Tuesday, September 16, 2014

Misteri Dompet Stroberi

"Kak.. Gimana perkembangannya? Udah ketemu belum dompetnya?"
Pertanyaan itu tiap hari aku lontarkan ke Lita, anak perempuanku, sejak dia menyanggupi akan memecahkan kasusku. Dengan bergaya ala Sherlock Holmes, dia percaya diri sekali bakal menemukan dompetku yang hilang. Tentu saja ini nggak cuma-cuma. Demi kembalinya si dompet stroberi, aku harus mengeluarkan uang sebesar Rp 100.000 untuk menyewa jasa detektif wanna be ini. Uang yang cukup besar bukan untuk sebuah dompet? Padahal harga dompetnya nggak sampai segitu. Uang seratus ribu bisa buat beli dompet yang baru. Tapi aku nggak bakal beli dompet baru, karena dompet itu hasil rajutanku sendiri. Paling-paling aku bikin dompet baru lagi. Tapi masalahnya bukan di situ, bukan pada harga dompet, atau siapa yang membuat dompetnya. Terus apa donk? Tentu saja karena isinya, uang. 

  

Kehilangan uang Rp 10.000 aja rasanya nyesek, apalagi kalau kehilangan uang yang jumlahnya beratus-ratus kali lipat dari jumlah itu. Bisa dibayangkan donk berapa ratus kali nyeseknya. Kenapa aku menyimpan uang segitu banyak di dompet? Kenapa nggak ditabung di bank aja? Jadi ceritanya gini. Aku punya kegiatan tambahan merajut, dan menerima pesanan rajutan dari teman-teman. Uang hasil jualan rajutan itu aku masukin di dompet stroberi itu. Maksudnya agar nggak tercampur sama uang buat kebutuhan sehari-hari. Karena jumlahnya belum begitu banyak, menurutku lebih praktis kalau aku simpan di dompet mungil itu saja. Tak disangka makin hari makin banyak yang memesan rajutanku, dan tiap hari uang di dompetku semakin banyak. Yang tadinya hanya puluhan ribu, kini setelah 2 tahun sudah mencapai jumlah jutaan. Nah, karena jumlahnya sudah lumayan banyak, maka aku berniat memasukkan ke bank biar aman.

Tapi belum sempat aku membawa uang itu ke bank, dompet stroberiku malah hilang entah kemana. Segala penjuru rumah aku sisir dan telusuri, tapi aku tak menemukan satupun petunjuk keberadaan dompet itu. Kucoba merefresh otak dan mereka ulang kejadian-kejadian yang lalu terkait dengan dompet itu, tapi tetap saja nggak menemukan pencerahan. Yang aku ingat dengan jelas, aku selalu menyimpan dompet itu di lemari khusus pernak pernikku, dan tak pernah sedetikpun aku membawa dompetku keluar rumah. Jadi seharusnya dompet stroberi beserta isinya masih ada di dalam rumah, kecuali ada yang sengaja mengambilnya. Kalau itu terjadi, berarti rumahku baru saja kemasukan maling.

Sedih sesedih-sedihnya.. Uang yang aku kumpulkan dari hasil merajut benang helai demi helai, hari demi hari, tahun demi tahun, tak tahu kini di mana rimbanya. Padahal uang itu rencananya mau buat beli kambing sama mesin obras, terus sisanya buat simpanan. Yah, manusia hanya bisa berencana, dan yang terjadi kadang sangat jauh dari harapan. 

 Kini sudah seminggu lebih dompet stroberiku hilang, dan Lita, detektif sewaanku, nggak memberikan hasil kerja yang memuaskan. 
"Gimana sih kak? Masa' nggak berhasil nemuin dompet mama? Udah seminggu nih.." keluhku.
Melihat raut mukaku yang sedih, Lita menatapku dengan penuh rasa simpati, dan berkata "Barang-barang yang kita sayangi itu kalau hilang maka dia akan membawa pergi kesialan kita. Jadi ikhlasin aja ma... "
Ah, anakku.. Dia benar, kesialanku hilang berganti dengan keberuntungan. Aku beruntung karena memiliki anak yang bijaksana seperti Lita :).
Reactions:

15 comments:

  1. Replies
    1. Iyaa.. Kadang lbh bijak dr emaknya.. Hihii

      Delete
  2. semoga segera mendapat ganti rejekinya yang lebih besar mak...

    ReplyDelete
  3. waah... anaknya wise banget ya, mak.
    Semoga rejekinya diganti sama yang lebih baik ^ ^
    Rajin ya emak Covalimawati bikin kerajinan


    elnienesia.blogspot.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aminnn.. Makasih ya mak..
      Iseng bikin kerajinan, alhamdulillah lumayan menghasilkan :D

      Delete
  4. mengapa nasib kita sama ya, saya juga baru kehilangan dompetku, hik,hik... ya memang harus diklhlaskan saja, habis mau gimana lagi walau hati masih suka dongkol

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh kita senasib.. ihiks *peluk mak tira*
      Iya mau gimana lg, hrs diikhlasin, walo hati msh pnasaran

      Delete
  5. gimana dompetnya udah ketemu ? lumayan isinya berjutajuta tuh

    ReplyDelete
  6. semoga dapat ganti yang lebih mbk,,, uang perjuangan :(

    ReplyDelete
  7. Ah, Lita...bijak bener kamuuuu!

    Insya allah akan digantikan rejeki yang lebih baik ya Cova darling...

    Biasanya kalau ada barangku atau uangku hilang, aku selalu bilang ke diri sendiri, mungkin ada hak orang lain dalam barang itu, yang lupa aku sedekahkan. Insya Allah kalau memang masih hak kita, akan kembali lagi ke kita.

    ReplyDelete