aku terbawa arus nanti? Susah payah ku kumpulkan keberanianku, dan ku enyahkan ketakutanku.. Nekad aja ah.. "Kalau aku bisa menaklukkan arus sungai ini, aku pasti bisa menaklukkan dunia" pikirku menyemangati diri. Byuur!!

Dengan hanya bermodalkan pelampung dan seutas tali, aku menceburkan diriku ke sungai. Bbrrrr.. tak disangka airnya dingin sekali! Mampukah aku bertahan? Tubuhku harus berjuang melawan arus sungai, dan beberapa kali aku terpaksa ‘meminum’ airnya.. huek.. Lelah dan nafas tersengal-sengal. Aku baru bisa bernafas lega saat berada di permukaan yang airnya dangkal, atau saat menemukan batu besar, hingga aku bisa beristirahat di atasnya. Di atas batu itu aku bisa melihat pemandangan yang lebih menakjubkan. Rasa lelahku seketika hilang. Bersyukur aku bisa sampai di sini, walaupun dengan perjuangan yang tidak mudah. Sesuatu yang berharga memang harus diraih dengan perjuangan keras.. *sok bijak.. :D.

batas akhir perahu
tetap narsis walau muka berantakan

***

Alhamdulillah, walaupun banyak peristiwa janggal, tapi acara ke Green Canyon siang tadi berjalan lancar. Cukup lancar, walaupun aku sempat kelelahan melawan arus, dan 'meminum' air sungai saat nyemplung di Green Canyon.. hehehe.. Kini saatnya kembali ke hotel yang terletak di pantai timur pangandaran. Setelah itu menikmati makan malam bersama. Namun seolah tak mau lepas dari kami, peristiwa mistis kembali terjadi malam itu.

Sehabis makan malam bersama di sebuah rumah makan seafood, kami kembali ke hotel dengan berjalan kaki. Letaknya memang tidak jauh. Seorang temanku memimpin di depan sebagai penunjuk arah. Kami mengikutinya dengan setia. Sampai di sebuah gang, tiba-tiba dia membalikkan badan ke arah kami. Dengan muka pucat dia berkata "Kita cari jalan lain aja ya?". Walaupun bingung kami tetap mengikutinya. Dengan berbisik aku bertanya "Emangnya kenapa mas nggak jadi lewat jalan tadi?"
"Ada sosok putih-putih di sana" jawabnya dengan berbisik pula.
Sosok apa yang dia maksud? Mungkinkah itu hanya halusinasinya atau memang ada makhluk lain di sana? Hening...

***

Ah, Pangandaran.. Sebuah tempat indah yang menyimpan sejuta misteri. Tempat ini membuatku mengatasi kegalauanku. Tempat ini yang menumbuhkan keberanianku. Dan tempat ini pula yang membuatku percaya ada hal-hal yang kadang sulit dijelaskan dengan akal namun nyata adanya.. Aku menyebut tempat ini Pangandaran Sang Pelipur Lara..

Happy traveling ^^

***

Tulisan ini diikutsertakan dalam "My Itchy Feet...Perjalananku yang tak terlupakan"


Reactions:

37 comments:

  1. dibalik keindahan pangandaran tersimpan kisah mistis ya sist, hmmm ngeri tapi menark utk disimak, hehehe :D
    makasih sharngnya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya betul.. Mungkin itulah yg menguatkan daya tarik Pangandaran.. *sok tau* hehehe
      Makasih ya udah nyimak tulisanku ~_^

      Delete
    2. Foto yang paling bawah udah kaya LARA CROFT - TOmb Raider
      IHihihihihi

      Delete
    3. Hahaha.. Mas asep ini ngece tenan :))

      Delete
    4. Sujud syukur saya ucapkan kepada ALLAH SWT dan saya sekeluarga sangat berterima kasih banyak kepada KI WARA atas bantuannya saya bisa mendapatkan dana ghoib dan alhamdulillah BENAR2 berhasil karna sekarang ini kehidupan saya jauh lebih baik dari sebelumnya dan semua utang2 saya sudah pada lunas semua,,!!! jika anda mau bukti bukan rekayasa silahkan hubungi KI WARA 085242894584 ini lah kisah nyata dari saya…beliau juga memberikan pesugihan,jual tujul,uang ghaib,bulu perindu.ATAU BUKA BLOK KI WARA

      Delete
  2. Ih keren eh kak tulisannya, seru pula liburannya tuh...
    Kapan2 deh kalau ke jawa mau ke pangandaran ah :)

    Jangan sedih lagi, keep smile yah :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seru krn banyak kejadian tak terduga yg bikin merinding.. Hihihi
      Pangandaran emang wajib dikunjungi loh :D
      Makasih yaa.. *smile ^^

      Delete
  3. Wah wah kira kira BENDA apa yang menabrak itu ya. Saya jadi ingat kisah pesawat penumpang di luar negeri. Saya lupa nama situs berita ONLINE nya. PEsawat itu hidungnya (Hidung pesawat) nya juga rusak. DIDUGA menabrak UFO. Hmmm aneh juga ya

    Kalau BUS yang ditumpangi mba Cova menurut hemat saya tentu ada penjelasan ILMIAH nya. Bisa jadi BENDA yang diduga MENABRAK atau DITABRAK itu tetaplah berwujud BENDA. Mungkin pada saat terjadi IMPACT (Benturan) sang BUS tetap melaju. Jika langsung berhenti bisa jadi BENDA yang MENABRAK atau DITABRAK itu masih ada di sekitar TKP. Ini dugaan saya aja

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mgkn saja bgitu. Tapi emang saat itu ngeri klo berhenti 'n lgsg ngecek. Takutnya itu semacam perangkap gt. Soalnya tempatnya sepiiiiiii bgt. Drpd kenapa napa, jdnya mendingan ttp jalan aja.

      Jangan2 nabrak alien yak.. Hihihi :P

      Delete
  4. waaaaah apa itu ya bisa bikin kaca bus sampe kayak gituu....
    by the way, masih alami ya mbak Pangandaran....
    :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya tuh, sampe skrg belum terjwb misterinya.. Mgkn mesti manggil tim CSI keknya.. Hihihi

      Delete
  5. udah jelas sih itu semua gara2 jalan2nya ga direstuin suami bwhahahahaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huwaaaaaa... Malah ngetawain nih, mentang2 jeng mila blm punya suami...#eh .. Wkwk

      Delete
    2. Ada Apa Dengan Suami?

      *Lagi ngantuk Mode ON

      Delete
    3. Klo ngantuk ya tdr mas.. Hihii

      Delete
  6. wah kalau di jalan Banda Aceh-Medan juga sering kejadian kaca mobil atau bus yang tiba-tiba pecah di daerah yang sepi, tapi dengar-dengar penyebabnya itu karena ulah nakal orang-orang yang sengaja melemparin kaca dengan batu atau benda lainnya, supaya bus berhenti buat ngecek, terus akhirnya kadang dirampok. Kalau udah begitu memang lebih baik jalan aja terus dan berhenti di tempat yang aman kan yaa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah kemungkinan yg aku alami jg kek gt ya. Semacam perangkap oleh rampok, biar busnya berhenti. Untung waktu itu ga berhenti. Kalo berhenti ngeriii.. Hiiiiii

      Delete
  7. Udah lamaa banget pernah ke Pangandaran, tapi blm pernah ke Green Canyon :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Green Canyon itu keren bgt loh mak.. ayo ke pengandaran lg.. hiihihi

      Delete
  8. Ikutan merinding bacanya..
    hiii..
    Kayany yg nabrak bus itu beneran jebakan biar busnya berenti yaa --"
    syeereem..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hu uh serem.. Mgkn jebakan bajing loncat ya.. Hiii

      Delete
    2. Kalau saya sudah Terjebak dalam pesona Blog Mba Cova
      Tulisannya yang keren dan menarik dibaca. Saya terjebak untuk terus datang dan datang ke Blog mba Cova ini setiap hari

      Delete
    3. Waaaaw.. Aku jd tersanjung nih.. Brasa punya fans.. Terharu deh.. Hihihi *ge er*

      Delete
  9. waaah mbaa...perjalanan yang mantaap banget. banyak 'bonusnya' ya :D....thanks for joining my GA :D..serunya ber-ItchyFeet riaaa....keep traveling dan cheers..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bonusnya bikin ketar ketir mak.. Hihihi..
      Makasih jg yaa.. ^^

      Delete
  10. Wah,,,,,, sayang banget ke Green Canyon musim hujan, jadi sdperti di air kopi susu saja Mba. Jadi kurang indah pemandangannya. Kalau lagi musim kemarau tempat itu airnya indah banget. Dan akan banyak view yang indah dan menarik untuk bisa di abadikan.

    Tapi ngomong-ngomong ko busnya platnya merah sih Mba ? sepertinya bukan bus pariwisata deh tuh ? It's ok. Lanjutkan dan tetap semangat dalam liburan he,, he,, he,,,


    Salam,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya tuh. Malamnya ujan, jd airnya keruh.. Jd pengen kesana lg pas kemarau.. :D
      Eh itu emang bkn bus wisata kok.. Hehee

      Delete
  11. original apa fiksi nih mbak, masak lempar lemparan panci sama suami sih ? hehehe....
    kalau anak muda yang baca harusnya kena sensor tuh mbak..hehehe
    pernah juga saya diceritani orang yang numpang sepeda motor ditempat yang sepi, ketika topinya sang pembonceng lepas, si pengendara tidak berani berhenti jangan-jangan nanti aja jebakan.hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Justru anak muda hrs tau realita hidup berumah tangga. Masa' yg dicritain cm bulan madunya ajah.. Hihihi
      Ternyata banyak jg yg ngalami kejadian serupa ya. Kami waktu itu jg ga brani brenti.. Takut dirampok..

      Delete
  12. yang pertama sepertinya memang ulah bajing yang suka lompat-lompat kendaraan ya mbak, untung kendaraan tidak berhenti, kalau berhenti bisa-bisa acara melipur dirinya jadi batal, seingat saya ada nyanyian tentang pangandaran, apakah pangandaran ini sama dengan pangandaran yang dilagukan itu ya mbak

    ReplyDelete
  13. hii ceritanya sereeemmm di awal.. tapi hepi di endingnya.. sukaak

    ReplyDelete
  14. Tunggu apa lagi... pergi ke Jogja-Green Canyon dan Jogja-Bromo dan dapatkan bonus dan hadiahnya :D
    kunjungi link dibawah ini...
    http://www.mypermatawisata.com/opentrip/detail/OJB-000301/open-trip-jogja--bromo-episode-3
    http://www.mypermatawisata.com/opentrip/detail/OJG-000101/open-trip-jogja--green-canyon-episode-1
    http://www.mypermatawisata.com/opentrip/#bookingtoday

    ReplyDelete
  15. Tapi intinya wisata dalam negeri banyak yg indah,dan pangandaran tetap Aman untuk di kunjungi,ayo keliling nusantara,cintai negeri mu kenali negri mu

    ReplyDelete
  16. kenapa harus galau atuh mbak??? kan asyik bisa berpetualang

    ReplyDelete
  17. biasanya kalau udh masuk ke Goa , banyak hal mistis didalamnya

    ReplyDelete