Tuesday, August 12, 2014

Tak Selalu Bahagia

Hari ini aku sempat kaget dengan kabar kematian aktor kawakan Robin Williams. Baru beberapa minggu ini aku mengikuti serial The Crazy Ones yang dibintanginya. Dan seperti film-film lain yang dibintanginya, film seri ini menghibur sekaligus menginspirasi. Begitulah sosok Robin Williams di mataku, tampak selalu ceria dan membawa kegembiraan bagi orang banyak. Tapi siapa sangka, orang yang membawa kebahagiaan itu justru tidak berhasil membahagiakan dirinya sendiri. Ada apa dengan Robin Williams? Sampai kini rasa penasaran masih menyelimuti benakku. Aktor ini dikabarkan mengakhiri hidupnya karena depresi. Separah itukah ketidakbahagiaannya hingga dia tak ingin lagi hidup di dunia ini? Sungguh menyedihkan. Menurutku orang sehebat dia tentu banyak yang mengagumi dan mencintai. Lihat saja penggemarnya yang tak terhitung jumlahnya menangisi kepergiannya. Lalu apa yang membuatnya tak bahagia?

Aku jadi ingat beberapa waktu yang lalu, ada seorang teman lama mengajakku chating. Obrolan kami ya seputar teman-teman kami, termasuk tentang beberapa teman yang sudah meninggal. Menurut dia, banyak orang yang meninggal di usia muda karena stres. Stres yang berlebihan bisa mengakibatkan ketahanan tubuh menurun, dan timbullah penyakit yang menggerogoti tubuhnya. Hmm.. Cukup masuk akal. Aku setuju dengan pendapatnya. Sampai akhirnya dia mengomentariku "Kalau aku lihat kamu ini nggak pernah stres. Hepi 'n ceria terus, nggak pernah ada masalah. Bagus itu"
Ku jawab dengan senyum getir "Namanya orang hidup pasti punya masalah, cuma nggak perlu kan dilihatin ke orang-orang"

Alhamdulillah, selama ini orang melihatku sebagai sosok yang bahagia. Punya pekerjaan mapan dengan penghasilan lumayan, punya keluarga bahagia, dan serba bisa. Tapi mereka nggak pernah tahu apa yang aku alami. Mereka  nggak pernah tahu sekeras apa usahaku untuk tampak normal di mata orang-orang dengan segala masalah yang harus aku tanggung. Mereka nggak pernah tahu bagaimana aku berusaha memperbaiki hidupku jadi tampak bahagia, setelah semuanya hancur. Mereka nggak pernah tahu aku stres. Benar-benar stres. 

Mungkin seperti itulah yang dialami Robin Williams. Orang menilai sosoknya yang selalu ceria, dan harta berlimpah yang dia punya pasti membuatnya bahagia. Padahal tidak. Banyak hal yang tak bisa dilihat orang, yaitu masalah. Dan tentu beban kejiwaan yang harus ditanggung seorang Robin Williams sangat berat, hingga menyebabkan dia depresi dan bunuh diri. 

Tapi aku bukan Robin Williams. Seberat apapun masalah yang aku tanggung, aku punya Allah yang membuatku semakin kuat. Ingat selalu bahwa Allah nggak akan memberikan beban yang nggak bisa kita tanggung. Allah nggak pernah memberikan masalah yang nggak bisa kita selesaikan. Beban dan masalah adalah ujian agar kita semakin kuat. Allah yang memberikan, dan Allahlah yang akan memberi petunjuk bagaimana menyelesaikannya. Tentu saja dengan berusaha, bukan dengan menyerah, apalagi dengan bunuh diri. Dan ingat, menjadi bahagia bukan berarti hidup tanpa ada masalah, tapi bagaimana kita menyikapi masalah tersebut dengan baik. Don't give up!


from here



Reactions:

13 comments:

  1. Ukuran "BAHAGIA" memang relatif sifatnya. Ukuran kebahagiaan bagi setiap orang berbeda beda tentunya Hiehiheie. Ada orang yang sudah bahagia banged bisa nyalain Sepeda Motor BUTUT kesayangannya. Bukan dia tidak mampu membeli motor baru, tetapi yang namanya KESENANGAN dan KEBAHAGIAAN bagi dia adalah jika bisa memperbaiki Motor Tua atau BUTUT kesayangannya. Dari sini kita bisa melihat BAHAGIA adalah dimana seseorang itu merasa SENANG dan BAHAGIA atas apa yang diperolehnya sendiri

    Robin Williams memang tragis kematiannya. Banyak cerita mengenai sebab musabab meninggalnya yang konon di duga BUNUH DIRI itu. FILM jadul jaman tahun 1980 an kalau nda salah , judulnya MORK and MINDY, adalah film yang pernah saya tonton saat keci; Selamat Jalan Robin Williams Jika itu yang diakukan mendiang Robin Williams bisa mencapai "BAHAGIA" berarti "jalan" itulah yang dia tempuh agar dia BAHAGIA

    ReplyDelete
    Replies
    1. Komennya mas asep bikin aku termenung. Ukuran kebahagiaan memang tiap org beda. Ada org yg bahagia kalo banyak harta. Ada jg yg bahagia dgn sekedar leyeh2 di rmh. Dan mgkn Robin Williams sedang berusaha meraih kebahagiaannya (mnrt versi dia). Apapun yg terjd padanya skrg, aku ttp mengaguminya. Karya2nya sungguh menghibur dan menginspirasi banyak org, termsk diriku.

      Delete
  2. Karena memang agamalah pegangan hidup kita, dan Allah lah penolong kita. Sehebat dan seberat apapun masalah yg dihadapi, jika kita dekat dengan Allah, maka InsyaAllah akan menjadi ringan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setujuu.. Kita harus yakin pd pertolongan Allah dgn ttp berusaha. Setiap mslh yg Allah berikan pd kita tentu ada maksudnya, ada hikmahnya. Tp terkadang kita terlambat menyadari

      Delete
  3. Stuja.... punya masalah sudah merupakan hal mutlak dalam hidup. Tinggal bagaimana pintar2 kita dalam menanganinya... tersenyum saat menghadapi masalah bisa mnjadi motivasi buat dri kita sendri...

    Knjungan perdana sob... klo sempat mampir yee... ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar. Dan kita cenderung menganggap mslh kitalah yg paling berat. Pdhl smua org jg punya mslh, cm beda2 aja bentuknya..
      Makasih ya udah mampir.. Salam kenal ^^

      Delete
  4. kebahagiaan memang tergantung kita
    apakah kita mengijinkan diri kita bahagia katanya begitu
    seorang penghibur komedian ternyata juga punya masalah ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itulah, makanya kita perlu banyak2 bersyukur, krn sbnrnya ada banyak hal yg bisa membuat kita bahagia

      Delete
  5. Iya, Mak Cova, seberat apapun masalah kita, kita masih punya Allah. Kita juga harus percaya bahwa Allah engga akan memberikan beban di luar kemampuan hambaNya untuk menanggungnya. Tetap semangat dan berbahagia ya, Mak ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mak Isti, seberat apapun mslhnya ttp yakin kita bs menanggungnya. Jd mslh itu dihadapi, bkn ditinggal lari.. Hihii

      Delete
  6. selalu bersyukur atas segala nikmat suka dan duka yang kita terima..adalah kunci kebahagiaan dunia dan akhirat...keep happy blogging always...salam dari Makassar :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mas, baik suka maupun duka semua ada hikmahnya.. Smoga kita ttp optimis dan bahagia :)

      Delete
  7. semoga agama selalu menjadi pegangan kita semua :)

    ReplyDelete